
Di belahan dunia berbeda dengan Lili dan kedua anak kembarnya yang cantik.
Lie Yuan melakulan ritual yang sudah dia lakukan selama 5 tahun lalu, yaitu pergi ke kapel di puncak gunung, berdoa dan berpuasa selama 3 hari, membawa sedekah dan juga hadiah yang banyak untuk para biarawan di gunung itu, yach karena setiap tahun pada tanggal Lili di nyatakan hilang dalam kecelakaan mobil, Lie yuan selalu pergi berdoa , sebab dia percaya bahwa Lili dan anaknya pasti selamat, entah sekarang mereka ada di bumi belahan mana.
"Selamat siang, tuan lie, tempat berdoa sudah di sediakan, mari lewat sini" ucap seorang biarawan menyapa dan menunjukan tempat berdoa .
Lie Yuan hanya mengangguk dan tidak menjawab, dia berjalan mengikuti sang biarawan.
Seperti biasa dia berlutut dan berdoa dalam keheningan.
"Tuhan aku sangat percaya pada kuasa-Mu rejeki, jodoh dan maut, ada di tangan-Mu, aku percaya bahwa anak dan istriku masih hidup, tunjukan kuasa-Mu pada hamba, berilah hamba petunjuk dimana keberadaan istri dan anak hamba" itulah doa yang selalu di ucap dalam setiap doa, dalam setiap helaan nafas, selalu doa itu yang di ucapakan oleh Lie Yuan.
Di Sebuah kota kecil Indonesia.
Dua orang anak TK yang sangat mengemaskan memasuki pusat perbelanjaan yang baru louncing seminggu lalu di kota mereka, yach Kenzie dan Sasa memimpin serombongan anak se usia TK memasuki tempat stand berjualan ES Krim .
"Silakan pesan teman-teman, makan dan minum sepuasnya biar aku yang traktir kalian semua" ucap Kenzie dengan gaya bos besar tersenyum pada teman-temannya.
"Ia, ayo teman-teman kita serbu bang Kenzie yang traktir kita" ucap Sasa sambil maju ke arah penjual es krim.
"Maaf adek-adek, dimana orang tua kalian?" ucap penjual itu pada mereka.
"Berikan kami es krim yang paling lezat yang paling mahal, yang ada di toko ini, ucap Kenzie maju ke depan.
"Tapi maaf dek diamana orang tua kalian?" ucapnya lagi sambil melihat ke arah pintu masuk.
"Aku yang akan bayar untuk mereka, ini aku punya dua kartu" ucap Kenzie sambil menyerahkan 2 kartu yang berwarna black dan gold ke hadapan penjual Es krim.
Seketika mata penjual Es krim terbelalak melihat kedua kartu itu, dan anak-anak menyerbu masing-masing menggambil es krim kesukaan mereka. Penjual hanya bisa pasrah ketika anak-anak maju ke depan kasir dan menunjukan sekeranjang es krim serta loli pop dan juga coklat, mau tidak mau dia terpaksa mengesek kartu yang di berikan.
__ADS_1
"......."Dan kasir terkejut melihat jumlah saldo dalam kartu yan berjumlah puluhan milyar.
Selesai dari es krim mereka menuju restoran yang paling mahal di Mall itu, mereka masuk menyerbu dan memesan makanan minuman yang paling mahal sepuasnya. Sebelum menejer restoran mendatangi mereka Kenzie terlebih dahulu menuju kasir dan membayar makanan mereka harganya pun pantastis menghabiskan belasan juta.
Dan masih belum puas juga akhirnya mereka menuju wahana permainan, mereka mencoba semua permainan yang ada di sana, setelah dari wahana bermain mereka menuju stand mainan anak, " teman - teman kalian boleh pilih mainan kesukaan kalian" ucap Kenzie.
'Ken, apa kamu tidak akan dimarahi orang tuamu, kamu sudah menghabiskan banyak uang hari ini, aku takut kamu akan di hukum" ucap Tino dan diangguki teman-temannya yang lain.
"Kalian tenang saja, uang Daddy kami banyak kita tidak akan di marahi, ayo kita belanja" ucap Sasa sambil menarik tangan Wulan sahabatnya.
"Baiklah, kalau begitu, ayo teman-teman mumpung ada yang traktir" ucap Tino dan semua anak-anak menyerbu tempat mainan.
Sebelum penjaga toko mendatangi mereka, Kenzie terlebih dahulu maju ke arah kasir menunjukan kartu black gold nya dan akhirnya penjaga toko melayani mereka dengan senang hati.
Anak-anak perempuan memilih mainan boneka dan juga barbie sedangkan anak-anak lelaki memilih mainan mobil-mobilan remot kontrol yang harganya jutaan, setelah puas mereka berbelanja anak-anak pulang kerumah masing-masing, Kenzie dan Sasa tidak membawa mainan kerumah mereka takut mommy nya marah, mommynya tidak suka mereka mubazir dengan barang sebab mainan mereka masih banyak bahkan masih ada yang belum dibuka bungkusnya, jadi mereka hanya menemani temam-temannya saja.
Sesampai di toko Mini market mereka, Kenzie membeli beberapa botol minuman dan juga susu permentasi, dia masuk dan menuju kasir, menyerahkan kartu untuk bayar, kasir di toko mereka langsung menscentnya tanpa banyak tanya setelah itu mengembalikan lagi kartu itu pada Kenzie.
"Semoga Deddy segera menemukan kita" ucap sasa.
"ia semoga, nanti malam ku lihat apakah daddy sudah menemukan notifikasi pemakian kartunya, sekarang cepat kita kembalikan kartu ini ke kamar mommy sebelum mommy menyadarinya, ucap Kenzie sambil menarik tangan Sasa.
Puncak gunung di sebuah Kapel terpencil, Lie Yuan masih khusuk berdoa , hari ini adalah hari terakhir dia berada di Kapel, waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, sudah waktunya dia keluar dari Kapel dan buka puasa, Lie Yuan sekali lagi berlutut dan bersujut mengulangi doa yang sama, mohon petunjuk keberadaan anak dan istrinya, setelah sekesai dia keluar dari Kapel.
"Tuan muda, ada notifikasi pengunaan kartu tuan, di kedai es krim, wahana permainan dan tempat mainan anak-anak, di sebuah kota kecil Indonesia" ucap Lion begitu melihat tuannya keluar dari pintu Kapel.
"Apa, bukankah kau sudah memeriksa ke Indonesia dan tidak ada jejak kamu temukan" ucap Lor Yuan sambil melihat laporan pemakaian kartunya.
"Pasti dia mengunakan ini untuk keperluan si kembar, ucap Lie Yuan dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Lion siapkan keperluan, kita akan jemput istriku dan anak-anakku ke sini" Ucap Lie Yuan bersemangat.
"Baik tuan muda, sekarang tuan minum dulu air mineral ini untuk buka puasa" jawab Lion sambil menyodor sebotol air mineral.
Mereka berpamitan dan berterima kasih pada penjaga Kapel, Lie Yuan berjanji akan membangun dan merenovasi tempat ini. Sebagai bentuk syukurnya atas terkabul doa-doanya selama 5 tahun ini.
Lion segera mengurus ijin untuk pergi ke Indonesia, mereka menggunakan Jet Pribadi Lie Grup.
"Kakek, aku pergi dulu menjemput Lili dan anak-anak ke sini" ucap Lie Yuan saat berpamitan pada kakek Albert.
"Benarkah kau sudah menemukan Lili , dimana mereka?" tanya kakek Albert langsung berdiri dari duduknya dan menguncang tangan Lie Yuan dengan penuh harap, takut dia salah dengar tadi.
"Benar kakek, mereka di sebuah kota kecil negara Indonesia" Jawab Lie Yuan meyakinkan kakek.
"bailkah Yuan, sungguh suatu ke ajaiban bahwa Lili selamat, bawalah mereka kesini dan pastikan keamanan di perketat untuk mereka, aku tidak ingin terulang lagi ke cerobohan yang sama yang dapat membahayakan keselamatan Lili dan anak-anak" Ucap kakek Albert dengan mata berkaca-kaca hatinya sungguh senang dan penuh syukur akan keajaiban Tuhan, pada cucu menantunya.
.......... .......*
Sebuah kota propinsi di negara Indonesia pesawat jet pribadi Lie Grup mendarat.
Lion mengurus perijinan parkir dibandara sebab mereka mungkin beberapa hari singgah di sini.
mereka menyewa sebuah mobil mewah untuk menuju ke sebuah ibu kota kabupaten tempat Lili dan anak-anak, mereka tidak bisa menggunakan pesawat sebab di sana tidak ada bandara untuk transit.
Bersambung...
hai...para pembaca yang baik, aauthor mohon maaf sering terlambat updete, karena kesibukan Author di dunia nyata, apa lagi saat ajaran baru didunia pendidikan , diriku sibuk sebagai guru untuk mempersiapkan materi belajar online, belum lagi membantu anak kerjain tugas-tugas sekolah, para mommy semua pasti paham dengan ini semua kan?
Tapi Author tetap usaha updete dan usahain cerita ini sampai tamat. Tidak akan di gantung.
__ADS_1
Kalau suka cerita ini jangan lupa Like, komentar dan juga vote biar author semangat.
Terima Kasih.