CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part 108


__ADS_3

“Maaf, aku keluar dulu” ucap Lie Yuan.


Lie Yaun meletakan gelas anggurnya meninggalkan para tamu VIP dan teman-temannya yang hadir dan berjalan keluar.


Akhira tersenyum pada para tamu VIP di sekitarnya dan berkata , “hadirin sekalian silahkan dilanjutkan. Tuan Lie sedang ada urusan pribadi yang sangat mendesak dan harus segera diurus…” setelah berkata demikian dia pun ikut berjalan keluar.


Di luar aula pertemuan Lion sedang menanyai beberapa petugas keamanan di luar, lalu Lie Yuan dan Akhira berjalan menghampiri kesana.


“Liliana hilang?” Lie Yuan mengeluarkan beberapa kata dengan nada yang tak bersahabat, dan asisten Lion dan juga para petugas keamanan yang ada di sana segera menundukan kepala mereka.


“Tuan Lie ini tas dan ponsel nona Liliana”. kata asisten Lion sambil menyerahkan barang-barang itu ,“ketika saya membawa orang-orang keluar sini, saya menemukannya di lantai, nyonya Lili pastinya yang menjatuhkannya … maka itu saya rasa, nyonya Lili pasti hilang”.


Jika dia pergi mustahil untuk membuang barang-barang pribadinya kesini termasuk ponselnya.


Mata menatap asisten Lion dan petugas keamanan di luar aula.


“Berbuat Apa saja orang-orang ini di luar?” panggil manajer bagian keamanan kesini! “


Sebelum Tuan Lie Yuan keluar, asisten Lion telah lebih dahulu meminta personil dan manajer keamanan untuk datang kemari..


Begitu kata-kata Lie Yuan keluar terucap, manajer keamanan menyeka keringatnya dan berlari dengan rekannya yang lain untuk menghampiri.


“Tuan Lie”, manajer keamanan berkata dengan wajah pucat . “saya sudah pergi keruangan pemantauan CCTV di lobi. Orang yang membawa pergi nona Liliana adalah Tuan Budi Satrio”


Tuan muda Lie Yuan mengepalkan tangannya.


Hawa dingin terwujud di wajahnya, membekukan segala emosi.


Ekspresi wajah Akhira juga tidak terlihat baik, “Barusan saat aku keluar, aku lihat Budi juga tidak ada di sana”.


Pria itu membawa kabur Liliana, sudah tidak diragukan lagi.


Diluar gedung konferensi yang megah, sekelompok petugas keamanan berdiri didepan Lie Yuan.Manajer keamanan dan para petugas keamanannya menundukkan kepala mereka dan tak berani berbicara. sebab mereka semua ketakutan dengan aura membunuh Lie Yuan.


Lie Yuan menenangkan diri, kearah mana dia membawa Liliana?” ucapnya.


Semakin tegang pria itu, justru semakin menakutkan…


“Tuan Lie , personil keamanan disini mengatakan bahwa Budi membawa nya ke arah tempat parkir”. Lion tidak melanjutkan ucapannya, namun faktanya sudah jelas . Budi membawa Liliana ke mobilnya dan pergi meninggalkan resort .

__ADS_1


Dengan matannya, Lie Yuan menatap semua orang, suara nya begitu menakutkan bagi orang-orang, “ Kalian semua tidak berguna, kalian melihat Budi membawa kabur Liliana, tapi satupun tidak ada yang menghentikannya, separah itukah manajemen resort ini sampai-sampai mempekerjakan orang-orang seperti kalian?”


Manajer keamanan sangat ketakutan sehingga dia sampai hampir berlutut. “ Tuan Lie saya akan segera menyuruh orang untuk menonton rekaman CCTV di resort ini agar bisa melihat kemana mobil tuan Budi pergi, dan segera akan saya bawa orang untuk pergi mencarinya”


“Kalau sampai Lili terluka, kalian semua harus mendapat ganjarannya seratus kali lipat”, kata Lie Yuan dengan tegas kepada para personil keamanan yang berada di depannya. “cepat pergi cari dia!”


“Baik tuan” jawab manajer keamanan dengan wajah cemas.


Asisten Lion menambahkan, “berangkatkan semua kendaraan patroli dan helikopter dari resort, mobilnya Budi mungkin masih belum jauh perginya”.


Sementara Kembali Ke Liliana.


Setelah Lili pingsan dia bermimpi, mimpinya tidak lama namun indah.


Dia sedang memanjat pohon yang penuh dengan buah rambutan.


Rambutan itu berwarna merah, dia sedang mencoba merenggangkan tangannya untuk memetik buah rambutan yang berwarna termerah dan yang bonggol buah yang terbanyak dia dengan lembut mendorong tangannya kedepan dan…


“Ah dapat…”


“Ara , hati-hati nanti kamu terjatuh” ucap ibunya yang ada di bawah pohon.


Hati Lili berdegup kencang, dia pun terbangun dari mimpinya, ah dia bermimpi bertemu dengan ibunya.


“aneh” Lili melihat ke sekeliling dan menekan - nekan kepala nya . “Aku pasti kekurangan Vitamin, ini mengingatkanku untuk makan lebih banyak buah, makannya tadi aku bisa pingsan …” benar pasti begitu Lili sampai pada kesimpulan ini dengan mudahnya.


Akan tetapi, mengingat dirinya pingsan di pintu masuk hotel, ia pun buru-buru melihat ke sekeliling.


Ternyata dia ada di dalam mobil !


Dan di luarnya adalah malam yang langitnya penuh dengan bintang-bintang!


Lili pernah mendaki gunung bersama dengan teman-temanya saat dia masih kuliah di universitas. Dia tahu bahwa sekarang dia sedang berada di puncak gunung. makannya dai bisa melihat langit yang begitu cerah dan penuh dengan bintang-bintang.


Dia mendorong pintu mobil, dan ternyata pintu nya terkunci dan dia pun tidak bisa membukanya. “Hallo ! di luar apakah ada orang ? aku terkunci di dalam mobil, tolong cepat biarkan aku keluar…”


Sementara di luar mobil tampak sesosok manusia yang sedang bersandar di pintu mobil dan menghalangi sebagian kaca jendela mobil. Lili segera melihat orang itu.


“Hei…kamu yang diluar dengar tidak?” Lili melihat ada orang diluar , dia pun mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil bertujuan untuk menarik perhatiannya” tolong biarkan aku keluar dan juga kamu siapa ?, apa yang kamu mau, mau menculikku ya? jangan kuatir , aku akan memberikan semua uang ku padamu,asal kamu tidak membunuhku”.

__ADS_1


Lili mencoba menunjukan sikap kooperatifnya.


Mendengar kan suara dari dalam, Budi tidak menyahut, dan terus menghisap merokoknya demi menghangatkan paru - parunya di udara yang dingin .


“Siapa namamu?” ucap Lili sebab matannya tidak dapat mengenali sosok yang berdiri di luar mobil sebab gelap.


“Budi Satrio”’ jawabnya.


“Oh…Budi? Kenapa wajahmu mirip orang korea, suara gadis itu seperti suatu kejutan yang manis dan enak didengar, matanya seakan-akan membayangkan seseorang dengan wajah yang berbinar.


Kala itu, Budi berpikir gadis ini pasti ngefans dengan oppa oppa korea dan banyak mengoleksi foster-foster idol .


Budi lalu tidak ragu untuk menghilangkan kesalahpahaman gadi itu. “Bukan Orang korea asli, peranakan aja ibuku yang orang korea.


“Oh …sesuai dugaan gadis itu lalu mengeluarkan suara kecewa.


Akan tetapi, mendengar suaranya, Budi tiba-tiba terdorong untuk menggodanya, dia lalu menoleh dan berkata, “ Aku memang orang korea tidakkah kamu lihat rupaku sama seperti idol yang kamu idolakan.


Dengan tersipu gadis itu berlari dari hadapannya, sejak saat itu Budi menjadi terobsesi yang mendalam dengan gadis yang menemuinya di taman sekolahnya , gadis itu adalah satu-satunya yang sudah menyentuh hatinya. Dia telah bersumpah bahwa tidak peduli mau seperti apa latar belakang pribadi gadis itu, dia akan mencintai dan menikahinya setelah dewasa.


Namun sang gadis tidak menerima sinyal cinta dari nya, dia menjadi gadis yang sangat kutu buku dan selalu belajar, walaupun mereka akrab namun ketika Budi mencoba mengungkapkan perasaan selalu gagal dan menjadi cinta terpendam.


Sampailah pada saat Mileara mendapat beasiswa kuliah di korea , cinta Budi padanya belum sempat terungkap.


Budi berencana mengejarnya sampai ke Korea , tapi terjadilah tragedi jatuhnya pesawat hingga membuat Mileara meninggal.


Namun setelah sekian lama muncul seseorang yang bernama Liliana Kim yang ternyata Budi yakin 100% dia ini pasti adalah Mileara.


Ujung rokok Budi berkedip-kedip bak setitik bintang di ujung jarinya dan sedikit demi sedikit terbakar oleh panasnya api, persih bak waktu yang sudah berlalu di masa lampau dan tidak dapat kembali lagi. Budi tersadar dari lamunan mengenang masa lalu.


“Buka pintunya!” Lili terus mengetuk-ngetuk pintu mobil. “Aku minta kamu buka pintu mobilnya.


Saat abu rokoknya jatuh ke tanah Budi menarik kembali pikirannya yang berkelana ke masa lalu.


Setelah mematikan api puntung rokoknya, dia lalu memakai kunci mobil untuk membuka pintu mobil…


Saat pintu mobil terbuka Lili mengangkat kepalannya dan melihat wajah jahat Budi tepat di depannya, lili terkejut…”kamu…kamu,,,ya Budi ?” Lili segera mundur sedikit.


“tentu saja ini aku,” tatapan mata Budi jadi gelap….

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2