CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#27 Kesendirian


__ADS_3

Kesendirian tidaklah selalu bearti tentang kesepian, hanya kesendirianlah yang bisa menjaga hati dari terluka dan sakitnya ditinggalkan .


Hal yang paling menyakitkan adalah Penyesalan .


Siang yang cerah di bulan April, hari-hari yang di lalui Lili setelah kejadian yang tidak mengenakan di kamar Tuan muda. Membuat Lili begitu berhati-hati . Sedapat mungkin dia tidak ingin membuat ke salahan karena takut mendapatkan hukuman dari Tuan Muda.


Syukurnya sejak saat itu Tuan Muda pun lagi sibuk dangan pekerjaannya di kantor, sehingga jarang pulang.


Seperti hari ini sudah satu bulan Lili tidak melihat Tuan Muda.


Tanpa dia sadari ada rasa yang Hilang dari dalam hatinya entah mengapa ada semacam kerinduan didasar terdalam hatinya yang tidak ingin dia akui.


"Nona, makan malam sudah siap silakan makan sebelum dingin"


"Baik bi" Lili segera bangkit dari Duduknya dan meletak Laptop .


Akhir-akhir ini Lili juga sibuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang menumpuk.


Dia bergegas turun ke ruang makan, tanpa disadari dia melirik kursi yang biasa diduduki Tuan Muda. Kursinya kosong.


Di kejauhan Bibi pelayan melihat gerak-gerik Lili dan melaporkannya pada Tuan Muda.


Di Lantai tertinggi Gedung Lie Grup Tuan muda duduk di kursi kerjanya sambil melihat vidio kiriman bibi pelayan di villa white.


Setiap hari dia mendapatkan kiriman vidio kegiatan yang dilakukan Lili dirumah, yang tentunya tidak disadari oleh Lili.


"Lili, Aku juga Kesepian disini tapi, ada hal yang tidak bisa aku , lakukan , aku tidak bisa mengajakmu muncul kepermukaan untuk saat ini."


Didunia bisnis Tuan Muda memang paling populer, apa lagi di tunjang dengan wajah tampan bak dewa.


Sehingga banyak digilai oleh Nona-nona kaya.Bahkan ada yang dengan suka rela melemparkan diri ke ranjang Tuan Muda.


Tapi tidak ada satupun yang diijinkan mejamah Tuan Muda, oleh sebab itu Tuan Lie diisukan Inpoten.


Tuan muda khwatir jika Lili di kenalkan kepermukaan nanti ada yang menyakitinya.


...***...


Di dalam kamarnya Lili, termenung didepan meja riasnya dia melihat wajahnya di pantulan cermin, entah mengapa ada keresahan didalam hatinya.


Dia dan Tuan Muda sudah sejauh ini, bermesraan dan berintim.


Tapi belum ada sepatah katapun yang diucapakan Tuan Muda yang mengunkapkan perasaan atau pun cinta untuk Lili.


Bahkan setelah malam itu , Tuan Lie malah terkesan menghindar dan menghilang.


Tidak pernah telpon ataupun berkirim pesan.


Lili pun tidak ingin menelpon, mungkin Tuan Muda masih marah tentang pesta ulang tahun kakek Akhira .


Lili mengambil hp dan mencari kontak Tuan Muda tapi seketika dia urungkan.


"Menelpon Tuan Muda aku hanya akan mempermalukan diriku sendiri" gumam Lili.


akhirnya dia lemparkan HP ke atas nakas dan diapun berbaring tidur.

__ADS_1


Sementara itu pukul 00.00 malam


Di kantor Tuan Muda, menekan interkom memanggil asisten Lion.


"Lion, siapkan mobil Aku ingin ke villa white sekarang". dia melangkah mengambil jas digantungan dan memasangnya.


" Baik tuan, ayo asisten Lion berjalan menuju lif dan menekan tombol langsung ke basement tempat mobil diparkir.


Sesampai di Villa , sudah menunjukan pukul 12.40,


Tuan muda masuk dan diikuti Lion, keadaan rumah lenggang karena para pelayan sudah tidur.


Tuan muda naik ke lantai atas dan menuju kamar Lili , dia mengeluarkan kartu dan menempelkan dikunci untuk membuka akses kunci.


Terlihat kamar yang termaram nampak di tempat tidur Lili sudah tertidur pulas.


Tuan muda berjalan kearah tempat tidur dengan langkah seringan kapas.


perlahan dia duduk di sisi tempat tidur, menatap Lili yang tidur pulas.


Pelan-pelan dia menundukan wajahnya mengecup kening dan pucuk kepala Lili.


Lili mengeliat sedikit, rasanya dia bermimpi bertemu dengan tuan muda.


dalam mimpinya tuan muda mencium dahinya. Dalam mimpi dia tersenyum menatap tuan muda.


Sementara tuan muda, masih mengamati wajah polos Lili, dan melihat bibirnya tersenyum, lalu seringan kapas dikecupnya bibir Lili.


Setelah itu dia membetulkan letak selimut Lili yang tersingkap, kemudian dia berjalan perlahan menuju pintu dan keluar menuju kamarnaya.


Melihat itu tuan muda berhenti sejenak.


"Besok bangunkan aku jam 4 subuh, kamu tidurlah dikamar tamu" setelah itu tuan muda masuk ke kamarnya.


Keesokan harinya.


setelah sinar sang surya menerobos masuk ke kamar Lili, barulah dia bangun dan melihat jam didinding sudah menunjukan pukul 6.30 pagi.


bergegas Lili mandi dan berganti pakaian, karena hari ini adalah mid semester.


"Hampir aku terlambat bangun. untung jadwal ujiannya jam 9 pagi, kalau tidak aku bisa terlambat mengikuti ujian" gumam Lili sambil cepat-cepat mandi.


Dia ingin tiba lebih awal kekampus.


"Nona silakan sarapan", kata bibi pelayan.


"Baik bibi, terima kasih ya" jawab Lili sambil terus makan sarapanya dengan cepat.


"Bibi, apa semalam Tuan Muda pulang kesini" tanya Lili.


" Tidak, Tuan tidak pulang kesini" jawab bibi pelayan, dia tidak mengatakannya karena dilarang tuan muda.


"Oh iya bibi, aku berangkat ke kampus naik taxsi aja ya bi" Lili bergegas keluar.


setiba di halaman ternyata sudah ada mobi dan sopir yang menunggu dan langsung membukakan pintu mobil untuk Lili.

__ADS_1


Lili pun masuk ke mobil tidak jadi memesan taxsi.


" Ke kampus pak, pinta Lili.


"Baik nona" jawab sopir sambil menghidupkan mesin mobil dan pergi mengantar Lili.


Setelah sampai kampus Lili bergabung dengan Iko dan Akhira.


Tidak terasa sudah berbulan-bulan berlalu sampailah pada saat ini Tuan muda tidak pernah menghubunginya ataupun pulang ke villa lagi, perlahan-lahan dengan kesibukan dia juga bisa melupakan tuan muda lie.


Tanpa sepengetahuan Lili semimggu sekali tuan muda pulang ke villa saat malam saat Lili sedang tidur dia datang kekamarnya melihat dia yang sedang terbuai mimpi dan pulang subuh saat Lili belum terbangun.


Tuan muda tidak ingin menyakiti Lili saat sekarang ada pihak paman ketiga nya yang ingin menguasai Lie grup dengan cara kotor. Tunggu bukti kuat baru Tuan Lie bisa ambil tindakan . Dia tidak ingin musuh mengetahui titik kelemahannya.


Dan dia bisa memastikan bahwa titik kelemahannya adalah Lili.


Waktu berjalan dengan pesat Sudah tiga tahun berlalu kemudian.


Tampa terasa kuliah Lili sudah berakhir, dia pergi ke acara wisuda sendirian hanya di temani oleh Sahabat baiknya Iko karena Akhira sedang berada di Jepang, biasa mereka selalu bertiga.


Iko dan Lili sama-sama memakai Toga, mereka berdua sama-sama cantik.


Lili melihat sahabatnya yang sedang diapik oleh kedua orang Tuanya, tanpa terasa matanya berembun teringat nasibnya yang sebatang kara hidup di negeri orang.


"Lili, jangan melamun, sebentar lagi kita akan di panggil untuk menerima gelar sarjana , semangat ya" ujar iko sambil mengankat lengannya dan mengepal tangannya tanda semangat.


Lili tersenyum, menangapi iko, setelah mereka duduk di kursi menantikan nama mereka dipanggil.


"Hadirin sekalian para mahasiswa dan mahasiswi yang berbahagia karena perjuangan kalian selama menuntut ilmu disini sudah membuahkan hasil maka tibalah saat kalian kami wisuda".


"untuk wisuda kali ini kampus kita kedatangan tamu yang kehormatan pemegang saham terbesar di kampus ini berkenan hadir untuk mewisuda kalian, kalian patut berbangga mari kita sambut Tuan Lie Yuan untuk naik keatas panggung". Ujar Rektor sambil mengakhiri sambutannya.


mendengar nama Tuan Muda Lie Yuan di sebut, Lili spontan menoleh ke arah panggung. Pandangan mata seketika terpaku pada seorang pria tampan yang sangat mencolok , dia berhidung mancung , berbibir tipis, tatapan mata yang datar, dingin dan kejam bagi Lili.


Tapi bagi mahasiswi yang lain justru dia adalah sosok pria tampan bak Dewa, yang tiada bercela merupakan karya seni yang terindah. cukup membuat mata terpukau.


Tuan Lie memberikan pidato, mengucapkan selamat pada para mahasiswa .


"Semoga ilmu yang kalian dapat , bisa kalian aplikasikan kedalam dunia kerja" Ujar tuan Lie menutup pidatonnya.


Tiba saatnya para mahasiswa maju satu per satu menuju panggung untuk mendapatkan plakat gelar sarjana.


Tibalah giliran Lili maju dia menuju panggung dengan mantap menerima plakat gelar sarjananya.


Saat bersalam dengan Tuan Muda tanpa sadar mata mereka saling bertatapan selama sekian detik, jantung Lili berpacu dengan cepat.


"Selamat sudah jadi sarjana" ucapan Tuan muda menyadarkan Lili.


"Terima Kasih" Jawab Lili sambil bergegas turun dari panggung.


❤Bersambung❤


Tinggalkan jejak kalian. LIKE , Komentar , VOTE, dan Juga hadiah untuk dukung Novel Author.


❤❤❤❤Terima Kasih❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2