
✈️
✈️
✈️
✈️
✈️
"Woi, di cariin kemana-mana ternyata malah nangkring di sini," seru Alsya.
"Aku lagi sarapan dulu."
"Hah sarapan? memangnya kamu ga di kasih sarapan sama Kak Alta?"
"Enggak juga, tadi aku pengen buru-buru aja ke kampus makannya ga sempat sarapan."
Alsya menatap tajam ke arah Bee...
"Kalian lagi bertengkar ya?"
"Memangnya selama ini aku sama Pak Alta baik-baik saja?"
"Ah iya ya, kalian memang kaya kucing dan tikus."
Bee dan Alsya merasa sangat aneh, semua Mahasiswa pada heboh melihat ke arah belakang.
"Mereka pada kenapa sih?" tanya Bee.
Alsya hanya mengangkat bahunya...Alsya dan Bee menajamkan penglihatannya, ternyata semua mata Mahasiswa memperhatikan Erika yang saat ini berpenampilan sangat ****.
"Busyet tuh si Erika, berani banget ke kampus pakai baju kaya gitu? aku yakin Kak Alta bakalan marah besar ini," seru Alsya.
"Bodynya memang aduhai Sya, pantes saja semua mata Mahasiswa melotot melihat dia."
"Hai Alsya...hai Bee..."
"Hai juga Erika," sahut Alsya dan Bee bersamaan.
"Kalian lagi sarapan ya? kebetulan sekali, aku juga belum sarapan."
"Ya sudah pesan makanan sana."
Ketiga gadis cantik itu pun, akhirnya sarapan bersama dengan di selingi obrolan-obrolan konyol ala ketiganya.
"Eh, ngomong-ngomong Pak Alta tampan ya kalau aku deketin, dia bakalan tertarik ga sih sama aku," seru Erika.
"Uhuk..uhuk..uhuk..."
"Astaga Bee, kebiasaan deh kalau makan itu ga bisa pelan-pelan. Kamu itu cewek, sekali-kali makan yang anggun napa," seru Alsya.
Bee mengambil es teh manis punya dia dan langsung meminumnya sampai habis.
"Kamu mau deketin Pak Alta, Er?" tanya Bee.
"Iya, di lihat-lihat Pak Alta tampan banget lumayanlah buat teman kencan satu bulan ke depan," sahut Erika santai.
"Apa satu bulan ke depan?" seru Alsya.
"Iya, aku itu memberi waktu untuk pria yang aku kencani itu hanya satu bulan setelah satu bulan, aku tinggalkan saja soalnya aku itu orangnya gampang bosenan."
Alsya dan Bee tampak melongo dengan ucapan Erika, kedua gadis itu sangat berbanding terbalik dengan Erika. Jangankan punya teman kencan satu bulan sekali, calon pacar pun mereka tidak punya sungguh miris memang nasib kedua gadis cantik itu.
"Eh tunggu, Erika mau ngedeketin Kak Alta hanya untuk teman kencan satu bulan, setelah itu Erika akan membuang Kak Alta. Enak saja, mau jadiin Kak Alta mainan aku ga bakalan biarin," batin Alsya.
"Erika, sepertinya kamu ga bakalan bisa deh deketin Pak Alta," seru Alsya.
"Memangnya kenapa Sya? apa dia sudah punya pacar? atau jangan-jangan dia sudah punya istri? wah, justru itu sangat menantang buat aku," sahut Erika dengan antusiasnya.
"Wah, serem juga nih cewek mainannya," batin Bee.
"Karena Pak Alta itu pacarnya Bee," seru Alsya membuat Bee dan Erika terkejut.
"Apa? Pak Alta pacarnya Bee? kok kamu ga bilang kalau kalian pacaran, untuk belum aku deketin. Sorry ya Bee, tenang saja walaupun aku seorang playgirl tapi aku pantang mengambil milik sahabatku," sahut Erika.
__ADS_1
Bee sudah siap-siap membuka mulutnya untuk menyangkal ucapan Alsya tapi dengan cepat Alsya menginjak kaki Bee sehingga Bee tampak meringis.
"Kamu sudah lama Bee pacaran sama Pak Alta?" tanya Erika.
"Sudah hampir satu tahun," sahut Alsya.
"Wow, hebat banget memangnya kamu ga bosen, Bee? kalau aku kadang-kadang belum satu bulan pun sudah merasa bosan."
Bee hanya nyengir dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, entah apa yang harus dia jawab.
Setelah selesai sarapan, ketiga gadis cantik itu pun pergi menuju kelas mereka karena sebentar lagi pukul sembilan.
"Eh, bentar ya aku ke toilet dulu," seru Erika.
"Oke..."
Erika pun segera masuk ke dalam toilet.
"Sya, bisa-bisanya tadi kamu bilang aku adalah pacarnya Pak Alta? kalau sampai Pak Alta dengar, bisa mati aku," kesal Bee.
"Habisnya si Erika mau jadikan Kak Alta teman kencannya selama satu bulan, memangnya dia pikir Kak Alta itu mainan apa? makannya aku reflek aja sebut Kak Alta pacar kamu supaya Erika tidak jadi deketin Kak Alta," sahut Alsya.
"Kalau sampai Pak Alta tahu dan sampai marah, kamu yang tanggung jawab ya."
"Siap, Kak Alta nanti biar aku yang urus."
"Hayo lagi ngomongin apa?" seru Erika.
"Enggak, yuk kita ke kelas," ajaj Bee.
Selama mengikuti mata kuliah Alta, Bee tampak salah tingkah. Bee selalu ingat dengan kejadian tadi malam membuat Bee dengan reflek menggeleng-gelengkan kepalanya.
Bee tidak sadar kalau saat ini Alta sudah berdiri di samping Bee.
Pletaakkk....
Alta memukul kepala Bee dengan buku yang di bawanya.
"Aw...."
"Ti--tidak Pak."
"Sekali lagi saya lihat kamu tidak fokus, saya akan hukum kamu."
Alta pun segera melangkahkan kakinya dan kembali melanjutkan pelajarannya.
"Bee, kalian manis sekali seolah-olah tidak kenal padahal kalian sepasang kekasih," bisik Erika.
Bee lagi-lagi hanya meringis...
Setelah jam mata kuliah Alta selesai, ketiga wanita cantik itu berjalan beriringan.
"Guys, kita nongkrong dulu yuk di mana gitu? bosen aku diam terus di rumah," seru Erika.
"Bagaimana kalau kita ke Mall?" usul Alsya.
"Boleh tuh, let's go....." ajak Erika penuh semangat.
"Sya, aku kan harus masak makan siang buat Pak Alta," bisik Bee.
"Sudahlah bolos aja, nanti biar aku yang bilang sama Kak Alta."
Bee tidak bisa menolak lagi, akhirnya ketiga wanita cantik itu pergi menggunakan kendaraan masing-masing. Mereka tampak sangat bahagia, tertawa bersama dan belanja bersama.
Sementara itu di rumah, Alta tampak kesal karena Bee belum juga pulang.
Kriukk...kriuk...kriukk...
"Kemana tuh anak, bisa-bisanya jam segini belum pulang mana aku lapar lagi," gerutu Alta.
Alta mengambil ponselnya dan menghubungi Bee, Bee yang saat ini sedang nonton bioskop merasa terkejut dengan suara getaran dari ponselnya, setelah di lihat ternyata Alta yang menghubunginya.
"Sya, Er, aku ke toilet sebentar ya."
"Oke...jangan lama-lama."
__ADS_1
Bee pun segera keluar dan dengan cepat mengangkat telepon dari Alta.
📞"Ha....."
📞"Dimana kamu sekarang?" teriak Alta.
"Allohuakbar...." Bee menjauhkan ponselnya karena merasa terkejut dengan teriakkan Alta.
📞"Maaf Pak, aku lagi di Mall lagi nonton Bioskop."
📞"Apa!"
Lagi-lagi Bee menjauhkan ponselnya...
📞"Kamu sudah mulai melupakan kewajiban kamu rupanya, oke..kalau dalam waktu setengah jam kamu tidak pulang, aku akan pecat kamu dan kamu tidak akan mendapatkan gaji kamu," sentak Alta dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
📞"Hallo Pak...."
"Ah, nyebelin banget sih tuh orang. Enak saja aku ga bakalan dapat gaji," gerutu Bee.
Akhirnya Bee pun harus meninggalkan tempat itu tanpa pamitan dulu kepada Alsya dan Erika. Bee tidak mau sampai dia di pecat apalagi sampai gajinya tidak di kasih, bisa rugi bandar Bee.
Sesampainya di rumah Alta, Bee segera berlari masuk ke dalam rumah dan di lihatnya Alta sudah menyambut kedatangannya dengan melipat kedua tangannya dan menatap tajam ke arah Bee, membuat Bee susah payah menelan salivanya.
Bee langsung berlari ke dapur dan segera memakai celemeknya. Di lihatnya waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, sudah sangat telat untuk jam makan siang.
Tidak membutuhkan waktu lama, Bee pun sudah selesai masak.
"Pak, makanannya sudah siap."
Alta pun menutup laptopnya dan melangkahkan kakinya menuju meja makan.
"Kenapa kamu malah masak spageti?"
"Maaf Pak, jam makan siang kan sudah lewat kalau Bapak makan yang berat-berat nanti pas makan malam Bapak akan kekenyangan, jadi aku buatkan spageti saja."
Alta sudah tidak mau berdebat lagi dengan Bee karena memang perutnya sudah meronta-ronta ingin segera diisi.
"Tadi kamu sama siapa pergi?"
"Sama Alsya dan Erika."
Alta tampak manggut-manggut...
"Sore ini aku akan ketemu sama Seno dan yang lainnya, nanti aku kabari lagi takutnya aku bakalan pulang malam."
"Baik Pak."
Setelah selesai makan, Alta pun pergi dan Bee bisa menghela napasnya lega karena Alta tidak memarahinya.
"Bobo cantik dulu ah."
Dengan bahagianya, Bee pun masuk ke dalam kamarnya.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU