CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part 110


__ADS_3

“Budi, aku mencintai Lie Yuan, meski apapun yang dia lakukan, aku mencintainya jadi aku bersedia untuk tetap bersama dia” Lili memandang pria di hadapannya yang wajahnya berubah, Lili melanjutkan kata-katanya.


“Terlepas dia mencintaiku atau tidak, aku tetap akan bersamanya”


Wajah budi tidak pernah sejelek ini sebelumnya, ini seperti kalah dalam pertarungan !!


Budi menggertakan gigi, ada sesuatu yang menyakitkan dimatannya, selama hampir 12 tahun dia mencari dan menjaga cinta di hatinya tapi gadis yang dicintainya ternyata sudah menjadi milik orang lain.


“Mileara tidak bisakah kamu mempertimbangkan lagi?”


“Maaf budi aku tidak bisa, pernikahan bukanlah hal yang bisa semaunya ditinggalkan, meski apapun yang terjadi, aku adalah milik suami aku” ucap Lili tegas.


Karena bagi Lili tidak peduli ada budi datang, sahabat masa kecilnya hingga dewasa yang selalu menjaga nya, tapi dia tidak bisa mengulangi hubungan mereka, semuanya tidak akan sama seperti masa lalu”.


“Budi kita harus melangkah ke depan, tinggalkan masa lalu” ucap Lili.


Tiba-tiba sesuatu terbang dari belakang LIli, menghembuskan angin kencang menyapu rambut Lili, membentuk busur di udara, melesat menuju BUdi dan menembus tulang belikat nya.


“Ughh…!!! Budi melangkah mundur beberapa langkah sambil memegangi bahunya yang tertembak, bersandar pada mobil.


Dia mendengus tangannya penuh dengan darah, walaupun matanya terasa sakit , ia tidak berhenti melihat Lili Sambil tersenyum.


“Mileara, apakah kamu mengatakan kamu mencintainya? ha…ha…ha..


Lili menyadari bahwa cahaya di sekitarnya menjadi lebih terang, dia perlahan menoleh, melihat Lie Yuan dan yang lainnya, tidak sadar kapan mereka tiba di puncak gunung, dengan mobil diparkir di sekitar mereka, dan helikopter perlahan mendarat, Lion memegang dua anjing pelacak, mereka semua memandang kearah Budi Satrio dan Lili.


Lie Yuan tidak memakai jasnya lagi, hanya berkemeja putih dan mengenakan rompi, lengan kemejanya digulung hingga siku, dan butiran keringat menetes dari lehernya.


Disinari lampu mobil, tampak lapisan keringat di wajahnya yang tampan, Lili belum pernah lihat dia semenyedihkan ini sebelumnya.


Tapi tatapan mata Lie Yuan tampak sangat dingin dan mengerikan.


“Tuan Budi, sudah jelas?” Lie Yuan mengangkat bibir tipis nya dan menyeringai.


“Dia bersedia tinggal disisiku, tidak ada yang memaksannya”

__ADS_1


Dari kata-katanya Lie Yuan, menunjukan sifat posesifnya menunjukan kepemilikannya kepada Budi!


Lili memandang Lie Yuan. “....kalian kapan datang?” namun tidak ada yang menjawab Lili.


Sekretaris Lion dan Akhira juga memandangi dengan acuh tak acuh, memandang Budi, pria yang berani membawa lari istri Lie Yuan pada acara yang merilis merek baru perusahaan Lie group!


Budi memandang Lili, perlahan-lahan mengalihkan pandangan darinya, dan memandang Lie Yuan yang menembaknya, berdiri di hadapannya,....tuan muda Lie apakah kamu masih berani menembak? ha..ha..ha..sepertinya kamu ini tidak mempedulikan hubungan antara keluarga Lie dengan keluarga Satrio”.


“Lalu kenapa?” suara acuh tak acuh Lie Yuan menembus udara malam, tatapan matanya sangat dingin.


“Jika kamu tidak segera menghilang dari hadapanku, berikutnya aku akan mengarahkan bidikan ke jantungmu, Budi Satrio”.


Berbarengan dengan perkataan Lie Yuan, petugas keamanan hotel pun turun dari helikopter dan berdiri di samping Lie Yuan.


“Tuan Lie maaf apakah anda akan menangkap pak Budi?” kepala keamanan bertanya.


Melihat sikap Lie Yuan yang seperti ini sungguh mengerikan .


Lie Yuan menarik pistol dan menodongkan ke arah Budi.


Manajer keamanan hotel itu berkeringat..


Separuh tubuh Budi penuh dengan darah menatap Lie Yuan dengan senyum yang mengejek “Lie Yuan, menurutku keluarga Lie tidak akan mengijinkan kamu melakukan ini, dan kakek Albert tidak akan memaafkanmu”.


Mata Lie Yuan perlahan tenggelam, “Budi, aku akan memberimu satu menit lagi untuk menghilang dari hadapanku!”


Asisten Lion tahu tentang hubungan antara keluarga Lie dan keluarga Satrio dan segera mengeluarkan senjatanya dan berkata “ Tuan Lie , jangan khawatir, biarkan saya yang menembak. Bila ada dari keluarga Satrio dan juga keluarga Lie yang tidak terima, itu adalah tanggung jawab saya”.


“Sekarang. Lie Yuan, sekretarismu berani menembak keluarga Satrio?” Budi tersenyum jahat, “kurasa masalah ini tidak akan selesai malam ini.”


Saat kata-kata dari Budi baru saja selesai terucap , suara helikopter kembali terdengar di langit.


Tiga helikopter mendarat di belakang Budi


Jonathan membuka pintu dan turun dari sa;ah satu helikopter, dan berlari dengan cepat, Tuan Muda apa yang terjadi, mengapa anda bisa terluka?”

__ADS_1


Budi Satrio menahan pundak dan menatap Lie Yuan dengan dingin. Lie Yuan juga menatapnya, kedua nya saling tatap seperti berperang dengan tatapan mata yang dingin dan tajam, bak percikan api yang berbanding terbalik dari udara yang dingin, suasana yang sangat mencekam.


Jonathan melihat pistol yang ada di tangan Lie Yuan , ia terkejut, Tuan Lie Yuan …anda tidak peduli dengan Tuan Budi tapi setidaknya harus menghargai keluarga Satrio kan?, Tuan Lie dan Tuan Budi adalah…”


“Jonathan tidak perlu memberitahu dia tentang hal ini.” Budi berkata “tidak ada seorangpun dari keluarga Lie yang tidak tahu, dia adalah orang yang tidak manusiawi bahkan orang tuanya sendiri mati kecelakaan karena dia…


Budi tertawa lagi.


“Bagus kalau kamu mengerti.” kata Lie Yuan dingin “ jadi , Budi kamu bukan siapa-siapa bagiku, kamu berani membawa pergi orangku, menurutmu apakah aku akan membiarkanmu?”


Tangan Budi yang menutupi lukanya sedikit gemetar, dan wajahnya menunjukan rasa frustasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


“Tuan Budi jangan katakan apapun lagi, luka anda harus segera diobati,anda harus segera dibawa kerumah sakit.” Jonathan sangat khawatir melihat Budi terluka, dia bergegas memanggil yang lain . “Ayo bantu bawa pak Budi ke helikopter”.


Jelas ketika Budi membawa Lili ke puncak gunung ini, dia sudah bersiap, yakin bahwa Lie Yuan pasti menemukannya.


Jadi Jonathan sudah memberitahu asisten untuk menyiapkan helikopter…


Lili memandang Lie Yuan dan bingung dengan sikap dinginnya.


Ketika datang Lie Yuan bahkan tidak melihat ke arah Lili . Apakah dia mengkhawatirkan


lili ? apakah dia hanya Khawatir Budi telah mengambil salah satu orangnya?


Jantung Lili seperti di tikam, cukup menyakitkan.


Sedangkan Jessy sedang mencari Budi mereka mengendarai mobil untuk mendaki ke gunung, dari mobil dia melihat Budi terluka , dan orang yang berada paling dekat dengan Budi adalah Lili…


Jessy berteriak dan langsung berlari menuju Budi. “Budi kamu kenapa ? kenapa kamu tidak mengangkat teleponku ? apa kamu terluka “


Budi tidak bicara , hanya menatap Lie Yuan , dari tatapan matanya terpancar rasa enggan untuk menyerah serta ada hal rumit yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Hingga akhirnya


“Mileara . “dia memandang Lili dan tersenyum dingin, “Kamu ingat kata-kataku hari ini, ini tidak akan selesai begitu saja”.

__ADS_1


Bersambung…


Para Pembaca setia Lie Yuan dan Lili author mohon maaf selalu terlambat update, karena kesibukan yang luar biasa di dunia nyata. mohon dimaklumi ya, author juga mohon sedekah vote nya untuk karya recehan ini. makasih .


__ADS_2