
..."Bersyukur, dan berterima kasihlah kepada yang memberi segala kehidupan, karena Sesungguhnya tidak akan ada yang terjadi tanpa ijin dari sang empunya...
...KEHIDUPAN"...
Hari begitu cerah di akhir pekan, Tuan Muda terbangun setelah pelupuk matannya merasakan ada cahaya mentari pagi lewat sela-sela tirai.
"Sudah pagi rupanya, aku ingin olah raga pagi sambil menghirup udara segar pegunungan".
Tuan Muda bergegas mengganti piyama tidur dengan training hitam dan baju kaos berwarna biru laut , sungguh segar penampilan tuan muda dan menambah ketampanannya.
Berjalan menelusuri jalan setapak menuju lereng bukit yang ada air sungai kecil lumayan buat mengerakkan badan.
Dari kejauhan sayup - sayup Tuan muda mendengar ada suara orang sedang berbicara. " Siapa yang berani menyusup ke pulau ini", pikir tuan muda sambil mempercepat langkah menuju sumber suara.
Mata tuan muda melihat punggung Ara, yang sedang memetik Anggrek hutan, kemudian duduk di tepi sungai sambil sesekali melempar kelopak bunga anggrek
__ADS_1
"Kenapa hidupku seperti ini, terkurung di pulau yang sepi tak tau ini berada dimana, Papa, Mama Aku rindu , bagaimana kabar kalian disana pasti kalian cemas karena tidak ada kabar dariku ". Tangis lirih Ara sambil terisak pilu.
"Entah apa yang ingin Tuan Muda itu lakukan padaku, kenapa dia mengurungku disini seolah tidak ingin diketahui oleh dunia luar",.
"Rupanya dia, lagi merindukan orang tua dan tanah kelahirannya" bagai mana jika dia tahu bahwa di tanah kelahirannya dia sudah dianggap mati, bahkan sudah ada makam atas namannya, kalau kamu mengetahui kenyataan ini seharusnya kamu bersyukur , masuk kedalam jet pribadiku .Gumam tuan muda dalam hati.
"Aaaa....!!! pekik Ara kaget melihat Seekor Macan Tutul berwarna putih tengah berbaring dan menatap kearahnya dengan mata tajam merah. Serasa jantung berhenti berdetak , wajah pucat pasi seperti tidak ada darah mengalir, Ara sungguh shock, pelan-pelan dia melangkah mundur dan begitu sudah terasa cukup untuk membalikkan tubuhnya untuk berlari menjauh sejauh mungkin dari tempat itu.
Sementara tuan muda bergegas berlari mendapati suara pekikan histeris Ara.
Sementara Tuan Muda demikian juga ,berlari kearah Ara juga tanpa melihat situasi didepan, sehingga terjadilah tabrakan keras antara Ara dan Tuan Muda.
"Tanpa Ampun Ara dan Tuan muda terjatuh berguling ditanah, dengan posisi Ara diatas tubuh Tuan Muda, dengan posisi begitu intim, dan rapat sehingga bibir Ara mendarat sempurna diatas bibir tuan muda, sepersekian detik posisi itu bertahan.
"Apa kamu tak punya mata, kamu sengaja ingin mencium dan memeluku ya ?" Suara Tuan Muda , seketika Ara sadar akan posisi Tubuh mereka.
Secepat kilat Ara berdiri dari atas tubuh Tuan Muda, seketika wajah Ara bersemu merah, "maaf tuan tadi saya tidak sengaja" tiba-tiba Ara teringat dengan macan tutul putih yang tadi menatap kearahnnya. Dia bergidik ngeri.
__ADS_1
"Tuan Muda, Ayo kita pergi dari sini", kata Ara dengan wajah panik,. Sambil matanya menatap nanar pada seekor macan tutul yang sekarang sedang berjalan ke arah mereka dengan langkah pelan dan pasti sedang menyeringai memperlihatkan gigi-gigi nya yang runcing.
Tapi sialnnya Tuan muda masih saja belum beranjak dari posisi berbaringnya. Nampaknnya dia kesulitan untuk bangun.
"Hei ....!!! Tuan jangan main- main kita sungguh tidak ada waktu lagi". pekik Ara semakin panik. Sambil terus menatap kedepan ke arah macan tutul yang berjalan perlahan seakan siap menerkam mereka berdua.
...BERSAMBUNG...
Apa yang terjadi pada Ara dan Tuan Muda ya, ayo kasih like dan koment ya biar saya semangat UP setiap hari.
...----------------...
__ADS_1