CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Keputusan Bee


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Nasya tampak terdiam di taman rumah sakit, dia bingung harus bagaimana. Disatu sisi, Nasya tidak mau berpura-pura menjadi Alsya tapi disisi lain Nasya juga tidak tega melihat keadaan Alsya kalau Nasya sampai menolak permintaan Alsya.


"Hai Alsya!"


Zia langsung duduk di samping Alsya dengan senyuman yang mengembang. Nasya hanya bisa tersenyum karena Nasya tidak mengenal dokter cantik yang ada di sampingnya itu.


"Hai..."


"Kamu sedang apa disini? siapa yang sakit?" tanya Zia.


"Hmm...itu-itu, teman aku yang sakit aku hanya menjenguknya."


"Oh...."


Zia mengerutkan keningnya, Zia merasa aneh dengan sikap Alsya biasanya Alsya tidak seperti itu. Alsya anak yang ceria dan suka heboh kalau sedang berbicara, tapi ini seperti Zia sedang berbicara dengan orang asing.


"Maaf, kalau begitu aku permisi dulu."


Nasya pun bangkit dari duduknya dan langsung meninggalkan Zia yang hanya bisa melongo.


"Ya ampun, bisa mati aku kalau bertemu lagi dengan orang yang kenal dengan Alsya, bisa-bisa rahasianya terbongkar," batin Nasya.


Nasya segera berlari menuju ruangan rawat Alsya.


"Sya gawat, barusan ada yang ngajak aku ngobrol dan pastinya kenal sama kamu."


"Siapa?"


"Mana aku tahu, pokoknya dia seorang dokter cantik masih muda."


"Oh, itu pasti Kak Zia. Ingat nanti kalau kamu bertemu dengannya jangan panggil dokter tapi Kak Zia karena aku panggil dia kaya gitu."


"Oke..."


Waktu pun berjalan dengan cepat, malam ini semuanya sudah berada di rumah sakit lecuali Alta.


Ceklek...


"Kakak!" teriak Nasya dan berlari memeluk Alta.


"Nasya, kapan kamu pulang?"


"Tadi siang."


"Kok ga ngehubungi Kakak sih?"


"Sudah berapa puluh kali, Nasya hubungi Kak Alta tapi tidak aktif."


"Masa sih?"


Kemudian Alta merogoh ponselnya di dalam saku celananya, ternyata ponselnya memang mati.


"Astaga, ponsel Kakak mati."


"Pantas saja."


Alta kemudian menghampiri Alsya dan mencium kening adiknya itu.


"Bagaimana? apa ada yang sakit? kalau kamu merasakan sakit, bilang sama Kakak."


"Tidak kok Kak, tidak ada yang sakit."


"Serius? Kakak tidak mau kamu memendamnya seorang diri, walaupun Kakak tidak bisa merasakan sakit yang kamu rasakan, tapi setidaknya Kakak bisa mengurangi rasa sakit kamu."


"Iya Kak."


Alta sangat sedih melihat keadaan adiknya itu, sekarang kondisinya sangat lemah dan wajahnya pun sangat pucat. Tidak ada Alsya yang ceria, bar-bar, dan selalu jahil.

__ADS_1


"Alta, sini duduk ada yang harus kami bicarakan kepadamu," seru Mommy Tasya.


Alta pun menghampiri Mommy Tasya, Daddy Alvian dan Nasya.


"Ada apa?"


Nasya pun akhirnya menceritakan apa yang menjadi permintaan dari Alsya, Alta sangat terkejut dan langsung menoleh ke arah Alsya.


"Tidak Alsya, Kakak tidak setuju dengan semua itu."


"Kak please, anggap saja itu permintaan terakhir Alsya."


"Alsya kamu tidak memikirkan bagaimana ke depannya, Kakak tidak mau ada masalah ke depannya pasti setiap yang kita lakukan akan ada resikonya."


"Alsya sudah siap menanggung semua akibatnya Kak, kalau Nasya tidak berpura-pura jadi Alsya, semua orang akan mencari Alsya karena Alsya menghilang. Alsya tidak mau membuat semua orang khawatir kepada Alsya, Alsya tidak mau dikasihani karena Alsya punya penyakit, biarkan semua orang menganggap Alsya masih ada di antara mereka asal dengan satu syarat jangan sampai ada yang tahu kalau Nasya sudah kembali dari Perancis."


"Tapi Sya..."


"Kak, Alsya mohon," seru Alsya dengan deraian airmata.


Alta menghampiri Alsya dan memeluknya dengan erat.


"Kenapa kamu tidak jujur saja kepada semua orang Sya? kenapa kamu harus menutupi semua ini?"


"Alsya tidak mau membuat semua orang sedih dan kasihan kepada Alsya, Alsya wanita kuat Kak, Alsya tidak mau dianggap lemah kalau semua orang tahu apa penyakit Alsya," sahut Alsya yang terus saja menangis dipelukkan Kakaknya itu.


Mommy Tasya, Daddy Alvian, dan Nasya sudah meneteskan airmatanya.


"Please Kak, ini adalah permintaan terakhir Alsya."


"Baiklah, Kakak akan mengizinkan Nasya menjadi kamu tapi Kakak hanya ingin bilang sama kamu, kalau ke depannya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Kakak tidak akan tanggung jawab."


"Iya Kak, Alsya janji akan menanggung resikonya apa pun itu."


Alta melepaskan pelukkannya dan menghapus airmata Alsya, setelah semuanya terlihat tenang, Alta pun mulai menghela nafasnya dan mengeluarkannya secara perlahan.


"Mommy, Daddy, sekarang giliran Alta yang ingin bicara dengan kalian."


"Kamu mau bicara apa? sepertinya serius sekali?" seru Daddy Alvian.


"Alta ingin menikah."


"Alta kamu jangan bercanda, selama ini Mommy tidak pernah melihat kamu memperkenalkan wanita kepada kami tapi kenapa sekarang kamu tiba-tiba ingin menikah?" tanya Mommy Tasya.


"Memangnya kamu sudah memiliki calon?" tanya Daddy Alvian.


"Sudah."


"Siapa?" tanya keempatnya bersamaan.


"Bee..."


"Sudah ku duga," seru Alsya.


"Sejak kapan kalian pacaran? bukannya saat Bee jadi tukang masak di rumah kamu, kalian tidak pernah akur ya," seru Daddy Alvian.


"Baru dua hari, dan Alta sudah memutuskan minggu depan akan menikahi Bee."


"Apa?"


Lagi-lagi keempatnya dibuat sport jantung oleh Alta.


"Alta jangan bercanda, menikah itu bukan untuk main-main."


"Siapa yang bercanda Mommy, Alta serius. Alta ingin pacaran setelah menikah saja biar lebih afdol."


"Daddy ga mau ya kamu sampai mempermainkan anak gadis orang."


"Ya ampun, kenapa sih kalian tidak percaya sama Alta. Alta serius tidak bercanda dan Alta juga tidak main-main."


"Alsya setuju Kak Alta menikah dengan sahabat Alsya, akhirnya Alsya jadi saudaraan sama Bee," seru Alsya antusias.


"Aku jadi penasaran dengan yang namanya Bee, hebat sekali dia bisa membuat Kakak Nasya yang tampan ini jatuh cinta," sambung Nasya.


"Kamu akan bertemu Bee besok, dia sangat baik kamu juga pasti bakalan suka sama Bee," seru Alsya.


Sementara itu, Mommy Tasya dan Daddy Alvian saling pandang satu sama lain.

__ADS_1


"Kamu tidak mengancam Bee, kan Alta?"


"Astaga Mommy, masih belum percaya sama Alta kalau gitu tanya langsung saja sama Bee."


"Oke..besok Mommy akan menemui Bee dan menanyakannya langsung."


***


Keesokkan harinya...


Seperti biasa, Bee datang ke rumah Alta untuk membuatkan sarapan. Bee berjalan dengan penuh semangat, hingga senyumannya tiba-tiba luntur dan berubah menjadi senyuman canggung kala melihat Mommy Tasya, Daddy Alvian, dan Nasya sudah ada disana.


"Bee, sini kok malah diam," seru Mommy Tasya.


Bee tersenyum canggung dan menghampiri mereka semua, sedangkan Alta yang duduk sembari ngopi hanya bisa menahan tawanya karena melihat wajah Bee yang berubah menjadi tegang.


"Oh, jadi ini yang namanya Bee, cantik pantas saja Kak Alta jatuh cinta sama Bee," batin Nasya.


"Sini duduk Bee."


Mommy Tasya menepuk kursi di sebelahnya, dengan ragu-ragu Bee pun duduk di samping Mommy Tasya. Jantungnya jangan ditanya, sudah sangat berdetak tak beraturan.


Bee mendelikkan matanya ke arah Alta yang dari tadi tampak diam saja, tapi Alta malah tersenyum jahil dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Bee, Alta sudah bilang semuanya kalau Alta berniat ingin menikahi kamu, apa itu benar?" tanya Mommy Tasya.


"I--iya Tante."


"Apa kamu menyetujuinya?"


Bee menundukkan kepalanya, tidak tahu harus menjawab apa. Mommy Tasya mengusap punggung Bee dengan lembut.


"Mommy senang kalau kamu mau menerima Alta dan menjadi menantu Mommy karena sejak awal Mommy memang suka sama kamu, kalau kamu menyetujuinya Mommy dan Daddy akan segera menikahkan kalian."


"Kamu pikir-pikir dulu Bee, jangan langsung menerima Alta jangan sampai kamu menyesal sudah menikah dengan Alta," goda Daddy Alvian.


"Daddy, kok ngomongnya gitu," protes Alta dengan kesalnya.


"Jadi apa jawabannya, Bee?" tanya Mommy Tasya.


Bee melihat ke arah Alta dan juga Nasya, kemudian dengan malu-malu Bee menganggukkan kepalanya membuat Alta langsung melompat kegirangan.


"Yess, kalian dengar kan Bee mau menikah dengan Alta," seru Alta dengan bangganya.


"Ya sudah, kalau semuanya sudah setuju dan siap seperti keinginan Alta, minggu depan kalian menikah tapi maaf kalian hanya bisa akad saja dulu soalnya ada sesuatu hal yang tidak memungkinkan untuk kalian melakukan resepsi," seru Daddy Alvian.


"Maaf Om, Bee memang maunya ijab kabul saja justru Bee tidak mau ada resepsi-resepsi begitu."


"Terima kasih Bee atas pengertiannya."


Mommy Tasya pun memeluk Bee, tapi ada yang mengganjal di hati Bee.


"Kenapa Alsya biasa-biasa saja ya, apa dia tidak suka aku menikah dengan Kakaknya? padahal biasanya dia yang selalu heboh," batin Bee.


Nasya memang hanya bisa tersenyum, lagipula dia belum kenal Bee jadi rasanya masih canggung kalau harus memeluk Bee.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2