
..."Apapun yang terjadi hari ini, syukuri, iklaskan, jadikan semuanya itu sebagai pelajaran",....
Hari-hari di Kampus......***
"Hei...Lili pelan-pelan saja, kan masih ada hari esok buat menyelessikannya" . ujar Akhiko sahabat Lili dikampus sambil menarik kursi di sebelah Lili.
"Tidak bisa, harus selesai hari ini, kalau di rumah tidak akan kelar-kelar", Jawab Lili tanpa mengalihkan matanya dari laptop nya.
"Iya tapi kita harus makan juga kali, udah laper nich," Jawab Lili sambil menampilkan wajah yang sangat memelas seolah sudah seminggu tidak makan.
"Ini, makanlah bekal buatan ku dibawa dari rumah tadi", Lili menyerahkan kotak bekalnya kepada Akhiko.
"Apa ini baunya harum sekali", tanya Akhiko sambil membuka kotak bekal dan hidungnya mengendus-endus, lucu sekali .
"Nasi goreng istimewa level 10," jawab Lili nyengir. Akhiko pasti tidak tahu apa itu level 10 nampak dari wajahnnya yang bengong sambil mengerutkan kening nampak berpikir. Tapi Lili tidak mau menjelaskan panjang lebar tentang nasi goreng level 10 nya.
Akhiko langsung menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya dan dia menikmati dengan suka cita sebab Akhiko juga suka dengan masakan Indonesia .
"Ah kenyang ", ujar Akhiko sambil mengelus perut nya .Nasi goreng ludes di makan dan mulutnya mendesis sebab kepedasan .
"Auw...pedas nya ...
Aku pergi beli minuman dingin dulu ya, gila benar-benar pedas nasi gorengnya!",
Akhiko beranjak sambil mengacungkan jempolnya. Lili tersenyum hanya melihat sekilas, lalu lanjut lagi fokus dengan Laptop nya.
Tiba-tiba muncul nomor yang tidak di kenal menelpon nya berulang-ulang.
"Ah, Siapa ya, apa aku angkat saja ya, mungkin penting, tapi siapa? aku belum punya banyak teman ".
Telpon berdering lagi .Dengan ragu Lili menerima telepon .
"Hallo...," ucap lili begitu telepon tersambung.
"Hai.. gadis pengendara sepeda, masih ingat aku, yang dulu mabilku kamu tabrak. Aku menagih janji mu untuk mentraktir aku apa kamu masih ingat"? suara penelpon itu lantang tapi lembut jenaka.
Lili, masih terbegong , tidak tahu harus jawab apa.
"Ah... masa sich aku pernah janji traktir segala? perasaan tidak pernah dech." Lili membatin dan menggingat kejadian siang itu. Lili naik sepeda mendengar bunyi rem mendecit, terkejut lalu terjatuh, lalu cepat-cepat bangun dan pergi setelah minta maaf , tidak ada janji traktir. Ngada-ada ni orang. Lili lansung mau mematikan Hand phone .
__ADS_1
"Eh tunggu dulu jangan di matikan", ujar si penelpon. seolah tahu telponnya mau di matikan.
"Aku Akhira, aku yang akan traktir kamu ya, Aku tunggu jam satu siang di resto Jiangan sen ya ini lokasinya sudah ku share , jangan sampai tidak datang. Kalau tidak datang aku akan menuntut mu." ujar Akhira jenaka.
"Ada-ada aja bencana, kenapa hidupku selalu tertindas begini, belum lagi di rumah, tuan muda lie selalu datang ngomel dan minta dimasakin, minta di pijat lah, mau mandi harus disiapin air hangat, baju ganti juga harus di siapin, datang harus di sambut layaknya pangeran aja" benar- benar tersiksa hidupku ini . Batin Lili sedih.
Lili buru-buru menutup laptop nya dan bersiap untuk pulang waktu menunjukan jam setengah satu siang, harus buru-buru mampir ke Resto Jiagan san sebentar dan lanjut bekerja , setelah nya pulang karena tidak ada kelas mike up. jadi bisa pulang agak sore dan bisa bersantai sejenak sebelum Tuan Muda Arogan datang.
"Lili, kamu sudah mau pulang?" apa tugasmu sudah selesai?" tanya Akhiko, sambil berjalan mengikuti langkah Lili yang terburu-buru.
"Belum, tapi aku harus pulang karena ada hal yang mendesak", jawab Lili sambil terus melangkah.
"Baik aku antar kamu ya, ayo ajak Akhiko, sambil mensejejerkan langkah kaki mereka.
"Ayo, kita harus cepat karena setelah ini aku akan lanjut masuk bekerja ke toko.
" Asyiap.. .. Nona besar ", Jawab Iko, nama pangilan Akhiko dari Lili adalah Iko. Berangkatlah dua sahabat menuju Resto Jiangan San.
Tiba di Resto keduanya masuk lewat pintu samping, kebetulan pengunjungnya tidak begitu ramai. Resto Jiangan San merupakan Resto yang cukup mewah, kalau orang biasa seperti Lili tidak akan mampu untuk membayar menu di sini.Walaupun tuan muda Lie memberikan kartu Black Gold kepadanya, Lili tidak pernah sekalipun mengunakannya, dia tidak ingin terlalu banyak berhutang budi.
"Nona, Silakan mengikuti saya" ujar pelayan ramah. Mereka dibawa ke ruangan Private Room, disana sudah duduk Tuan Muda Akhira sambil melambaikan tangan ke arah mereka.
"Oh iya kalian mau makan apa ?"tanya tuan Akhira. sambil menatap mereka berdua.
" Gila Tampan benar ini orang, dimana Lili bisa menggenal orang se tampan ini? gila-gila....batin Iko sambil terus menatap tuan Akhira.
"Lili, kenalin aku dong bisik Iko sambil menyenggol bahu Lili.
"Iya". Jawab Lili.
"Ehem....Tuan kenalkan ini teman ku Akhiko biasa di panggil Iko.
Iko mengulurkan tangan dan di balas tuan Akhira.
Tiba-tiba Lili merasa meremang, bulu kuduknya merinding serasa ada perasaan yang tidak enak, apa gerangan yang akan terjadi.
"Sepertinya perasaanku tidak enak",batin Lili, dia melihat ke sekeliling ternyata matanya melihat dari kaca transparan Tuan Muda Lie bersama sekretaris Lion dan juga dua orang lainnya sepertinya mereka juga ingin makan di Resto ini.
"Ya Tuhan matilah aku , jika dilihat oleh Tuan Muda , batin Lili. Dia merunduk dan menutup wajahnya dengan tas , wajahnya pucat pasi dan tulang belulangnya lemas tak bertenaga dan keringat dingin bercucuran didahi nya.
__ADS_1
" Semoga dia tidak melihatku", batin Lili berharap
Sementara Tuan Akhira juga menyadari perubahan pada diri Lili, yang jadi gemetaran serta pucat pasi, lalu dia bertanya.
"Nona Lili apakah kamu sakit"? sambil mengulurkan tangannya menyentuh kening Lili yang berkeringat dingin.
Tidak Tuan saya, ingin segera pulang ada pekerjaan yang mendadak yang harus saya selesaikan", jawab Lili langsung berdiri dan menarik Iko supaya ikut dengannya pergi dari tempat itu.
"Ayo Iko, kita pergi, Iko",!!!
"Tapi, kita belum makan Lili, bagaimana dengan pesanan kita?," Iko menjawab sambil menampilkan wajah memelas.
"Ini tentang hidup dan matiku apa kamu tahu?" ! Jawab Lili sambil terus menarik Iko pergi dengan cepat.
Sementara Tuan Akhira juga melangkah mengejar mereka sambil tak lupa berpesan pada pelayan. "biar nanti sekretaris saya yang urusnya". sambil bergegas berlalu.
Tuan muda Lie dan Lion melihat Lili keluar dari Resto dengan terburu-buru lalu melihat Tuan Akhira yang sepertinya mengejar mereka, mata tuan Muda Lie melirik Lion dan Lion pun paham dengan Lirikan Tuan Muda, Lalu dia beranjak.
"Permisi Tuan saya ada keperluan sebentar ",kata Lion sambil membungkuk ke arah Tuan Muda.
Apa yang akan terjadi ya? apa yang akan di lakukan Lion ?
Apa Tuan Muda Akhira bisa mengejar Lili dan Iko?
Hukuman apa yang akan diberikan Tuan Muda Lie untuk Lili karena dinilai melanggar Syarat nya?
Ikutin terus cerita ini sampai berjumpa di Part berikut nya.
❤Bersambung❤
Hai.. para pembaca yang budiman, ikutin terus cerita ini ya, jangan lupa Kasih LIKE👍🏼 Komen dan juga VOTE .
Ajak juga sahabat , keluarga dan teman-temannya baca cerita ini. Di FAVORITIN juga biar tahu kalau ada UP terbaru.
❤THANKS YOU❤
.
__ADS_1