
Setelah Lelah seharian dengan segala rutinitas, Lili tertidur pulas, dia benar-benar merasa sangat kelelahan apa lagi saat si kecil Kennie agak rewel akibat panas dalam karena kebanyakan memakan es krim.
Untung panas nya segera turun setelah minum obat, setelah menidurkan si kecil di kamarnya Lili, mendapat telpon dari sang suami, mengabarkan akan pulang terlambat karena lembur ada banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
Lili ketiduran hingga pagi menjelang ketika terbangun dia melihat waktu sudah jam 10 pagi, “astaga aku terlambat mengurus anak-anak dan melewatkan waktu mengantar mereka ke sekolah “gumam Lili .
Begitu dia menoleh ke sampingnya ternyata sang putri sedang tertidur, reflek Lili meraba keningnya dan merasa lega panasnya sudah turun, Kennie tidak demam lagi.
Kemudian fokus Lili kembali pada jam kecil di atas nakas samping tempat tidur ,aneh dia jelas-jelas sudah mengatur alarm, kenapa alarmnya tidak berbunyi. Lili duduk dan mengamati sejenak, alarm ternyata sudah dimatikan. Apa semalam sang suami pulang ?
“Liliana Kim, aku sangat mencintaimu, selamat malam dan mimpi indah” kata itu selalu terngiang di telingaku, saat aku tertidur semalam, aku mendengar suara suamiku, berarti itu benar bukan mimpi” gumam Lili lagi sambil bangkit keluar menuju kamar nya.
Segera dia membersihkan diri, mengganti bajunya, dan turun kebawah untuk sarapan, saat menuruni tangga tiba-tiba langkah kakinya terhenti, mata sedikit membelalak kaget menatap lelaki muda yang sedang duduk diatas sofa.
Akira Hydosi!
Kapan dia datang.
Akhira mendengar suara langkah kaki dari lantai atas juga menoleh dan melihat ke arah Lili, dia melihat dengan wajah terkejut antara sedih dan bahagia ternyata kakak ipar sudah kembali, sehat dan makin cantik.
“Kakak Ipar?” gerakan Akhira sedikit kaku bangun dari sofa, mata nya dalam menatap erat wanita yang sedang berdiri diatas tangga .
“Bagaimana kabarmu, apa yang terjadi padamu selama ini” kami semua hampir gila karena kehilanganmu kak” ucap Akhira dengan mata berkaca-kaca.
Akhira buru-buru menghampiri Lili dan membentangkan tangannya untuk memeluk Lili, tapi Lili masih berdiri kaku di atas tangga, tidak menghampiri Akhira.
“Kakak ipar, apa kau tidak rindu padaku, aku ingin memelukmu” ucap Akhira menghampiri Lili dan menariknya turun dari tangga.
“Kabar ku baik-baik saja, terlalu banyak hal yang terjadi padaku, hingga aku sulit untuk menceritakannya” ucap Lili menatap Akhira. Sekarang Akhira sebagai adik iparnya rasanya tidak pantas untuk berpelukan.
Lili melangkah menuju ke ruang makan, membuka kulkas dan meneguk air putih.
“Ayo sarapan” ajak Lili mengalihkan pembicaraan dia tidak mau menceritakan pengalaman hidupnya selama dia jauh dari Lie Yuan.
Akhira yang sudah bersiap ingin memeluk Lili merasa sedikit kecewa karena dihindari, raut wajah menjadi sedikit buruk dia melangkah gontai mengikuti Lili ke ruang makan.
__ADS_1
Belum sempat melangkah, handphonenya berbunyi, dia segera mengeluarkannya melirik sekilas di layar hp ternyata dari abangnya Lie Yuan.
Mata Akhira masih melirik sekilas dan masih menatap erat wajah Lili, menempelkan hp ke telinga dan mendengar suara abangnya: “ Dengar-dengar kamu sudah datang , kenapa tidak pergi ke kantor dan langsung pulang ke Mansion?”
“Ia aku sudah datang dan, aku sudah rindu ingin melihat kakak ipar, mengapa tidak memberitahuku kak” ucap Akhira nyarin di telepon.
“Akhira, kamu jangan coba-coba tidak sopan begitu ya” ucap Lie Yuan sedikit kaget mendengarnya mengatakan rindu pada Lili.
“Abang, aku juga ingin melihat seperti apa rupa wajah kedua keponakan ku, bukan hanya karena rindu dengan kakak ipar hingga aku tidak sabar untuk melihat mereka.
“Rupa mereka pastilah mirip dengan ku, apa musti tidak sabar untuk melihatnya” ucap jengkel Lie Yuan dibalik telepon.
“Kakak, betapa beruntungnya dirimu, menemukan istri sekaligus dua anak , aku beneran iri padamu” Akhira beneran merasa sulit untuk menerima kenyataan, bahwa abangnya sudah punya anak, sementara dirinya pacar pun belum punya.
Mendengar nada cemburu Akhira, Lie Yuan tidak tahan dan tertawa, “makannya buruan cari jodoh” ucap nya.
“Aku maunya yang seperti kakak ipar” ucap Akhira sambil melirik Lili.
“Akhira jangan melewati batas kesabaranku kalau kau ingin selamat” terik jengkel Lie Yuan.
Malam ini tinggalah untuk makan malam, akan ku kenalkan kedua anak padamu” ucap Lie Yuan lagi, langsung mematikan telepon.
“Kakak Ipar, bagaimana kamu melahirkan kedua anak, apa selama ini kamu menderita” ucap Akhira.
“Aku baik-baik saja seperti yang kamu lihat sekarang” jawab LIli.
“Kakak ipar carikan satu orang yang seperti dirimu untuk ku” ucap Akhira lagi.
Akhira, kenapa sikap konyolmu tidak hilang-hilang” Lili geleng-geleng kepala,
Makanan sudah tersedia diatas meja, Lili mengambil piring dan masukan sedikit makanan untuk dimakan mengisi perut yang sudah mulai keroncongan, dia sudah melewati waktu sarapan.
Sedang asyik makan dan mengobrol dengan Akhira tiba-tiba dari arah tangga terdengar teriakan sang putri.
“Mommy…., siapa paman ini?, Kennie belum pernah lihat, suara Kennie membuat keduannya menoleh ke arah suara sang putri.
__ADS_1
Saat Kennie terbangun, dia mendapati mommynya tidak ada di sampingnya, dia segera merangkak turun dari ranjang dan langsung ke lantai bawah menuju ruang makan.
Tidak menyangka begitu turun, dia mendapati mommynya sedang makan dengan seorang pria asing, sepertinya mereka cukup akrab, mereka bercerita dan tertawa.
Akhira langsung berdiri membalikan tubuhnya menghadap ke sumber suara dan melihat si putri kecil, dengan penampilan rambut yang berantakan, wajah indah dan lucu, mengenakan baju tidur motif binatang yang lucu, terlihat benar-benar imut hingga akan membuat hati orang yang melihat meleleh.
Akhira menatap si kecil, si kecil juga menatap Akhira.
Lili melihat si kecil bangun, segera berjalan menghampiri, “Kennie kenapa tidak memakai sweater saat bangun”.
“Kamu masih sedang sakit” tahui tidak? “ ucap Lili.
“Mommy, Kennie sudah tidak panas lagi, sudah tidak sakit lagi, jadi tidak mau minum obat dan juga disuntik” si kecil begitu mendengar dirinya sakit, yang pertama terlintas dalam pikirannya adalah minum obat dan juga suntik, wajahnya menjadi kusut.
Lili menghibur sang putri dengan lembut,” ia Kennie sudah sembuh, tapi tetap harus minum obat dan mommy berjanji tidak akan disuntik” sambil mengelus kepala sang putri, yang kelihatan masih manja padanya.
“Mommy ….masih belum memberitahuku siapa paman ini?” siapa dia mom, dia tampan sekali, Kennie menegadahkan kepalanya mengamati wajah Akhira.
Lili baru saja ingin mengenalkan, Akhira sudah berjongkok tubuh yang besar tinggi sekarang sejajar dengan Kennie, dengan wajah tersenyum menatap si kecil.
“Siapa namamu gadis kecil yang cantik, saya pamanmu, paman Akhira?” ucap nya seraya mengelus kepala sang gadis.
“Mommy… apa benar paman ini, paman Kennie” dia bertanya menatap wajah mommynya tidak menjawab pertanyaan Akhira..
Lili segera menjawab:’” dia adik sepupu daddy, jadi dia pamanmu , nanti kamu harus memanggilnya paman ya.”
“Mommy, sepupu itu apa maksudnya?” si kecil masih belum paham perkataan mommynya tentang sepupu.
Bagaimana cara Lili menjelaskannya pada si kecil tentang apa itu sepupu? tunggu di part berikutnya.
Bersambung.
Jangan Lupa kasih LIke, komentar dan juga Vote ya.
terima kasih.
__ADS_1