CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#38 Penyelidikan Akhira


__ADS_3

"Mengapa cemberut, tidak senang melihat ku hari ini, kamu belum puas ya jalan-jalan dengan teman mu?" tanya tuan Lie, berhenti melangkah sehingga Lili yang berada di belakangnya otomatis menabrak punggung nya.


"Auww"... pekik Lili sambil memegang jidad nya.


"Makanya kalau berjalan perhatikan, jangan menunduk" Jawab tuan.Lie sambil mensejajarkan langkah kakinya dengan Lili.


"Tempatmu di sisiku, bukan dibelakangku" Ujarnya lagi sambil menarik tangan Lili dan menggengamnya.


Beberapa gadis muda menatap tuan Lie dengan wajah kagum dan memuja dengan tidak ditutupi, diam-diam memegang ponsel untuk memotret.


"Benar-benar ketampanan membuat masalah" Lili mengepalkan tangannya sebal.


Bagaimana hatinya tidak sebal, melihat Tuan Lie menjadi pusat perhatian gadis-gadis, mereka menatap memuja padanya!!


"Dan gadis-gadis itu menatap benci pada ku" gumam Lili sebal.


Sementara tuan Lie, cuek saja wajahnya datar tanpa ekspresi tidak memperdulikan sekelilingnya.


Seketika ponsel Lili berdering, terlihat nama Temanku Akhira memanggil.


Kemudian di gesernya tombol hijau di layar ponselnya untuk menjawab telpon.


"Hallo, Akhira, ada apa?" tanya Lili


Apa kamu mau beli kain batik tenun asal negara Indonesia?" Tanya Akhira.


"Tidak perlu terima kasih ya". Lili menolak tawaran Akhira .


Sementara tuan Lie menguping pembicaraan Lili dan Akhira.


"Ah.. ternyata dia memanggil Akhira dengan namanya tanpa embel-embel tuan" tapi ketika memanggilku masih mengunakan tuan" tuan lie merasa kesal juga dalam hatinya.


Tuan Lie menarik lengan Lili, gadis itu setengah berlari karena mengikuti langkah panjang tuan Lie.


Saat mobil sudah berhenti di depan mereka, tanpa menunggu Lion turun dari mobil dia sudah membukakan pintu dan mendorong tubuh Lili ke dalam mobil.


"Tuan Lie" Lili binggung , kenapa dia diseret seperti ini, dan jauh lebih binggung lagi karena sepertinya Tuan Lie sangat marah.


"Kenapa? siapa yang menelponmu" tanya tuan Lie.


" Akhira yang telpon dia hanya bertanya apakah mau dibelikan kain tenun asal Indonesia, tapi sudah ku jawab Tidak ingin".


Akhira, kau panggil siapa dia? Akhira ", suara tuan Lie mengulangi ucapannya bahkan sudah meninggi menjawab Lili.


"Tuan sudah ku bilang jangan kasar kepada nona Lili, nanti dia kabur baru tahu rasa" batin Lion sambil sesekali melirik tingkah tuannya di kursi belakang mobil.


"Ia, Akhira", jawab Lili terbata.


"Kau memanggilnya Akhira, dan kau panggil aku apa?" Tuan Lie berteriak keras saat mobil melaju di jalanan.


Lion melirik lagi lewat kaca spion melihat situasi apa yang terjadi.


"Tuan muda Lie" Lili menjawab terbata.

__ADS_1


"Aiss...aku harus memanggilnya apa coba?, biasanyakan aku memang memanggilmu begitu mengapa kau sepertinya marah bikin binggung saja".


lalu dengan kasar tuan lie menarik tubuh Lili hingga membentur dada bidangnya dan meluknya, tangan satunya menyentuh dagu Lili menariknya dan memberikan ciuman panjang mendominasi di bibir Lili , sampai Lili hampir kehabisan napas.


Lili mencoba mendorong tuan Lie tapi tenaganya kalah kuat dengan tenaga tuan Lie.


"Aku ini siapa?" tanya tuan muda lagi sambil tangannya tetap menekan dagu Lili.


"Andakan tuan muda Lie, masih terbata menjawab, Lili merasa takut melihat sorot mata tuan muda yang sudah mulai kesal.


Nona, maksud tuan muda mungkin posisi tuan muda bagi anda itu siapa?" suara Lion menimpali.


"Maksudnya apa?" makin binggung Lili.


"Tuan muda kan pacar anda dan calon tunangan anda.


"Terus, kenapa? jangan bicara mutar-mutar semakin membuat aku binggung. sunggut Lili dalam hati.


"Bukankah seharusnya nona memanggil tuan muda , sayangku?"


"Apa?" jawab Lili terkejut dan setengah berteriak.


Tuan muda melepas cengkramannya didagu Lili dan mengembalikan duduknya keposisi semula anggun dan berwibawa.


"Apa, lebai kan masa' harus panggil sayang segala, sial Lion jangan memberikan ide-ide yang aneh membuat merinding saya


"Baik aku akan memanggil tuan begitu kalau kita hanya berdua" jawab Lili malu, pipinya memerah bak tomat matang.


Sialan Lion, mampus kau karena memberikan ide yang tidak masuk akal sumpah Lili.


"Aku ingin menendangmu asisten Lion. Bisa tidak kamu berhenti memberikan ide gila. dan coba lihat tuan muda, kenapa anda diam apa anda benar-benar ingin ku panggil begitu.


"Tapi aku lebih nyaman memanggil anda tuan"


"Hei, apa kau tidak tulus menerimaku sebagai pacarmu dan calon tunanganmu, apa kamu berubah pikiran karena mencintai orang lain? panggil aku seperti yang Lion katakan"


*kenapa jadi aku yang seolah terpojok begini ya , baiklah aku ikutin ajalah, orang waras mengalah.


"Jawab" tuan muda sudah mulai menampilkan wajah galaknya.


"Baik tuan" jawab Lili kaku.


Tuan muda menariknya kedalam.pelukan dan memberikan ciuman panjang dibibir Lili.


Lili gelagapan karena malukan dilihat asisten Lion.


"Baik sayang ku" suara Lili kaku, dengan wajah memerah


Dan tuan muda sepanjang jalan memeluk Lili dengan sayang wajahnya sudah tidak terlihat garang lagi.


Sepanjang jalan tidak ada yang bersuara lagi.


sampailah mobil mereka di villa

__ADS_1


"Aku akan menginap di sini Lion, besok jemput aku berangkat kerja dari sini". ucap tuan Lie.


"Lili aku akan menghabiskan malam ini bersamamu" tuan muda merangkul bahu Lili mereka berjalan memasuki rumah.


"Apa maksud tuan ingin menghabiskan malam ini bersamaku?" mana boleh" ucap Lili sambil mencoba melepaskan tangan tuan muda di pundaknya.


"aku hanya ingin menghabiskan malam bersamamu, mengapa engkau berpikir jauh?"


"Oh ayolah Lili mengapa kau begitu mesum jangan-jangan kau sudah memilirkan hal yang erotis, aku jadi seram, bisa-bisa kau memperkosaku nanti" tuan muda melirik Lili tersenyum mengejek.


lalu lanjutnya lagi


"Aku hanya ingin menghabiskan malam bersamamu kita bisa minum dan makan bersama sambil ngobrol dan bercerita. tuan muda terkekeh, hatinya begitu senang mengoda Lili.


Lili merasa wajahnya terbakar karena malu, Tuan muda memang pandai memutar balikkan kata dan fakta Lili benar- bebar merasa gila karenanya.


Lili melepaskan tangannya dan berlari masuk kedalam rumah hatinya benar-benar kesal.


................***


"Leonar segera selidiki lagi kejadian lima tahun yang lalu, selidiki seorang gadis yang yang bernama Liliana Kim, laporkan padaku apapun yang kamu temukan ya" Perintah Akhira kepada Leonar yang sekarang berada di Jepang.


Leonar adalah seorang hecker yang sering berkerja sama dangan pemerintah untuk menangkap para koruptor dan juga para *******, hasil kerjanya selau membuahkan hasil yang memuaskan.


" Baik tuan akan segera saya lakukan" jawab Leonar.


Dua hari kemudian.


Leonar menelpon Akhira, setelah menemukan petunjuk tentang Liliana Kim.


"Data Nona Liliana tidak banyak yang bisa didapatkan, sepertinya data dia sengaja di tutupi dengan rapat".


"Aku coba meretas data bank melihat transaksi atas nama Liliana Kim, setiap bulan ada transfer uang 150 juta dan nona Lili tidak pernah memakai ataupun mencairkannya." ucap Leonar.


"Siapa yang tranafer uang nya?" tanya Akhira.


"Orang yang tranafer adalah Lie Yuan" Jawab Leonar.


"Oke terima kasih leonar, bantuannya nanti aku hubungi lagi ya" ucap Akhira.


Sepertinya kak Yuan benar-benar mencintai Lili.


"Kalau memang kakak benar mencintai Lili aku rela mendoakan semoga mereka berbahagia"


Akhira memutuskan akan kembali ke Jepang.


💝Bersambung💝


Terima kasih bagi yang sudah memberikan Like, kometar, Vote.


Bagi yang belum ditunggu ya


LIKE, KOMETAR DAN VOTE

__ADS_1


...Thanks You...


...💝TE'AMO💝...


__ADS_2