CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#56 Terungkap (2)


__ADS_3

Lili, bersandar pada dididing, tangannya mencengkram wastafel, berusaha menahan perasaan mual dan muntah, sudah hampir lima belas menit dia memuntahkan seluruh isi perut, sampai tidak ada lagi yang keluar hanya cairan berwarna kuning terasa pahit yang masih bisa dia muntahkan.


Pandangan mata berkunang dan rasa pusing melanda sampai dia tidak bisa memutar badan.


Detik berikutnya dia hampir ambruk ke lantai, tangan kekar yang sedari tadi berada tidak jauh darinya, menagkap dan memeluk tepat waktu hingga dia tidak terjatuh kelantai...dan segalanya terasa gelap. Lili pingsan lagi.


"Nathan, cepat kemari istriku pingsan!!" Lie Yuan menelpon Nathan dengan nada tidak sabar.


Hampir 2 jam Lili masih setia menutup matanya, rasa mual dan muntah sudah tidak ada, tapi badannya masih terasa lemas, kelopak mata sulit untuk dibuka.


Telinganya mendengarkan apa yang sedang dibicarakan suaminya dan dokter Nathan, hanya saja mata tidak bisa terbuka.


"Ini hasil tes darah kakak ipar," Nathan memberikan selembar kertas yang tertulis hasil tes darah Lili.


"Positif" Gumam Lie Yuan dengan perasaan yang amat bahagia.


apa aku benar-benar hamil? ingin ku lihat raut wajah suami seperti apa wajahnya sayang mata tidak mau dibuka.


******


Suasana di Mension.


Suasana Mension di buat sibuk pasalnya sejak berita besar yang sudah di tunggu-tunggu oleh kakek yaitu berita tentang cucu menantunya yang sekarang sedang hamil memasuki minggu ke tiga.


Semua heboh karena kondisi kehamilan Lili sangat lemah, dia bahkan tidak boleh bergerak dari tempat tidur,mual dan juga muntah sangat parah, tidak ada makanan yang bisa masuk ke mulut Lili.


Karena kondisinya semakin lemah, kakek dan Lie Yuan mendatangkan dokter ahli kandungan terbaik yang ada di negara ini, secara khudus untuk merawat Lili di mension, Lili terpaksa di pasangkan infus.


Saat melihat kondisi lemah Lili yang berada di tempat tidur, terbaring tak berdaya , ditambah pemandangan yang menusuk hati, tetesan air infus jatuh bak butiran air mata, sekeketika hati Lie Yuan bagai di remas tangan yang tak kasat mata, terbersit rasa sesal dan juga rasa bersalah didalam hati Lie Yuan.


Melihat kondisi ini apa aku harus membiarkannya pergi pulang ke negaranya.


Tergiang ucapan Nathan bahwa Lili muntah dan mual akibat psikis karena dia merindukan tanah airnya yang telah dipendam ke alam bawah sadar selama bertahun-tahun. Dan untuk mengobatinya harus menghilangkan kekwatiran secara psikis nya. Dengan kata lain Lie yuan harus membiarkanya pulang ke Indonesia.

__ADS_1


Aku haruas mempersiapkan segala sesuatu, sebelum dia pulang, harus memperbaharui isi perjanjian dengannya.


Fakta tentang gadis cinta pertamaku akan di buka dan harus di beritahukan semoga bisa membuatnya sedikit merasa lebih baik.


Setelah Lii selesai muntah untuk yang kesekian kalinya dalam sehari , Lie Yuan merasa sudah saatnya memberitahu pada Lili tentang fakta yang selama ini dia simpan dengan rapat.


Dengan sebuat tekat Lie Yuan memberikan sebuah kotak berwarna hitam mengansurkannya kehadapan Lili. Lili menegadah menatap ke arah sang suami, nampak pertanyaan besar dari matanya," benda apa ini?"


Seolah tahu dengan tatapan mata indah sang istri yang sekarang sedang layu akibat sering muntah menatap ke arahnya minta penjelasan.


"Bukalah, kau akan tahu apa isinya" ucap Lie Yuan lembut .


Dengan tangan gemetar lemah, Lili membuka kotak hitam secara perlahan-lahan seolah takut dengan apa isi didalamnya , setelah terbuka pertama-tama dia melihat sebuah jepit rambut, seketika dia mengerutkan alisnya mecoba mengingat sepertinya benda ini tidak asing, setelah itu dia membuka lagi lapisan kertas warna-warni yg ada didalamnya.


Begitu dibuka nampak lagi coklat kesukaannya seketika dia tersenyum hatinya tiba-tiba bahagia, kemudian dibuka lagi kertas warna-warni pada lapisan berikutnya dan nampak tulisan


Yakin berani buka disini akan kelihatan gadis cinta pertamaku yang sangat aku cinta.


kali ini dibukanya penutup kertas yang menghalangi dengan sedikit kasar namapak sekali bahwa dia sedang terburu-buru ingin mengetahui isinya. Ketika terbuka nampak foto nya saat dia memakai baju yang sama saat terjebak di lift waktu itu,


kenapa foto ku ada di sini


Kemudian dia membuka lagi lapisan berikutnya, dan terlihat foto anak lelaki yang pakai baju persis sama saat dia terjebak bersama di dalam lift.


"Apa maksudnya ini ?" tanya Lili sambil mencengkram kedua foto tersebut, menatap penuh tanya kearah Lie Yuan.


"Mengapa ada foto masa kecilku di sini dan juga ini foto anak kecil yang waktu itu terjebak bersamaku di lift, apakah .....? Lili tidak bisa melanjut kan katanya karena air mata sudah lebih dulu mengalir ketika dia mengankat wajahnya menatap Lie Yuan airmata sudah menganak sungai.


Apakah suamiku adalah orang yang sama dengan anak lelaki yang terjebak bersamaku didalam lift.


"A...apakah kamu adalah anak itu?" LIli bertanya lagi dengan perasaan berharap yang besar dalam hatinya.


Lie Yuan tidak menjawab dia malah duduk merengkuh Lili kedalam pelukannya membelai lembut rambut nya dan membenamkan wajah diatas puncak kepala Lili.

__ADS_1


Kemudian kedua tangannya menangkup kedua pipi mulus Lili yang sekarang kelihatan tirus , mengakat wajahnya untuk menatap langsung mata yang sekarang penuh air mata.


Empat mata saling menatap berjuta perasaan yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.


Dengan Lembut Lie Yuan mengecup bibir mengoda istrinya yang sekarang terlihat pucat.


"Aku lah itu" Jawabnya penuh perasaan.


"Tuhan sudah menunjukan kekuasaannya, dengan mengirim engkau langsung padaku, jadi tolong...jangan memikirkan apapun...tolong" ucapnya lagi dengan suara rendah menahan perasaan terharu, tatapannya mengunci pada wajah Lili.


"Maafkan aku baru mengatakannya, padamu , aku ingin kamu mencintaiku karena itu adalah aku saat ini, bukan ber embel-embel anak lelaki yang sedang terkurung dalam Lift waktu kecil.


"Apakah kau mencintai aku" seandainya aku bukan gadis itu?" pertanyaan Lili serasa menusuk jantungnya.


"Aku mencintaimu, masalah kamu gadis masa kecilku atau bukan itu tidak penting lagi yang penting adalah sekarang"


"Aku sudah memohon di setiap doaku di setiap malam sebelum kita bertemu"


"Dan Tuhan sudah mengirimmu padaku sebagai bonus" Ucapnya bahagia terpancar dari tatapan dalam ,matanya yang tidak ditutupi.


Jangan pernah berhenti berharap jika punya ke inginan teruslah berdoa dan berusaha niscaya Tuhan akan mengabulkan doa hamba Nya yang berharap penuh pada Nya.


Lili menganguk dan memeluk erat tubuh suaminya, penuh rasa syukur.


Aku akan terus berusaha dan berdoa supaya bisa berkumpul dengan keluargaku di Indonesia aku ingin pulang bukan untuk meninggalkan suamiku aku hanya ingin agar mereka tahu bahwa aku masih hidup sampai sekarang. Batin Lili.


Aku harus mempersiapkan segala sesuatu, sebelum dia pulang, harus memperbaharui isi perjanjian dengannya. Batin Lie Yuan.


Apa isi perjanjian yang akan di perbarui Lie Yuan ?


Bersambung....


Baca juga novel Author yang lainnya yaitu Kisah Cinta Lea.

__ADS_1


__ADS_2