
...“Jika kamu hanya bisa memendam perasaan kepada seseorang, menunggu lama untuk mengungkapkan rasa sayang dan saat itu juga, kamu harus siap melihat dia bersama orang lain.”...
^^^@Akhira Hidosi^^^
Lili mematung di tempatnya mencoba berpikir, tapi sebanyak apapun dia berpikir, dia tetap tidak menemukan alasannya, kenapa pria ini sampai bisa menemukannya ? bahkan bisa datang ketempat ini, dengan sikap aneh , tersenyum ramah
Dan mau meladeni pembicaraan orang lain dengan bahasa manusia lagi, kalian tahu bahasa manusiakan yaitu berbicara tanpa sorot mata tajam dan bibir yang tersenyum sinis.
Anehnya lagi bahkan dia dengan santai melingkarkan lengannya di bahu Lili seolah-olah mereka ada hubungan yang dekat, padahal mereka tidak pernah sedekat itu.
"Aku lapar", katanya tuan muda lalu mengambil alih piring Lili yang berisi Steak daging sapi yang baru beberapa potong telah dimakan Lili.
Tuan muda menancapkan steak daging dipiring Lili kemudian memasukannya kedalam mulutnya, setelah itu mengambil lagi satu potong dan disodorkan ke mulut Lili, begitu seterusnya, sesuap untuknya sesuap untuk Lili sampai habis makanan yang ada di hadapannya, kemudian dia menyodorkan air putih kemulut Lili dan menuangkan lagi sisanya untuk dia minum.
Sementara tiga pasang mata tengah menatap mereka berdua menunggu jawaban.
"Ah....sialan sungguh gila!!! jawaban apa yang harus aku jelasankan pada mereka , aku sendiri tidak tahu ada hubungan apa aku denganya dan sekarang kenapa sikapnya romantis seperti ini seolah-olah sudah terbiasa " tanpa sadar Lili melirik kearah Lion mohon bantuan.
"Bantu aku Lion, aku harus jawab apa"? begitulah kira kira arti tatapan mata Lili ke pada Lion.
Seakan ada telepati Lion mengeluarkan suara datar.
"Nona, tuan adalah calon tunangan anda",
"Apa calon tunangan, sejak.kapan aku punya calon? pacaran aja belum kok udah dikatakan calon tunangan , yang benar saja, dasar asisten dengan bosnya sama-sama sinting" maki Lili dalam hati.
Serentak Akhira dan Iko terbelalak .
"Kakak yang benar saja, masa kamu baru bertemu malam ini lalu memproklamirkan Lili calon tunanganmu ?"
"Lagian kamu kan punya riwayat rumor dikalangan bisnis...kamu sorang yang...
Tanpa menunggu Akhira selesai mengucapkan kata-kata saggahannya, buru-buru tuan muda dengan sikap superioritasnya beranjak dari duduknya.
"Akhira, kami pulang dulu ya terima kasih makanannya lain kali aku yang traktir". tuan muda tersenyum menatap kearah akhira dan Iko, kemudian menarik tangan Lili supaya berjalan mengikutinya.
__ADS_1
Lilipun dengan terpaksa mengikutinya, beranjak pergi.
Akhira berdiri mencekal tangan Lili, " apa benar yang dikatakan Lion? apa kamu menggenal kakakku? "
"Maafkan aku, jawab Lili sambil menundukan kepalanya dan mengikuti langkah tuan muda.
Dengan wajah gusar Akhira terduduk di kursi, berkali-kali dia mengusap wajahnya kasar
"Lili kamu tidak tahu siapa kakak sepupuku itu, dia dirumorkan impten" gumam Ahkira dalam hati.
"Akhira, benar tuan Lie kakak mu?, sejak kapan dia mengenal Lili? " tanya Iko , didalam hatinya sungguh penasaran, selama empat tahun ini dia berteman baik dengan Lili belum pernah sekalipun mereka menyinggung soal pacar.
kemanapun mereka pergi Lili selalu pergi bersamanya dan Akhira mereka selalu pergi bertiga, bahkan Iko seperti melihat bahwa Akhira selama ini menaruh hati untuk Lili.
"Ada yang tidak beres ini, aku akan selidiki dulu" Jawab Akhira.
"Sekarang mari ku antar kamu pulang" Akhira beranjak menuju kasir untuk membayar makanan mereka.
Sesampai di apertemennya Akhira masuk kamar dan mandi membersihkan diri di kamar mandi, menyiram kepalannya dengan air shower mengoyang-goyangkan kepalanya agar sedikit mengurangi rasa kecewa.
Yach Akhira tesenyum kecut, belum sempat mengucapkan kata suka dia harus menelan kegagalan orang yang dia suka dan jaga dengan nyawanya selama ini ternyata milik orang lain, milik kakaknya.
"Ya ampun selama ini aku menjaganya untuk menjadi jodoh orang lain?" seringai Akhira sambil mencengram dinding kamar mandi dan melihat bayangan dirinya di cermin, dia sungguh merasa menjadi manusia bodoh sekarang.
Satu lagi pelajaran berharga buatnya, yaitu jangan pernah memendam perasaan jika kita menyukai sesorang yang kita cinta.
Lebih baik merasa kecewa karena tidak di terima, dari pada kehilangan tanpa dia mengetahui perasaan kita sesungguhnya kepada dia. Ibarat kita kalah sebelum berperangkan?
Begitulah Akhira selama ini dia memendam perasaan kepada Lili dia melihat bahwa tidak ada orang lain yang dekat dengannya, membuat dia merasa aman dan tidak terburu-buru mengungkapkan perasaan, siapa sangka dia justru kehilangan karena kelenggahannya.
Harus merelakan orang yang dia cinta bersama orang lain.
Terkadang memendam adalah pilihan satu-satunya agar semua terlihat baik-baik saja Lili adalah sahabat terbaiku dan Lie Yuan adalah kakak sepupuku, ambil sisi fositifnya saja , "setidaknya aku tidak akan terlihat canggung didepan mereka karena tidak ada yang tahu perasaan ku yang sesungguh nya" bathin Akhira sambil mengeringkan tubuhnya dengan handuk dan.memakai piyama tidur dia rebahan di tempat tidur, bolak balik kiri kanan matanya sulit terpejam.
__ADS_1
"Tidak di sangka nasibku sungguh konyol, merasa ditolak bahkan saat belum memulai". merasa tidak bisa memejamkan mata Akhira beranjak ke ruang kerjanya mengambil Wine di lemari penyimpanan dan menyesapnya dengan nikmat, rasa pahit dan manis bercampur jadi satu didalam mulutnya.
Entah telah berapa banyak wine yang dia minum sampai dia tertidur di ruang kerjannya terkapar diatas sofa.
......***
Di Villa White.
"Sekarang sudah malam, ingat urusan kita belum selesai" kata tuan muda menatap Lili dengan lembut dan megelus rambutnya sebelum mereka masuk ke Villa.
Sesampai di Villa waktu sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam, Lili tidak berani bersuara, dia mengekor tuan muda dari melakan memasuki Villa, sesampai di dalam , tuan muda mempersilakan Lili masuk kekamar untuk mandi dan ganti pakaian.
Tanpa banyak tanya Lili bergegas memasuki kamarnya dan mengunci pintu menuju kamar mandi, dia mandi dan berganti pakaian.
"Aneh tuan muda tidak marah, dan sikapnya pada malam ini sungguh aneh, baik, ramah dan romantis bilang aku calon tunangannya lagi, padahal selama ini dia menghilang.
Terakhir ketemu saat wisuda di kampus, itupun tidak menyapa dengan ramah, dan ketemu di hotel saat menyelamatkan Lili dari pengaruh obat perangsang.
Tuan muda tetap tidak ramah, dia masih menunjukan gaya yang arogan setelah itu dia menghilang selama satu bulan dan malam ini tiba-tiba muncul di restoran mengacaukan makan malam mereka .
"Dasar Tuan aneh entah rencana apa yang akan dia buat untuk menyiksa ku"
Walaupun sekarang dia tidak marah tapi justru menakutkan, bukankah sebelum badai besar selalu ada suasana menenangkan aman dan tentram yang membuat lenggah.
Sungguh tidak bisa memahami tuan muda ibarat lobang hitam yang tidak bisa terlihat.
Dan sulitnya lagi, Lili sudah tidak bisa melepaskan diri darinya, dikehidupan ini Lili berhutang nyawa padanya.
Urusan kita belum selesai, kata-kata itu seakan tidak mau hilang di kepala Lili, urusan apapu itu akan ku hadapi tekad Lili.
💝Bersambung💝
Masukin ke list pavorite ya agar saat UP kalian dapat notifikasinya.
Terima kasih buat semuanya yang sudah Like, komentar positif serta Vote bagi yang belum ditunggu ya.
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE.
💝TE' AMO💝