CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#37 Ada ke jangalan pada datanya.


__ADS_3

Masih dirumah utama.


Seluruh keluarga Tuan Lie tercengang mendengar keputusan kakek yang langsung merestui hubungan Lie Yuan dengan seorang gadis yang mereka belum tahu latar belakangnya.


Silvia dan Cristina ternganga mendengar keputusan kakek


Albert. "Bencana macam apa ini, tiba-tiba kak Yuan akan menikahi dengan gadis yang tidak tahu dari mana asal usulnya". Mereka melirik ke arah ibunya seolah minta pendapat.


"Ayah apakah tidak terburu-buru kita kan belum menggenal keluarganya" kata nyonya celine memanggil kakek albert dan mencoba memberi pendapat.


"Jika Lie Yuan sudah memilih gadis ini, aku tidak akan mempermasalahkannya" jawab kakek.


"Tapi ayah, Lie Yuan adalah CEO grup Lie apakah tidak masalah?" jawab nyonya Celine.


"Kebahagian Yuan bagiku lebih penting" Jawab kakek lagi.


Merasa suasana di dalam ruangan semakin memanas Lili melepaskan tangan tuan muda, yang memeluk bahunya kemudian dia permisi keluar, ingin menghirup udara segar.


Tapi tuan muda tidak mau melepaskannya "Tetap disini" katanya melirik Lili tatapannya tidak ingin dibantah.


"Tuan aku tidak punya keluarga yang sebanding keluarga Lie kalian dan statusku hanya anak dari seorang penjaga kebun anggur anda, sangat jauh dari lingkup keluarga Lie" bisik Lili di telinga tuan muda.


"kalau di negara asalku, aku tidak akan malu karena orang tuaku juga pengusaha, tapikan aku sudah tidak bisa pergi ke sana aku sudah dianggap mati, dan aku disini karena kebaikanmu tuan" Lili membatin.


"Sayang , aku tidak membutuhkan pernikahan bisnis, aku tidak membutuhkan orang lain sebagai penopang bisnisku, aku sungguh tidak memerlukan itu". Jawab tuan muda lagi.


"Tapi sepertinya bibi, paman dan saudara perempuan tuan tidak menyukai ku", bisik Lili .


"Mereka bisa memilih angkat kaki dari keluarga Lie, aku tidak akan menyokong mereka lagi,mereka tidak akan berani macam-macam percayalah padaku Lili" Jawab Tuan muda sambil mengencangkan pelukan di bahu Lili.


"Baiklah kalau begitu, aku bersedia jadi pacarmu dulu ya" Jawab Lili.


"lho kok hanya pacar?" Jawab tuan Lie gemas sambil mecubit hidung mancung Lili.


Iya, kita memang harus gitu dulu" jawab Lili.


Mereka berdua terlihat mesra tidak begitu memperdulikan yang lainnya.


"Ih benci aku Lihat gadis itu" bisik Silvia ke telinga cristina.


"Iya aku" juga benci jawab cristina.


"Yuan pilihlah tanggal yang baik, nanti aku akan menggunjungi keluarga Lili untuk melamarnya" suara kakek tidak bisa dibantah siapapun.


"Baik kakek, nanti akan aku beritahu kalau sudah siap" Jawab tuan muda.


Kakek sekarang kami pamit pulang dulu, jaga kesehatanmu" tuan muda pamit membungkuk diikuti Lili, mata Lili melirik ke halam belakang mencoba mencari keberadaan Akhira tapi tidak melihatnya.

__ADS_1


Mereka yang lain juga bubar masuk kekamar masing-masing walaupun tidak puas dengan keputusan kakek dan tuan muda, merekapun tidak bisa membantah.


Sementara didepan kolam kakek.


Akhira duduk dibangku taman berpikir, Sebenarnya siapa kah Liliana Kim selama empat tahun berteman ada begitu banyak waktu yang mereka rajut bersama, dia seakan terlena dengan kebaikan Lili, dia pikir sedikit lagi akan mengungkapkan perasaan setelah mereka lulus jadi sarjana baru akan mengatakan cinta tapi siapa sangka sang kakak justru mendahului.


tergiang ucapan kakak nya bahwa


"Lili adalah gadisku baik dahulu maupun sekarang" berarti jangan-jangan Lili memang sudah menjadi pacar kakak Yuan sejak dulu mangapa aku tidak tahu? ah sial!!! ...kenapa aku bisa tidak tahu" ucap Akhira sambil melemparkan umpan ikan kedalam kolam dengan kesal.


"Akhira, kamu ingin membuat ikan koi kakek mati ya , lihat tu umpannya sudah kamu masukan sebanyak itu, ikannya bisa mati lemas" kakek memgambil saringan dan mengangkat umpan ikan dalam kolam.


"Apa yang kamu pikirkan Akhira?" kakek duduk di sebelah Akhira menatap ikan dalam kolam.


"Kakek ,apa kakek percaya kakak benaran pacaran dengan Lili?" tanya Akhira.


"Bukannya hanya untuk menutupi rumor tentang kakak?, aku khwatir Lili hanya di peralat nya kek" Akhira menimpali katanya tadi.


"Aku harus membuktikannya kek, " tekad akhira.


Kita lihat saja nanti, kalau memang Lili adalah gadis yang benar-benar kakak mu cintai kamu harus mendukung mereka ya" jawab kakek.


"Baik kakek" Sekarang aku pamit ya kek Akhira membungkuk .


"Baiklah hati-hati di jalan..kakek bangkit mengikuti sampai ke depan pintu.


Dia mencoba mencari identitas dan data Liliana Kim, tetapi dia tidak menemukan data yang berarti datanya hanya mulai dari tamat SMA samapai sekarang . tidak ada data dari dia kecil


"Sepertinya data Liliana Kim ada yang janggal ,aku harus menyelidiki kak Yuan apa sebenarnya yang kau rencanakan? kalau sampai mencelakakan Lili aku tidak akan segan meski kita saudara" tekad Akhira sambil menutup laptop.



Seminggu kemudian, Iko menelpon Lili mengajak melihat pameran kerajinan tangan dan juga pameran bunga.


Lili memutuskan untuk pergi ke pameran bersama Iko. Tuan muda Lie pun mengijinkannya.


Mereka janji bertemu di tempat pameran yang tidak jauh dari tempat mereka dulu.


Disaat mereka hampir memasuki area pameran secara kebetulan mereka melihat Akhira juga menuju kedalam gedung pameran.


"Ahkira" Iko,dan Lili menghapiri melangkah menuju kearahnya.


"Iya, kalian juga ingin masuk kedalam ayo kebetulan aku punya tiket masuk, ayo pameranya sudah dimulai". Ajak Akhira.


"Apa harus pakai tiket ?" tanya Iko dan Lili serentak.


"Iya ini pemeran Internasional banyak pejabat dan pengusaha yang datang, ayo buruan masuk"

__ADS_1


Setelah mereka masuk kedalam gedung benar lah, banyak pamerah bahan kerajinan tangan dari berbagi negara, Lili dan Iko berkeliling melihat barang-barang yang dipamerkan.


Mata Lili melihat salah satu stan dari Indonesia , seketika perasaannya berdebar serasa bertemu dangan saudara sendiri.


Begegas Lili menghampiri, melihat banyak kain batik hasil tenunan tangan yang di pamerkan.


"Apa kau menyukai kain-kain itu?" tanya Akhira yang berjalan di samping Lili.


Iya semuanya indah jawab Lili tertunduk matanya berkaca terkenang kampung halamannya.


Sementara tanpa mereka sadari sepasang mata mengawasi mereka, yaitu mata tuan muda Lie mengawasi dari kejauhan tanpak tatapannya menggelap menahan kemarahan dan kekhwatiran.


Segera dia menelpon Lili. Darzzz...suara getar ponsel Lili di dalam tasnya. segera dilihatnya nama tuan muda Lie menelpon.


Mengapa lama mengangkatnya rutuk tuan muda tidak sabar rasannya ingin segera menarik Lili menjauh dari stan Indonesia.


Begitu Lili angkat, tuan muda langsung bersuara bertanya?


"Apa kamu sudah selesai,? aku tunggu didepan sekarang?


Ya ampun tuan muda ini, baru saja tiba sudah beryanua apa sudah selesai ? ya jelas belum lah umpat Lili dalam hati.


"Tuan duluan saja aku sekarang bersama Iko dan Akhira".


"Tidak bisa kamu harus pulang sekarang " teriaknya di seberang telpon.


"ih ya ampun dasar tuan muda"!!


"Baiklah aku segera kelur" jawab Lili.


"Akhira, Iko aku pamit dulu ya, ada leperluan lain, ucap Lili berpamitan dengan mereka.


Mereka berdua tersenyum , baik lah hati-hati nanti aku telpon lagi ya kata Iko.


Ahkira melihat kakak Yuan yang menunggu Lili di depan pintu" oh itu rupanya alasan Lili cepat pulang pantasan" pikirnya sambil tersenyum getir.


...💝Bersambung💝...


Terima kasih, bagi yang sudah Like, komentar dan juga VOTE serta Hadiah untuk Author🙏🙏


Bagi yang belum di tunggu ya


LIKE, KOMENTAR,VOTE DAN JUGA HADIAH NYA.


...Thanks You...


...💝TE'AMO💝...

__ADS_1


.


__ADS_2