CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Pernikahan Yang Melelahkan


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Akhirnya selesai juga nikah kantor antara Erika dan Rayyan.


"Sayang, sekarang kita ke butik yuk! kamu harus coba baju buat akad nikah sama resepsi juga," seru Mama Karren.


"Harus sekarang ya Ma? tapi Erika hari ini harus ke kantor," sahut Erika.


"Tidak apa-apa, kamu pergi saja jangan pikirkan kantor kan ada Daddy," seru Daddy Edrik.


"Tapi Daddy----"


"Erika, pernikahan kamu itu minggu depan loh ga ada waktu lagi buat mempersiapkannya. Jeng Karren, maaf ya saya tidak bisa ikut karena hari ini saya banyak pasien juga ga enak kalau dibiarkan," seru Mommy Icha.


"Iya tidak apa-apa Jeng, saya ngerti kok Jeng kan seorang dokter. Tapi untuk hari ini saya izin meminjam Erika seharian."


"Iya silakan."


Akhirnya Daddy Edrik dan Mommy Icha pun pergi, sedangkan Papa Zein juga harus kembali ke kantor. Hingga dengan sangat terpaksa, Rayyan yang harus mengantar Mama dan Erika ke butik.


Selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali, Erika sangat malas kalau harus berdekatan dengan Rayyan.


"Ray, setelah menikah nanti kamu mau tinggal dimana? apa kamu sudah membeli rumah untuk kalian berdua?" tanya Mama Karren.


"Belum Ma, Rayyan akan bawa Erika ke rumah dinas saja."


Erika langsung menoleh ke arah Rayyan, tapi Rayyan tidak memperdulikannya.


"What, rumah dinas? yang benar saja," batin Erika.


"Loh, kok rumah dinas sih Ray? kasihan kan Erika, harus tinggal di rumah kecil seperti itu," sahut Mama Karren.


"Kalau menikah dengan seorang Polisi, berarti dia harus siap tinggal di rumah dinas karena seorang Polisi kehidupannya tidak akan semewah menikah dengan seorang pengusaha," seru Rayyan dengan ketusnya.


"Haish...memangnya siapa juga yang mau menikah dengannya? bukannya dari awal dia sendiri yang menyetujui perjodohan ini," batin Erika.


"Erika sayang bagaimana? tidak apa-apa kalau kamu harus tinggal di rumah dinas?" tanya Mama Karren.


"Ah iya Ma, Erika tidak apa-apa kok," sahut Erika dengan senyum dipaksakan.


Sesampainya di butik, Mama Karren langsung masuk ke dalam butik dan menyuruh Erika untuk mencoba gaunnya. Sementara itu Rayyan dan Mama Karren menunggu di sofa.


Tidak lama kemudian, Erika pun keluar dengan memakai gaun yang dipilihkan oleh Mama Karren.


"Ya ampun sayang, kamu cantik sekali."


"Terima kasih, Ma."

__ADS_1


Rayyan hanya bisa bengong dengan mulut yang sedikit terbuka, tidak dipungkiri kalau Erika memang sangat cantik tapi Rayyan masih tidak mau mengakuinya.


Cukup lama Erika mencoba gaunnya, akhirnya selesai juga. Hal yang dari tadi Erika tunggu-tunggu, sungguh Erika sudah sangat lelah.


"Ray, kamu antar Erika pulang Mama biar naik taksi saja."


"Tidak usah Ma, biar Erika yang naik taksi saja."


"Tidak bisa sayang, pokoknya Rayyan antarkan Erika pulang biar Mama yang naik taksi."


Erika tidak bisa menolak lagi, akhirnya mau tidak mau Erika harus satu mobil lagi dengan pria si kanebo kering. Rayyan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Erika hanya memalingkan wajahnya ke arah luar jendela.


"Apa kamu tidak merasa kelelahan? bukannya kamu sedang mengandung, bagaimana kalau kamu sampai keguguran?" seru Rayyan dengan sinisnya.


Erika mengangkat sudut bibirnya, dia tidak berniat buat membalas ucapan Rayyan biarkan saja Rayyan masih berpikiran kalau dirinya sedang hamil.


"Hai, kalau orang bertanya itu jawab bukannya diam saja."


"Mau jawab apa? aku lagi malas berdebat denganmu Bang, aku sangat lelah jadi tidak usah memulai perdebatan."


Rayyan hanya bisa diam, dan sampai di depan rumah Erika pun mereka tidak banyak bicara. Erika segera turun dari mobil Rayyan dan masuk ke dalam rumahnya tanpa mengucapkan terima kasih terlebih dahulu.


"Astaga, tuh cewek bilang terima kasih kek, ajak masuk ke rumah dulu kek, ini malah main pergi saja," gerutu Rayyan.


Rayyan pun mulai melajukan mobilnya dan langsung meninggalkan rumah Erika.


***


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, tibalah saatnya acara pernikahan Erika dan Rayyan. Tidak ada raut wajah bahagia diantara keduanya, apalagi Erika dari tadi dia hanya bisa memperlihatkan senyuman yang dipaksakan.


"Hai Bang, ingat ya kamu sudah menyebutku dengan sebutan wanita murahan jadi walaupun kita sudah sah menjadi pasangan suami istri, kamu tidak berhak menyentuhku," seru Erika.


"Siapa juga yang mau menyentuhmu, aku tidak sudi menyentuh wanita yang sudah disentuh oleh banyak pria."


"Kamu? kamu benar-benar pria paling kejam yang pernah aku temui, ingat jangan pernah menyesal karena walaupun nantinya kamu memohon-mohon padaku, aku tidak akan pernah memperdulikannya. Kamu belum tahu siapa aku, jadi kamu tidak berhak menilaiku seburuk itu," sentak Erika.


Dengan kesalnya Erika mengambil baju ganti dan masuk ke dalam kamar mandi. Sementara itu, Rayyan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur sungguh Rayyan tidak mengerti dengan perasaannya saat ini.


Sebenarnya Rayyan selalu merasa bersalah setiap mengatakan hal kejam mengenai Erika, tapi tidak tahu kenapa setiap melihat wajah Erika, Rayyan selalu tersulut emosi dan akhirnya kata-kata tidak pantas langsung meluncur begitu saja dari mulut Rayyan.


Ceklek...


Erika pun keluar dari dalam kamar mandi membuat Rayyan langsung menoleh. Erika keluar dengan menggunakan celana pendek dan kaos ketat sehingga menampilkan lekukan tubuh Erika yang **** itu.


Rayyan susah payah menelan salivanya, bagaimana pun Rayyan adalah pria normal kalau melihat pemandangan seperti itu akan membuatnya panas dingin. Rayyan segera bangkit dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti baju juga.


Beberapa saat kemudian, Rayyan pun keluar dan melihat Erika yang sudah terlelap diatas tempat tidur. Rayyan menghampiri Erika dan memperhatikan wajah Erika.


"Sungguh sangat disayangkan, wajah secantik dan tubuh se**** itu harus kamu umbar kemana-mana," gumam Rayyan.


Rayyan pun menutupi tubuh Erika dengan selimut, setelah itu Rayyan pun merebahkan tubuhnya diatas sofa. Tatapannya lurus ke arah langit-langit kamar hotel itu, hingga tidak lama kemudian Rayyan pun mulai memejamkan matanya.


Malam pun tiba...


Saatnya resepsi pernikahan Erika dan Rayyan, semuanya tampak bahagia kecuali kedua pengantin baru itu. Terlihat jelas kalau wajah Erika sangat tidak bahagia.

__ADS_1


Tiba-tiba seorang pria naik ke atas pelaminan, dengan wajah sedihnya. Rayyan yang tahu siapa pria itu langsung berdiri dan menghalangi Erika.


"Mau apa kamu kesini? perasaan kita tidak mengundangmu?" ketus Rayyan.


"Maafkan aku, aku hanya ingin mengucapkan selamat kepada Erika untuk yang terakhir kalinya," sahut Miko lemas.


Rayyan merasakan kalau Erika saat ini sedang meremas ujung jasnya, dan Rayyan tahu kalau Erika tidak mau bertemu dengan Miko.


"Erika tidak mau bertemu denganmu, jadi lebih baik sekarang kamu pergi."


"Erika, aku mohon maafkan aku."


Erika memalingkan wajahnya pertanda dia tidak mau melihat lagi wajah Miko. Dengan perasaan yang sedih, akhirnya Miko pun turun dari atas pelaminan dan Erika langsung melepaskan pegangannya dari jas Rayyan.


Waktu pun terus berjalan, Erika sudah tidak betah dengan acara pesta ini. Dia ingin cepat-cepat selesai, hingga akhirnya pesta pun selesai dan Erika sangat bernafas lega.


Rayyan langsung membawa Erika ke rumah dinasnya, walaupun awalnya Erika menolak tapi lama-kelamaan akhirnya Erika menurut juga. Sesampainya di rumah dinas, Erika tampak memperhatikan setiap sudut rumah itu.


Tampak kecil dan sederhana, tapi karena Erika sudah sangat kelelahan dan capek akhirnya Erika menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur Rayyan tanpa mengganti dulu gaunnya dan tidak membutuhkan waktu lama, Erika pun langsung terlelap menuju alam mimpinya.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalian😍😍


Juara 1 : 100k


Juara 2 : 75k


Juara 3 : 50k


Juara 4-10 : 20k


Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 MaretπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2