CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Penyesalan Rayyan


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Semakin hari, kelakuan Erika semakin menjadi-jadi bahkan Erika tidak pernah berbicara sepatah kata pun kepada Rayyan dan itu membuat Rayyan semakin emosi.


Seperti pagi ini, Erika sudah berpenampilan rai karena hari ini ada meeting bersama Daddy dan dewan direksi. Erika memang sangat cantik, apalagi saat ini Erika memakai rok hitam dan kemeja pinknya dengan rambutnya dia kuncir kuda.


Rayyan dari tadi tidak memalingkan tatapannya dari Erika dan Erika tahu itu tapi Erika pura-pura tidak tahu, Erika hanya sibuk dengan urusannya.


"Mau sampai kapan kamu mengacuhkanku? sudah hampir satu bulan, kamu tidak pernah bicara kepadaku," seru Rayyan.


Seperti biasa, Erika tidak pernah memperdulikan Rayyan. Telinganya seakan tuli, Erika dengan santainya meminum tehnya dengan ponsel di tangannya.


Rayyan mengepalkan tangannya, kali ini Erika sudah sangat keterlaluan menurut Rayyan. Rayyan bangkit dari duduknya dan menarik lengan Erika sehingga membuat gelas teh yang Erika pegang jatuh.


"Kamu itu sekarang istriku, dan seharusnya kamu tahu apa kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Kamu tidak pernah menyiapkan semua keperluanku, seharusnya kamu mengikuti apa keinginanku setelah aku dengan baiknya mau menikahimu!" bentak Rayyan.


Erika menghempaskan tangan Rayyan dan mendorong tubuh Rayyan, kali ini Erika sudah tidak tahan lagi dengan sikap kasar dan ucapannya yang sangat menyakitkan.


"Sebenarnya maumu apa? aku tidak pernah memintamu untuk menikahiku, kamu sendiri yang menyetujuinya. Kalau kamu merasa jijik denganku, ceraikan aku sekarang juga!" teriak Erika.


"Apa kamu bilang? tidak, aku tidak akan menceraikanmu."


"Kenapa? bukannya menurutmu aku hanya wanita murahan yang selalu gonta-ganti pria, dan tidur dengan banyak pria? tapi kenapa kamu tidak mau menceraikanku? aku bukan patung Bang, aku manusia yang punya perasaan. Hatiku sakit setiap kamu bilang, aku adalah wanita murahan dan kamu tidak pernah menghargaiku sama sekali. Sekarang kamu menuntutku untuk melakukan tugasku sebagai seorang istri? dimana perasaanmu?"


Erika mengambil tas dan kunci mobilnya, kemudian keluar dari rumah itu. Rayyan masih terdiam mematung, ya selama ini Rayyan memang sudah bersalah karena selalu menyakiti hati Erika.


"Aaaaarrrrggghhh....."


Rayyan memukul dinding rumahnya, rahangnya terlihat mengeras. Sebenarnya hatinya tidak tidak melukai hati Erika tapi mulutnya berkata lain, entah kenapa mulutnya selalu saja ingin memaki Erika saat melihat wajah Erika.


Erika melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sudah tidak tahan lagi hidup seatap dengan Rayyan. Sesampainya di kantor, Erika menarik nafasnya dan menenangkan dirinya karena hari ini ada meeting penting dan Erika tidak boleh mengacaukannya.


Semenjak Erika turun dari mobilnya, sepasang mata tampak memperhatikannya. Erika masuk ke dalam ruangan rapat dan duduk di samping Daddy Edrik. Setelah beberapa jam, akhirnya meeting pun selesai. Erika segera keluar dari ruangan rapat.


"Maaf Nona."


Erika menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya.


"Iya, ada apa?"


"Apa Nona puterinya Tuan Edrik?"


"Iya."


"Kenalkan saya Andre."


Pria bernama Andre itu mengulurkan tangannya dan Erika pun membalas uluran tangan Andre.


"Erika."


"Saya baru tahu kalau puteri Tuan Andre ternyata sangat cantik."


"Terima kasih, maaf saya harus kembali bekerja."


"Ah iya, silakan."


Erika pun segera melangkahkan kakinya menuju ruangannya, sementara itu Andre tampak tersenyum memperhatikan Erika sampai Erika menghilang dibalik pintu lift.


"Sangat cantik dan mempesona," gumam Andre.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Erika menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, Erika tidak mau pulang ke rumah dinas pasti Rayyan akan mengajaknya berdebat kembali dan itu membuat Erika sangat malas.

__ADS_1


Erika pun memutuskan untuk ke hotel saja, malam ini dia ingin tidur dengan nyenyak tanpa gangguan dari Rayyan. Erika melangkahkan kakinya menuju parkiran dan segera masuk ke dalam mobilnya.


Erika segera melajukan mobilnya menuju hotel, tapi di tengah-tengah jalan tiba-tiba mobilnya berhenti.


"Ya ampun, kenapa lagi sih mobil," kesal Erika.


Erika pun segera turun dari mobilnya dan memeriksanya namun sayangnya Erika tidak mengerti masalah mesin, sementara itu Rayyan yang saat ini sedang melajukan mobilnya ingin pulang, melihat Erika sedang berdiri dipinggir jalan.


"Kenapa dia? apa jangan-jangan mobilnya mogok," gumam Rayyan.


Rayyan menepikan mobilnya, baru saja Rayyan hendak turun dari dalam mobilnya, sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan Erika membuat Rayyan mengurungkan niatnya dan memperhatikan Erika dari jauh.


Seorang pria turun dari dalam mobil itu dan menghampiri Erika.


"Erika, sedang apa kamu malam-malam begini di pinggir jalan?" seru Andre.


"Pak Andre, ini Pak mobil saya mogok tidak tahu kenapa?"


"Bengkel dari sini jauh banget lagipula ga bakalan ada yang buka juga, begini saja kamu mau pulang kan? ya sudah biar aku antar saja."


"Ah tidak usah Pak, malah merepotkan."


"Tidak apa-apa, ayo masuk mobilnya biar disini saja nanti saya hubungi bengkel langganan saya untuk mengambil mobil kamu dan memperbaikinya."


"Ya sudah, maaf ya Pak Andre sudah merepotkan."


"It's oke tidak masalah."


Erika pun segera masuk ke dalam mobil Andre, sedangkan Rayyan yang dari tadi memperhatikan keduanya tampak mengepalkan tangannya, matanya merah yang menandakan saat ini Rayyan sangat marah.


Rayyan pun segera memutar balik mobilnya dan mengikuti mobil Andre. Rayyan membelalakkan matanya saat melihat mobil itu berhenti di depan sebuah hotel.


"Sialan, apa yang akan mereka lakukan?" geram Rayyan.


Erika turun dari dalam mobil dan disusul oleh Andre.


"Jangan panggil Pak, Andre saja."


"Baiklah."


"Kamu serius mau tidur di hotel ini?"


"Iya, soalnya kalau pulang ke rumah lumayan masih jauh, aku sudah kelelahan ingin cepat-cepat istirahat."


Rayyan yang sudah dikuasai dengan emosi, segera turun dari dalam mobilnya dan menghampiri Erika.


Plaaaakkk...


Satu tamparan Rayyan mendarat di pipi mulus Erika membuat Andre membelalakkan matanya.


"Astaga, apa-apaan kamu?" bentak Andre.


Bugh...


Rayyan langsung memukul Andre membuat Andre tersungkur ke tanah.


"Kalian sungguh menjijikan, kamu tahu dia adalah istriku ngapain kalian datang ke hotel seperti ini? kalian mau selingkuh?" teriak Rayyan.


"Apa selingkuh? aku hanya mengantarkan Erika saja," sahut Andre.


"Mana ada maling mau ngaku, ayo pulang!"


Rayyan menarik tangan Erika dengan kasar dan mendorong Erika masuk ke dalam mobilnya, Erika tampak sesegukkan dan Rayyan pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Erika sangat takut.


Sesampainya di rumah Dinas, Rayyan kembali menarik paksa tangan Erika membuat Erika meringis kesakitan.


"Sakit Bang, lepaskan."


Rayyan terus saja menyeret Erika dan menghempaskan tubuh Erika ke atas ranjang.

__ADS_1


"Tidak salah kan aku memanggilmu dengan sebutan wanita murahan karena kamu memang murahan!" bentak Rayyan.


Rayyan dengan paksa merobek baju Erika membuat Erika melotot.


"Apa yang mau kamu lakukan, Bang?" teriak Erika.


"Kalau semua pria bisa menyentuh tubuhmu, kenapa aku yang jelas-jelas sudah sah menjadi suamimu tidak bisa," seru Rayyan dengan senyuman sinisnya.


Rayyan melepaskan seragam Dinasnya dan lagi-lagi membuat Erika mengambil selimut untuk menutup tubuh bagian atasnya yang sudah terbuka.


"Jangan lakukan itu, aku mohon," rengek Erika dengan deraian airmatanya.


"Kenapa semua pria boleh menyentuhmu, kenapa aku tidak boleh."


Rayyan segera menghampiri Erika dan kembali memaksanya, Erika terus saja berontak dengan deraian airmatanya tapi karena Rayyan sudah dikuasai emosi dan amarah, Rayyan terus saja memaksa Erika.


"Aku mohon Bang jangan lakukan itu," rengek Erika.


Rayyan seperti tuli, tidak mendengarkan rengekan dan rintihan Erika yang sangat memilukan itu.


Deg...


Rayyan mengerutkan keningnya saat merasakan sesuatu yang berbeda, kemudian Rayyan menatap wajah Erika yang sudah sangat menyedihkan. Tapi karena Rayyan masih sangat emosi, Rayyan pun melanjutkan aksinya.


Hingga beberapa saat kemudian, Rayyan pun sudah puas melampiaskan emosinya, Rayyan pun menyingkir dari tubuh Erika. Erika segera menarik selimut dan bangkit dari ranjang itu, dengan langkah yang tertatih-tatih Erika masuk ke dalam kamar mandi.


Erika menangis sejadi-jadinya di dalan sana, Erika tidak menyangka kalau Rayyan akan melakukannya dengan paksa seperti ini. Sementara itu, Rayyan tampak terdiam dia menoleh ke arah seprei disampingnya dan terdapat noda darah disana.


"Ternyata Erika-----?"


Rayyan segera memakai pakaiannya dan menunggu Erika keluar dari dalam kamar mandi, saat ini pikirannya sangat kacau ucapan dan perlakuannya selama ini kepada Erika membuat Rayyan semakin merasa bersalah ternyata selama ini dia sudah menilai buruk kepada Erika.


Pada kenyataannya justru dirinyalah yang pertama mendapatkan kesucian Erika. Rayyan menjambak rambutnya sendiri, merasa menyesal dan penyesalannya sangat dalam kali ini.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalian😍😍


Juara 1 : 100k


Juara 2 : 75k


Juara 3 : 50k


Juara 4-10 : 20k


Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 MaretπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2