
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Keesokkan harinya...
Seperti biasa, Bee bangun subuh walaupun dia masih ngantuk karena Alta tidak mau melepaskannya. Bee menyiapkan sarapan untuk suami dan adiknya, hari ini Bee dan Rega akan mulai kuliah lagi.
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Bee pun segera membangunkan Rega setelah itu baru membangunkan suaminya.
"Oppa, ayo bangun sudah siang hari ini kita harus ke kampus."
"Sebentar lagi Bee, badan aku sakit semua ini," sahut Alta dengan suaranya yang serak khas bangun tidur.
"Haish...seharusnya aku yang bilang seperti itu kok malah Oppa yang banyak ngeluh."
"Hai kamu lupa kalau tadi malam aku yang pegang kendali."
"Ishh..ishh..ishh..gitu aja bangga, buruan bangun aku sudah siapkan sarapan."
Alta pun mulai menggerakkan tubuhnya, dengan mata yang masih terpejam Alta bangun dengan tidak memakai apa-apa.
"Astaga Oppa, untung mau pergi ke kampus kalau tidak sudah aku terkam lagi kamu, bikin gemes saja," gumam Bee dengan nadanya yang centil.
"Ya sudah, kita mandi bareng saja."
"Ogah, aku sudah rapi dan cantik. Sudah sana cepetan mandi, aku siapkan bajunya dan segera turun ke bawah untuk sarapan."
Bee pun menuruni anak tangga, dan terlihat Rega sudah ada disana dengan ponsel ditangannya.
"Bang Al mana? lama banget, Rega sudah lapar."
"Masih mandi."
"Yaelah pengantin baru, maen aer terus kerjaannya kaya berudu," ledek Rega.
Lima belas menit kemudian, Alta pun turun dengan penampilannya yang sudah rapi.
"Ya ampun, suamiku tampan sekali."
"Iya dong, suami siapa dulu."
Alta menghampiri Bee dan hendak mencium Bee tapi Rega langsung berteriak.
"Woi, bisa tidak jangan mesum dihadapan seorang jomblo? lupa ya kalau ada aku disini," sentak Rega.
"Adik kamu menyebalkan Bee, masa aku ga boleh cium istriku sih."
"Bukannya ga boleh, tapi harus tahu tempat Pak Dosen. Disini ada anak dibawah umur yang masih polos dan tidak tahu apa-apa, Pak Dosen mau mengajarkan aku yang tidak-tidak ya."
"Ckckck...polos jidatmu, mana ada penampilan kaya gitu masih polos," ledek Alta.
"Astaga Bang Alta tidak percaya kalau aku masih polos dan suci? aku itu belum pernah pacaran Bang, sentuhan dengan wanita pun belum pernah."
"Buahahaha...kasihan-kasihan, makannya cari pacar dong biar bisa merasakan belaian seorang wanita," sahut Alta dengan tawanya.
"Alah sok-sok an menertawakan Rega, bukannya Oppa juga baru pertama kali sentuhan dengan wanita dan itu sama aku. Bahkan malam pertama pun kaku banget harus aku yang memulai," seru Bee dengan santainya membuat Alta melotot.
"Astaga sayang, jangan buka rahasia di depan kutu kupret ini."
__ADS_1
"Buahahaha...ternyata Abang sama saja sama aku, sok-sok an menghina aku malahan Abang lebih parah dari aku."
"Ishh..awas kamu Rega..."
"Sudah-sudah, mau makan apa tidak? kalau tidak mau makan aku bereskan lagi semuanya," bentak Bee.
Rega dan Alta seketika terdiam dan langsung menundukkan kepalanya sembari melahap makanan yang sudah Bee siapkan. Mereka berdua seperti kucing manis yang terlihat lucu dan menurut kepada sang majikan.
Setelah selesai sarapan, ketiganya pun berangkat ke kampus. Bee berangkat bersama Alta, sedangkan Rega menggunakan motor bekas Bee karena Rega lebih suka memakai motor dibandingkan memakai mobil.
***
Sementara itu disatu sisi, Erika melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari nyanyi-nyanyi kecil dengan sedikit menggoyangkan badannya mengikuti alunan musik.
Dari kejauhan, Erika melihat sederet Polisi yang saat ini sedang mengamankan lalu lintas. Mata indah Erika melihat sosok Polisi yang sangat dia kenal dengan tegapnya sedang mengawasi setiap para pengendara dengan mata elangnya.
Semua kendaraan pun berhenti karena lampu merah, dan salah satu anak buah Rayyan membisikan sesuatu sehingga Rayyan langdung menoleh ke arah mobil yang Rayyan sangat kenal.
Rayyan pun menghampiri mobil Erika dan mengetuk kaca mobilnya, dengan santainya Erika menurunkan kaca mobilnya.
"Ada apa Pak?" seru Erika dengan tatapan malasnya.
"Kamu itu kenapa selalu saja membuat masalah, kecilkan volume radionya," ketus Rayyan.
"Apa Pak saya tidak dengar?" sahut Erika dengan menyampirkan rambutnya ke telinga.
"Kecilkan volume radionya, selain bising itu juga bisa membahayakan diri sendiri karena kalau ada apa-apa tidak akan terdengar," seru Rayyan dengan sedikit menaikan volume suaranya.
"Oh..oke Pak."
Erika pun kemudian mengecilkan volume radionya.
"Sudah Pak."
"Bagus, jangan diulangi lagi," ketus Rayyan.
"Eh..Pak tunggu!"
"Ada apa lagi?"
"Sini deh Pak."
Rayyan pun mendekatkan wajahnya ke arah Erika.
"Ada apa?"
"Lebih dekat lagi, Pak."
Rayyan pun kembali mendekatkan wajahnya dan cup...
Erika mencium pipi Rayyan membuat Rayyan melotot, sedangkan Rayya tertawa penuh kemenangan dan segera menancap gasnya.
"Terima kasih Pak, atas pemberitahuannya."
Erika pun melambaikan tangannya dan justru itu membuat Rayyan semakin kesal.
"Awas kamu bule gila."
"Kaku amat jadi Polisi, kayanya perlu ada yang lemesin nih. Seru juga godain tuh kanebo kering," gumam Erika dengan cekikikannya.
Sesampainya di Kampus, Erika pun segera menuju kelas.
"Hai Bee!"
"Hai Er."
__ADS_1
"Wah, pengantin baru matanya layu banget pasti kamu di gempur terus ya sama Pak Alta," bisik Erika.
"Menurutmu bagaimana?"
"Ah, aku jadi ingin nikah juga."
"Ya sudah tinggal nikah saja."
"Tapi ga ada cowoknya, Bee."
"Masa sih? cowok kamu banyak kali, kamu tinggal pilih saja salah satunya."
"Busyet dah, mereka itu hanya untuk senang-senang saja Bee bukan untuk dijadikan suami."
"Kenapa?"
"Ya karena cowok kaya mereka itu hanya ingin main-main saja bukannya ingin serius."
"Cariin dong Bee, cowok yang bisa diajak seriusan. Eh, ngomong-ngomong Rega mau ga ya aku ajak jalan secara tampang Rega kan lumayan tampan juga."
"Erika, awas saja kalau kamu berani deketin Rega. Dia masih bocil jangan sampai otaknya terkontaminasi dengan hal-hal kotor."
"Yaelah Bee, justru karena dia bocil harus diajari dari sekarang biar dewasa nanti ga perlu diajari lagi."
"Erika...."
Bee menatap Erika dengan tatapan horornya membuat Erika meringis.
"Oke Bee, aku cuma bercanda kali jangan dimasukin ke jantung."
"Hati Erika, bukan jantung."
"Hah...sejak kapan ganti?"
Pletaak...
Bee memukuk Erika dengan bukunya...
"Aw, sakit Bee..kamu mah gitu main pukul," seru Erika.
"Makanya jangan bercanda terus."
"Kamu lama-lama kaya Pak Alta deh, ga bisa diajak bercanda," seru Erika dengan mengerucutkan bibirnya.
Bee pun hanya mendelikkan matanya ke arah Erika, tidak lama kemudian Alta pun masuk dengan wajah yang sumringah membuat semua Mahasiswa merasa aneh dengan tingkah Dosennya itu. Pasalnya selama ini, Alta jarang sekali senyum selalu saja memperlihatkan wajah yang tidak bersahabat.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU