CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Keesokan harinya...


Bee sudah bangun subuh, kemudian membuatkan nasi goreng untuk adiknya.


"Rega, Kakak pergi dulu ya! Kakak sudah buatkan nasi goreng untukmu."


"Kakak mau kemana, pagi-pagi begini?"


"Kakak kan masih punya kewajiban Rega, Kakak mau membuatkan sarapan untuk Pak Alta dan Kakak mau langsung berangkat ke kampus, kamu hati-hati di rumah."


"Baik Kak, Kakak juga hati-hati."


Bee pun mulai melajukan motornya menuju rumah Alta, Bee tidak susah masuk ke rumah Alta karena ART yang lain sudah datang.


Tidak lama kemudian, Bee pun sampai di rumah Alta. Setelah menyapa yang lainnya, Bee pun langsung masuk ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk Alta.


Setelah selesai membuat sarapan, Bee duduk sebentar menunggu Alta turun karena biasanya sebentar lagi Alta akan turun untuk sarapan. Hingga akhirnya satu jam kemudian, Alta belum juga turun.


"Loh, kok Oppa belum turun?" gumamnya.


Bee kemudian menghampiri ART yang khusus membersihkan rumah Alta.


"Mbak, apa Pak Alta ada di kamarnya?" tanya Bee.


"Ada kok Neng, tadi Mbak dengar ada suara-suara dari dalam kamar Tuan."


"Tapi kenapa dia belum turun ya?"


"Mbak juga ga tahu, apa Tuan sakit ya!"


"Hah...sakit?"


"Iya Neng, biasanya kalau Tuan sakit, Tuan akan diam di kamarnya ga bakalan keluar-keluar."


"Apa iya dia sakit?"


"Neng Bee periksa saja ke kamarnya, biar jelas."


"Ya sudah, aku periksa dulu takutnya yang dikatakan Mbak itu benar."


Bee pun segera menuju lantai dua dimana kamar Alta berada. Sesampainya di depan pintu kamar Alta, Bee tampak ragu-ragu untuk mengetuk pintunya.


Tok...tok...tok...


Hening, tidak ada suara sedikit pun, Bee pun kembali mencoba mengetuk pintu kamar Alta.


Tok...tok...tok...


"Oppa, ini aku Bee apa Oppa ada di dalam?"seru Bee.


Lagi-lagi tidak ada jawaban dari dalam, hingga akhirnya dengan ragu-ragu Bee membuka pintu kamar Alta dan kebetulan sekali kamarnya tidak dikunci.


Terlihat kamarnya begitu gelap, kemudian Bee melangkah lebih dalam lagi. Bee melihat Alta masih tertidur diatas ranjangnya, tapi wajah Alta terlihat berkeringat dan pucat.

__ADS_1


Bee pun menghampiri Alta, badannya terlihat menggigil. Bee menyentuh keningnya dan benar saja badan Alta sangat panas, Alta mengalami demam.


"Ya ampun, ternyata dia demam," gumam Bee.


Bee pun hendak beranjak untuk mengbil kompresan tapi sebuah tangan menahan lengan Bee membuat Bee langsung menoleh.


"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku," gumam Alta dengan mata yang masih tertutup.


Bee hanya bisa terdiam menatap wajah tampan Alta, kemudian perlahan mata Alta pun terbuka membuat Bee terkejut.


"Jangan pergi, tetaplah disini," lirih Alta.


"Badan Oppa demam, aku mau ambilkan dulu kompresan."


Alta masih menatap Bee dan tidak mau melepaskannya.


"Aku janji hanya sebentar."


Perlahan Alta pun melepaskan tangan Bee, Bee segera mengambilkan air hangat dengan handuk kecil setelah itu Bee kembali ke kamar Alta.


Dengan telaten Bee mengompres kening Alta, sedangkan Alta tidak sedikit pun mengalihkan pandangannya kepada Bee membuat Bee sedikit risih.


"Oppa sudah makan?" tanya Bee.


Alta menggelengkan kepalanya...


"Dari kemarin aku belum makan," lirihnya.


"Hah...kok bisa? kenapa Oppa ga makan?"


"Aku kan sudah bilang, aku tidak mau makan kalau bukan masakan kamu."


Bee menghembuskan nafasnya. "Ya sudah, aku buatkan bubur dulu."


Bee pun bangkit dari duduknya dan segera menuju dapur untuk membuatkan bubur. Disela-sela menunggu buburnya matang, Bee menghubungi Alsya kalau saat ini dia tidaj bisa masuk kuliah karena menemani Alta yang sedang sakit.


"Oppa, ayo makan dulu habis itu minum obat biar cepat sembuh."


Bee pun membantu Alta duduk dan bersandar di kepala ranjang, perlahan Bee mulai menyuapi Alta.


"Oppa, lain kali jangan sampai lupa makan. Aku kan ga selamanya bakalan jadi tukang masak disini, kontrakku hanya sampai satu tahun setelah itu aku tidak akan memasak lagi disini."


"Bagaimana kalau aku kontrak kamu untuk selamanya."


Bee yang hendak memasukan sendok ke dalam mulut Alta, tiba-tiba menghentikannya dan menatap Alta tidak percaya.


"Maksud Oppa apa? masa aku harus selamanya menjadi tukang masak disini, aku juga ingin mencari pekerjaan yang lebih baik lagi dan aku juga ingin menikah, aku ga mau jadi perawan tua," seru Bee dengan polosnya.


"Maksud aku bukan kontrak jadi tukang masak tapi aku kontrak kamu untuk menjadi istriku," sahut Alta.


Praaannggg...


Kali ini sendok yang Bee pegang terjatuh, matanya berkedip-kedip tanda tidak percaya dengan apa yang barusan Alta ucapkan.


"Ja--jangan ber--canda Oppa, itu tidak lucu sama sekali," sahut Bee terbata dengan tawa yang dipaksakan.


"Memangnya kapan aku bercanda? aku tidak pernah bercanda, dan semua ucapanku serius," seru Alta.


Bee menghentikan tawanya dan dengan susah payah Bee menelan salivanya. Perlahan Alta menggenggam tangan Bee membuat Bee tersentak.


"Entah sejak kapan rasa itu muncul, tapi setiap kamu jauh dariku, aku selalu merindukanmu. Rindu tawamu, rindu kekonyolanmu, rindu kebar-baranmu, dan aku juga selalu merasa cemburu saat kamu berpenampilan cantik untuk pria lain."


Bee hanya bisa terdiam dengan menatap mata tajam milik Alta.

__ADS_1


"Berkali-kali aku mencoba menampik perasaan ini, tapi berkali-kali juga aku tidak bisa menghilangkannya. Malah semakin hari, aku merasakan kalau aku tidak mau kehilangan kamu. Aku baru sadar, kalau selama ini aku sudah mencintaimu Bianca Anggita."


Bee hanya bisa melongo, dia masih belum percaya dengan ucapan Alta.


"Apa jawabanmu?" sentak Alta.


"Iya aku terima....eh..." Bee langsung menutup mulutnya.


Bee kaget dengan sentakkan Alta, sehingga Bee dengan reflek menjawab iya. Alta terkekeh dengan kelakuan Bee, inilah yang Alta suka Bee wanita yang apa adanya dan tidak ada jaim-jaimnya sama sekali.


"Jawaban sudah dikunci, tidak boleh dirubah lagi."


"Bisa ulangi lagi ga pertanyaannya?" seru Bee dengan polosnya.


Alta dengan gemasnya mengacak-ngacak rambut Bee...


"Memangnya kamu pikir aku sedang memberikan kuis."


"Jadi serius ini, Oppa nembak aku?"


"Astaga, Bianka Anggita!" kesal Alta.


Bee hanya bisa nyengir memperlihatkan deretan giginya yang putih.


"Pokoknya mulai sekarang, aku minta kamu harus berhenti bekerja jadi pacar sewaan."


"Lah kok gitu sih Oppa, kalau aku berhenti jadi pacar sewaan aku ga bakalan dapat uang banyak dong," keluh Bee.


"Hei, aku bukan orang miskin aku bisa mengabulkan semua keinginan kamu."


"Kalau begitu, kembalikan rumah aku."


"Urusan gampang, asal dengan satu syarat kamu harus berhenti jadi pacar sewaan, aku ga mau kamu seperti SCTV."


Bee mengerutkan keningnya...


"Maksudnya?"


"Satu untuk semua, aku hanya ingin kamu seperti MNCTV...selalu dihati."


"Apaan sih garing banget."


Akhirnya keduanya tertawa bersama...


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2