CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part #10


__ADS_3

..."Tiada yang bisa merubah Takdir yang sudah digariskan meski terdengar kejam tapi itulah kenyataan yang harus disadari manusia."...


Apakah Aku sudah mati pikir Ara, saat pertama sadar dan membuka matanya, seketika dia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar ternyata dia didalam kamarnya dan tatapannya tertuju pada Tuan Muda yang duduk di kursi disebelah ranjangnya sambil tertidur , kepalanya terbaring disisi lengan Ara


"Ya ampun mengapa orang ini sungguh tampan, bahkan saat tidur juga terlihat tampan" Seketika ara tersenyum sendiri.


"Hei , gadis ceroboh, sudah puas menatap wajahku, aku memang tampan , hapus tu air liurmu yang menetes". Suara tuan muda mengagetkan Ara yang kepergok menatap kearahnya.


Reflek Ara menghapus mulutnya


"ih ya ampun, masa sih ada liur segala dak mungkin, sial kenapa harus bangun sih, saat aku lagi menatap nya, ".


"Maaf Tuan , bukan maksud saya sengaja menatap anda, saya hanya kaget lihat anda disini".


"Oh iya Tuan bagaimana cara anda membawa saya lolos dari macan tutul itu",


"Kamu sungguh merepotkan, makannya lain kali jangan sampai kamu berkeliaran dalam hutan". Suara tuan muda sambil melotot kearah Ara dengan sinis.


"Perlu kamu ketahui, kalau masih suka berkeliaran sendiri, bukan hanya ada macan, tapi juga ada singa, beruang, bahkan ular piton yang panjangnya 10 meter",. kalau kamu bertemu dengan mereka pasti tubuhmu itu akan tercabik-cabik tak berbentuk lagi."


Mendengar deretan hewan-hewan buas yang disebut tuan muda, Ara ketakutan apalagi dia sudah melihat sendiri wajah macan tutul yang menyeramkan itu.


"Baik Tuan", saya tidak akan mengulanginnya". jawab Ara Sunguh-sunguh .


Apakah kamu sudah , baikan dan sudah tidak apa - apa lagi?" tanya tuan muda.


"Iya tuan saya sudah baik-baik saja, terima kasih",.


"Berterima kasihlah nanti yang benar. Sekarang mandi dulu setelah itu sarapan, nanti saya suruh bi sarah bawa ke kamar membawa sarapan mu. Tuan muda keluar dari kamar.


"Sungguh aneh Tuan muda itu, terkadang baik, terkadang galak". gumam Ara dalam hati lalu dia menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


Sesungguhnya yang paling menakutkan di dunia ini bukanlah kegelapan, tetapi hati manusia, karena tidak ada yang tahu apa isinya didalam sana dan seberapa dalam serta gelapnya hati seseorang. Begitu juga Ara sesungguh nya dia tidak tau tuan muda ini sebenarnya baik atau jahat.


" Ku serahkan kedalam Tangan-Mu Tuhan segala kehidupanku ini semoga aku masih bisa ketemu orang


tua dan kembali ke tanah air. Doa Ara dalam hati".


"Tuan Muda", panggil Asisten Lion sambil mengetuk pintu ruang kerja.


"Masuklah Lion ada apa," Tanya tuan muda dari balik meja kerjannya. Tanpa mengalihkan tatapannya dari dokumen yang dia baca.


"Tuan Akiyama dari Yama Corp ingin menemui Tuan ingin membahas kerja sama IT, sekarang beliau ada di Seoul, apakah anda ingin pulang sekarang", Beliau besok siang pulang lagi ke Jepang.


"Baik nanti malam kita kembali Ke Seoul siapkan Pesawat". Dan juga siapkan dokumen identitas untuk gadis itu, dia akan ikut bersama kita".


"Baik Tuan," jawab Lion." Oya tuan Apakah anda sudah mengatakan kepada gadis itu tentang masalah ini"? ku dengar dari para pelayan gadis itu selalu ingin meminjam HP mereka untuk menghubungi keluarganya".


"Sekarang saya akan mengatakannya", tuan muda berdiri dan membawa dokumen surat akta kematian dan foto pemakaman Mileara.


Dilihatnnya Mileara sedang di taman belakang sedang memetik bunga mawar putih, terlihat didekatnya duduk ada sebuah Vas dan sebagian sudah dirangkainya.


Seketika Tuan Lie merasa hatinya menghangat melihat pemandangan itu. terbersit perasaan tidak tega di hatinya untuk mengungkapkan kebenaran kepada Mileara.


"Ah, terkadang jujur itu adalah pilihan paling sulit, untuk dilakukan meskipun itu untuk maksud yang baik."


"Apakah kamu sudah selesai, dengan pekerjaanmu itu" . Sekarang bersiaplah kita akan ke Seoul malam nanti" . Kata tuan Lie seraya berjalan mendekat.


"Bagaimana aku akan ke sana tuan , segala dokumen aku sudah tidak ada lagi" , jawab ara sambil menahan tangis dan menengadah ke atas untuk menahan air mata.


Ara sengaja mencari kesibukan untuk sedikit meringankan beban pikirannya yang merasa seolah terombang ambing di samudra tak bertepi, tidak tau dimana posisinnya sekarang, benar-benar terasing, walaupun Tuan Muda dan semua orang baik padanya tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi padanya nanti.


"Aku tidak mau lagi ke Seoul, aku ingin pulang ke Indonesia aja." tolong pulangkan aku ke tanah airku, aku berjanji sesampai di sana aku akan ganti semua kerugianmu Tuan". Jawab Ara dengan memberanikan diri menatap tuan muda lie dengan pandangan memohon.

__ADS_1


"Sayangnya keinginan anda tidak bisa dikabulkan nona, jawab asisten Lion, sambil menapilkan sikap elegan dan tenang, Sementara berkas dokumen masih dipegang tuan muda lie.


"Mengapa aku tidak bisa pulang, apa kalian ingin membunuhku pelan - pelan dengan mengurungku di sini",.


"Kalau Tuan muda ingin anda mati, dia tidak akan membiarkan anda ada disini, pastinya anda sudah dilemparkan ke lautan waktu itu",


"Sekarang kamu sudah tidak ada tempat untuk pulang, selain padaku" karena bagi dunia kamu sudah tiada", Suara tuan muda bak petir disiang bolong.


"Apa maksudnya , Aku sudah tiada?", jawab Ara dengan gemetar ada firasat buruk dalam pikirannya.


"Karena bagi semua orang bahkan bagi dunia Mileara Anggela Cristian sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat dari Jakarta menuju Korea Selatan sebulan yang lalu". Jawab tuan muda, dengan santai sambil menyerahkan dokumen yang dia pegang kepada Ara.


Dengan tangan gemetar, Ara menerima dokumen itu, lalu membuka map dokumen itu, pertama-tama ara melihat foto - foto korban pesawat jatuh dan juga melihat Foto barang - barangnya. Serta yang lebih membuatnya shok adalah foto - foto saat dirumah duka sampai ke tempat pemakamannya.


"Bagaimana aku dimakamkan sementara aku masih hidup", guman Ara sambil menatap nanar foto - foto itu.


"Semua awak dan cru serta seluruh penumpang pesawat dinyatakan meninggal, dan memang ada beberapa jasad yang tidak di temukan, karena cuaca buruk membuat tim Bazarnas menghentikan pencarian setelah 1 bulan ini tidak juga berhasil",.


meskipun shok Ara tetap membuka satu lagi dokumen yang ternya lebih membuat dia shock yaitu akta kematian atas namanya. Suaranya memekik kaget, seluruh tubuhnya begetar luar biasa tak terkendali sehingga seluruh dokumen terjatuh dari tangannya. Tubuh Ara terjatuh merosot .


Berkas yang dia baca itu adalah ... akta kematian yang di terbit resmi oleh negara Indonesia bahwa Mileara Anggela Cristian sudah benar -benar di nyatakan mati. Dibutikan dengan foto - foto pemakaman serta foto ayahnya yang berwajah sedih menerima santunan dan asuransi.


Bayangkan apa rasanya jadi Ara saat ini, benar - benar tidak memiliki apa - apa lagi, bahkan identitaspun ia tidak punya.


Apa yang akan terjadi pada Mileara ya?


Buat pembaca semua ,Tetap baca Novel ini ya . Jangan lupa kasih dukungan LIKE 👍🏼 Kometar, favoritin serta VOTE .


❤Terima Kasih❤


❤Bersambung❤

__ADS_1



__ADS_2