CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part 109


__ADS_3

Lili melihat ke belakangnya dan melihat ke sekeliling.


…. ternyata itu benar-benar dia Budi Satrio


Dulu, Budi ingat bahwa sebenarnya Mileara mengatakan bahwa dia model rambut pria ala korea dan Budi bahkan dengan sukarela mengubah style seperti yang Mileara inginkan.


Dari rambut sampai pernak pernik kesukaan Mileara selalu Budi pakai.


Karena perubahannya itu Mileara sudah mulai bisa membiarkan dirinya untuk mengejarnya, Budi merasa seperti bermimpi karena nya.


Kemudian mimpi Budi untuk menjadi pacar Mileara akhirnya hancur berkeping-keping bak kaca yang terjatuh ke tanah.


“Budi aku mendapat Beasiswa Ke Korea”, ucap Mileara saat mereka mengadakan upacara kelulusan saat sekolah menengah.


Saat itu Budi bertekad dia juga akan kuliah ke korea, tapi siapa sangka terjadilah petaka kecelakaan pesawat, dan Mileara dinyatakan meninggal.


Impian Budi hancur berkeping-keping bertahun-tahun dia berada dalam keterpurukan.


Budi maju selangkah demi selangkah menuju ke arah Lili yang di kenalnya sebagai Mileara Anggela Christian.


Budi maju, dan Lili mundur sampai sudah tidak bisa mundur lagi sebab terhalang pintu mobil, Budi memenjarakan Lili diantara pintu mobil dan dirinya, sehingga Lili tidak bisa bergerak.


“Apa mau kamu?” Lili mencoba untuk tetap tenang sambil memandang si pria jangkung yang sekarang berada di depannya, “Budi ku ingatkan kamu, kamu seharusnnya tahu bahwa sampai sekarang Lie Yuan masih berusaha mencari dalang dari penculikan ku terakhir kali.


Dalam situasi ini, Lili hanya bisa menyebutkan nama Lie Yuan untuk mengintimidasi Budi.


Budi tersenyum dengan jijik, “Kamu berbicara soal Jessy, ya?”


“....” lili terkejut, “kamu tahu?”


“Tentu saja aku tahu” Budi melihat keheranan dimata Lili” karena waktu itu aku berada di korea dan melihat berita-berita tentang kamu.


Bulu kuduk Lili berdiri seketika.

__ADS_1


Dia sudah merasakan kekejaman Jessy, Lili mengertakan giginya “jadi waktu itu kamu bersekongkol dengan Jessy?, kamu dan Jessy tidak mau aku melihat aku bersama dengan Lie Yuan maka itu kamu bersekongkol untuk menculik dan melenyapkan aku, bukan?”


“Aku tidak mempercayai kalau kamu mati”, suara Budi parau merasakan kesakitan. “Tapi kamu tega nya tidak menghubungi kamu dan keluargamu, mengatakan keberadaanmu, entah dengan menelpon, kirim email atau apapun itu, kenapa kamu tidak memberitahukan keberadaan mu? kenapa kamu tega Mileara”


“Mileara kamu adalah wanita paling kejam!!!


Kamu telah memberikan aku dan keluargamu ujian dan kebohongan yang paling kejam!” ucap Budi sambil beranjak keluar dari dalam mobil dengan tatapan kesakitan di matannya.


“Kamu yang bertanggung jawab atas rasa sedih, kehilangan dan kesakitan yang kami tanggung selama ini” ucapnya lagi.


Lili juga beranjak keluar dari dalam mobil, suasana malam begitu tenang banyak bintang-bintang di langit dan suara-suara binatang malam terdengar menambah kesunyian malam.


“Budi kamu belum menjawabku, apa kamu bersekongkol dengan Jessy untuk membunuhku waktu itu?” ucap Lili.


Melihat wajah Lili yang menatapnya dengan waspada, Budi tidak menjelaskan apa-apa.


“Aku tidak mau repot-repot bersama orang orang seperti itu”. Budi akhirnya bersandar di luar mobil dan menyalakan rokoknya dan menikmati dunia yang sedang sunyi.


“Sejak kapan kamu jadi perokok” Ucap Lili spontan sebab dia teringat Budi tidak pernah merokok karena dia tahu Mileara tidak menyukai laki-laki yang merokok.


“Ini urusanku, tidak ada hubungannya denganmu” ucap Lili ketus.


“Kalau begitu apa gunanya kamu bersama-sama dengan dia ?”


Seperti gunung berapi yang baru saja meletus, Budi memperhatikan Mileara dengan tenang dia sekarang sudah yakin seratus persen bahwa Liliana Kim ini yang berdiri di sampingnya adalah Mileara gadis yang sudah dia cintai dan kini menjadi obsesinya,


“Mileara , kamu menikah dengan Lie Yuan hanya untuk membalas budi karena dia yang membuat kamu luput dari maut” ucap budi sambil menjentikan abu rokok di tangannya.


“tapi ….jangan lupakan, bahwa dia egois, dengan memenjarakan kamu seumur hidup, menjauhkan kamu dari dari keluarga dan orang tua” Budi berbalik menghadap Lili, dia melemparkan puntung rokok ke tanah dan menginjaknya hingga hancur, tampak aura kemarahan dalam dirinya yang sangat kuat.


“Mileara, dia, tidak mencintaimu ataupun menyayangimu dia tidak peduli dengan perasaanmu, juga kesedihan orang tuamu, apa gunanya kamu bersama dengan orang seperti itu” ucap Budi dengan suara yang tajam.


Lili terdiam, dan ketika dia berbicara soal Keluarganya terlihat ada kesedihan dari pancaran matanya.

__ADS_1


Lili menahan diri, dia menggigit bibirnya, untuk tidak menangis tetapi angin meniup matanya, lalu mengalirl ah air mata dari sudut-sudut matanya.


Lili perlahan berbalik dan memandang Budi yang berada di sampingnya, pria yang bagaikan hitamnya malam itu.


“Iya…dia adalah pria kecil yang pernah menyelamatkanku di saat aku hampir mati di dalam lift, waktu itu aku berumur lima tahun. dan juga dia yang menyelamatkan aku dari kecelakaan pesawat “ ya walaupun secara tidak langsung memang karena Lili salah masuk pesawat maka dia terluput dari maut sat itu.


“Dan sekarang kami sudah menikah, dia memberikan apa yang aku inginkan” Lanjut Lili.


Budi tersenyum “ uang? atau kekuasaan misalnya, Lie Yuan bisa memberikan mu kehidupan yang mapan, dan bisa memberikan kedudukan terhormat sebagai nyonya keluarga Lie?”


“Mileara, jika kamu mau aku bisa memberikan mu hal-hal itu!” ucap Budi gusar dengan keputusan Mileara yang dengan mudahnya menuruti permintaan Lie Yuan sampai mengabaikan keluarga nya apa hebatnya Lie Yuan Budi tidak habis pikir.


Lili tahu bahwa Budi sedang marah maka dia sengaja untuk memprovokasi dia dengan berkata :


“Aku hanya tergila-gila dengannya, bukan kamu” ucap Lili meneteskan air mata dan tersenyum cantik menunjukan rasa bangga,”


“Aku hanya menyukai uangnya, aku tergila-gila dengan kekuasaannya, karena itu dia, aku menyukai segala sesuatu tentang nya “


“Termasuk matanya saat menatap, setiap sentuhannya, setiap pelukannya, kasih sayangnya, bahkan ke sombongannya, ke arogan nya semua kau suka” ucap Lili sengaja memanasi Budi .


Walaupun konsekuensinya Lili sudah tidak bisa pulang ke keluarganya, tetapi bahwa saat ini dia masih hidup itu juga merupakan takdir yang tidak bisa di elak.


Dan mengenai tawaran Budi, walaupun orang terkaya di dunia yang ada di hadapannya bagi Lili itu semua tidak berarti.


Lili tahu dia sudah terjatuh, dia sudah cinta dan dalam pernikahan ini dia sudah memiliki dua orang anak yang sangat dia cintai, jadi dia tidak mungkin mengabaikannya, dan untuk orang tuanya dia percaya pada suaminya untuk suatu saat pasti mengatur pertemuan.


Saat itu dia salah tetap diam ketika LIe Yuan melarang dia menunjukan diri pada keluarganya.


Dia tahu dia salah, tetapi dia tidak bisa melawan perkataan suaminya, dan kemunculan Budi dihadapannya membuatnya semakin jelas dan semakin menyadari perasaannya pada Lie Yuan dia sungguh mencintai Lie Yuan hingga tidak bisa berpaling.


“Mileara, ikutlah bersama dengan ku, dan aku bisa membawamu pulang ke orang tuamu, aku bersedia membayar semua denda pada negara dan juga pihak asuransi, kumohon pulanglah bersamaku” ucap Budi.


Bersambung.

__ADS_1


Hai para pembaca yang baik hati, nantikan kelanjutannya ya jangan lupa LIKE, VOTE dan juga komentar supaya Author semangat Update.


__ADS_2