
Sarapan pagi seperti apa ini, Lili serasa habis lari maraton sepuluh kilo meter, nafas nya masih terasa berat , lututnya terasa lemas.
"Ambilkan aku baju" ucap tuan muda yang sekarang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, mengibas-gibas rambutnya.
Astaga, suamiku memang seksi
Lili membawa pakaian santai untuk tuan muda, dia mengira tuan muda tidak akan pergi ke kantor pasca sehari menikah.
"ini bajunya, sayang" ucap Lili dengan menunduk, dia masih malu menatap tuan muda.
"Baju kerja, hari ini aku akan ke kantor" Ucapnya sambil masih mengeringkan rambutnya.
Bergegas Lili kembali menuju walking closet , beberapa saat dia binggung mau ambilkan warna apa, sebab begitu banyak . Jas yang di gantung dengan bermacam warna disusun sesuai warna dari yang gelap sampai yang terang warnanya.
"Ambil acak saja, kemeja warna
biru dengan jas warna hitam, dasi warna abu-abu.
"Ini bajunya" Lili menyerahkanya kehadapan tuan muda. Tanpa banyak bicara diambilnya dan dipakainya setelah selesi mengenakan kemeja dia menyerahkan dasi ke tangan Lili minta untuk dipasangkan.
"Pasangkan dasi" Ucapnya sambil menyerahkan dasi ke tangan Lili.
Jangan lupakan saat Lili memasang dasi tuan muda dengan sengaja memajukan wajahnya ke hadapan Lili, keningnya menyentuh kening Lili dan tangannya berada di pinggang Lili.
apaan coba bersikap seperti ini bikin kikuk aja.
Lili salah tinghkah dibuatnya.
Alhasil Lili tidak berhasil memasang dasi, bagaimana mau berhasil coba? dengan tangan suaminya yang sudah tidak bisa di kondisikan.
"Istriku masa sih kamu ga bisa pasang dasi, ulangi lagi dong" Ucapnya sambil memajukan badannya semakin dekat.
Lili mundur , suaminya ikut melangkah maju dan sampai Lili membentur dinding kamar, Lili mendongak melihat wajah suaminya yang menyebalkan sedari tadi mengerjai nya.
Dia melotot marah dan sekali lagi mencoba memasang dasi di leher suaminya, suamainya masih mengodanya dengan memeluk pinggangnya rapat.
Setelah selesai dengan kesal Lili tarik dasi sedikit kencang hingga suaminya mendesah dan menghentikan aksinya karena tercekik.
"kau mau membunuhku ya" ucap tuan muda sambil membetulkan dasinya.
"Kalau aku mati kamu juga yang rugi" ucapnya lagi sambil duduk di sofa memasang sepatunya.
"makanya jangan mesum" gumam Lili tapi masih terdengar oleh suaminya.
"kalau dengan istri bukan mesum namanya tapi sudah kewajiban dan sewajarnya" jawab tuan muda sambil berdiri meraih tas kerjannya dan menarik Lili untuk turun mengikutinya menuju ke ruang makan untuk sarapan.
Semua orang sudah menunggu diruang makan mereka sudah duduk diatas kursi masing-masing, kursi utama di duduki oleh kakek, Kepala pelayan menarik kursi kedua dan diduduki oleh tuan muda, di sebelah tuan muda diduduki oleh adik sepupunya Silvia dan juga cristina.
"Pindah kursi kalian, Ini tempat istriku, Lie Yuan menatap mereka tajam.
Silvia menatap tajam kearah Lili penuh kebencian.
"Baik kak" jawabnya seraya mengeser duduknya dia bangun lalu menyenggol cristina agar bergeser juga. Lili duduk di samping tuan muda, dan mengambilkan makanan untuknya.
mereka makan dalam diam.
"Lie Yuan apa kamu akan ke kantor hari ini?" tanya kakek.
"Ia" jawab tuan muda sambil masih mengunyah makanannya dan minum jus Alpukat kesukaannya.
" kenapa kamu tidak ambil cuti, kan baru sehari menikah, kasihan istrimu ditinggal sendirian masih dalam suasana penganten baru. Ucap kakek panjang lebar.
"Aku sibuk, kek, banyak pekerjaan yang harus aku urus.
"Yuan ambilah cuti bulan madu, nanti kakek minta Akhira yang menghendel perusahaan" ucap kakek lagi.
"Aku belum butuh cuti kek" Jawab Lie Yuan sambil berdiri dan akan berangkat kerja, tidak ingin di bantah kakek.
Lili juga buru-buru menyelesaikan makannya dan berdiri mengantar suaminya berangkat kerja.
Sampai di halaman mobil sudah siap, sopir sudah membukakan pintu, tuan muda menoleh ke arah Lili yang berdiri di samping mobil, diraihnya tubuh Lili dan kecupan lembut mendarat di keningnya.
"Kamu istirahat " ingat tugasmu sebagai istri belum kamu laksanakan, kalau tamu bulananmu udah pergi aku akan minta hak ku sebagai suami" Bisiknya ditelinga Lili.
Lili hanya tersenyum kikuk.
Tuan muda masuk kedalam mobil dan supir menutup pintu mobil diikuti asisten Lion
sebelum mereka pergi Lili memanggil Lion, mengatakan apakah boleh dia pergi ke Villa ada beberapa barang yang ingin dia ambil.
"Asisten Lion bolehkah aku hari ini ke villa" ucap Lili.
"Boleh asal anda sudah sampai di mension sebelum tuan muda pulang" Jawab Lion.
"Terima kasih Lion" ucap Lili sambil membungkuk.
"Jangan sungkan nona, anda adalah istri tuan muda bearti juga majikan saya.
apa yang mereka bicarakan ya , bodoh kenapa harus menunduk dengan Lion, belum paham kah kalau dirinya sudah jadi nyonya Lie, kamu hanya boleh menudukan kepalamu padaku.
__ADS_1
Tuan muda menatap tidak senang.
Setelah mobil melaju meningalkan halaman mension, Lili masuk kedalam, dilihatnya kakek berada di halaman belakang sedang memberikan burung makan.
"Pagi kakek, wah bagus sekali burung ini kakek, bewarna-warni" ucap Lili sambil menghampiri kakek.
"Boleh aku kasih makan burungnya kek" tanya Lili lagi.
"Boleh silakan" kakek menyerahkan makanan burung kehadapan Lili.
"Lili, boleh kakek tanya sesuatu padamu" kakek berbicara sambil duduk di kursi taman , tatatapan nya menerawang.
"Ia kek boleh kakek mau tanya apa?" Lili menjawab sambil menatap kakek.
"Aku sempat mengira kamu adalah pacar Akhira, anak itu selama ini belum pernah mengenalkan seorang gadis ataupaun membawa pulang seorang gadis kerumah ini"
kakek berbicara sambil menghela nafas.
"Saat ulang tahun kamu datang bersamanya, dia mengatakan bahwa kamu sebentar lagi akan menjadi gadisnya, dan sampai acara ulang tahun berakhir kamu tidak ada di tempat, dia kecewa tidak bisa mengenalkan nya padaku" kakek berhenti sebentar dan menarik nafas sedih.
"saat itu Lie Yuan pamit pulang ke fenthause nya, apakah kamu sudah mengenal Yuan saat itu?
Lili terkejut dan sulit untuk menjawab tidak mungkin dia membongkar rahasia hidupnya di depan kakek.
"Ia kek, aku sudah menggenal tuan muda" jawab Lili sambil menunduk.
"Lili, kamu sudah dengar rumor tentang Yuan saat menerima lamarannya?" tanya kakek lagi.
"Aku tidak tahu kakek" jawab Lili.
"aku tidak tahu rumor apa ya?"
"Lili maaf apa kalian sudah melakukan layaknya suami istri" tanya kakek dengan rawut wajah sedih.
Kenapa ya wajah kakek jadi sedih gitu dan tanya hubungan suami iatri lagi apa maksudnya?'
"Belum kek" jawab Lili dengan wajah malu.
"Maaf Lili, kakek tidak melarang dia menikah, kakek pikir dia bisa sembuh setelah menikah, tapi mendengar ceritamu kakek jadi yakin bahwa rumor tentang dia benar.
Aku lagi haid mana bisa berhubungan, rumor apaan sich?"oh iya seperti kata silvia dan cristina kalau tuan muda tidak berfungsi sebagai pria, apa itu yang dimaksud rumor?"
Tapi menurutku jelas-jelas dia tidak seperti rumor yang di isukan tapi kenapa dia menyembunyikan dari orang lain mungkin ada alasnya yang orang lain tidak ketahui.
Lili terdiam dengan pikirannya sendiri sementara kakek masih meneruskan ucapannya.
"Kakek ingin kamu bawa dia terapi, kakek yakin dia bisa sembuh, dia satu-satunya penerus keluarga Lie yang ada di Korea.
Seakan tahu yang dipikikan Lili. kakek melanjutkan ucapannya.
Anakku hanya dua orang, yang satunya tinggal di Korea bersamaku sedangkan yang satunya tinggal di jepang bersama ibunya, ayah Silvia dan Cristina adalah anak angkat, mereka bukan pewaris keluarga Lie.
"Lili, kamu harus bisa membantu Yuan sembuh, aku ada rekomendasi dokter terbaik dari temanku sudah lama aku ingin Yuan berobat tapi dia tidak pernah mau menuruti, harapan ku ada di tangganmu karena sepertinya Yuan benar-benar mencintaimu" Ucap kakek sambil melemparkan umpan ikan kedalam kolam.
"kamu mau bantu kakek kan?" Ucap kakek sambil menghentikan aktifitasnya dan menatap Lili.
"Baik kek" Ucap Lili sambil menundukan kepala.
"Kamu adalah cucu kakek jadi jangan sungkan lagi"
"Mulai hari ini kakek akan meminta bibi Lin untuk memasak sup sarang burung kwalitas terbaik untukmu, vitamin dan mineral juga akan diantar hari ini, kamu tidak perlu memikirkan kerja, uang Yuan banyak tidak akan membuat kamu sengsara" ucap kakek panjang lebar.
"Kamu focus saja untuk kesembuhan Yuan" ucap kakek.
Lili hanya bisa mengangguk, sepertinya ini adalah sangkar emas dan dia sudah tidak bisa pergi kemana-mana.
Sedang mereka berbincang, satu buah kontainer memasuki halaman, nampak orang-orang mengankat bepuluh- puluh kotak para pelayan juga sibuk membantu.
"Ternyata sudah datang"Ucap kakek seraya berdiri diikuti Lili.
"Pak Roy, susun di Kamar tuan muda di lemari khusus yang ada di walk in closed, susun sesuai warnanya jangan ada yang salah" ucap kakek .
barang apa ya sebanyak itu pikir Lili sampai sekontainer .
Lili ayo kakek akan tunjukan kamu ruangan olah raga, kakek akan pangilkan pelatih khusus untukmu.
Kakek melangkah mendahului Lili, sementara Lili masih penasaran dengan barang yang diangkut para pelayan.
Mereka sudah sampai pada sebuah kamar yang luas terlihat bermacam alat olahraga ada di sana, Lili serasa memasuki tempat Gym. Mereka memasukinya dan di sana ternyata suadah ada seorang pelatih Fitness.
"Catrin, ini Lili , aku ingin kamu melatihnya supaya badannya vit, dan berbentuk", Ucap Kakek memperkenalkan Lili pada pelatihnya.
"Hai...sapa catrin ramah,
"Hallo, mis ucap Lili membalas sapaan catrin.
"pangil aku cthi aja " ucap catrin.
"Baik chti ucap Lili.
Latih dia aku ingin Yuan tidak akan berpaling dan biasanya lelaki suka melihat keindahan maka kita harus memperindah dirimu Lili.
__ADS_1
nanti juga kakek akan buatkan spa Khusus untukmu, supaya badanmu makin berkilau.
Akhirnya sampai waktu makan siang Lili masih berlatih bersama chti, sehingga tidak ada waktu dia pergi ke villa.
Makan siang dilalui Lili bersama kakek saja, Silvia dan Cristina serta ibunya tidak kelihatan batang hidungnya. Mereka makan berdua kakek dengan penuh kedamaian.
Kemana mereka ya?
"Mereka hanya datang untuk meminta uangku setelah itu pergi" Ucap kakek seakan tahu apa yang Lili Pikirkan.
ah syukurlah bearti mereka tidak tinggal disini.
Selesai makan Lili ijin istirahat ke kamarnya, para pelayan telah selesai menata barang-barang belanjaan kakek ,seketika perasaan penasaran Lili muncul,
Segera dia melihat ke dalam walk in closed , barang apa ya sebanyak itu pikir Lili.
Ketiak dia membuka lemari yang kemarin masih kosong, sekarang sudah tertata rapi, bermacam-macam model dan warna gaun, bermacam- macam model rok juga kemeja, bermacam model baju kaos, bermacam model baju santai, bermacam model pakaian tidur ada juga lingeri, samapi pakaian senam dan renang.
Kemudian Lili melihat kedalam tempat etalase bermacam model perhiasan, dan ada juaga bermacam model tas, sepatu .
Lili tersandar didinding melihat barang mewah kwalitas nomor satu dan Limited edition jadi kalau dipakai tidak akan ada yang sama.
yah orang kaya mah bebas mau belanja, barang ini mau dipakai berapa tahun?
Lili melihat pakaian yang dibawanya dari villa ternyata sudah tidak ada, padahal yang dia bawa adalah yang terbaik.
hik...hik...hik...baju-baju kesayanganku sudah dibuang.
Beberapa saat Lili masih tersandar didinding sampai dia mendengar dering Ponselnya bergegas dia keluar dari ruang pakaian.
Terlihat dilayar Tuan muda kejam memanggil, digesernya tombol hijau.
"Kamu darimana saja heh" coba Lihat sudah seratus kali aku telpon tidak diangkat" omel suaminya.
"Maaf tadi aku berkeliling bersama kakek dan latihan gym".
"Aku tidak pulang, ada urusan bisnis keluar negeri, kamu baik-baik dirumah ya" ucap tuan muda nada suaranya sudah tidak galak lagi.
"Baik" ucap Lili, entah kenapa hatinya merasa sedih dan lesu.
urusan apa sich, harus pergi di saat baru sehari menikah?
Jangan-jangan rumor itu benaran?
ini yang sering buat aku binggung sikapnya kadang lembut, kadang kasar kadang kurang ajar dan kadang acuh seperti saat ini.
Lili tersandar di atas tempat tidur mewah super empuk, dia berbaring menatap langit-langit kamar dan entah berapa lama dia pun tertidur.
...๐น๐น๐น๐น...
Waktu terus berlalu tidak terasa sudah satu bulan Lili di tinggal oleh suaminya sejak hari pertama mereka menikah.
Kakek yang sangat kesal dengan kelakuan cucunya semakin manas.
"Awas kau cucu tengik, akan ku buat kau bertekuk lutut pada istrimu, akan ku buat istrimu cantik dan berkilau dari ujung kaki sampai ujung rambut" gumam kakek marah dan kecewa.
Pagi yang cerah kakek memanggil Lili, untuk melakukan perawatan tubuh.
"Lili ayo ikut aku antar ke spa untuk melakukan perawatan dari ujung rambut sampai ke ujung kepala" Ucap kakek.
Lili mengikuti kakek, selama ini walaupun dia sudah hampir sebulan tidak bertemu suaminya dia cukup terhibur dengan perhatian kakek padanya.
Dan penampilan Lili sekarang sudah berubah cantik tubuhnya padat dan berisi, kulit sudah bercahaya, karena perawatan dan skin care yang dipakai dia adalah yang terbaik. Di tunjang dengan pakaian yang terbaik dari perancang terkenal membuat penampilan Lili semakin cantik dan elegant.
Sementara tuan muda sudah mempersiapkan kepulanganya mengunakan Jet pribadi, urusan bisnisnya sudah selesai, diapun sudah tidak sabar ingin betemu istrinya.
"Lion biasa wanita haid setiap bulan kah?" ucap tuan muda acuh
Lion kaget mendapatkan pertanyaan yang tidak bermutu dari bosnya.
"Setiap bulan tuan" jawab lion sekenanya
"Tanggal berapa biasanya" tanya tuan muda lagi.
what mana saya tahu tuan anda makin aneh saja.
"Tergantung siklusnya tuan" jawab lion lagi.
*Silkus apan ya, tuan muda binggung sendiri.
jangan-jangan saat ini sudah siklusnya Lili, seketika tuan muda merasa lesu.
...๐Bersambung๐...
...๐TE'AMO๐...
Like dan Komentar Positif ya serta Vote.
Thanks You*.
"
__ADS_1