CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#22


__ADS_3

Jadilah lilin....


Jadilah cahaya yang berbinar dalam kegelapan....


Jadilah inspirasi yang bisa membuat perubahan besar dalam hati orang lain...


Jadilah embun...


Yang menyejukan hati banyak orang❤


...****************...


Tuan Lie memakai handuk sepinggang tetesan air yang turun dari rambutnya yang basah mebasahi tubuhnya yang memiliki otot-otot kekar Lili sedikit terpana menatap pemandangan yang membuatnya tertegun sejenak.


"Sial...hatiku berdebar melihat tuan muda yang tampan dan seksi, ih....ya ampun kenapa otakku jadi eror begini" Lili hanya bisa memaki dalam hati .


"Ambilkan lagi bajuku, aku ingin memakai kaos warna coklat" Teriak Lie Yuan.


Buru-buru Lili membuka air pembuangan bathtub, bergegas dia menuju walk in closet tempat penyimpanan pakaian dan asesoris Lie Yuan.


Lili kebingungan melihat pakaian yang begitu banyak.


Jas - jas berbagai warna tergantung di bagian kanan, kemeja dan kaos di sebelah kiri, tersusun dengan rapi sesuai warna.

__ADS_1


Didepan ada rak sepatu berjejer rapi dan di tengah ruangan ada etalase asesoris jam, kaca mata yang tersusun rapi bak di toko.


"Pakaian dan asesoris sebanyak ini apa bisa dia pakai semua"


Lili mengaruk kepalanya yang tidak gatal, memang orang kaya enak mau apa aja bisa.


"Hei ...kenapa lama sekali, apa kamu ingin aku telanjang terus ?" teriak tuan Lie Yuan dari dalam kamar.


"Maaf aku binggung memilih baju ada banyak warna coklat disini", jawab Lili masih di dalam walk in closet.


"Terserah yang penting warna coklat".


Akhirnya Lili mengambilkan baju kaos berwarna coklat muda dan celana pendek selutut yang warnanya senada, sampai dikamar Lili kaget melihat Lie Yuan sudah melepaskan handuknya duduk santai di atas sopa.


"Saya permisi dulu ya"Lili cepat-cepat ingin berjalan keluar kamar.


Karena dia tidak melihat kedepan ataupun ke samping Lili ternyata menabrak Lie Yuan yang tengah berganti pakaian, karena tidak siap tubuh Lie Yuan kurang seimbang mereka berdua jatuh terbaring di sopa dalam posisi Lili diatas tubuh Lie Yuan.


Lama mereka berdua dalam posisi itu, saling menatap Keduanya merasakan debaran dan desiran indah didalam hati masing-masing, begitu tersadar Lili secepat kilat ingin melepaskan diri dipelukan Lie Yuan, tapi tidak bisa karena Lie Yuan begitu kencang memeluknya dan tidak mau melepaskan pelukan di pinggang Lili.


Pelan-pelan Lie Yuan menggankat kepalanya mendekati wajah Lili yang merona karena malu, untung saja Lie Yuan sudah selesai memasang celana sehingga dia tidak terlanjang , bayangkan jika terlanjang ditimpa tubuh Lili.


Dengan lembut Lie Yuan membenamkan ciuman pada bibir Lili, tanpa memberikan kesempatan buat Lili melepaskan diri, dengan lembut Lie Yuan mengigit bibir Lili sehingga terbuka dan lidahnya dengan bebas masuk kedalam bibir Lili mengecap rasa manis disana , lama mereka berciuman sampai hampir kehabisan napas barulah Lie Yuan melepaskan ciumannya.

__ADS_1


Kemudian Lie Yuan melanjutkan lagi menciumi dahi dan pucuk kepala Lili.


"Hei... gadis ceroboh sudah puas kamu mengambil kesempatan untuk memeluk dan menciumku", suara Lie Yuan memecah ke sunyian debar jantung mereka berdua.


Buru-buru Lili bangun dengan wajah merah padam.


"Dasar Tuan Muda kejam, dia sendiri yang memeluk dan mencium aku tapi malah membalikan fakta seolah aku yang menciumnya"


"Maafkan aku Tuan" suara Lili sambil gemetar mengepalkan tangannya menahan amarah juga rasa malu.


Dia berlalu keluar sambil membanting pintu, sementara Lie Yuan masih duduk di sopa sambil membelai bibirnya bekas berciuman dengan Lili tadi, dia tersenyum merasakan yuniornya menegang, ternyata gadis itu benar-benar penyembuh penyakitku.


"Aku selalu bergairah bila melihat dirinya", dan ini bukanlah napsu tapi benar-benar perasaan yang sulit diungkapkan"


"Apakah aku sudah jatuh cinta?" Lie Yuan tetap tersenyum.


Bersambung❤



Bagi semua pembaca setiaku yang merayakanya.


kasih Like 👍🏼 dan kometar ya serta VOTE.

__ADS_1


Thank You❤


__ADS_2