
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Setelah acara selesai, tinggallah empat serangkai dan para wanita cantik beserta para orang tua masing-masing.
"Bagaimana kalau kita adakan liburan bersama," usul Mommy Tasya.
"Ide bagus, buat merayakan pertunangan Seno dan Zia," sahut Mama Karren.
"Tapi liburannya jangan ke luar negeri ataupun pantai, sudah bosan," sambung Mommy Rubby.
"Kemana dong? apa anak-anak ada ide?" tanya Mami Seno.
Semua anak-anak tampak mengangkat bahunya.
"Bee punya ide, bagaimana kalau kita camping saja ke pegunungan gitu pasti seru," usul Bee.
"Setuju, sudah lama kita ga muncak padahal waktu masih muda kita sering muncak bersama," sahut Daddy Alvian.
"Iya, bahkan kita pun tergabung dalam komunitas pencinta alam waktu itu," sambung Daddy Gerry.
"Oke...fix besok kita camping," sahut Papi Seno.
"Yeayyy kita camping!" teriak Alsya.
Setelah menentukan tempat camping, akhirnya mereka memutuskan untuk camping ke daerah Sukabumi. Semuanya pulang ke rumah masing-masing karena besok mereka akan berangkat pagi-pagi.
Bee tampak mengusap-ngusap lengannya karena udara malam ini sangat dingin. Alta yang tidak tega, akhirnya melepas jasnya dan memakaikannya kepada Bee.
Bee merasa terkejut...
"Terima kasih Oppa."
Alta pun membuka pintu mobil untuk Bee, dengan wajah yang memerah dan menundukkan kepalanya Bee pun masuk ke dalam mobil. Mobil Alta pun akhirnya melaju menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah, Alta langsung melangkahkan kakinya hendak menuju kamarnya.
"Oppa, ini jasnya terima kasih."
Alta mengambil jasnya dengan salah tingkah, kemudian tanpa bicara apa pun Alta pun langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
***
Keesokkan harinya...
Dari subuh Bee sudah bangun, berkutat di dapur untuk membuatkan bekal. Bee tampak senang, karena hari ini dia akan camping. Dia ingat, terakhir camping itu pas waktu SMP dan itu sangat seru.
Tap...tap...tap...
Alta menuruni anak tangga dengan membawa ranselnya bersamaan dengan Bee yang sudah selesai membuat bekal.
Bee dan Alta saling pandang kemudian melihat pakaian masing-masing.
"Kok bajunya sama?" seru keduanya bersamaan.
"Kamu pasti ngintip aku ya," tuduh Alta.
"Idih, ngapain aku ngintip Oppa memangnya aku cewek apaan? lagipula area aku hanya sebatas kamar dan dapur ga lebih, Oppa kali yang ngintip aku," sergah Bee.
"Apaan sih, memangnya aku pria mesum apa? sembarangan kalau ngomong."
"Ya sudah, aku ganti aja deh."
__ADS_1
"Woi, kita sudah ditungguin kalau ganti baju dulu nanti kelamaan buruan berangkat."
"Tapi kan nanti disangkanya kita pasangan," keluh Bee.
"Memangnya kenapa? kamu ga mau disebut pasangan denganku? semua wanita itu berlomba ingin dekat denganku, kamu aku kasih kesempatan untuk dekat dengan pria tampan malah ga mau."
"Idih, ogah."
Bee pun langsung mengambil ranselnya dan tas bekal yang dibawanya kemudian keluar duluan dan langsung masuk ke dalam mobil Alta, membuat Alta terkekeh melihat kelakuan Bee.
Alta pun segera menyusul Bee dan masuk ke dalam mobil. Semua sudah berkumpul di pinggir jalan, para orangtua membawa mobil sendiri. Seno dan Zia satu mobil karena orangtua mereka memaksa mereka untuk satu mobil.
Daddy Edrik dan Mommy Icha tidak bisa ikut karena ada keperluan mendadak sehingga mereka menitipkan Erika. Karena orangtua Rayyan satu mobil dengan orangtua Zia, mau tidak mau Erika harus satu mobil dengan Rayyan.
Begitu pun Alsya yang satu mobil dengan Gibran karena orangtua mereka memilih satu mobil.
"Ayo semuanya kita berangkat," seru Papi Seno.
Rombongan para sultan pun langsung melesat melajukan mobilnya menuju Sukabumi. Mereka akan berkemah di bumi perkemahan Cidahu Sukabumi.
Perut Bee tampak berbunyi karena Bee memang belum makan apa-apa, perlahan Bee pun membuka kotak bekal yang tadi dia buat dan melahap nasi goreng buatannya tadi.
Alta tampak melirik kearah Bee...
"Hai, makan sendiri aku juga lapar kali, kamu tidak membuatkanku sarapan?" kesal Alta.
"Tenang Oppa, aku sudah buatkan sandwich buat Oppa."
Bee pun mengeluarkan kotak bekal makanan satu lagi, didalamnya sudah ada beberapa potong sandwich.
"Nih, aku buatkan sandwich."
Bee mengasongkan kotak bekal itu kearah Alta dan Alta hanya meliriknya sebentar kemudian fokus melihat ke jalan. Lalu Alta pun memiringkan tubuhnya dan membuka mulutnya.
"Aaaa....mana sandwichnya?"
Bee pun dengan ragu-ragu menyuapi Alta, sedangkan Alta tampak bersemangat melahap sandwich buatan Bee itu. Bee hanya bisa melongo dengan tingkah Alta yang akhir-akhir ini memang agak berbeda.
Setelah habis dua potong sandwich, Bee pun memberikam minum air mineral dalam botol tapi bukannya Alta mengambil botol itu tapi Alta malah menggenggam tangan Bee dan mengarahkan botol minuman itu ke mulutnya.
Deg...deg...deg...
Sungguh saat ini jantung Bee seolah sedang berpesta, Bee hanya bisa memperhatikan tangannya yang digenggam Alta.
"Terima kasih."
Bee masih melongo dan belum bisa menetralkan detak jatungnya.
"Kenapa lihatin aku kaya gitu? kamu lanjutkan makannya."
"Ah iya, maaf."
Bee dengan cepat memasukan nasi goreng ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan cepat membuat Alta terkekeh.
***
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jaman, akhirnya rombongan sultan pun sampai di bumi perkemahan Cidahu Sukabumi. Udara segar langsung menyambut kedatangan mereka semua membuat semuanya tersenyum.
"Ayo, para pria segera membuat tenda," seru Mommy Tasya.
"Terus para wanita ngapain?" tanya Daddy Alvian.
"Para wanita akan selfi dulu, ayo girls!!" ajak Mommy Rubby.
Semua para pria melongo dengan kelakuan istrinya, begitu pun keempat serangkai tampak menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para wanita beda generasi itu.
Setelah puas berselfi ria, semuanya pun menghampiri para pria yang masih belum selesai mendirikan tenda.
"Tante, sebaiknya kita buatkan makanan untuk para pria," seru Zia.
__ADS_1
"Ah benar juga, ayo kita masak buat mereka," ajak Mami Seno.
Berbeda dengan camping pada biasanya yang harus mencari kayu bakar untuk memasak, namanya juga camping ala sultan mereka bawa kompor dan bahan makanan yang banyak sehingga mereka tidak akan kekurangan bahan makanan.
"Ya ampun, kalau begini bukan camping namanya," seru Bee.
"Kenapa memang Bee?" tanya Mama Karren.
"Ga seru Tante, ga ada suasana campingnya kan biasanya kalau camping itu cari kayu bakar buat memasak, terus buat api unggun, kalau begini mah bukan camping namanya tapi piknik," sahut Bee.
"Ga apa-apalah Bee, mau-maunya para Emak-emak saja kita mah tinggal menikmati saja," sahut Alsya.
Bee dan Erika membuatkan kopi untuk para pria, sedangkan Alsya dan Zia membantu Emak-emak memasak.
"Ini kopinya para Om-om," seru Erika.
"Wah, terima kasih calon menantu," sahut Daddy Zein.
"Kok calon menantu sih Dad," protes Rayyan.
"Apaan sih kamu sensi banget, Daddy cuma ngomong seperti itu."
Erika mendelikan matanya kearah Rayyan dan Rayyan membalasnya dengan tatapan tajamnya. Erika melewati Rayyan begitu saja tanpa memberinya kopi.
"Hai, bule kok aku di lewat sih?" sentak Rayyan.
"Oh, Pak Polisi mau kopi juga."
"Iyalah."
"Bikin saja sendiri," ketus Erika dengan meninggalkan semuanya.
"Dasar bule gila," gerutu Rayyan.
"Makannya jangan galak-galak sama wanita Ray, siapa tahu kalian jodoh," goda Daddy Gerry.
"Idih, ogah. Asalan Om tahu, si bule itu play girl suka gonta-ganti cowok."
"Masa? tapi dia cantik loh Ray, serius kamu tidak tertarik dengan wanita bule seperti Erika," goda Daddy Zidan.
"Opa jangan ikut-ikutan menggoda Rayyan deh," kesal Rayyan.
Semuanya terkekeh melihat Rayyan yang cemberut seperti itu. Sedangkan ketiga sahabatnya nampak menikmati kopi bersama-sama.
Alta dan Seno tidak henti-hentinya memperhatikan Bee dan Zia, sebenarnya diantara keduanya sudah ada ketertarikan tapi keduanyan lebih mementingkan gengsi dan egonya.
Berbeda dengan Gibran, hanya dia yang terlihat santai tanpa memikirkan siapapun.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU