
Mereka masuk kedalam kapal, bertepatan dengan suara petir dan guntur yang saling bersahutan hujan deras juga mengiringi kepergian mereka dari negeri yang memiliki jutaan kenangan drama kehidupan.
"Semuanya pakai pelampung, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam badai" ucap kapten kapal berteriak sambil terus mengendalikan kemudi.
Semua orang memakai pelampung, hanya Lili yang tidak memiliki persiapan dan hanya diam, pasrah pada keajaiban Tuhan sambil terus berdoa dalam hati memohon keselamatan untuk mereka semua.
"Nak, kamu pakai pelampung bapak saja" ucap seorang bapak tua yang kira-kira berumur 60 tahunan, bapak yang baik hati itu melepas pelampung dan juga memakaikan nya pada Lili.
"Terima kasih pak, tidak perlu bapak pakai saja, itu milik bapak" tolak Lili.
"Tidak apa-apa saya sudah tua , sudah cukup merasakan dan menikmati dunia, jika terjadi sesuatu apapun, saya sudah siap" Ucap bapak itu sambil terus menyodorkan pelampungnya pada Lili.
Lili sungguh terharu dengan kebaikan bapak itu, yach itulah salah satu ke baikan orang Indonesia, bangga menjadi warga negara RI sebab negara ini memang terkenal dengan keramahan penduduk serta baik hati dan budi luhur.
"Tidak usah pak", tolak Lili masih dengan perasaan tidak enak hati.
"Sudah jangan banyak alasan, saya sudah tua, sedangkan kamu bukan hanya demi dirimu saja tapi pikirkan juga bayi yang ada dalam perut mu yang juga harus selamat" Ucap bapak itu tidak sabar , dia sendiri memakaikan baju pelampung itu pada tubuh Lili.
"Terima kasih pak" ucap Lili terharu, Tuhan sungguh baik memperemukannya, dengan orang senegaranya yang baik hati dan ramah padanya, dia yakin mereka semua akan selamat sampai pada kapal induk yang akan membawa mereka kembali ke Indonesia.
sudah 3 jam lamanya mereka terombang ambing di lautan, berkali-kali kapal mereka hampir ditengelamkan ombak, namun mereka berhasil selamat berkat kelihaian dan keahlian sang kapten mengendalikan kapal dalam cuaca yang sangat exstrime.
Di kejauhan terlihat cahaya lampu dari sebuah kapal besar, sang kapten berteriak pada para penumpang, dia mengatakan itu adalah KRI Bung Tomo yang akan menyelamatkan mereka, mereka diminta menyalakan senter dan mengarahkan nya ke arah KRI Bung Tomo.
Setelah melewati perjuangan berat akhirnya mereka sampai pada kapal besar milik negara Indonesia yang berpatroli di lautan yang sudah menjadi wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Mereka di tolong untuk naik kekapal, sekali lagi Lili terharu sebab mereka semua membiarkan Lili yang diselamatkan terlebih dahulu, Lili merupakan orang yang pertama kali naik ke kapal besar itu.
Sekali lagi dia merasa bersyukur bertemu dengan orang baik negara Indonesia negaranya tercinta, air mata haru mengalir dari kedua matanya.
Akhirnya semua orang dalam kapal kecil itu sudah masuk kedalam kapal KRI Bung Tomo, rasa syukur dan terima kasih mereka panjatkan pada sang maha Kuasa yang telah menyelamatkan mereka dari badai, kemudian KRI Bung tomo berangkat menuju Indonesia.
Kapal merapat di sebuah pulau kecil di kabupaten terpencil, mereka merapat untuk mengisi bahan bakar.
"Kakak nanti singah di mana?" ucap Seno pada Lili karena dia melihat Lili hanya bengong saja sementara orang-orang mulai keluar dari kapal, sebab kapal ini akan berlayar kembali menuju Surabaya.
"Aku tidak tahu, aku tidak ada tempat buat pulang" jawab Lili lirih.
Mendengar percakapan Lili dan Seno bapak tua yang baik hati, yang telah rela memberikan pelampung dalam badai di tengah laut menoleh pada mereka berdua.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak keberatan singgahlah dirumah bapak" ujarnya sambil melihat kearah Lili.
"Tapi pak, tidak kah merepotkan bapak" tanya Lili dengan bimbang.
"Sudahlah kakak ikut saja bersama kami, ini pak Amir, beliau paman aku, rumahku juga dekat dengan rumah beliau, ayo turun" Seno langsung menagkap tangan Lili dan menariknya untuk mengikuti mereka.
"Baiklah" ucap Lili. Tidak apa sementara aku mengikuti paman dan keponakan yang baik hati ini, sampai menemukan tempat tinggal yang cocok, Lili mengikuti langkah mereka pergi dari pelabuhan, mereka naik taksi menuju rumah Pak Amir dan Seno, perjalanan kira-kira 4 jam lamanya lumayan membuat pegal badan apa lagi untuk badan orang yang sedang hamil seperti Lili
****…………………
Di Korea
Lie Yuan mencari ke setiap pelosok Korea segala kekuatan sudah dikerahkan secara maksimal, bahkan Akhira dari Jepang dan Sichuan juga ikut turun tangan, mencari namun tidak ada membuahkan hasil, Lili hilang bagai ditelan bumi.
Sampai seminggu kemudian mereka menemukan mobil di sebuah dermaga yang tidak terpakai lagi mobil itu masuk kedalam laut dan tersangkut tiang dermaga, orang-orang mengangkat mobil itu sampai kedaratan dan didapatilah beberapa barang pribadi Lili, hp dan juga beberapa kartu identitas yang semuanya ini membuktikan bahwa Lili berada dalam mobil itu saat kecelakaan berlangsung, dan kemungkinan tewas.
Namun Lie Yuan tidak mempercayai kenyataan bahwa Lili dan anaknya telah tiada, didalam hatinya percaya bahwa Lili pasti selamat dan entah dimana dia sekarang.
Saat orang-orang menyerahkan beberapa barang pribadi Lili padanya, dia tidak mau mengubur apalagi membuat makam kosong sebab dia percaya Lili masih hidup, dia tetap menyimpan barang-barang Lili di dalam kamarnya. Saat tidurpun dia selalu memeluk dan mencium aroma Lili yang masih tertinggal di bantalnya, dia merasa Lili tidur disampingnya.
"Tidak peduli memakan waktu selamanya, tetap lakukan pencarian, aku ingin mereka kembali" perintah Lie Yuan Pada Lion.
Sementara Jessy semakin terang-terangan mendekati Lie Yuan.
waktu terus berlalu hingga sudah berbulan-bulan lamanya dia kehilangan istri dan anaknya membuat dia menjadi manusia gila kerja.
Tepat pada tanggal Lili menghilang, Lie Yuan memandang foto Lili dia berkata, aku percaya kau masih hidup, aku akan segera menemukanmu dan anak-anak kita, kau berhati-hatilah dan jaga anak kita dengan baik, seharusnya kau sudah melahirkan sekarang" ucap nya sambil membelai foto Lili yang sedang tersenyum, di kecupnya foto dan di letakan di tempat semula. Lalu dia berangkat kekantor.
Di kantor Lie Gruop.
Semua orang sekarang merasa tertekan dengan CEO mereka yang kembali menjadi orang yang berhati dingin, banyak dari mereka yang merasa iba. Tidak ada seorangpun yang mampu meluluhkan hatinya, termasuk Jessy walaupun dia sudah mencoba berbagai cara untuk menaklukannya namun hasilnya nihil.
Ketika hati sudah mencintai seseoarang, tidak akan mudah untuk berpaling, Apa Lagi Lili adalah cinta pertamanya, tidak akan mudah untuk melupakannya.
Jessy wanita ini begitu menyeramkan, sebenarnya kematian suaminya ada hubunganya dengan dia, demi menguasai harta suaminya Jessy bersiasat melenyapkan suaminya dengan cara halus dan tanpa jejak. Lalu dia masih merasa kurang akan harta peninggalan suaminya. Dia pergi lagi merayu pangeran dari timur yang kaya raya, namun sayang impiannya tidak seindah kenyataan, ketika pengeran itu sudah bosan menikmati setiap lekuk tubuh Jessy , pengeran itu pergi mencari bunga yang lebih segar.
Jessy tidak bisa hidup tanpa harta dan juga sexs, ketika dia melihat berita bahwa Lie Yuan mengumumkan pernikahannya dan melihat istrinya sedang hamil, dan Lie Yuan juga sudah merajai dunia bisnis, Jessy memutuskan mengejar Lie Yuan kembali. Namun dia menemukan saingan yakni Lili, istri sah Lie Yuan. Tentu saja menyingkirkannya adalah termasuk salah satu rencananya.
__ADS_1
Namun sekali lagi bahwa cinta dan perasaan tidak bisa di paksakan walaupun kehilangan istrinya Lie Yuan masih saja tidak menolehkan mukanya pada Jessy meski sudah bermacam cara di gunakannya untuk merayu.
Sementara di ruang kerja Lie Yuan , memerintahkan pada Lion untuk setiap bulan mentransfer ke rekening Lili.
"Lion apa ada catatan pengunaan kartu ku yang hilang bersama Lili?" tanya Lie Yuan pada Lion.
" Tidak ada Tuan" jawab Lion.
"Awasi pemakain kartuku yang hilang bersama Lili, ku harap kartu itu terbawa olehnya, dan kita bisa melacak keberadaannya lewat transaksi bank" ucap Lie Yuan pada lion.
"tetap mentransfer 300 juta setiap bulan" tambahnya lagi.
Dan begitulah seterusnya selama bertahun- tahun dia semakin.menegelamkan dirinya dalam pekerjaan, pergi pagi sekali, saat orang belum bangun pulang sangat malam pada saat orang sudah tidur.
"Bagaimana apakah ada petunjuk dan laporan pemakaian kartu itu?" tanya Lie Yuan pada Lion.
"Tidak ada pemakaian kartu itu" jawab Lion.
Lili benar-benar menghilang bagaikan di telan bumi. Berbagai cara telah di coba untuk mencari namun tidak membuahkan hasil, tidak ada jejak sama sekali
…………………****
Di sebuah kota kecil negara Indonesia Tempat yang dipilih Lili untuk menetap bersama buah hatinya.
Tidak terasa waktu berlalu sekarang sudah 5 Tahun Lili berada di Indonesia di sebuah kota kabupaten kecil, namun warga nya sangat ramah para penduduknya pun cukup makmur, kabupaten ini sangat maju walaupun di daerah terpencil.
Lili memutuskan menetap di sini untuk hidup bersama kedua anak kembarnya yang tumbuh dengan sehat, cerdas dan pintar. Lili tidak berani pulang kerumah orang tua nya sebab takut di ketahaui oleh suaminya. Lili masih teringat omomgan penjahat wanita yang memakai masker bahwa yang merencanakan pembunuhan itu adalah suaminya. Hati Lili sempat menolak kenyataan itu, tapi yang mengirim pesan adalah benar dari nomor suaminya. maka keputusan Lili adalah bersembunyi dari suaminya untuk selamanya, biarlah aku sudah mendapat dua orang malaikat kecil sebagai hadiah dalam hidupku, sudah cukup pikir Lili.
"Ah...hatiku tidak percaya kalau suamiku tega ingin melenyapkanku dan anak-anaknya, tapi sudahlah," jika kita ada ditakdirkan, aku ingin menua bersamamu, jika tidak ada takdir ,biarkan aku melindungi mu dan anak-anak kita selamanya"
Lili menyewa sebuah rumah munggil minimalis di pinggir kota, dan membuka sebuah toko kelontong kecil namun didesain modern hingga membuat orang betah berbelanja toko nya.
Saat itu Lili beruntung tas tangannya tidak ikut di buang oleh penjahat seperti barang-barang lain nya sebab didalam tas nya ada mata uang tunai Korea yang lumayan banyak ketika di tukar dengan rupiah jumlahnya hampir 500 juta, hingga cukup untuk Lili memulai hidup baru menyewa ruko dan rumah tinggal dibelakang ruko yang dijadikannya toko.
Seno dan pak Amir membantu Lili mengurus toko, perkembangannyapun maju pesat.
Beruntung uang, Lili cukup toko kecil mereka juga untuk kebutuhan hidupnya dan anak-anak sehingga dia tidak berani memakai kartu black gold pemberian suaminya yang terbawa didalam dompetnya, dia bertekat tidak akan memakai kartu itu dia takut keberadaannya terlacak oleh suaminya.
__ADS_1
Bersambung.