
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Malam ini, Seno mengajak ketiga sahabatnya untuk bertemu disebuah bar mewah yang tidak lain milik Seno. Mereka berempat memang sering menghabiskan waktu di bar itu jika mereka sedang galau.
Tapi perlu digaris bawahi, mereka tidak mabuk-mabukkan tapi mereka hanya sekedar hiburan saja. Bahkan mereka berempat diam di ruangan khusus untuk mereka yang berada di lantai dua.
"Ada apa ngajak kita kumpul?" tanya Gibran.
"Gawat, Mami meminta aku dengan Bee bertunangan minggu depan bertepatan dengam acara ulang tahun Mami," sahut Seno lemas.
"Apa?" seru ketiganya bersamaan.
"Bagaimana ini? kalau aku bilang Bee pacar sewaan pasti Mami bakalan ngamuk, tapi kalau aku ga bilang, aku ga mungkin tunangan sama Bee karena aku hanya menganggap Bee sebatas adik saja ga lebih."
Entah kenapa Alta langsung menyunggingkan senyumannya, jawaban Seno barusan membuat hatinya lega.
"Kamu sih, salah sendiri ngapain pakai acara bohong-bohongan segala kalau sudah begini ribet kan urusannya," seru Rayyan.
"Itu sih deritamu, jadi selamat di usir saja dari rumah," ledek Gibran.
"Sialan kamu, bukannya ngasih solusi malah bicara yang tidak-tidak," kesal Seno.
Seno melihat ke arah Alta yang saat ini sedang senyum-senyum sendiri.
"Kamu kenapa Al, senyum-senyum sendiri?" tanya Seno.
"Si Alta mah sudah biasa senyum-senyum sendiri, saking geniusnya otak dia kadang-kadang jadi membuat dia gila," seru Rayyan.
"Sialan..."
__ADS_1
"Tapi aku jadi curiga sama kamu, Al," seru Gibran.
"Curiga apa?"
"Kamu suka ya sama Bee."
"Hah...kata siapa?" sahut Alta dengan wajah yang memerah.
"Seriusan kamu suka sama Bee?" sambunga Seno.
"Apaan sih kalian, jangan ngaco deh," elak Alta.
"O..o..kamu ketahuan suka sama Bee," ledek Rayyan.
"Ngaco kalian semua."
"Sudahlah jangan ngelak, sudah ketahuan juga," seru Gibran.
"Oh iya Sen, bukannya wanita yang dijodohin sama kamu itu Tantenya Rayyan ya," seru Alta mengalihkan pembicaraan.
"Whaaaatttt," sahut Rayyan dan Gibran bersamaan.
Seno hanya menganggukkan kepalanya...
"Terus kenapa kamu tidak terima saja? Dr.Zia cantik loh Sen, seorang dokter pula kalau aku jadi kamu, aku ga bakalan menolaknya," seru Gibran.
"Ya sudah kamu saja yang nikahin dia," ketus Seno.
"Kalau dianya mau, aku siap nikahin dia," sahut Gibran dengan entengnya.
"Begini saja, lebih baik kamu terima saja perjodohan itu kamu sama Dr.Zia cocok kok," seru Alta.
"Tapi aku yang ga setuju," seru Rayyan.
"Kenapa?" tanya ketiganya bersamaan.
"Ogah banget aku punya Om kaya dia, sudah dingin, cuek, kejam lagi," sahut Rayyan dengan menunjuk ke arah Seno.
__ADS_1
"Woi jangan sembarangan kalau ngomong, seharusnya kamu itu bangga punya Om kaya aku sudah tampan, pengusaha sukses, kaya raya pula."
Seno tanpa sadar membanggakan dirinya sendiri seolah-olah Seno tidak terima kalau Rayyan menolaknya sebagai Omnya.
Ketiga sahabat Seno saling pandang satu sama lain, hingga tidak lama kemudian mereka tertawa terbahak-bahak membuat Seno merasa bingung.
"O..o..kamu ketahuan suka sama Dr.Zia," sekarang giliran Gibran yang meledek Seno membuat wajah Seno memerah seperti wajah Alta tadi.
"Rasain kamu Seno, malu kan diledek seperti itu sama aku juga malu," batin Alta dengan senyumannya.
"Ahay, akhirnya kedua sahabat kita sudah menemukan jodohnya," seru Gibran.
"Siapa bilang?" sahut Alta dan Seno bersamaan.
"Aku barusan yang bilang, sudahlah jangan ngelak lagi sudah ketahuan kalau kalian memang menyukai wanita-wanita itu," seru Gibran.
Alta dan Seno kompak memalingkan wajahnya karena merasa malu dan para sahabatnya jangan sampai tahu kalau saat ini wajah kedua pria tampan itu tampak memerah seperti kepiting rebus.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU