CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part # 50 Malam Pertama


__ADS_3

Peringatan: Ada adengan 21+ mohon bijak dalam membaca, bagi yang masih dibawah umur.


...*****...


Sepulang dari kursus.


Tidak terasa Hari sudah menjelang sore, Lili memeriksa notifikasi di ponselnya tidak ada pesan maupun riwayat panggilan, dia menarik nafas kesal sudah hampir sebulan sejak hari pertama dia menikah suaminya tidak pulang dan hanya memgirimkan pesan Lewat asisten Lion, keadaan ini seperti kembali ke masa tiga tahun yang lalu saat tuan muda menghilang dan tidak ada kabar berita, hanya bedanya kalau dahulu Lili belum terikat dengannya jadi tidak begitu masalah.


Sekarang mereka sudah menikah tidak seharusnya dia mengulangi gayanya tiga tahun yang lalu.


sekali lagi Lili menarik nafasnya jengah. diliriknya pergelangan tangannya jam menunjukan pukul setengah lima sore sudah waktunya pulang, biasanya kakek akan menunggunya makan malam.


Bergegas Lili menelpon supirnya untuk menjemputnya di cafe dekat tempat kursusnya, sekitar sepuluh menit mobil jemputanpun datang, mereka pulang menuju mension sekitar jam setengah enam sore.


Tampak suasana tetap sepi tidak terlihat kakek yang biasanya ada di halaman belakang memeperhatikan hewan peliharaannya.


Lili melangkah kedalam rumah setelah menyapa para pelayannya dengan ramah dia menuju ke kamarnya, entah kenapa perasaannya berdebar-debar dari siang tadi rasa yang sulit untuk di jelaskan. Aneh.


sebelum mencapai tangga Lili berpapasan dengan Asisten Lion yang sepertinya baru turun dari lantai dua.


ah ternyata dia sudah datang


"Nona suasana hati tuan muda sedang tidak baik tolong jangan banyak membantahnya" Ucap Lion sambil membungkuk dan berlalu pergi.


"Ia terima kasih" jawab Lili.


apaan sih pulang - pulang bikin takut aja.


Lili menaiki tangga dengan berdebar-debar.


Lili mendorong daun pintu kamar dengan perasaan tak menentu, ternyata lampu sudah menyala dan ketika dia memasuki kamar matanya langsung membentur tubuh seseorang yang sedang duduk di sofa, dengan menyilangkan kaki. Lili tampak sedikit tercengang sudah hampir sebulan tidak bertemu pria ini tetap terlihat amat tampan, seperti anak kesayangan tuhan, sangat indah seperti dewata yang diciftakan dengan sangat hati-hati begitu indah sehingga orang tidak akan berpaling dari wajahnya sama sekali, tetapi ekspresi diwajahnya sedingin salju mata tajam bak elang menatap kearah Lili, membuat bulu kuduk meremang.


Pria itu menatap tajam wajah Lili yang cantik dan postur tubuhnya indah, sesaat ekspresinya tertegun beberapa detik, seandainya dia tidak melihat sepasang mata yang alami dan unik diwajah wanita itu dia khwatir salah mengenali orang sekarang.


Istriku sekarang ternyata semakin cantik dan sempurna,


memang kapan aku berani membantahnya , kalau kesal jangan pulang.


Lili terap mematung didepan pintu.


"Tutup pintunya" ucap tuan muda dingin.


"Kau bertemu lelaki lain hari ini, berani sekali ya, saat suami tidak ada malah bertemu lelaki lain dan berdandan seperti ini, kamu mau merayu semua lelaki y" Ucap suaminya dengan wajah semakin mengelap.


Deg...


bagaiman dia bisa tahu aku ketemu lelaki lain, bukan...teman lelaki, teman kampus dulu .


"aku hanya bertemu teman kampus" ucap Lili sambil menunduk

__ADS_1


Harusnya acara pertemuan bukan seperti ini, harusnya bepelukan mesra bukan malah dimarahi dan dihakimi seperti ini.


"teman kampus, sampai berpegangan tangan segala, yang benar saja", ucapnya berang.


"Sana mandi aku tidak sudi melihat jejek orang lain di tubuhmu" ucaonya sambil mengibaskan jarinya mrnyuruh Lili pergi mandi.


Lili melangkah dengan kikuk menuju kamar mandi.


Ih...kenapa horor sekali ya jejak orang lain , iihh...kan cuma menyentuh tangan dan itu juga bukan ke inginanku.


Lili mandi dengan berendam di bathub setelah selesai berendam dia membilas tubuhnya di shower dan mengeringkan badannya dengan handuk. Dia melangkah menuju walk in closet dan bermaksud menganti pakaian dengan baju tidur.


Lili mencari-cari baju tidur tapi tidak ada yang pantas semua baju tidurnya sudah berganti dengan Lingere dengan bermaca merek dan model tapi tetap semua lingere mata Lili terbelalak.


wah bagaimana ini semua lingere kemana perginya baju-baju tidurku, tidak mungkin aku pakai baju yang seperti itu yang ada aku dikira sengaja mengodanya.


Sedang Lili kebingungan memikirkan baju apa yang dia pakai terdengar suara suaminya dari luar.


"Cepat keluar sampai kapan kau akan ads disana?"


"Maaf sebentar lagi "ujar Lili, lalu dia mengenakan celan training dan baju kos longgar.


Ketika pintu terbuka .


Tuan muda membayangkan Lili keluar dengan memakai Lingere yang seksi tapi ternyata dia melihat Lili mengunakan training dan baju longgar.


"Maaf baju tidurnya semua lingere seksi tidak mungkin aku memakainya" jawab Lili kikuk.


"Kamu malu dengan suami sendiri" ucapnya mendelik.


"Ganti sana mataku sakit melihat kamu pakai baju yang tidak sesuai seperti itu.". tidak berani membantah Lili masuk menganti baju tidur lingere berwarna hitam dan Lili risih melihatnya lalu dia mengunakan kardigan untuk menutupinya.


Ketika dia keluar sudah ada hidangan di atas meja, hidangan makan malam.


"Ayo makan, kamu akan memerlukan banyak tenaga nanti".


Lili menuruti, menyendok makanan untuk suaminya dsn ketika ingin mengambilkan untuk dirinya.


"Suap aku" ucap suaminya.


"Baik" ucap Lili Lili memyupkan makanan sampai habis lalu kemudian suaminya mengambil alih piring di tangan Lili dan tidak terasa makananpun habis...


Selesai makan mereka monton tv sebentar dan tuan muda memegang Laptop tidak bersuara.


smapai terdengar tuan muda mematikan laptopnya dan muju kamar mandi untuk mengosok gigi setelah dia kelur giliran Lili yang masuk untuk gosok gigi.


Ketika dia keluar sudah terlihat suaminya sudah bersandar di kepala tempat tidur.


"Matikan lampu"

__ADS_1


"baik" Lili berjalan mematikan lampu..


karena suasana gelap tidak sengaja Lili tersandung suatu dan terjatuh ditempat tidur menimpa suaminya.


Seketika tangan suaminya melingkari pinggang Lili yang terjatuh menimpanya.


"ternyata kamu sudah tidak sabar ya" ucap suarnya berat mendesah di telingga Lili.


Seketika Lili ingin bangkit, tapi belum kesampaian niatnya mereka sudah ganti posisi dengan suaminya berada diatas dan Lili terhimpit dibawah. Suaminya mencengkram dagu Lili dan mencium bibirnya kali ini bukan hanya kecupan di bibir tapi lebih dari itu, suaminya mengigit bibir Lili dan menerobos kedalamnya.


Disela-sela ciumnya dia bergumam


"Apa kau merindukanku" istriku?" ucap suaminya sambil membelai lembut pipi istrinya.


"Tidak" jawab Lili kesal


"Akui saja kau merindukan suamimu yang tampan ini"


"tidak, apan sih ucap Lili sambil berusaha melepaskan diri"


"Maaf , aku pergi meninggalkan mu terlalu lama. Gumamnya lagi


"aku juga sangat merindukanmu istriku.


" Kamu tidak lupakan kalau aku berhutang malam pertama padaku, aku mau meminta hakku sebagai suami aku menginginkannya apa kau sudah siap?"


Lili tidak bisa menjawab, dan juga tidak bisa menolak, mereka sudah suami istri sah dan sudah sewajarnya.Dia diam saja tidak menjawab dan tidak juga menolak.


Merasakan tidak ada penolakan Lie Yuan semakin mengencarkan serangannya,mencium bibir istrinya dengan perlahan, ciuman semakin turun dan turun sampai ke leher jenjang Lili dan memberikan beberapa jejek kepemilikan di sana, turun ke dada mendapati


dua buah gundukan kenyal , dengan rakus di benamkan wajahnya disana, bermain-main dengan dua butir cery dilumat dan dikulum, sementara tangannya sudah mulai sulit dikonsdisikan mengikuti naluri, semuanya dilakukan dengan sangat perlahan dan lembut, Lie yuan ingin membuat pengalaman pertama baginya dan juga bagi istrinya menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.


Setelah cukup bermain di dada istrinya, perlahan ciuman turun sampai mendapati lembah perawan yang belum pernah di sentuh, putih dan mulus.


Lie Yuan belum pernah melakukannya tapi dia ingin istrinya merasakannya, bagaiman lidahnya semakin turun hingga menyentuh kewanitaan Lili.


"Ummm...argkk...gumam Lili, dia ingin menahan desahannya dengan mengigit bibirnya kuat, tapi desahannya masih lolos juga., sunguh rasa ini bisa membuatnya gila.


Lie Yuan menahan pinggang Lili agar tidak banyak bergerak, dada Lili membusung saat merasakan Lidah suaminya menerobos masuk.


"Aaaaakkhhhh..." desah Lili prustasi merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan.


Permainan dewasapun mereka lakukan sepanjang malam


Dan akhirnya malam panjang malam pertama mereka baru saja dimulai...sampai pagi menjelang..


...💝Bersambung💝...


...💝TE,AMO💝...

__ADS_1


__ADS_2