CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part# 58 Pulang


__ADS_3

Akhirnya tuan muda Lie Yuan menyetujui ke inginan istrinya untuk pulang ke Indonesia dengan perjanjian bahwa Lili tidak boleh membuka identitasnya , dan harus memakai topeng, topeng di buat khusus oleh ahli kecantikan begitu tipis benar-benar seperti asli ketika di pakai orang tidak akan mengetahaui dan orang yang memakainya pun tidak akan merasa apa-apa, seolah-olah seperti memakai hiasan mike up saja tidak terasa sama seksli.


Topengnya pun tidak banyak merubah wajah Lili hanya sedikit penyempurnaan pada garis wajah lebih dipertegas.


Lili pun menyetujui asalkan bisa pulang dan makan makanan kesukaannya,.masakan ibunya.


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan oleh dokter ahli kandungan dan memastikan tidak ada masalah pada Lili dan bayinya usia kandungan ,sekarang sudah menginjak 3 bulan .


Menyerahkan perusahan kepada kakek dan Lion untuk menghandel selama di Indonesia menemani Lili , tidak lupa membawa seorang pelayan wanita dan dokter Nathan sebagai dokter pribadi selama di Imdonesia.


Tibalah hari dimana mereka berangkat, mereka menggunakan Jet pribadi Tuan Lie, membawa mobil pribadi juga untuk digunakan selama di sana.


"Kakak ipar, nanti sebelum naik pesawat minum obat ini agar kakak ipar tidak jat lag" Nathan memberikan sebuah tablet ke pada Lili.


"Ia terima kasih" Lili menerima obat dan langsung meminumnya.


Mereka berangkat menuju bandara. Begitu sampai di bandara Lili sudah ngantuk dan tertidur.


"Nathan obat apa yang kau berikan padanya?" Lie Yuan melemparkan pertanyaan pada dr. Nathan.


"Hanya obat supaya kakak ipar istirahat selama perjalanan" menjawab nya.


Karena tidak ingin membangunkan istrinya, Lie Yuan mengendong Lili ala bridal style, Lili sedikit mengeliat tapi tidak bisa membuka mata sehingga membiarkan suaminya mengendong memasuki pesawat.


Pesawatpun mengudara selama 11 jam 5 menit hingga mendarat di bandara Supadio pontianak.


selama dalam perjalan Lili tidur nyenyak dipeluk suaminya. Hingga pesawat mendarat barulah dia terbangun, nampak wajah cemas suaminya.


"Nathan, periksa Lili " suara Lie Yuan panik takut terjadi sesuatu pada istri dan anaknya.


"Baik " Nathan memeriksa Lili dengan teliti masih di dalam kamar mewah di pesawat.


"Kakak ipar baik-baik saja tidak ada masalah " ucap Nathan sambil menyimpan alat medisnya.


"Ayo kita turun, Lie Yuan mengendong Lili turun dari pesawat.


"Aku bisa bejalan sendiri" Lili mencoba menolak saat sang suami ingin mengendong.


"Diamlah, pegangan nanti jatuh" ujarnya langsung mengangkat tubuh kurus istrinya.


Lili terpaksa mengalungkan lengannya di leher sang suami takut terjatuh, dia sebenarnya merasa malu dilihat orang.


di bawah sudah tersedia mobil untuk membawa mereka menuju kediaman tuan Christian.


Sekretaris Jimmy memberitahu kedatangan sang tamu kepada Nyonya Christian? memastikan kalau semua sudah siap untuk menyambut tamu istimewa dari Korea.


****


Sebelumnya.


Negara Indonesia.


Di sebuah rumah mewah nampak kesibukan yang tidak biasa, di dapur nyonya Christian dibantu kedua anaknya sibuk memasak, mereka memasak sendiri tanpa menggunakan para koki yang ada dirumah megah itu.


"Sudah siap, masakan ikan baung asam pedas tempoyak, dan sambal hati ayam petai" Nyonya Christian menyajikan masakannya diatas meja makan dengan perasaan gembira.

__ADS_1


"Kerupuk Basah juga sudah siap, langsung di pesan dari Kapuas Hulu, segera saya panaskan" ujar merry penuh semangat.


Kerupuk basah



Bagaimana tidak semangat mereka di transfer uang 1 milyar rupiah untuk menyiapkan masakan yang ingin di cicipi oleh istri tuan muda Lie Yuan , orang yang telah menyelamatkan perusahan mereka, sebenarnya tanpa di transfer uang pun keluarga Christian akan dengan senang hati untuk menjamu nyonya muda yang kabarnya sedang mengandung dan mengidam makanan khas Indonesia dari daerah Kalimantan Barat.


Penasaran seperti apa rupa nyonya Lie, kenapa hatiku jadi berdebar-debar begini. Nyonya Chrustian.


Yach nyonya Christian merasa berdebar-debar yang sulit untuk di lukiskan perasaanya, seketika dia pergi mengecek kamar anak nya yang sudah tiada.


"Ara maafkan mama, kamarmu akan ditempati tamu malam ini, tapi mama tidak akan memindahkan barang-barang kesayanganmu" Gumam nyonya Christian


Nyonya Christian melihat foto Ara saat terakhir perpisahan di sekolah dan dengan gembira menunjukan sertifikat beasiswa yang di perolehnya untuk melanjutkan pendidikan ke Korea. Di elusnya foto itu penuh perasaan, sebutir air mata jatuh di pipi nya.


Andai dulu aku melarangnya mungkin dia sekarang masih ada disini.


"Nyonya, mereka dari Korea sudah mendarat di bandara Supadio, sekretaris Jimmy barusan telpon" ujar Siti asisten rumah tangga memberitahu.


"Ah iya" Nyonya Christian meletakan foto Ara pada tempatnya dan bergegas menutup pintu dan turun ke lantai bawah.


Mungkin naluri seorang ibu, yang seolah ada kontak batin, dengan darah dagingnya.


"Bagaimana apa semua sudah siap? minuman dari tanaman Lidah buaya dan kue basah lapis legit, lapis belacan apa juga sudah siap?" tanya nyonya Christian pada Merry putri pertamanya.


"Sudah beres bu, bu ini semua makanan kesukaan Ara" gumam Merry tertegun mengingat sang adik yang sudah tiada, tak terasa air matanya juga menetes.


"Ia, jawab ibunya juga tertegun sambil memastikan hidangan seudah tersaji dengan sempurna.


Didalam rumah Tuan Chritian beserta keluarganya sudah berjejer rapi diruang tamu menanti kedatangan tuan muda Lie Yuan beserta nyonya muda Liliana Kim istrinya.


Lili terpana melihat rumahnya lagi setelah sekian lama, tidak ada perubahan, rumahnya masih sama terlihat mewah dan asri, pohon mangga, sawo, dan rambutan masih berjejer rapi di halaman, suasana damai sejuk dan adem terasa di rumah ini.


Air mata hampir mengalir dari kedua matanya tapi sekuat tenaga dia tahan teringat perjanjian dengan suaminya bahwa tidak boleh mengatakan identitas sebenarnya pada keluargannya.


Lili melangkah sambil memgengam tangan suaminya, keringat dingin mengalir dari tubuhnya, perasaan rindu pada orang tuannya dan kakak-kakaknya membuncah dalam dada.


Ketika mereka memasuki ruang tamu terlihat orang tuanya, beserta kakak-kakaknya berdiri menyambut mereka. Tanpa sadar Lili melepaskan gengaman tangannya dan ingin berlari memeluk ibu dan ayahnya. Tapi detik berikutnya dia urungkan sebab melihat wajah suaminya mulai menunjukan rasa khwatir.


Selamat datang silakan masuk ucap tuan Christian ramah.


seketika semua orang di dalam rumah itu terkejut melihat penampilan nyonya Lie Yang wajahnya mirip Mileara.


Sang ibu sudah berlari memeluk Lili dengan berurai air mata.


"Ara, apakah ini kau nak" suara nyonya Christian parau bergetar .


Lili juga menerima pelukan nyonya Christian" Aku Liliana Kim , senang bertemu denganmu. Suara Lili juga bergetar.


"Maaf, nyonya benar-benar mirip putri kami yang sudah tiada" ucap nyonya Christian dengan suara bergetar, sambil melepaskan pelukannya dengan mata basah penuh air mata menatap Lili.


"Panggil aku Lili saja bu, anggap aku putrimu" Jawab Lili sambil mengenggam tangan nyonya Cristian.


Lili juga menyalami dan memeluk kedua kakak nya, dan juga mencium tangan tuan Christian seolah salam perkenalan, padahal dia memang rindu.

__ADS_1


Setelah basa-basi dan juga menikmati es Lidah Buaya mereka di ajak menuju meja makan.


Hal itulah yang sudah di tunggu Lili, dia menuju meja makan di gandeng nyonya Christian dan kedua kakak perempuannya.


Lie Yuan cemberut merasa diabaikan.


"Biarkan kakak ipar menikmati momen ini, itu baik untuk kesehatan emosinya" bisik dokter Nathan sambil menepuk pundak sahabat sekaligus bos nya itu.


Sesampai di meja makan , Lili langsung terpana melihat semua masakan ibunya semua seleranya.


"Mari silakan makan" Ucap nyonya Christian yang duduk di seberang meja berhadapan dengan Lili, Mengambilkan nasi dan sepotong ikan baung asam pedas tempoyak juga sesendok sambal petai memberikannya pada Lili.


"Terima kasih bu" Lili makan dengan lahap sampai nambah dua kali.


sementara tuan Lie dan dokter Nathan mereka hanya makan nasi putih dengan telur dadar sambal saja, lidah mereka tidak bisa masuk makan tempoyak dan juga petai, mencium bau nya saja sudah hampir membuat mual.


Benar-benar berbeda selera.


Lili juga tidak mau memusingkan mereka, terserah yang penting aku makan kesukaanku.


setelah makan nasi ,Lili memakan kerupuk basah.


Sedapnya kerupuk basah dimakan bersama saus kacang tanah dengan sedikit cabe.


Melihat Lili memakan kerupuk basah suaminya menghampiri.


"Sayang apa tidak kebanyakan kamu makan, di jeda dulu, tunggu sebentar baru makan lagi" Lie Yuan khwatir perut istrinya akan mengalami masalah.


"Ia, aku cuma makan beberapa potong kok" jawab Lili sambil mengunyah sepotong kerupuk basah.


"Bu masakan ibu benar-benar sempurna, benar-benar enak" Lili berucap menatap ke arah ibunya, dia tidak menyadari saos kacang meleleh di bibir.


Melihat saos kacang berceceran di bibir istrinya, spontan Lie Yuan mengelap mengunakan ibu jarinya, terpancar tatapan sayang di wajahnya.


Aksi nya di lihat semua orang yang ada di meja makan.


ya ampun tuan muda benar-benar mencintai istrinya, bikin meleleh dech. Merry.


Selesai bersantap mereka di bawa ke kamar untuk beristirahat, sebenarnya Lili tidak ingin kekamar dia pingin pergi berjalan-jalan di taman melihat bunga mawar warna warni ibunya, tapi sang suami sudah memasang wajah masam.


"Kamu istirahat dulu masih ada waktu besok untuk jalan-jalan" ucap Lie Yuan tidak ingin di bantah, sambil menarik tangan Lili menuju kamar yang telah di siapkan , kamar nya dulu.


"Baiklah" Lili melangkah gontai menuju kamarnya.


Sampai di kamar Lili terpana melihat semua barang-barang kesayangannya masih tersimpan rapi pada tempatnya.


"Akhirnya aku bisa kembali ke kamar ini terima kasih Tuhan" Lili berucap penuh dengan rasa syukur, tangis haru keluar dari bibirnya, air mata menetes bak mutiara di kelopak matanya.


Dia berbaring di tempat tidur, dan tidak lama karena rasa lelah membuat nya dengan mudah tertidur, sedang sang suami membersihkan diri di kamar mandi.


Saat Lie Yuan keluar dari kamar mandi didapatinya sang istri sudah tertidur diatas kasur, nampak bibirnya sedikit terbuka, mengemaskan, dihampirinya sang istri dan di kecupnya bibir ranum sang istri yang terbuka. Tapi seketika dia memundurkan lagi wajahnya.


ha...bau apa itu kanapa mulutnya bisa bau seperti itu, apa karena makanan yang dia makan.


"wek ...wuwekk...wuwekkk" Lie Yuan buru-buru masuk kekamar mandi dan muntah di wastafel.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2