CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part 99


__ADS_3

Part 99


Mansion Keluarga Lie.


Sore hari.


Lie Yuan sedang duduk di balkon terbuka sambil minum teh melati kesukaannya, matahari menyelimuti dirinya, dia mengenakan kemeja putih dengan rompi, sangat elegan!


Pelayan meletakkan teko merah dan bertanya, “Tuan , apakah anda ingin memanggil nyonya Lili juga?”


“Tidak perlu.” terserah dia mau datang atau tidak.” dengan nada datar, pelayan merasa sepertinya tuan dan nyonya nya sedang ada masalah.


Sinar matahari keemasan menerpa wajah sampingnya, alis pedang mata coklat, serta sikap acuh tak acuh dan terlihat kesepian.


Bi sarah tidak bisa berkata apa-apa. Tadi malam mereka semua bisa mendengarnya diluar, nyonya Lili yang berteriak hampir sepanjang malam.


“Tuan jika anda begitu kasar pada nyonya Lili, kakek Albert pasti akan marah begitu juga anak-anak”


Bi sarah sadar walaupun dia memberikan pendapat , belum tentu akan didengarkan, akan tetapi dia masih berkata dengan hormat “atau ijinkan saya meminta pelayan memanggilkan nyonya Lili turun?”


Tuan Lie Yuan tidak menjawab.


Berarti menyetujuinya.


Bi sarah menganggukan kepalanya dan berlalu pergi.


Lie Yuan memikirkan penolakan Lili tadi malam, mengerutkan kening dengan tidak senang, mereka sudah memiliki dua orang anak, tapi mengapa Lili bersikap berubah padannya.


Tidak mungkin dalam semalam perasaan manusia bisa berubah, sekarang seolah-olah Lili tidak menginginkannya.


Teringat pada malam sebelumnya kejadian di ruang tamu .


Lie Yuan mencengkram lengan Lili dan membawa nya sekuat tenaga ke ruang tamu dan melemparnya ke sofa, begitu dilihatnya Lili datang diantar sebuah mobil mewah.


Dia meletakan tangan di kedua sisi tubuhnya, “ ini tujuanmu pergi ke PT. Satrio ?”


“Ya!” Lili mengangkat wajahnya, “Aku akan pulang ke Indonesia dan mengatakan semuanya pada orang tuaku bahwa aku masih hidup, apa itu salah?”


TV di ruang tamu menayangkan berita hiburan semalam yang dibuka oleh bi Sarah, sebagai pengurus mansion ia harus sering memperhatikan masalah di dalam negeri.


Apa yang terjadi di PT. Satrio malam ini ,dengan cepat sudah ditayangkan di berita oleh wartawan di beberapa stasiun TV.


“Dalam berita sejam yang lalu, konferensi Pers PT. Satrio melaporkan berita yang mengejutkan, bahwa pewaris utama PT. Satrio sudah menemukan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya, yang sudah dikabarkan menghilang selama sembilan tahun dan yang mengejutkan bahwa orang itu adalah nyonya Lili, walaupun tidak diperlihatkan wajah pastinya tuan muda Lie Yuan mengenalinya.


“Dan dari rekaman suara nyonya Lili mengakui, bahwa dialah orang yang dicari oleh Budi Satrio selama bertahun-tahun dan dia tidak menjelaskan detailnya”

__ADS_1


“Dan di berita lainnya, dikatakan bahwa Lie Yuan dari Lie group juga memiliki seorang istri yang mirip dengannya, dan apakah pasangan yang dibawa oleh Budi Satrio adalah nyonya LIe?”


Disitulah muncul gosip tentang Nyonya Lie dan Budi Satrio pewaris PT. Satrio.


Suara wartawan di TV terdengar di belakang Lie Yuan dan Lili.


Lie Yuan menatap Lili dengan mata hitamnya, “Apakah kamu tidak ingin menjelaskan berita gosip itu?”


Lili menatapnya langsung, “Tidak aku memang ingin pulang melihat orang tuaku apa tidak boleh?”


“Aku sudah pernah mengatakan apa yang aku janjikan padamu, aku pasti akan membawamu dan anak - anak pulang menemui orang tuamu , aku pasti akan melakukannya.” Lie Yuan mencubit dagu Lili, “kamu tidak bisa sabar kali ini ?” apa karena dia !, kamu menghancurkan rencanaku selama bertahun-tahun tahu?!”


“Aku tidak peduli apa rencanamu itu!” Lili juga berteriak, dia tidak takut berteriak sebab Mansion kosong kakek Albert dan juga anak-anak sedang berlibur ke Jepang bersama Akhira.


“Lie Yuan aku bukan lah kamu, yang harus mempertimbangkan seluruh situasi, dan memiliki rencana yang ambisius, aku hanya orang yang ingin berbakti dan pulang sebentar mengakui bahwa aku masih hidup pada orang tuaku yang sudah berusia tidak muda lagi! , jika menunggu kamu sampai kapan?!”


‘Aku juga tahu bahwa Jesica mantan tunangan mu dulu sampai sekarang selalu mengintai ingin mencelakai aku, begitu juga paman ketiga yang membantu Jessica, aku sungguh sudah bosan dalam situasi seperti ini!


Lie Yuan menatap mata merah Lili dan tidak mengatakan sepatah katapun untuk beberapa saat. Dia sudah menempatkan Lili dengan aman bersama para pelayan untuk diurus dan juga para bodyguard menjaganya.


Tapi….racun apa yang diberikan oleh Budi Satrio hingga merubah Lili yang lemah lembut menjadi Lili keras kepala seperti sekarang.


Akhirnya Lili tidak bisa lagi bertahan di sisinya, tidak ingin lagi bertahan di sini dan juga tidak sabar.


Benar saja masalah yang selama ini selalu berusaha disimpan akhirnya menjadi pecah terkuak keluar. Meski para wartawan tidak menyebutkan nama Liliana Kim, Budi Satrio menyebut nama kekasih masa kecilnya adalah Mileara Anggela Cristian, dan Lie Yuan tahu bahwa itulah dia.


“Jadi sekarang aku harus mengakui bahwa akulah yang sengaja membuat orang tua kehilangan anaknya, dan berbicara di publik untukmu apakah itu juga tujuanmu dan pewaris PT. Satrio itu?!”


Lili menggigit bibirnya, ..”aku tidak memintamu berbicara untukku di publik”.


Sesungguhnya Lili tidak tahu bahwa dia akan dibawa pergi ke PT. Satrio untuk konferensi Pers.


Wajah Lie Yuan menjadi dingin lagi.


Bi sarah melihat suasana kebuntuan diantara mereka, menjadi panik, “ Tuan Muda Lie…”


“Pergi semuanya!” kata Lie Yuan dingin


“Baik” bi Sarah mundur dan membubarkan para pelayan membawa mereka ke belakang.


Dalam suasana ruang tamu yang sangat sunyi, Lie Yuan memandang mata merah Lili dan berkata, “ Aku hanya ingin memberitahu kamu, Lili jika aku tidak pergi ke konferensi PT. Satrio malam ini, maka Budi satrio akan langsung membawamu, dan tidak akan membiarkan kamu kembali lagi kesini!”


Dada Lili naik turun, melihat wajah serius Lie Yuan yang terlihat tidak bercanda dengannya, “Bisa apa dia langsung membawaku dan tidak akan membiarkanku kembali?”


“Budi Satrio sudah bekerjasama dengan Jessica untuk membuatmu menjauhi aku, dan memuluskan rencana mereka, bagi Jessica dengan kembalinya kamu, maka kejadian masa lalu yang pernah melibatkan dia akan dilupakan, dan kamu akan jadi korbannya!”

__ADS_1


“aku jadi korbannya?”


“Bukan hanya kamu tapi orang tuamu , mereka akan diancam dengan hukuman penipuan, jangan lupakan berapa banyak kompensasi yang telah diterima terkait asuransi kematian atas nama kamu” ucap Lie Yuan dengan wajah dingin.


“...” mata Lili menjadi lebih merah.


“Setelah itu Jessica dan paman ketiga menggunakan itu untuk menyingkirkan aku, hukum juga akan menjerat aku, jangan lupakan ini tidak sesederhana yang kamu pikir, ini akan melibatkan hubungan kedua negara akan memanas, sadarkah kamu?” ucap Lie Yuan tersenyum dingin.


Lili mengerutkan bibir, “kamu sudah janji padaku…aku butuh kepastianmu, untuk mengungkapkan identitasku kepada orang tuaku”


Kekeras kepalanya Lili membuat Lie Yuan merasa marah dan ingin tertawa.


Lie Yuan marah karena Lili tidak memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dengan mengungkapkan identitasnya, Lie Yuan marah dengan Lili sebab dia percaya begitu saja dengan si brengs*k Budi Satrio itu.


“Benarkah?” Lie Yuan mencubit dagunya, “kalau begitu kamu harus tetap mengingat kewajibanmu sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku.” Lie Yuan menghimpit Lili diatas sofa dengan aura yang jelas menuntut hak seorang suami.


Mata Lili membesar…


“Apa yang sedang kamu lakukan? , ini masih di ruang tamu, ucapnya panik.


Melihat senyum anggun Lie Yuan, seluruh tubuh Lili gemetar, bagaimana mungkin orang ini begini dalam suasana hati yang sedang marah .


“Apa yang kamu bicarakan?” kita suami istri apa salah suami menginginkan haknya, dan kurasa hari ini adalah masa suburmu, Lili si kembar sudah waktunya diberikan adik, tolong jalankan kewajibanmu!”


Lie Yuan seperti seorang kaisar dengan mempunyai kedaulatan mutlak, dia dengan lembut menelusuri bibirnya dengan jari-jarinya, mengucapkan kata-kata menakutkan dengan suara yang paling lembut.


Lili berusaha berontak dan ingin bangkit, namun dia sama sekali tidak sebanding dengan tenaga seorang Lie Yuan, tidak ada tempat baginya untuk kabur.


Lie Yuan tetap berada diatasnya dan dia tidak berani bergerak maju, dia dikurung di atas Lie Yuan dan sofa.


Dia melihat wajah Lie Yuan yang cukup membuat semua hati wanita bersemangat, dia menjadi gugup. “Siapa bilang, kenapa begitu cepat aku belum bermaksud menambah anak.


“Aku belum bertanya padamu” Lie Yuan melihat Tubuh Lili dengan pandangan yang dalam, mengingat apa yang terjadi, ia melihatnya di ruangan konferensi sedang di gandeng oleh Budi Satrio, dan jari-jarinya diletakan diatas bahu Lili, “Kamu telah berhubungan dengan Budi Satrio, apakah ia menyentuhmu?”


Lili merasa jengah,” tidak” jawabnya.


“Apakah ada atau tidak aku kan memeriksannya sendiri”.


Lie Yuan memegang tangannya dan membawanya ke kamar tidur untuk memeriksa nya secara fisik dan mental.


Lili tidak pernah tahu bahwa pria ini begitu cemburu….


Dan perilakunya, ketika cemburu sungguh menakutkan, sampai membuat Lili tidak bisa bangun, teriakan-teriakan minta ampunnya tidak digubris oleh suaminya.


Bersambung.

__ADS_1


Mohon maaf author terlambat update, tapi author tetap berusaha menamat kan cerita ini, tetap dukung terus ya dengan Like koment dan juga Vote.


__ADS_2