
...๐๐๐๐...
Tiga bulan kemudian.
Tibalah hari yang di tunggu oleh Tuan muda yaitu menjadi mempelai bersama Lili gadis cinta pertamannya.
Pagi itu di sebuah Kapel milik keluarga Lie sudah di hias dengan indah untuk tempat pernikahan mereka.
Pernikahan dilakukan secara private di sebuah Kapel tempat ayah dan ibu tuan muda Lie menikah dahulu di puncak gunung, yang hadir pun hanya keluarga dekat serta sahabat baik saja.
Pernikahan ini, sudah disiapkan secara matang oleh Lion asisten pribadi sekaligus tangan kanan tuan muda,orang kepercayaan tuan muda.
Lion sudah memastikan bahwa tidak akan ada wartawan yang mengexspos berita pernikahan ini, sebab tuan muda tidak ingin identitas Lili dipertannyakan publik mengingat dirinya adalah publik figur pewaris Lie Group Ceo sebuah perusahaan besar. Kalau terbongkar akan menjadi santapan empuk para lawan bisnisnya yang sering mencari celah untuk menjatuhkannya.
Untuk gaun pengantin, tuan muda langsung mendatangkan perancang ternama dari Paris guna merancang gaun untuk Lili dan mereka datang langsung ke Villa White tempat tinggal Lili, jadi dia tidak perlu keluar untuk fiting gaun pengantun.
Semua orang sudah berkumpul di Kapel, para saksi dan juga kakek Albert sudah duduk di kursi depan bersama orang tua angkat Lili dan sudah ada juga seorang imam untuk menikahkan mereka.
Tuan muda sudah menunggu mempelai wanitanya di depan Altar dengan stelan jas berwarna putih, dilihat dari sisi manapun dia tetap tampan. Tampak dia menunggu dengan gelisah matanya tetap melihat ke arah pintu kapel menunggu mempelainya muncul dengan tidak sabar rasanya waktu bergerak begitu lambat.
Sementara Lili di sebuah kamar sedang berdiri.
Gadis itu melihat dirinya dicermin, menatap bayangannya yang terpantul di kaca cermin , betapa cantik nya dia seperti seorang putri, dengan gaun pengantin berwarna putih dan mahkota di kepalanya, serta perhiasan pemberian kakek Albert saat melamar Lili sebagai cucu menantunya, perhiasan yang konon juga di pakai ibunda tuan muda saat menikah dengan ayahnya yang merupakan maskawin untuk ibunya, ada rasa bangga sekaligus terharu di hati Lili mengingat nasibnya
Hatinya miris mengingat hari bersejarah seperti ini seharusnya dia bersama keluarga, ayah dan ibu, dia termenung memikirkan takdir yang mempermaikannya ini.
Seharuanya dia menikah dengan nama aslinya yaitu Mileara Anggela Cristian dan yang menghantarnya adalah ayah dan ibunya.
tapi sekarang apa ? dia menikah dengan nama baru identitas baru , apakah pernikahan ini sah itulah pertanyaan dalam hati Lili sebenarnya hatinya belum siap menikah, tapi tuan muda dan kakek Albert sudah mendesak dan dia tidak punya pilihan lain dia juga berhutang budi pada tuan muda yang sudah memberikan kehidupan kedua baginya,
Mengingat itu semua tak terasa setetes air mata jatuh di pipinya.
"Nona jangan menangis nanti riasannya rusak" ucap seorang Mike up artist yang merias wajah Lili.
"Anda sangat cantik dan tuan muda sangat tampan, kalian pasangan yang sempurna dan saling mencintai" lanjutnya Lagi.
Mencintai? entahlah...walaupun ku akui sikap dan prilaku tuan muda menunjukan rasa cinta dan sayang tapi aku tetap belum yakin. apakah ini cinta atau hanya sebuah obsesi tuan muda.
Selang beberapa menit masuk Iko dan Akhira ke ruangan Lili.
"Astaga, sungguh cantik kamu Lili, pekik Iko" ayo kita keluar sang mempelai pria sedang gelisah menunggumu " seloroh iko yang terlihat cantik dengan gaun warna navi
"Mari kakak ipar" ucap Akhira yang juga terlihat sangat tampan dengan tuxeso berwarna navi sewarna dengan gaun Iko, mereka berdua sebagai pengiring pengantin.
Terbersit rasa bersalah di hati Lili mengingat Akhira, dia begitu baik, sahabat yang hampir membuatnya jatuh cinta lewat perhatian dan sikap lembutnya.
Mereka berjalan diiringi suara nyanyian lagu pernikahan
Lili berjalan secara perlahan dengan digandeng oleh Iko dan Akhira
__ADS_1
Sesamapai didepan Altar dihadapan pastor akhira menyerahkan Lili ke pada tuan muda.
"kedua mempelai dipersilakan untuk menumpangkan tangan mereka di atas kitab suci dan berhadapan untuk menerima janji pernikahan.
Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,ย maka saya Lie Yuan, dengan niat yang suci dan ikhlas hati telah memilihmu Liliana Kim menjadi istri saya.
Saya berjanji untuk selalu setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan juga sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.
Saya akan selalu mencintai dan juga menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi orangtua yang baik bagi anak-anakย yang akan dipercayakan Tuhan kepada saya dan akan mendidik mereka
dengan kasih sayang.
Begitu juga Liliana Kim mengucapkan ikrar sucinya seperti yang tuan muda ucapkan
Kemudian imam meresmi kan perkawinan mereka dan mempelai menyematkan cincin di jari manis pasangannya.
Tibalah saat dimana mempelai pria membuka kerudung pengantin dan mencium keningnya di hadapan para hadirin tanda resmi sebagai suami istri sah.
Terlihat Lili menitik kan air mata, terharu, bahagia sekaligus terharu karena sebenarnya dia terlahir dari orang tuanya tapi saat ini dia sendirian tanpa orang tua.
Dan tepuk tangan para hadirin yang menyaksikan dua ingsan telah mengucapkan sumpah perkawinan
"Sah "ucap hadirin serentak menandakan mereka sah sebagai suami istri.
Selesai dari pernilahan mereka pulang ke Mension rumah utama keluarga Lie, yang sudah dipersiapkan perjamuan sederhana.
Perjamuan sederhana di adakan di Mension rumah utama keluarga Lie di taman belakang rumah sudah dihias dengan cantik menyambut kedua mempelai.
Tuan muda mengandeng tangan Lili mesra.
"Sayang apakah kau bahagia sekarang sudah menjadi nyonya Lie" ucap tuan muda sambil megecup pipi Lili.
"Ia, aku bahagia" jawab Lili walaupaun didalam hati terdalamnya tersimpan rasa sedih yang sulit di ungkapkan.
memangnya aku boleh mengatakan kalau aku skarang sedang sedih? Lili sambil menyusutkan air mata secara tidak kentara.
Bagaimankah kegidupan nya kelak, bahagia ataukah sebaliknya sebab didalam hatinya masih belum sepenuhnya meyetujui pernikahan ini, hatinya masih terbeban dengan seorang penolong masa kecilnya.
Karena dia ingin mencari penolong masa kecilnya lah yang membuatnya mencari beasiswa kuliah di korea, siapa sangka justru itulah yang membuat awal hidupnya yang penuh drama.
Dianggap mati di negara sendiri, di selamatkan oleh seorang tuan muda yang sekarang menjadi suaminya.
"Dia baik, tapi apakah benar dia baik? mengapa dia tidak ingin aku kembali ke pangkuan orang tua ? kenapa justru menyembunyikanku dari dunia?" tidak mau menyangkal bahwa aku belum mati? tapi justru membuat identitas baru untukku?"
Banyak pikiran berkecambuk di benak Lili tapi dia tetap tersenyum kepada para tamu menyalami mereka dengan ramah.
"Aku tidak boleh menunjukan perasaan hatiku, semoga suatu saat tuhan mempertemukan aku dengan penolong masa kecilku, aku hanya ingin berterima kasih padanya, dan juga semoga aku bisa pulang ke negeri ku tercinta"
Acara ramah tamah perjamuan pun usai, para tamu undangan meninggalkan ke diaman keluarga Lie, setelah menyantap hidangan yang tersedia, tidak ada sesi foto bersama mempelai, ponsel para tamu bahkan tidak boleh di bawa ke tempat perjamuan, foto-foto hanya di lakukan oleh fotografer dari tuan muda pernikahan ini benar-benar tertutup.
Usai acara Lie Yuan membawa Lili menuju kamar pengantin mereka. kamarnya dua kali lipat luasnya dengan kamarnya di villa.
__ADS_1
Tiba di kamar Lili ingin segera mandi dan membersihkan tubuhnya dia sangat lelah seharian.
Ketika ingin mandi Lili kesulitan melepaskan kancing gaun pengantinnya.
"Aduh bagaimana ini?" masa harus minta dia melepaskannya sih"
Lili tetap berusaha melepaskannya sambil menundulan kepala, tapi usaha nya sia-sia gaun nya tidak bisa terlepas dan sekarang justru rambutnya yang terjepit ritsleting.
Ketika di paksa justru rambutnya jadi sakit.
"Aduh" pekiknya.
Mendengar teriakan Lili ,tuan muda segera menghampiri kamar mandi.
"Sayang ada apa?" Ucap tuan muda panik sambil mengedor kamar mandi.
"Rambut ku terjepit ritsleting gaun" jawab Lili.
"Buka pintunya biar ku bantu" jawab tuan muda.
Lili terdiam beberapa saat menimang antara buka dan tidak.
buka aja deh, aku tak bisa buka sendiri.
Dengan menyeret gaunnya Lili membuka pintu kamar mandi terlihat tuan muda berdiri di depan pintu dengan panik, dia sudah membuka jas serta baju kemeja nya dan sekarang sedang bertelanjang dada dihadapannya
Sial tuan muda awas macam-macam aku harus cari cara agar malam ini tidak melakukan malam pertama
Tuan muda masuk dan membantu membuka gaun Lili, terlihatlah tubuh mulus Lili terpampang dihadapannya. mata tuan muda terpesona.
Buru-buru Lili mengambil jubah handuk dan menutupi tubuhnya.
"Sayang aku duluan mandi ya" ucap Lili sambil mendorong tuan muda keluar.
"Kita kan bisa mandi bersama " jawab tuan muda.
"Jangan aku mau melakukan panggilan alam dulu" sahut Lili langsung menutup pintu kamar mandi.
"Panggilan alam apaan sih" tuan muda binggung apa maksud panggilan alam sambil garuk-garuk kepala.
Lili mandi dengan damai, setelah mandi dia menuju ruang ganti mencari baju tidur, dia berjongkok mengambil pakaian, tiba-tiba serr... terasa ada cairan hangat keluar dari kewanitaannya, dia berjongkok melihat dan ternyata dia haid.
"ternyata semesta merestui " gumam Lili riang.
Jadi dia tidak perlu mencarikan alasan untuk mengagalkan malam pertamanya.
...****************...
...๐Bersambung๐...
...๐TE'AMO๐...
__ADS_1