CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part # 63 Kejutan Pagi.


__ADS_3

Ketika keluar dari mobilnya Lie Yuan bergegas memasuki mension dan langsung masuk menuju kamarnya, perlahan dia membuka pintu dan melihat lampu sudah di padamkan perlahan dia masuk kedalam kamar dengan berjinjit takut membangunkan sang istri yang sedang tertidur.


Ketika dia masuk, matanya melihat sang istri sedang tertidur diatas sofa, dengan perut yang membuncit, seketika hati merasa menghangat dengan perlahan dia berlutut dan mengangkat sang istri memindahkannya keatas ranjang dan menyelimutinya...dikecupnya kening sang istri.


"Maafkan aku sayang, tidak sempat menemanimu kelas hamil?" Lie yuan berucap dengan raut wajah sedih penuh penyesalan, sambil beranjak menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya , setelah selesai mandi dan berpakaian dia baring di samping sang istri yang masih setia di pelukan mimpi.


cukup lama dia menghabiskan waktu untuk menatap wajah istrinya yang terlelap. Lelah dan kesalnya hari ini seperti menguap melihat wajah tenang istrinya, diapun mulai memeluknya



"Lili" ,tangan sudah mulai menyentuh bagian kesukaannya, bibir sudah mulai menciumi leher, Lili mengeliat antara sadar dan tidak.


"Hemmm.., sayang" Ucap Lili sepertinya dia mengiggau, karena dia mengatakannya dengan mata setengah terpejam. Dan benar saja setelah mengatakan dia kembali terlelap, tanpa benar-benar menyadari kalau suaminya sudah ada di sampingnya.


Lie Yuan menarik ujung selimut dan melepaskan tali baju tidur yang dipakai istrinya.


"Lili" ciuman lembut di bahu, dan dada , juga mengelus dan mencium perut buncit yang sudah terbuka.


"Hemmm..." mengeliat tetapi mata masih terpejam.


"Lili, aku ingin menjenguk anak kita , boleh ya?"


"Hemmm...."


"maaf tadi aku tidak bisa menemanimu, tapi aku janji kedepannya aku tidak akan mengulanginya lagi, aku akan selalu menemanimu sampai proses persalinan nanti"


"Sekarang boleh aku menjenguk anak kita kan?"


"Ia" mengeliat lagi seperti terusik dengan aktivitas tangan dan bibir Lie Yuan yang menyelusuri tubuhnya. Tapi matanya benar-benar terpejam." Kau mau berapa r***e?" tanya Lie Yuan.


"Hammmm...sepuluh". Tidak tahu apa yang diimpikan Lili tapi angka sepuluh benar-benar terucap dari mulutnya.


"Ha..ha..ha..ha.. kamu yang minta ya.


Lie Yuan benar-benar melaksanakan niatnya untuk menjenguk sang buah hati di dalam rahim sang istri, dia melakukannya dengan irama perlahan , diiringi rintihan dan desahan seksi sang istri yang sepertinya terus sedang bermimpi .


Setelah puas Lie Yuan menghentikan aktivitasnya, lembut dia bersandar di bahu sang istri, melingkarkan tangan, mencium aroma vanilla di tubuh Lili sampai dia ikut terlelap di selimut mimpi.


Kejutan dipagi hari


Pagi hari yang cerah embut turun membasahi dedaunan seperti butiran mutira berkilau ditimpa sinar matahari pagi yang sudah menerobos lewat celah ventilasi jendela, nampak wajah tampan sedang terlelap dalam tidurnya ketika Lili membuka mata.


Lili bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


"aaaaaas..." Lili berteriak saat menatap pantulan seluruh tubuh polosnya yang tervisualisasi didepan cermin kamar mandi. Secepat teriakannya, secepat itu pula pintu terbuka.


Jekrek..!!! suara pintu terbuka dengan keras.


Lie Yuan muncul dengan wajah paniknya, sambil melihat sekeliling, lalu mendekat segera ke arah Lili.


"Kenapa, apa ada yang sakit, apa kamu sudah mau melahirkan?"


Lili langsung menyambar handuk di gantungan. Terkejut melihat Lie Yuan yang muncul tiba-tiba padahal tadi lelaki itu masih terlihat sedang terlelap saat Lili masuk ke kamar mandi.


"Kenapa berteriak apa perut mu sakit?" apa sesuatu terjadi, kau tidak apa-apa?" tanya Lie Yuan cemas sementara yang ditanya mundur kebelakang, memperbaiki penampilannya , memakai piyama handuk mandinya. Melihat wajah panik Lili, Lie Yuan mulai tergelak lega sepertinya tidak sakit perut mau melahirkan, sepertinya Lili terkejut melihat tanda merah kepemilikan di sekujur dadanya. Lie Yuan mulai tergerak melihat alasan teriakan istrinya.


"Kenapa?" tertawa sambil menarik ujung piyama yang dipakai Lili. " istriku sekarang sedang merona" tangan nakalnya sudah mulai menarik handuk yang dipakai Lili hingga terlepas memunculkan pemandangan yang menggoda dipagi hari, wanita hamil sungguh menggoda iman.


"Kau melakukan apa semalam sayang?" sambil menepis pelan tangan nakal Lie Yuan.


"Apa ? , tidak melakukan apa apa aku tidur" jawaban polos tak tahu malu.


"Lalu ini apa?" Sambil menarik handuk menunjukan tanda merah di leher dan bahunya. " ini lagi, ini apa?" tanpa sadar Lili membuka handuknya, menunjukan tanda bukti yang tadi dengan susah payah berusaha dia tutupi, dia bahkan tidak merasa malu! karena melakukan dengan refleks tanpa sadar . Tadinya dia ingin menangkap basah pelaku, tapi justru dia yang wajahnya sekarang menjadi merah padam bak tomat matang.


"wah kau sedang menggodaku sekarang" seketika Lili tersadar dengan apa yang dia lakukan. Langsung mata cantiknya yang bak bintang kejora terbelalak . Secepatnya dia merapikan piyama handuk, mengikat talinya dengan kencang.


"Sayang jangan terlalu kencang, kau menyakiti anak kita, ingat di perut mu ada anak kita sekarang, apa kau lupa?" Lie Yuan maju dan menarik tali yang melilit dipinggang piyama yang dipakai Lili, sambil tersenyum penuh makna.


"Tidak" Lili menjawab sambil mundur kebelakan, dan Lie Yuan juga maju selangkah kedepan, Lili mundur sampai punggungnya menyentuh diding dan sekarang Lie Yuan sudah berada beberapa senti didepannya, desahan napas nya terasa di kulit wajah Lili.


"Aku tidak mengoda mu sayang, aku hanya menunjuk tanda bukti perbuatan mesum mu"


"ha..ha..ha..apa mesum" Lie Yuan tertawa mendengar istilah yang dipakai Lili, "Sejak kapan bercinta dengan istri sendiri di sebut mesum" Lie Yuan meraih dagu Lili dan dengan cepat m****t bibir merah Lili m*****t bibir dengan bersemangat sambil tangannya mulai sulit di kondisikan, mengelus dan meraba sesuka hati menjamah tempat favoritenya. Tiba-tiba terasa tendangan dan gerakan di dalam perut Lili, dan kebetulan saat itu tangan Lie Yuan sedang menyentuh dan membelai perut Lili.


Seketika aktivitas mereka hentikan dan Lie Yuan menunduk berlutut mencium perut Lili.


"Malaikat kecil didalam sana apa kamu menyukai sentuhan daddy" tanya nya sambil terus mengelus dan mencium perut Lili.


"Hammm..." Lili memberontak takut Lie Yuan tidak bisa menahan diri, tapi tentunya sia-sia tanganya sudah ditarik keatas kepala, bahkan laki-laki ini hanya perlu satu tangan, dan tangan satunya sudah semakin tidak bisa dikondisikan sudah menjarah bagian mana saja sesuka hatinya.


Bibir tipisnya sudah mulai m*****t, menjikat kedua benda kenyal di dada Lili menghisap dalam disana.


"Kata dokter saat kehamilan usia ini kita harus sering melakukannya supaya saat persalinan akan lancar" bisik Lie Yuan lembut di telinga Lili..Akhirnya Lili pasrah saat sang suami melepaskan seluruh pakaian ditubuhnya dan mengendongnya menuju ranjang mereka karena di saat seperti ini menolakpun percuma tidak akan bisa memadamkan gelora yang sudah berkobar di tubuh sang suami.


Akhirnya setelah selesai mereka mandi bersama, Lili duduk didalam bak mandi , sementara Lie Yuan dengan hati-hati membasuhnya, menguyur perlahan air hangat membasuh tubuh polos Lili, mengosok spon lembut dengan sabun aroma vanilla menberikan shampo aroma strowberri kesukaan Lili.


"Lili" Lie yuan terus mengosok tubuh Lili dengan spon dan busa sabun melimpah didalam bak mandi.

__ADS_1


"ia" jawab Lili.


"Kau ingat, saat pertama kita mandi bersama sebelum kita nikah" waktu itu kau terlihat sangat tertekan, apa itu pertama kalinya kau lihat tubuh polos pria?"


"Tidak aku tidak ingat pernah mandi bersama sebelum nikah".


mandi bersama apaan...


"Apa kamu tidak menyadari bahwa saat dari pertama aku sudah menyukaimu?" apa kau tidak naksir aku saat itu?" tanya Lie Yuan Lagi. Sambil menarik Lili dengan hati-hati menuju shower dan membilas tubuh mereka di sana, saat di bawah guyuran air shower tubuh mereka bersentuhan dan tangan Lili tanpa sengaja menyentuh junior Lie Yuan saat merasakan benda keras dan tegak di tangannya Lili refleks melirik dan berterik kaget.


"Aaaaaa" sambil berjalan menjauh secepat kilat menarik handuk dan berjalan keluar kamar mandi dan menuju ruang ganti baju.


Tiba-tiba terasa seseorang memeluk dari belakang dengan benda keras terasa menyentuh pinggang Lili.


"Sayang" Lie Yuan sudah mencium tengkuk dan Leher Lili terdengar napas nya sudah memburu.


"Ia sayang lepaskan dulu, aku ingin mengambilkan baju untukmu" Lie Yuan malah tidak mengindahkan ucapan Lili, sekarang kepalanya malah sudah disandarkan di bahu Lili, Mencium Leher dan telinga Lili.


"Hentikan jangan mengangguku" ucap Lili.


"Semalam kau bilang ingin sepuluh r***e, ini baru satu r***e masih tersisa sembilan r***e lho".. .. tersenyum smilk.


"apa"...berbalik menatap tidak percaya, dan kesempatan ini di pergunakan Lie Yuan untuk m****t bibir sang istri.


"Semalam kau mengatakannya"


"bahong! aku bahkan tidak tahu kamu datang.


"benar" kau sampai merengek mengatakannya , meminta aku melakukannya padahal aku sedang capek lho semalam baru datang menerjang badai".


"Pokoknya sepuluh ronde!, rengekmu semalam"


Ah apa penyakit sering mengiggauku mulai kambuh lagi tapi masa sih sampai minta hal yang begituan. memalukan.


Sepanjang hari Lili berusaha mengingat kejadian semalam apakah benar dia meminta kepada suaminya sampai sepuluh ronde, tapi tidak ada sedikitpun dia mengingat kalau sudah meminta demikian.


Sementara sang suami sudah berangkat ke kantor dengan wajah yang penuh kebahagiaan.


Sedang Lili membaca buku-buku tentang pengetahuan perawatan bayi, terdengar suara merdu nada dering dari ponselnya.


Terlihat nama suamiku memanggil, segera dia mengankat telpon.


"Sore nanti kita ke rumah sakit untuk melakukan USG, aku ingin melihat anak kita berjenis kelamin apa, kamu siap siap ya sebentar lagi Lion akan menjemputmu, hati-hati ya. Aku mencintaimu, Much..." ucap Lie Yuan di seberang sambungan telpon.

__ADS_1


"Baiklah" ucap Lili.


Bersambung....


__ADS_2