CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Gadis Unik


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Akhirnya Bee selesai memasak untuk keempat pria tampan itu, Bee segera menyiapkan srmuanya di meja makan.


"Silakan, semoga Tuan-tuan menyukai masakan saya."


Keempat serangkai itu mulai mencicipi masakan Bee, semuanya tampak lahap dan sangat menyukai masakan Bee kecuali Alta yang tampak mengerutkan keningnya.


"Wow, masakannya lezat," seru Gibran.


"Terima kasih, Tuan."


"Ini apa? kenapa potongan wortelnya tebal sekali, seharusnya kamu itu potong wortelnya seperti korek api kalau tampilannya seperti ini tidak enak di pandang," ketus Alta.


"Yaelah Pak, mau potongan kaya gimana juga kan ujung-ujungnya mau di makan juga yang penting wortelnya matang," sahut Bee.


Jawaban Bee, membuat ketiga pria tampan itu menahan tawanya.


"Kamu berani melawan saya?"


"Ah bukan begitu Pak."


"Terus tahu ini, potongan kotak-kotaknya tidak sama ada yang kecil dan ada juga yang besar seharusnya kamu bisa mengira-ngira, potongan tahu yang bagus itu antara dua sampai tiga sentian dan harus sama ukurannya karena yang namanya kotak ukurannya harus sama, kamu pernah kan belajar di Sekolah dasar kalau menghitung persegi itu sisi kali sisi jadi setiap sisinya harus sama," cerocos Alta.


Bee mencebikkan bibirnya merasa jengkel dengan Dosen yang satu itu, padahal ketiga pria tampan yang lainnya fine-fine saja melahap makanan Bee sedangkan Alta, belum juga mulai makan malah terus saja nyerocos hal yang tidak penting.


"Baik Pak, lain kali saya akan buatkan potongan tahu seperti jajar genjang atau lingkaran biar potongannya beda daripada yang lain," geram Bee sembari menggeretakkan giginya.


"Buahahaha....."


Akhirnya tawa ketiga pria tampan itu meledak juga.


"Kenapa kalian malah ketawa?" kesal Alta.


"Lagian kamu mau makan aja ribet banget, tinggal lahap dan kunyah apa susahnya? yang penting itu rasanya ngapain mikirin bentuk makanannya," seru Gibran.


"Kenapa ga dibuat bentuk trapesium atau belah ketupat saja tahunya, hahaha," ledek Rayyan.


Seno orang yang paling dingin itu hanya geleng-geleng kepala dan dengan santainya malah melahap masakan Bee tanpa berniat ikut dalam pembicaraan absurd ketiganya.


"Diam kalian," kesal Alta.


"Terus bagaimana Pak? apa mau saya buatkan ulang sopnya?" sindir Bee.


"Tidak usah, untuk kali ini saya maafkan kamu tapi kalau sampai terulang lagi saya akan kasih kamu SP."


Bee hanya bisa tersenyum di paksakan...


"Bee, apa kamu tidak ikut makan?" tanya Gibran.


"Ah, kalau saya nanti saja setelah selesai kalian makan."


"Kenapa tidak sekarang saja?" tanya Seno.


"Pak Alta tidak suka ada makanan sisa, jadi nanti saya akan makan semua makanan yang tersisa."


"Wah parah kamu, Alta," seru Rayyan.


"Aku memang tidak suka ada makanan sisa makanya aku sering bilang sama dia untuk masak secukupnya jangan berlebihan, lihat orang-orang di luar sana yang tidak bisa makan?"


Semuanya tidak bicara lagi dan memilih melanjutkan makan siang mereka, setelah selesai keempat pria tampan itu duduk-duduk di ruang tv baru setelah itu Bee mulai makan.


"Ta, itu sisa makanan banyak loh kasihan tahu Bee di paksa makan sebanyak itu," seru Rayyan.

__ADS_1


"Hooh, kamu jangan kejam-kejam jadi orang," sambung Gibran.


"Kalian ga tahu, dia orangnya seperti apa? dia itu rakus, lihat saja semua makanan itu dalam sekejap bakalan pindah ke perut dia."


"Hah serius?"


"Lihat aja entar."


Bee melahap makan siangnya dengan penuh emosi, setelah mencari-cari Rega tidak kunjung ketemu di tambah pulang ke rumah Alta bersikap menyebalkan membuat emosi Bee menumpuk.


Kebiasaan Bee memang seperti itu, di saat dia sedang emosi dia malah melampiaskan emosinya dengan makan banyak bahkan porsi makannya bisa dua kali lipat saat emosi.


Keempat pria tampan itu memperhatikan makan Bee yang seperti kesurupan membuat keempatnya menelan ludahnya sendiri. Baru pertama kali ini mereka menemukan gadis unik dengan porsi makan dan cara makan yang tidak biasa.


"Hebat, sungguh gadis unik," seru Seno.


"Ga ada jaim-jaimnya tuh anak," sambung Gibran.


"Aku suka gayanya," seru Rayyan.


"Hallooo...Alsya yang cantik dataaannggg!" teriak Alsya dengan suaranya yang cempreng.


Keempat pria tampan itu sampai menutup telinganya.


"OMG, ada pria-pria tampan di sini. Aaaaaa...ada Kak Gibran!" teriak Alsya dengan antusiasnya.


Alsya hendak menghampiri Gibran tapi dengan cepat Gibran langsung melompat dari kursi menghindari Alsya.


"Pait..pait..pait..sana jangan mendekat."


"Ih, Kak Gibran kok gitu, Alsya kan rindu sama Kak Gibran," rengek Alsya dengan manjanya.


Alsya hendak menghampiri Gibran tapi Gibran kembali menghindar, keduanya terlibat kejar-kejaran seperti anak kecil membuat para sahabatnya tertawa dengan kelakuan Gibran san Alsya.


"Alsya stop, jangan mendekat!" teriak Gibran.


"Kenapa? Alsya rindu pengen peluk."


"Tuh kamu peluk si Seno atau si Rayyan saja."


Alsya kembali berlari mengerjar Gibran, Gibran pun berlari ke meja makan dan bersembunyi di belakang Bee yang sedang asyik makan.


"Jangan mendekat!" teriak Gibran.


Gibran terus saja bersembunyi di belakang Bee, sampai-sampai Bee yang mau menyuapkan nasi ke mulutnya harus terganggu karena ulah Gibran.


Lama-kelamaan Bee merasa geram karena lagi-lagi nasinya ga bisa masuk ke mulutbya karena Gibran menarik kursi yang Bee duduki demi menghindari Alsya.


"BERHENTIIIIIIII........" teriak Bee.


Semua orang terlihat menutup telinganya mendengar teriakan Bee yang menggelegar.


"Astaga Bee, kamu itu di kasih makan apa sih sama Kak Alta? kok suara kamu nyaring banget kaya toa mesjid," seru Alsya.


"Alsya diam kamu, Tuan Gibran bisa ga sih ga gangguin aku makan kalau mau main kejar-kejaran tuh di halaman luas ngapain di sini," bentak Bee.


"Bee, sumpah itu ga lucu," seru Gibran.


"Bee, kamu tahu ga kalau Kak Gibran itu jodoh masa depan aku," seru Alsya.


Alsya kembali menghampiri Gibran hendak memeluknya tapi tangan Gibran dengan sigap menahan wajah Alsya sehingga Alsya tidak bisa berbuat apa-apa.


"Aku bilang jangan mendekat."


"Ih..Kak Gibran kejam banget," rengek Alsya.


"Oke..kamu bisa peluk aku tapi harus tutup mata dulu," seru Gibran.


"Hah...serius Kak?"


"Iya, makanya tutup dulu matanya."

__ADS_1


Alsya pun dengan polosnya mengikuti perintah Gibran, setelah di rasa Alsya menutup matanya Gibran langsung ngacir dengan mengambil kunci mobilnya.


"Aku pulang duluan," bisik Gibran.


Semuanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Alsya dan Gibran yang selalu seperti itu, Bee kembali duduk dan melanjutkan kegiatan makannya sedangkan ketiga pria tampan tampak asyik mengobrol.


"Kak Gibran, Alsya sudah bisa buka mata ga sih?" seru Alsya.


Hening tidak ada jawaban sama sekali...


"Alsya buka mata ya," Alsya kembali bersuara tapi masih hening.


Akhirnya Alsya membuka matanya, Alsya celingukkan dan semua orang yang ada di sana tampak acuh tidak peduli dengan yang Alsya lakukan.


"Ih..tuh kan, Kak Gibran menipuku," seru Alsya dengan menghentak-hentakkan kakinya.


Dengan wajah yang cemberut, Alsya pun duduk di hadapan Bee.


"Jangan cemberut, lebih baik kamu ikut makan aja," seru Bee.


"Ogah, aku ga lapar."


"Ya sudah kalau ga lapar."


Bee membereskan bekas makan semuanya kemudian membawanya ke dapur dan mencucinya.


Setelah selesai, Alsya mengajak Bee untuk ngobrol di halaman belakang. Kedua gadis cantik itu duduk di pinggir kolam berenang dengan kedua kaki mereka celupkan di kolam berenang.


"Bee, kamu tahu ga dari dulu aku itu suka sama Kak Gibran tapi Kak Gibran hanya menganggapku seperti adiknya sendiri."


"Terus?"


"Aku minta saran dari kamu, bagaimana caranya supaya Kak Gibran mau menerimaku."


"Astaga Sya, kamu lupa kalau selama ini aku belum pernah pacaran mana bisa aku kasih saran sama kamu."


"Tapi kan jam terbang kamu tinggi, Bee. Kamu sering jalan sama banyak cowok, setidaknya kamu tahulah bagaimana caranya memikat hati seorang cowok."


"Sya, aku itu cuma pura-pura sama mereka jadi apa yang harus aku lakukan untuk memikat hati mereka."


"Ah...susah kalau punya teman jomblo, sudah ah lebih baik aku pulang saja."


Dengan wajah cemberut, Alsya pun pergi meninggalkan rumah Alta.


"Idih ngambekkan," gumam Bee.


Bee pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya, setelah makan banyak rasanya mata Bee sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Maaf ya Author hanya bisa up satu bab perhari karena Author punya 3 novel yang on going jadi tidak bisa up lebih dari satu babπŸ™πŸ™ jadi mohon pengertiannya.


Author insyaalloh up setiap hari kecuali hari minggu libur karena Authornya harus istirahat sejenakπŸ€—πŸ€—


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2