CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part 106


__ADS_3

Part 106


“Akulah yang bertemu Lie Yuan duluan dari kecil aku sudah terikat dengan perjanjian pernikahan dengan Lie Yuan, tapi karena sesuatu aku pergi darinya, begitu juga dengan Budi dia sendiri yang datang padaku sekarang mereka berdua adalah milikku, sekarang aku hanya merebut kembali apa yang sudah sepantasnya menjadi milikku “ Gumam Jessy dalam hati sambil tersenyum sinis kepada LIli.


Lili tidak ingin melayani segala omongan Jessy, setelah selesai minum sampai habis di gelas nya, dia meletakan gelas nya Lili berjalan menuju kursi yang telah disediakan untuk para tamu.


Lampu kristal nan mewah memancarkan cahaya terang ke tempat konferensi yang gemerlap. Dalam kilatan cahaya kamera para reporter, CEO Lie Group Lie Yuan berbicara.


“Terima kasih saya ucapkan atas kedatangan para tamu undangan yang terhormat beserta segenap usahawan ternama dari dalam dan luar negeri, dan dari industri keuangan. Lie Group akan mengembangkan teknologi pintar dalam sektor yang baru yakni ponsel dan juga CCTV yang akan dipasarkan secara global”


Terdengar gemuruh tepuk tangan di tempat itu, kamara para reporter terus menerus berkedip.


Sang pria kelas atas yang mengenakan setelan jas warna perak, terus berbicara dengan suara yang jelas dan elok kepada para hadirin melalui mikrofon di podium.


“Lalu ada kabar baik yang lainnya. Saya percaya banyak orang telah melihat perkembangan dunia sekarang ini, melalui internet dan media massa dimana komoditas perkebunan kelapa sawit sedang maju pesat, dan memiliki potensi yang besar, terlebih kelapa sawit adalah tanaman perkebunan yang memiliki banyak manfaat industri.


Saya pribadi berpikir bahwa tanaman kelapa sawit memiliki masa depan yang baik, saya dalam waktu dekat ini akan bekerjasama dengan pengusaha asal negara Indonesia untuk mengembangkan dan menampung CPO, saya berharap dalam waktu satu bulan ini akan direalisasikan, dan saya pribadi akan pergi meninjau secara langsung ke sana.


Lili menjadi sedikit gugup ketika dia mendengar berita itu….


Apa yang akan dia lakukan?


Mau apa Lie Yuan dengan perkebunan kelapa sawit dan akan pergi ke negara Indonesia kali ini?


Di atas panggung Lie Yuan Melirik Lili, lalu lanjut berkata:


“Oleh karena itu saya telah mencapai kesepakatan dengan seseorang, setelah CCTV dan


ponsel pintar Grup Lie diluncurkan, dalam waktu satu bulan kita akan terbang ke Indonesia untuk meninjau kerjasama disana”.


Ini adalah semacam pengumuman.


Tepatnya pengumuman untuk pulang ke tanah air menemui orang tua Lili sebab pengusaha yang akan diajak kerjasama pastilah ayahanda Lili.


Selama bisa pulang ke Indonesia Lili tidak peduli apapun dia akan mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia masih hidup. sehingga di masa tuannya kedua orang tuanya akan berbahagia sebab bertemu kembali dengan anak kesayangan mereka.


Seluruh tempat konferensi jadi heboh, semua orang berebut membeli ponsel dan juga CCTV yang canggih.


Produk Lie Group telah terkenal di Asia hingga ke seluruh dunia, sekarang di tengah meledak nya teknologi canggih, Ponsel dan CCTV Lie Group mampu memenuhi keinginan dan selera konsumen, peluncuran baru tersebut berjalan dengan sukses.


Dalam waktu hitungan detik sudah mampu menjual ribuan unit.


Disisi lain Jessy menatap Lili dengan rasa benci sebab bagi Jessy, kepedulian dan kebahagian Lili adalah bencana baginnya karena semakin sulit untuk menghancurkan hubungan mereka.

__ADS_1


sementara Lili perasaannya menjadi bercampur aduk.


Setelah selesai pidato konferensi oleh Lie Yuan acara pun dilanjutkan dengan pesta minum.


Sebagai Ceo group Lie, Lie Yuan senantiasa bersosialisasi di sana . Dia sepertinya tidak bisa meluangkan waktu untuk Lili.


Namun, semua orang bisa menebak bahwa yang membuat Lie Yuan ingin berinvestasi pada perusahaan kelapa sawit di negara I ada hubungannya dengan Liliana Kim, wanita ini adalah istri yang sangat dicintai oleh Lie Yuan sekarang hadir di sini.


Beberapa pria dan wanita yang hendak mencari untung dari Lili berjalan mendekatinya. Mereka pikir dengan berkenalan dengan Lili bisa membawa mereka untuk bisa berbicara dengan Lie Yuan yang terkenal sulit didekati.


“Permisi nona Liliana, saya adalah penanggung jawab majalah mode wanita, dapatkah anda menjadi bintang tamu kami untuk kesempatan berikutnya”


“Nona Liliana anda terlihat sangat cantik sekali hari ini, maaf bolehkah kita berteman? kapan-kapan nona ada waktu mungkin kita bisa ke kafe bersama-sama ya?”


“Saya dengar bahwa nona Liliana dulu pernah tinggal di negara I yang terkenal dengan keanekaragaman dan juga kaya akan adat budaya, adalah suatu kehormatan bagi kami bisa berkenalan dengan anda”.


“Benar, saya adalah teman universitas anda, kita dahulunya satu kelas saya selalu berada disisi anda Liliana”.


Orang-orang itu memiliki kemampuan untuk berpura-pura akrab dengan satu sama lain.


padahal dahulu di universitas hanya ada beberapa teman yang akrab sedangkan yang lain selalu cuek.


Lili melihat para penjilat itu didepan matanya, ia lalu tersenyum dan berkata, “Terima kasih, maaf, saya haru pergi mengangkat telepon dulu”.


Lili sengaja pergi dari situasi sok kenal sok dekat oleh orang-orang yang ingin mencari muka dan bertujuan mengambil untung dari pertemanan ini. Tapi dia tahu bahwa mungkin dia akan banyak berhubungan dengan mereka di masa depan, jadi dia secara halus menyatakan alasan untuk meninggalkan tempat konferensinya.


Setelah keluar, udara malam yang segar bertiup ke arah Lili, meniup pergi aroma anggur bermutu tinggi, parfum yang bercampur dengan make up para wanita yang telah menyelimuti hidungnya membuat kepala Lili pusing dan perasaan ingin muntah.


Di luar angin segar menerpa penciuman Lili dengan wangi bunga musim semi yang beraroma segar, Lili menghirup udara dalam-dalam memenuhi paru-parunya.


Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat-lihat ternyata ada beberapa panggilan dari Akihiko teman baiknya.


Lili lalu menelpon kembali. “ Ikho?”


“Lili ? kamu sekarang ada di acara peluncuran teknologi baru grup Lie…., aduh jangan dorong aku!” suara Ikho terdengar di telepon berbaur dengan suara amai lainnya, sepertinya ada banyak orang di sekitarnya .


“Dimana kamu?” Lili mengerutkan kening sambil memutar kepalanya melihat ke sekeliling.


“Dimana tentu aku masih ada di luar resort tempat acara konferensi dilakukan!” teriak Ikho di telepon, aku sekarang ingin bertemu denganmu nyonya”. aku ingin membicarakan bisnis dengan mu, tapi aku sekarang tidak bisa masuk ada banyak orang di pintu dan mereka meminta kartu undangan . jelas saja aku tidak punya” ucap Ikho putus asa.


Kemudian terdengar lagi suara teguran Ikho, “Heh, jangan dorong-dorong!”


“Kamu benar-benar ada di sini, bukankah kamu sudah pulang ke negara J bersama orang tuamu?” ucap Lili kurang yakin jika Ikho beneran berada di depan resort tempat konferensi sekarang ini.

__ADS_1


“Betul aku tidak bisa meninggalkan negara K yang aku cintai ini, dan aku ingin membangun bisnis di sini”. ucap suara Ikho terdengar cukup keras di telepon.


“Maaf Ikho tapi aku tidak punya bisnis apapun jadi bagaimana kita bisa bekerjasama ?” ucap Lili dengan rasa bersalah dihatinya.


“Jangan bicarakan hal itu dulu, Lili konferensi Lie Group udah selesai belum?, kira-kira masih berapa lama lagi? dan malam ini kira-kira siapa saja pebisnis datang? beritahu aku dulu…”


Lili tahu bahwa Ikho pastinya ingin mendapatkan dan berbicara langsung dari para pebisnis yang ada di dalam sana. Dia lalu melihat kembali ke pintu masuk resort dan berkata kepada Ikho di telepon.


“Konferensi Nya sudah selesai, sekarang acara jamuannya, tapi orang-orang yang menghadiri konferensi mungkin belum meninggalkan acaranya. Kalau soal pebisnis yang datang ada banyak yang sudah datang bahkan ada yang dari negara A”


“Aah… ? apakah yang dari pimpinan konsorsium keuangan dunia terbesar ?”


“Tidak, bukan , Tuan James namanya” Jawab Lili.


Terdengar ******* penuh kecewa dari Ikho.


Lili berbicara tentang situasi di resort, lalu melihat ke Resort yang berada di belakangnya, dan merasa malu sejenak.


Lili tidak bisa kembali sendiri sekarang, padahal dia ingin pulang ke rumah badannya terasa lelah, namun dia tidak bisa pulang karena dia ke acara ini dijemput sopir mobil Lie Yuan.


Jika ingin pulang dia harus minta tolong sopirnya Lie Yuan jika ingin pulang.


“Ah, biarlah ke dalam ruang konferensi dulu saja” Lili menghela nafas dan berbalik.


Tanpa diduga. Ketika Lili membalikan badannya, kepalanya tiba-tiba jadi pusing!


Wajah Lili memucat, dia lalu memegang dahinya, “Hmm…”


Ada rasa pahit yang terasa dari dalam tenggorokannya, Lili lalu menelan Ludah demi


menghilangkan rasa ketidak nyamanannya.


Bersamaan dengan itu sesosok orang yang memakai sepatu kulit mahal masuk dari resort.


Lili menggelengkan kepala nya . Rasa pusing kambuh lagi.


Pandangan mata Lili jadi kabur, seluruh tubuhnya perlahan jatuh ke lantai.


tas dan ponselnya lalu ikut terjatuh ke lantai. Di Atas karpet yang mahal sehingga tidak kedengaran suaranya.


Seorang Pria berdiri di depan Lili dan menatapnya..


Maaf para pembaca setia nya Lili dan Lie Yuan Author sering terlambat update karena kesibukan di dunia nyata.

__ADS_1


Siapakah pria tersebut? apakah Lili akan diculik lagi ? tunggu part berikutnya


Bersambung.


__ADS_2