
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Malam ini Rayyan akan melakukan razia gabungan untuk merazia tempat-tempat hiburan malam. Rayyan pun merazia bar-bar untuk kalangan atas.
Rayyan mulai memasuki bar elit itu, suara bising yang memekakan telinga langsung menyambut kedatangan Rayyan.
"Periksa semua ruangan jangan sampai ada yang terlewatkan."
"Baik Komandan."
Semua anak buahnya pun mulai berpencar dan menggeledah semua ruangan yang ada di bar itu, sementara itu Rayya tampak memperhatikan semua pengunjung yang ada disana.
Tatapannya tertuju pada seorang gadis cantik bule dengan pakaiannya yang **** dan saat ini sedang mabuk parah dan saat ini sedang dikelilingi oleh para pria hidung belang.
Disaat para pria itu ingin memanfaatkan keadaan, tiba-tiba Rayyan datang dan menghajar para pria hidung belang itu.
"Jangan sentuh dia," seru Rayyan.
"Siapa kamu, berani mengganggu kesenangan kita?"
Dengan senyuman sinis, Rayyan pun kembali menghajar semuanya. Tidak sulit melumpuhkan mereka semua karena memang pada dasarnya mereka semua mabuk.
Rayyan menatap tajam ke arah wanita yang saat ini sudah mabuk parah. Tanpa menunggu lagi Rayyan langsung mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya ke dalam mobil.
Rayyan merebahkan wanita itu di jok belakang..
"Kenapa setiap bertemu denganmu selalu saja dalam masalah," seru Rayyan.
Ya, wanita itu ternyata Erika. Rayyan mengambil tas selempang Erika dan mencari KTPnya setelah tahu dimana letak alamat rumahnya, Rayyan pun segera melanjukan mobilnya menuju alamat rumah Erika.
Rayyan terus saja melihat Erika dari kaca spion yang berada di tengah. Erika saat ini memakai tangtop dengan rok mini yang memperlihatkan paha putih dan mulusnya itu.
"Sial, setiap bertemu denganmu kenapa selalu buat aku panas dingin," gumam Rayyan.
Tidak lama kemudian, mobil Rayyan pun sampai di depan rumah Erika. Rayyan tampak celingukkan dan rumahnya terlihat sepi, Rayyan pun turun dari dalam mobilnya dan hendak membangunkan Erika.
"Hai bangun, kamu sudah sampai," seru Rayyan.
Tapi Erika tidak bangun-bangun, akhirnya Rayyan mencoba membangunkan Erika dengan menggoyangkan lengan Erika dengan jari telunjuknya.
"Woi bangun."
Sementara itu Daddy Edrik dan Mommy Icha yang mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya langsung keluar dan memastikan kalau itu anaknya.
"Astaga, kenapa ini anak susah sekali dibangunkan," gumam Rayyan.
__ADS_1
Akhirnya Rayyan pun berniat untuk mengangkat tubuh Erika tapi tanpa di sangka, Erika menarik lengan Rayyan sehingga Rayyan jatuh di atas tubuh Erika kemudian Erika menarik tengkuk Rayyan dan mencium bibir Rayyan.
Rayyan membelalakkan matanya, dan bersamaan dengan Daddy Erdik dan Mommy Icha keluar dari gerbang.
"Astaga, apa yang kalian lakukan!" teriak Daddy Edrik membuat Rayyan langsung berdiri.
"Ma--maaf Tuan, sa--saya mau mengantarkan puteri Tuan pulang," seru Rayyan gugup.
Bugghhh...
Daddy Edrik memukul Rayyan sehingga tubuh Rayyan oleh ke samping.
"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap puteriku!" bentaknya.
"Saya tidak melakukan apa-apa Tuan, tadi saya berniat ingin mengangkat tubuhnya karena puteri Tuan mabuk parah tapi-----"
"Hanya pria brengsek yang memanfaatkan wanita yang sedang mabuk!" bentak Daddy Edrik memotong ucapan Rayyan.
"Tuan salah paham."
"Daddy sabar," seru Mommy Icha menenangkan suaminya itu.
"Uuugghhh...."
Tiba-tiba Erika bangun dan keluar dari dalam mobil.
"Aw...kepalaku pusing," gumam Erika dengan memegang kepalanya.
Daddy Edrik sudah sangat emosi, rahangnya sudah mulai mengeras. Tanpa menunggu aba-aba, Daddy Edrik langsung menyeret Erika masuk ke dalam rumahnya dan di susul Mommy Icha yang terlihat khawatir.
"Daddy jangan kasar!" teriak Mommy Icha.
Daddy Edrik terus saja menyeret Erika sampai ke kamarnya, setelah itu Daddy Edrik masuk ke dalam kamar mandi. Erika terduduk di lantai kamar mandi tidak bisa melawan karena saat ini Erika sedang mabuk parah.
Daddy Edrik menyalakan shower dan membiarkan Erika di guyur di bawah shower itu.
"Daddy jangan lakukan itu, kasihan Erika," seru Mommy Icha dengan deraian airmata.
"Biar dia sadar, kelakuan dia itu sudah membuat keluarga ini malu!" bentak Daddy Edrik.
Mommy Icha yang tidak tega melihat puterinya, akhirnya lebih memilih pergi meninggalkan kamar Erika.
"Ampun Dad."
"Apa kamu sudah sadar?"
"Maafkan Erika."
Setelah melihat puterinya itu menggigil kedinginan, Daddy Edrik pun mematikan showernya.
"Kamu itu seorang wanita dan tidak pantas mabuk-mabukkan seperti ini. Kelakuan kamu sungguh keterlaluan Erika, kamu tahu perbuatanmu ini sudah membuat Daddy malu bagaimana kalau ada yang mengenalimu? mau di taro dimana wajah Daddy!" bentaknya.
Erika hanya bisa menundukkan kepalanya....
__ADS_1
"Ini Bukan Amerika, pergaulan kamu tidak sebebas seperti disana. Kelakuan kamu itu tidak lebih dari wanita nakal diluaran sana, setiap malam pergi ke Bar hanya untuk minum-minum, apa kamu tidak memikirkan perasaan Mommy kamu? Mommy kamu itu seorang Dokter yang ramah dan baik, kalau teman-teman Mommymu ada yang tahu bagaimana? kamu hanya akan mencoreng reputasi Daddy dan Mommy!" bentaknya kembali.
"Maafkan Erika, Daddy. Erika janji tidak akan mengulanginya lagi."
"Sudah berapa ratus kali kamu mengatakan itu? dan sudah ratusan kali pula kamu mengingkarinya, mau sampai kapan kamu seperti ini? apa kamu tidak takut di perkosa oleh pria hidung belang diluaran sana?"
Erika tampak menundukkan kepalanya dengan isakkannya.
"Daddy sudah capek menasehati kamu tapi kamu tidak pernah mau mensengarkannya, mulai sekarang Daddy sudah angkat tangan dan tidak mau mengurusi kamu lagi, terserah kamu mau melakukan apa pun juga, Daddy sudah tidak peduli."
Erika membelalakkan matanya dan dengan cepat memeluk kaki Daddy Edrik.
"Maaf Daddy, maafkan Erika, Erika janji kali ini Erika benar-benar tidak akan mengulanginya lagi."
Daddy Edrik terlihat sangat emosi, hingga akhirnya Daddy Edrik melepaskan tangan Erika dan pergi meninggalkan kamar Erika. Sementara itu Erika hanya mampu menangis dan terduduk di lantai kamar mandi.
***
Keesokkan harinya....
Erika menuruni anak tangga dengan sangat hati-hati, ada perasaan takut di hatinya melihat Daddynya.
"Pagi Mommy, pagi Daddy!" sapa Erika dengan menundukkan kepalanya.
"Sayang, aku berangkat ke kantor dulu."
Daddy Edrik langsung bangkit dari duduknya dan mencium kening Mommy Icha kemudian pergi tanpa menghiraukan Erika. Erika hanya bisa menundukkan kepalanya dengan airmatanya yang kembali menetes.
"Mommy kecewa sama kamu, Erika. Pergaulan kamu terlalu bebas, dan itu memang salah Mommy dan Daddy sudah menyekolahkan kamu ke luar negeri tanpa pengawasan dan akhirnya begini jadinya, kamu menjadi anak yang urakkan dan liar. Mommy berangkat dulu ke rumah sakit, kamu hati-hati di jalan," seru Mommy Icha dingin.
Mommy Icha pun pergi meninggalkan Erika, Erika hanya bisa terdiam dan menangis. Sungguh dia sangat menyesal karena sudah membuat orang tuanya kecewa.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU