CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part # 78 Kota Kecil di Lereng Bukit.


__ADS_3

Lie Yuan mengikuti Lili sambil menggaruk tengkuk salah tingkah, melihat tukang sayur yang tersenyum seolah merendahkan kartu yang dia berikan, meskipun isi didalam kartu ada milyaran.


"Daddy, ayo kita olah raga menyusuri lereng bukit, sana" tunjuk Kenzie sambil mengandeng tangan Lie Yuan.


"Ayo" ucap sang daddy.


"Kakak, daddy tunggu aku" ucap Kaneishia berlari menyul mereka dengan nafas terenggah.


"pelan-pelan Kenie" ucap Kenzie.


"kakak aku kan mau ikut" ucap Kenie dengan wajah imutnya yang bikin gemas setiap orang yang melihatnya, Kenie gadis kecil yang sangat cantik dan imut.


"ia ayo kita pergi bersama" sekarang Lie Yuan meraih kedua tangan anak kembarnya.


Mereka menyusuri bukit, berjalan di jalan setapak, kiri kanan jalan dipenuhi tanaman lada, wangi tanah setelah turun hujan dan matahari terbit perlahan kelihatan dari balik bukit, pemandangan yang sangat indah di pagi hari.


Lie Yuan berpikir, bagaimana selama ini Lili mengatur keuangan sangat baik, dia tidak pernah menggunakan uang didalam kartu yang dia berikan.


"Ken, perkebunan lada ini milik siapa" ucap Lie Yuan memandang takjub buah-buah lada yang berwarna merah dan hijau bergantungan di pohonnya.


"Kebun ini milik kita daddy" ucap Kenie.


"dan didalam kolam sana ada banyak ikan arwana merah" ucap Kenzie sambil menunjuk kolam-kolam di bawah bukit.



Lie Yuan termenung dia sudah menyisir seluruh daerah Indonesia untuk mencari jejak Lili tapi hasilnya semua nihil.


Lalu atas nama siapa semua tanah perkebunan ini. Kenzie yang paham dengan pikiran daddynya menjawab.


"Semua tanah dan juga rumah serta toko yang mommy kelola dibeli atas nama paman Seno" ucap Kenzie.


"Siapa paman Seno?" ucap Lie Yuan sambil menghentikan langkah dan menatap Kenzie.


"Paman Seno itu sudah seperti daddy bagi kami" ucap Kaneishia sebelum Kenzie menjawab.


"Saat kami di bully di sekolah , teman-teman sering pamer daddy mereka, kami juga bisa pamer paman Seno sebagai daddy kami " ucap keduanya kompak.


"Apa !!!, kalian bilang apa?" Lie Yuan berhenti dan menarik kedua anak kembarnya ke depan dan berjongkok untuk mensejajarkan tinggi mereka dengan dirinya.


"Sekarang tidak boleh lagi seperti itu, daddy kalian adalah aku" ucapnya sambil menggoyangkan bahu kedua anaknya dan menarik mereka kedalam pelukannya.


"Ia daddy, apa daddy mau antar kita ke sekolah ?" keduanya kompak bertanya.

__ADS_1


"Pasti daddy ingin lihat sekolah anak daddy yang pintar ini" Lie Yuan mengusap lembut kepala keduanya.


Mereka berjalan menyusuri pematang kolam, melihat air mancur yang dialirkan langsung dari bukit melalaui pipa dan masuk kedalam kolam ikan arwana. Peluh membasahi dahi dan juga baju ketiganya.


"Ayo kita pulang aku sudah haus" ucap Kaneishia manja bergelayut di lengan sang daddy.


"Baiklah anak daddy yang cantik ayo kita pulang" Lie Yuan menarik tangan keduannya menaiki bukit, udara di kota kecil di lereng bukit ini sangat segar, bersih jauh dari kota yang banyak kebisingannya.


pantasan mereka betah tinggal di sini, betul-betul kota surga , bersih segar, penduduk ramah.


Samapai di rumah mereka membersihkan diri di pancuran air bukit yang dialirkan ke rumah, airnya sejuk dan segar.


Begitu mereka memasuki pintu rumah tercium wangi semerbak masakan dari dapur.


Lili.dengan sigap memasak, beberapa hidangan sea food terhidang diatas meja.


"Mommy" ucap kedua anaknya menghambur ke arahnya ketika memasuki dapur . "Kami lapar" ucap Kenzie dan diangguki Kenie.


"Ia, ini sudah selesai, kalian mandi dahulu, bersihkan diri kalian, makanan sebentar lagi siap" ucap Lili sambil terus menata makanan di atas meja.


"Baik mommy kami segera mandi" ucap keduanya segera berlari memasuki kamar mereka untuk mandi dan membersihkan diri.


Melihat kelakuan anaknya Lili hanya bisa geleng-geleng kepala.


Lie yuan masuk kedapur melihat Lili sedang membelakanginya saat sedang mencuci peralatan masak yang telah digunakannya memasak tadi, Lie Yuan menghampiri memeluknya dari belakang.


"Ih, sana mandi dulu, air panas sudah ku siapkan di dalam kamar mandi ucap Lili sambil mendorong suaminya, "tidak lucukan kalau bermesraan di dapur nanti di lihat anak-anak" ucap Lili lagi sambil berbalik meneruskan pekerjaannya yang tanggung tinggal satu mangkuk lagi yang belum di bilas setelah di sabun.


"Kita mandi bersama yuk, aku rindu mandi bersama mu " ucap Lie yuan dengan wajah memelas imut dan lucu.


"Apaan..., kita sudah punya dua anak sekarang, tidak ada mandi berduaan, jawab Lili sambil membulatkan matanya.


"Aku tidak mau mandi kalau kamu tidak ikut memandikanku" Lie Yuan menjawab acuh tak acuh dan duduk di meja makan dengan wajah cemberut.


"Ih ya ampun tuan muda, jangan memberi contoh yang tidak baik pada anak mu" Lili melotot pada suaminya tetapi tidak diacuhkan Lie Yuan pura-pura tidak dengar dan sikap ini lebih membuat Lili sebal.


"Anak-anak saja mau mendengarkan, mengapa daddy nya justru bandel" omel Lili.


"Aku mau mandi bersamamu" ucap Lie Tuan tetap pada pendiriannya.


"Aku benar-benar rindu sama kamu" ucapnya sambil membelai lembut pipi Lili.


Lili hanya menarik nafasnya jengkel dan melepaskan celemek yang dia pakai memasak dan mengantungkannya ke tempat semula. Dia berjalan memasuki kamar anak-anak melihat mereka sejenak dan sepertinya anak-anak juga belum selesai mandi.

__ADS_1


Lili berjalan kearah kamarnya dan masuk kekamar mandi, ketika dia berbalik ingin menutup pintu kamar mandi, Lie Yun menerobos masuk juga dengan tubuh yang sudah polos seperti bayi, Lili membelalakan matanya kaget.


"Tenang saja pintu kamar sudah di kunci" ucap nya tersenyum licik, segera dia menarik Lili masuk ke pancuran shower dan mandi di sana.


Acara mandi pagi ini tentu saja diselingi dengan adengan -adengan dewasa.


Lie Yuan menghujani Lili dengan banyak ciuman, menebus kerinduan yang sudah terpendam selama lima tahun ini.


Lie Yuan memandikan Lili sambil terus menyentuh area sensitif istrinya, meninggalkan banyak jejak disana, setelah selesai mandi menarik handuk mengeringkan tubuhnya dan tubuh Lili, ketika pesawat sudah sarat dan ingin segera mendarat di landasannya, Lie Yuan menarik tangan Lili keluar dari kamar mandi, membimbingnya menuju ke tempat tidur, merebahkan tubuh Lili di sana, ketika Lie Yuan siap memacu dirinya , menuntaskan hasrat yang sudah lama terpendam selama lima tahun, tiba-tiba suara ketukan di pintu.


"Mommy, daddy kami sudah siap, ayo kita makan," ucap kedua anak kembarnya.


Seketika aksi keduanya terhenti, Lili segera mendorong tubuh suaminya dan bangkit berdiri segera meraih handuk dan masuk keruangan ganti pakaian yang menyatu dengan kamarnya.


"Lili" ucap Lie Yuan mengeram kesal, "bagaimana dengan ku" , mata nya mendelik kesal.


"Kita sudah di tunggu untuk sarapan ayo buruan "ucap Lili yang sudah berpakaian keluar dari ruang ganti.


Dengan lesu Lie yuan berjalan ke kamar mandi untuk menuntaskan nya.


Awas nanti malam kamu tidak akan aku biarkan bebas sedetikpun , Lie yuan bergumam di kamar mandi.


Lili sampai didapur menyedokkan nasi dan lauk pauk kepiring kedua anaknya.


"Lezaaaaat, masakan mommy memang lezaaattt..." ucap kedua anaknya. Lili tersenyum puas melihat kedua buah hatinya makan dengan lahap.


"Mommy mana daddy" tanya Kenzie. Dan di angguki oleh Kenie.


"Daddy lagi mandi" jawab Lili singkat.


Lie Yuan keluar dari kamar dengan butiran air jatuh dari rambutnya nampak seksi dan tampan.


"Hai anak-anak daddy, makan yang banyak ya" ucap nya sambil menarik kursi dan duduk di antara kedua anakannya mereka makan dengan damai sambil bersenda gurau,.sungguh pemandangan yqng sangat menyenangkan. Disudut ruangan sekretaris Lion tersenyum melihat kebahagiaan tuan mudanya. Selama lima tahun ini tidak pernah melihat tuan mudanya tersenyum dan tertawa sebahagia ini .


Semoga kebahagaian Tuan bersama nyonya Lili akan selamanya. Gumam Lion dalam hati sambil menyerumput kopi .


Bersambung


Mohon maaf buat pembaca setia ku, author sering terlambat up karena kesibukan author di dunia nyata, tapi aku tetap usahakan up.


Terima kasih buat dukungannya like dan juga vote.


semoga suka dengan karya ini.

__ADS_1


Love You buat semua para pembaca setiaku.


💝💝💝💝


__ADS_2