CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part # 59


__ADS_3

Lili terbangun saat, mendengar sang suami muntah di kamar mandi, dia beranjak dari tempat tidur dan menghampiri nya.


"Sayang kamu sakit, apa makanan disini tidak cocok diperutmu?"Lili memijit tengkuk sang suami sambil bertanya.


"Tidak aku hanya sedikit lelah" kamu mandilah dulu, air hangat sudah di siapkan di bathub" Lie Yuan berbicara lembut tapi tidak membalikan badannya, hanya tangannya yang merespon memeluk ke belakang meyentuh pinggang sang istri.


"Aku mandi dulu ya" Lili langsung melangkah menuju bathub dan mandi berendam air hangat.


sungguh segar air di sini air pegunungan benar-benar segar.


Hampir lima belas menit dia berada di kamar mandi, meyikat gigi berkumur-kumur menghilangkan bau pete di mulutnya kemudian membilas tubuhnya di shower, mengganti pakaian dengan baju tidur, ketika dia keluar dari, kamar mandi dia melihat sang suami sedang sibuk melihat tablet diatas sofa. Mengenakan baju santai yang casual, masih ada tetesan air dirambut nya, sunguh penampilan ini sangat mempesona.


Suamiku benar-benar tanpan lebih tampan dari oppa-oppa Korea idola para gadis.


Lili melangkah menghampiri di usapnya rambut sang suami dengan handuk kecil yang dia bawa dari kamar mandi.


"Hai, kamu sudah selesai mandi" ucap Lie Yuan sambil meletakkan tablet yang dia pegang tadi sesaat dia


mengecek email yang masuk di kirim Lion, dari Korea ,berkas yang penting-penting dikirim oleh Lion ke email tuan muda Lie Yuan untuk di periksa.


"Ia, aku sudah selesai mandi" ucap Lili sambil terus mengosok rambut sang suami dari belakang.


"Terima kasih sayang, ucap Lie Yuan lalu menarik Lili untuk duduk diatas pangkuannya.


"Rambutmu juga basah duduk disini biar ku keringkan" tuan muda mendudukan Lili di sofa samping nya dan berdiri mengambil hair dryer dan mengeringkan rambut Lili.


"Bagaimana perasaanmu?, apa sekarang kamu senang?" ucap nya sambil terus mengeringkan rambut sang istri.


"Ia, aku sangatttt....senang, terima kasih suamiku, kamulah yang terbaik", puji Lili tulus dari dasar hatinya.


Setelah selesai mengeringkan rambut Lili Lie Yuan duduk di samping Lili." Berterima kasihlah yang benar" Ucap nya tersirat sesuatu dalam ucapnya.


"aku sudah benar kok berterima kasih, memangnya mau seperti apa lagi?" Lili menatap penuh tanya kearah sang suami.


"Pikir dengan otak kecilmu ini bagaimana caranya berterima kasih yang benar" Ucap nya penuh misteri sambil mengacak rambut Lili.


"Sekarang sudah malam ayo kita tidur, aku tidak ingin terjadi sesuatu danganmu dan bayi kita " Ucapnya lagi sambil mencium perut sang istri yang sudah mulai menonjol sedikit.


"Saat mencium dan memeluk tubuh sang istri yang sekarang terlihat agak berisi, membuat darahnya berdesir, jantungnya memompa cepat, sekuat tenaga dia mengendalikan hasrat yang timbul hanya dengan memeluk tubuh sang istri merasakan kedekatan fisik.

__ADS_1


"Ternyata memang benar bahwa wanita hamil sangat seksi dan cantik"


Aku harus bertanya pada Nathan apa sudah boleh untuk melakukan hubungan suami istri?


Lili terbaring di pelukan sang suami dengan posisi kepalanya berbatalkan lengan sang suami, mereka tertidur sampai pagi menjelang, sepanjang malam Lie Yuan berusaha menahan hasrat ingin mencumbu sang istri namun di tahan sebab mendengar nasehat dokter kalau usia kandungan 1 sampai 3 bulan tidak boleh melakukan hubungan suami istri karena bisa berdampak ke guguran, hal itu tidak boleh terjadi dan alhasil, Lie Yian merasa gelisah sepanjang malam dan berakhir dengan mandi air dingin, air gunung di tengah malam untuk meredakan dan menidurkan sang junior.


****


"Ibu sungguh enak lemang buatan ibu, dan juga ayam kampung masak bambu juga sangat enak" Ucap Lili sambil makan lemang dan juga makan daging ayam masak bambu masakan tradisional khas kalimantan.


Melihat kebahagian sang istri bisa tidur nyenyak dan makan lahap, seketika memuat hatinya senang, keputusan untuk membiarkan Lili pulang ke Indonesia adalah keputusan yang benar.


Sebab terkadang penyesalan selalu datang terlambat, sering kali penyesalan hadir ketika semuanya sudah tidak mungkin lagi.


Keputusan yang dia ambil selama ini adakah kurang tepat, walau bagaimana pun dan alasan apapun tidak membenarkan kita memaksa seseorang melupakan jati dirinya. Oleh sebab itu selagi masih ada waktu, sekaranglah saat nya membiarkan Lili menikmati semua ke sukaan nya, membiarkan juga dia bersama keluarganya , walaupun belum terungkap identitas aslinya.


****


Tidak terasa waktu berlalu, sekarang sudah hampir dua minggu mereka berada di Indonesia, sekarang mereka tinggal di villa Tuan Muda Lie di daerah yang sangat sejuk dan asri posisi diatas gunung, pemandangan dari atas sejauh mata memandang melihat hamparan hutan gaharu dan juga pepohonan sawit, suasana sungguh sejuk, di lereng bukit mengalir sungai air jernih, dengan bebatuan sungguh indah.


Hari ini adalah hari minggu, akhir pekan ini rencana nyonya Christian ingin membuat bubur pedas masih edisi makanan khas Kalimantan Barat yang tidak mungkin bisa didapatkan di Korea, sebab rempah yang digunakan hanya tumbuh di asia tenggara nama rempah nya adalah daun kesum Aroma harum dan cita rasa pedas daun kesum sangat khas dan dapat mengurangi aroma amis pada olahan ikan, ayam atau daging. Daun kesum (Polygonum odoratum) adalah bumbu wajib masakan bubur pedas.



Pagi-pagi sekali nyonya Christian sekeluarga sudah datang ke Villa dengan membawa bahan-bahan untuk memasak bubur pedas.


"Mari nyonya silakanan masuk, nona muda masih di lantai atas, sebentar akan saya panggilkan" ucap kepala pelayan.


"Ia, jangan bangunkan nona muda biar saya masakan bubur pedas setelah selesai baru memanggilnya, tolong bantu saya membawa beberapa bahan-bahan masakan yang ada di mobil" jawab nyonya christian sambil melangkah membawa sekantong sayuran.


Sementara di dalam kamar.


Perlahan Lili membuka kelopak matanya saat sang surya sudah menampakan diri dari balik awan, suara gemuruh air terjun dan suara kicauan burung yang bercanda riang dipagi hari sungguh membuat suasana hati menjadi tenang, perlahan dia bangkit dan beranjak memyibak tirai, dari jendela tampak pemandangan lereng bukit hijau.


Saat dia sedang melamun melihat pemandangan indah pagi hari , tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, sang suami sedang berjalan bertelanjang dada dengan tersenyum menatap ke arah sang istri, bulir-bulir air masih menetes dari rambutnya yang basah.


pria ini sungguh tampan.


"Sudah puas melihat ketampanan suamimu?, apa kamu mau melihat semuanya, sesuatu yang ada di balik handuk ini?" ucapnya, sekarang posisinya persis berada di hadapan sang istri.

__ADS_1


"Ih...apaan sih, ucap Lili, merona" sambil beranjak memalingkan wajah menghindari sang suami.


Namun belum sempat ke inginanya terkabul, sepasang lengannya sudah di tangkap tangan kekar sang suami. Dengan menunduk dia mencium dan membelai perut sang istri.


"Sayang daddy ingin melihatmu didalam sana"


Dengan lembut direngkuhnya tubuh sang istri di baring dengan lembut keatas ranjang.


Lili tertegun sejenak kemudian menatap sang suami yang sekarang posisinya sedang berada diatasnya dengan jarak beberapa senti.


"Sayang apa maksudmu..., " tanya Lili terbata.


Lie Yuan menatap kearah Lili dengan pandangan berkabut dan terlihat penuh ke inginan.


"Aku ingin menjenguk anakku" ucapnya sambil tangannya membelai perut dan dada sang istri. "Aku sudah bertanya pada Nathan katanya sudah tidak masalah


Suaranya terdengar rendah dan berat tetesan air mengalir dari kepalanya, turun ke dada bidangnta yang tidak berlemak, ke mudian mebgalir ke perutnya dan terus mengalir ke bawah...


Hal ini sungguh membuat Lili terpesona...


"Kamu tenang saja aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati., ku pastikan tidak akan menyakiti anak kita" Bisik nya parau di telingga Lili, wajah tampannya sekarang tepat berada diatas wajah Lili dengan lembut bibirnya ******* bibir merah muda Lili, lama saling ******* dan menuntaskan ke inginan yang sudah lama di pendam, Lie Yuan melakukannya benar-benar dengan lembut dan pelan.


"Sayang, bangun ibumu sekarang sedang masak di dapur, apa kamu tidak ingin membantunya masak" Bisik Lie yuan sambil mencium pipi mulus sang istri yang kembali tertidur setelah melayani sang suaminya tadi.


Lili mengeliatkan tubuhnya dan membuka matanya , setelah mendengar bahwa ibunya ada di bawah sedang masak, segera dia bangun dan melompat ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Sayang hati-hati ingat di perutmu sekarang ada anak kita" Lie Yuan mengelengkan kepalanya melihat tingkah Lili yang seperti melupakan bahwa sekarang dia lagi hamil.


"Ia, tenang saja " Jawab Lili dari balik pintu kamar mandi.


Sementara di dapur masakan bubur pedas sudah siap, bau wangi daun kesum tersebar ke seluruh ruangan dapur.


Tampak seorang gadis sedang tersenyum malu-malu diahadapan seorang pria tamapan sebab sang pria sedang mengodanya.


Ya namanya Fani sepupu Lili sekarang sedang di goda dokter Nathan.


Apakah benih cinta akan tumbuh di hati dua ingsan itu?


Tunggu di part berikutnya.

__ADS_1


Catatan : Author minta maaf sekarang sering terlambat Up karena sekarang Author lagi persiapan ujian GOOGLE SERTIFIKASI. Doakan aku Lulus ya. Dan setelah ujian selesai author akan Sering Up.


Terima Kasih.


__ADS_2