CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part 93


__ADS_3

Dihari yang cerah Lili berencana mengunjungi Villa White tempat dia sewaktu belum menikah dengan Li Yuan.


Dia berencana mengajak anak-anaknya melihat kakek dan nenek nya, yang orang yang sudah Lili anggap sebagai orang tuannya selama di Korea. Sudah lama dia tidak pernah mengunjunginya.


Tetapi belajar dari pengalamannya pernah hampir mati terbunuh akibat Jesica , membuat Lili takut keluar tanpa mendapat izin dari Lie Yuan suaminya.


Lili menelpon ke ponsel Lie Yuan.


“Hallo” ucap Lili begitu ponsel suaminya terhubung.


“Kangen dengan ku, atau ada sesuatu dengan anak-anak?” suara Lie Yuan di telepon terdengar geli dan hangat.


Lili merasa malu dan tangannya menjadi panas.


“bercanda apa?, kita sudah punya dua anak masih ngomong seperti itu, Lili menjauhkan ponselnya dari tangannya.


“Jadi kalau bukan masalah anak-anak tidak boleh menelponmu?” ucap Lili sedikit keras.


“.....”


Lie Yuan tercengang mendengar teriakan Lili di telpon, istrinya ini sungguh manis tak disangka walaupun mereka sudah punya dua anak, wanita ini masih merona bila digoda olehnya.


“Tentu saja boleh, kalau begitu katakan ada apa kamu menelpon ku?” ucap Lie Yuan lembut.


“Bolehkan aku mengajak anak-anak mengunjungi Villa White? tanya Lili penuh harap.


“Tidak boleh, kalau ingin pergi tunggu akhir pekan biar aku juga ikut” ucap Lie Yuan segera dengan suara tegas dan tidak bisa dibantah.


“Lili menutup telepon dengan kecewa, sudah diduga mereka tidak bisa pergi ke villa white.


Sementara di Kantor Lie Group, Lie Yuan menutup telepon dengan wajah gelap.


Sekretaris Lion yang menunggu di sampingnya meletakan dokumen di depannya.


“Tuan Muda Lie Yuan, ini ada beberapa halaman berita di internet yang baru saja dirilis, yang ada hubungannya dengan nyonya Lili”


Mata hitam pekat bak malam Lie Yuan melirik dokumen yang diserahkan Lion , lagi-lagi konten gosip dan sepertinya berita itu menyebar dengan panas.


“Pagi ini, wartawan mengetahui dari sumber anonim bahwa Liliana Kim sengaja menghilang selama 5 tahun karena selingkuh “


“tapi saat ini Tuan Muda Lie Yuan yang merupakan pewaris grup Lie tetap menerima Liliana, hal ini karena perusahan Lie Grup baru pulih dari keterpurukan, itulah yang membuatnya menerima kembali Liliana untuk menghindari gosip dan menyebabkan penurunan saham perusahan”


Mata hitam Lie Yuan sedikit menyipit, dan tatapannya dingin.


“Apakah media gosip ini terlalu senggang” Apakah berita ini disebarkan oleh Jessy dan paman ketiga?”


“Yang saya takutkan….keduannya.” Sekretaris Lion menundukan kepala nya.


Sebab dia tahu betul, di Grup Lie, setiap kali LIe Yuan menyipitkan mata, sepertinya selalu ada badai penuh darah, tidak ada seorangpun di Lie Grup yang berani mengatakan apa-apa saat pria ini menyipitkan mata.


Setelah beberapa saat, Lie Yuan mengalihkan pandangannya dan mengabaikannya.” biarkan mereka menyebarkannya dulu, memanfaatkan media gosip itu untuk meningkatkan popularitas produk yang baru saja kita luncurkan”


Namun sekretaris Lion tahu bahwa ini hanya sementara, dan menjawab dengan lembut dan sopan sambil menundukkan badan “ Baik, Tuan muda Lie Yuan”.

__ADS_1


Kenzie sedang bermain komputer di kamarnya, tidak sengaja dia mengklik media gosip, dan berita yang ada di halaman pencarian populer saat ini adalah berita buruk tentang mommynya, mata kecilnya terbelalak.


“Siapa lagi yang membuat gosip murahan ini, ini tidak bisa dibiarkan, kalau mommy melihatnya dia akan sedih” gumam Kenzie.


Kemudian dia dengan lihainya menghack dan berhasil masuk ke akun media gosip dan menghapus semua berita-berita gosip dengan tanpa jejak, ya…kalau masalah menghack adalah keahlian dari tuan muda kecil Kenzie., dia bisa melakukannya dalam beberapa detik saja,


Sementara Lili dengan kesal duduk diruang tamu, ini tidak bisa dibiarkan, “aku tidak mau terkurung di sangkar emas seperti ini” aku harus ke Grup Lie bicara langsung dengan suamiku, ucap Lili dengan mengepalkan tangannya, berdiri menghampiri pelayan untuk menitip lihatkan Kenzie dan Kennie sementara dia pergi.


“Nyonya mau pergi kemana?, kami tidak bisa membiarkan nyonya pergi kalau tidak ada izin dari Tuan Muda, ucap kepala pelayan.


“aku tidak peduli, aku ingin pergi sebentar, lagi pula anak-anak tidak dibawa “ ucap Lili segera berlari ke atas ke kamarnya untuk mengambil tas dan ponselnya, dan sepeninggalan Lili kepala pelayan menelpon Lie Yuan untuk menyampaikan bahwa Lili ingin ke perusahaan.


“Biarkan saja dia pergi, segera perintah pengawal untuk mengikutinya, aku tidak ingin sesuatu terjadi padanya, dan pastikan anak-anak aman” ucap LIe Yuan di telepon.


“Baik Tuan Muda, jangan kuatir, Kennie sedang bermain pancing di kolam belakan bersama Tuan Besar Albert, dan Tuan Muda Kecil sedang bermain komputer di kamarnya, tidak ada yang mengikuti nyonya” ucap kepala pelayan.


Kemudian dia menutup telepon dan memerintah pengawal mengikuti mobil yang dikendarai Lili.


Setengah jam kemudian.


Lili tiba di Lie grup, pria yang beraura dingin, yang mengenakan kemeja serta rompi itu sedang duduk di sofa kantor Ceo.


Cahaya matahari dari luar menyinarinya dengan miring melalui jendela besar , dia menyesap segelas anggur, sambil membolak-balik majalah bisnis, bayangan matahari yang tergambar di bawah kakinya menjadikannya pemandangan yang sangat indah.


Lion mengetuk pintu dari luar, dia mendekat dan memberi hormat kepadanya, “tuan muda, nyonya Lili sudah datang”.


Di Belakang sekretaris Lion, Lili masuk sambil melotot marah, hatinya masih kesal sebab selalu dikekang, ditambah suasana hatinya sedang buruk akibat memendam rindu dengan keluarganya di Indonesia.


Lie Yuan menyambutnya mengabaikan wajahnya yang sedang melotot marah, dia meraih tangan Lili dan membimbingnya untuk duduk di sofa di sampingnya dan memeluknya serta mencium bibirnya sekilas.


Lie Yuan mengangkat dagu putih kecilnya, dia mencium bibir merah muda seperti memetik kemanisan dari wanita ini, dia tidak peduli dengan penolakan dan juga wajah cemberutnya, yang justru terlihat sangat menggemaskan baginya.


“Lili, apakah kamu sudah makan?” tanya Lie Yuan sambil tersenyum mesra menatap kedalaman mata sang istri.


Dan mungkin inilah salah satu kelemahan wanita, walaupun hatinya marah tetapi bila diperlakukan dengan mesra maka akan segera melupakan kemarahannya. Itu juga terjadi pada Lili.


“Belum “ jawabnya .


“Kalau begitu, aku juga belum makan, ayo kita makan bersama” Lie Yuan menjawab dari belakang Lili sebab posisinya sedang memeluk istrinya dari belakang.


“Oke, aku ingin makan masakan Indonesia, Lili mendorong wajah suaminya yang masih terus menghujamnya dengan ciuman-ciuman kecil, sebab kepalanya telah dipenuhi makanan-makanan kesukaannya.


“Makan sate, rendang, ikan asam pedas”,...dan dian mengatakan semua jenis makanan ini dalam satu tarikan nafas.


Lie Yuan menghela nafas tanpa daya, “Boleh, Lion, carikan restoran masakan Indonesia yang bagus dan pesanlah tempat”


“Baik tuan muda” Lion segera mencari dengan tablet nya.


Sesungguhnya Lili sedang ingin keluar menikmati pemandangan kota Seoul yang sudah lima tahun dia tinggalkan. Sekarang suaminya akan menemaninya keluar untuk makan masakan Indonesia, seketika hatinya menjadi terharu, Lili sangat senang, dia mengerjapkan matanya yang sedang berkaca-kaca, dan menatapnya.


“Apakah kamu mau membiarkan aku menemui orang tuaku suatu saat nanti?”


Lie Yuan menatapnya misterius dan berkata dengan tenang “kamu tebak “.

__ADS_1


Lili bersumpah, untuk membuatnya mau membiarkannya kembali ke negara asalnya untuk menemui orang tuanya. Sepertinya harus sedikit menggunakan trik merayu pikir Lili dalam hati.


“Hahaha…, aku tahu, tuan presdir Lie Yuan yang berstatus tinggi tidak ingin istrinya yang cantik dan ini , pergi lagi meninggalkannya kan?”


Lie Yuan menariknya kedalam pelukan dan mendesah.


“Pertama, terlalu banyak wanita yang ingin bersamaku”


Ekspresi Lili langsung berubah.


“Tentu saja” Lie Yuan memperhatikan ekspresi Lili yang berubah. “ Aku akan memberitahu mereka bahwa aku telah menikah dan memiliki istri yang sangat cantik dan manis , ada ia adalah orang yang sangat penting bagiku”


Lili lagi-lagi tersipu, ya ampun walaupun mereka sudah memiliki anak namun, saat ini terasa kembali kemasa-masa jatuh cinta seperti remaja saja yang saling memuji dan merayu.


Kemudian Lie Yuan melanjutkan kata-katanya .


“Yang kedua istriku ini memang benar-benar manis dan cantik, mengenai kelembutan, aku rasa ini sesuai adanya”


“Hai ya, ampun sejak kapan tuan muda Lie Yuan pandai merayu dengan kata-kata gombal seperti ini, apakah kamu sering merayu wanita lain di luar’ sungguh benar-benar manis mulut ini”! ucap Lili sedikit kesal.


“Istriku, ini kamu sendiri yang mengatakannya, aku tidak pernah mengatakan kepada siapapun apalagi merayu” Lie Yuan tersenyum kemudian berdiri ke sisi lain .


Lili merasa bahwa saat ini dirinya sedang dipermainkan oleh suaminya seperti anak kecil. Dadanya seakan mau meledak karena kesal dia akhirnya mengertakan giginya dan berteriak “ Tuan muda Lie Yuan”!


Lie Yuan mengabaikan teriakannya, dan pada saat yang sama Lion masuk dari luar.


“Tuan muda Lie Yuan ada Restoran Indonesia dekat sini, dan saya sudah memesan tempat untuk anda dan nyonya”. kata Lion.


“Oke, Lie Yuan mengambil jas dan melirik ke arah Lili yang masih cemberut kesal di sisi lain sofa” Ayo pergi nanti hari keburu petang dan kita akan dicari anak-anak”


Lili masih menatap, dan merasa emosi.


Tetapi kalau soal membujuk seorang istri yang imut Lie Yuan tidak berhasil , jabatan Lie Yuan sebagai presdir Lie Grup akan sia-sia. Sebab membujuk Klien dan negosiasi adalah ahlinya.


Lie Yuan menatapnya sebentar dan dengan lekukan paling seksi di sudut bibirnya. “Ayo katakan, mobil baru , perhiasan atau sebuah pulau untuk mu dan anak-anak?”


“Tidak mau” Lili berseru dengan marah, apa dia pikir aku matre.


Sudah hampir 8 tahun dia dinyatakan meninggal dalam kecelakaan pesawat di Indonesia, dan sudah sejak pertama dia bersama Lie Yuan, sampai sekarang belum ingin membuatnya kembali bertemu ayah ibunya dan mengakui kalau dirinya masih hidup, dia takut terlambat .


Takut keburu orang tua nya tiada tanpa mengetahui kenyataan sebenarnya Lili selamat dari kecelakaan itu.


Lili sekarang mengerti bahwa menghadapi pria ini Lili tidak boleh mengalah.


Lie Yuan melanjutkan lagi senjata manisnya, menggunakan uang. “Pakaian wanita termewah dari perancang khusus, kosmetik mahal?”


Lili masih menatapnya ganas, saat ini dia tidak akan mengalah, tetap pada pendiriannya!


“Akhirnya Lie Yuan berkata lagi, “Baiklah aku akan pikirkan caranya agar kamu bisa menemui mereka tanpa membuat mereka shock, kamu jangan marah lagi ya?”


Setelah mengatakan itu , kata-kata yang sangat menggoda ini, Lie Yuan langsung pergi .


Di belakangnya Lili masih mau melawan, dia adalah orang yang tidak suka bertele-tele, tapi saat ini tidak ada yang bisa dia lakukan selain berharap , setidaknya suaminya masih mengatakan untuk memikirkan caranya untuk kembali ke indonesia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2