
Sudah hampir 6 jam perjalanan menggunakan mobil di jalan yang berliku-liku, turun naik gunung, sungguh perjalanan sagat melelahkan. Namun tuan muda sedikitpun tidak memejamkan mata, dia masih konsentrasi mencari titik terakhir pemakaian kartu nya. Hatinya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istri serta buah hati tercintanya.
Setelah memakan waktu 7 jam perjalanan menggunakan mobil akhirnya mereka sampai di sebuah kota kecil yang sejuk dan damai, udara begitu segar, dikelilingi hutan dan gunung, penduduknyapun ramah.
Mereka berhenti di sebuah Mini Market tempat terakhir kartu black gold di gunakan, Lie Yuan tidak sabar untuk masuk mengecek kedalam mini market itu, sesampai di kota ini hari sudah malam.
Lili sedang memeriksa laporan kemajuan toko nya, didepan toko sudah di pasang tulisan tutup/close, hanya pintu besi belum ditutup, sedang serius menghitung angka-angka penjualan dipembukuan, ada seseorang berdiri dimeja kasir tanpa mengangkat wajah Lili berkata" Maaf kami sudah tutup" ucap Lili sambil masih focus dengan laporan keuangan toko nya.
Merasa seseoeang sedang fokus menatapnya, Lili mengangkat wajah menatap orang yang sedang berdiri di depan meja kasir, seketika matanya terbelalak melihat seseorang yang berdiri tegak menatap kesarahnya.
"gawat kenapa dia bisa menemukan kami disini, aku harus pergi secepatnya jangan sampai dia menemukan anak-anak"
"Sayang aku sangat merindukanmu dimana anak kita" ucapnya sambil maju kearah Lili.
Lili terpana melihat lelaki yang kini berdiri dihadapannya orang yang selama 5 tahun ini mengisi mimpi-mimpinya Tuhan yang tahu betapa dia juga merindukannya, tapi mengingat kejadian saat itu, dimana perintah untuk menjemput, mengajak makan siang adalah suaminya ditambah lagi sebelum kejadian seorang perempuan mengatakan bahwa suaminya yang memerintahkan.
Hati Lili kembali bergetar mengingat kejadian lalu.
Masih tergiang ucapan wanita itu.
"Kamu juga jangan berpikir bahwa suamimu akan datang untuk menyelamatkanmu. Dia tidak akan datang, untuk menyelamatkanmu, hal ini dia sendiri yang sudah merencanakannya dan diam-diam menghabisimu seolah-olah sebuah kecalakaan" ucap wanita itu, dia menunjuk kearah lautan di luar jendela mobil, "Laut ini akan menjadi tempat pemakamanmu"
"Maaf Tuan kami sudah tutup ucap Lili bergegas keluar.
Lie Yuan tertegun melihat Lili melewatinya seolah tidak mengenalinya, segala harapan yang selama ini dia pendam seakan terhempas begitu saja.
Sampai diluar toko dia melihat Lion sedang menunggu di depan mobil. Melihat Lili tergesa-gesa keluar seakan ketakutan , dia berjalan menghampiri.
"Nona Lili, ucapnya sambil membungkuk, Lili melihat Lion tertegun sejenak.
"Maaf anda salah orang, ucap Lili bersiap melangkah pergi, sebelum sempat Lili melangkah dari kejauhan terdengar suara kedua anaknya menghambur ke arahnya.
"Mommy", ujar kedua bocah Kenzie dan Kaneishia menghambur ke arah Lili memegang tangan Lili, mrreka berdua dari tadi sudah bersembunyi melihat pertemuan mommy dan daddy nya mereka kasihan melihat daddy di cuekin begitu.
"Kenapa kalian bisa kesini" ucap Lili panik sambil menarik tangan kedua anaknya.
"Mommy, kami tadi bermimpi daddy datang menemui kita" ucap keduanya sambil memandang wajah Lili penuh harap.
"Apa yang kalian katakan, ayo kita pergi dari sini, ucap Lili.
"Tunggu sebentar", ucap Lie Yuan yang dari tadi berdiri mematung melihat kedua anaknya menghampiri Lili, hatinya terasa disiram air es sejuk dan nyaman, doa-doanya selama ini terkabul, anak-anaknya tumbuh sehat.
Dia perlahan menghampiri mereka, tatapanya lekat kearah kedua anaknya, hatinya terharu melihat wajah tanpan dan cantik putrinya.
Dia berjongkok mensejajari tinggi kedua anaknya.
"Mommy siapa paman tampan ini, apa dia daddy kami, ucap Kenzie dan Kaneishia , bertanya pura-pura belum mengetahui.
Lili tidak menjawab dia segera menarik tangan kedua anaknya untuk pergi.
Mereka bergegas jalan pulang kerumah mereka, Lie Yuan dan Lion juga mengikuti mereka dari belakang, sampai di rumah Lili meminta keduanya masuk ke dalam rumah dulu.
"Mommy kedua paman tanpan ini akan tidur di rumah kita kan?" ucap Kaneishia dengan wajah mengemaskan mengintip malu-malu dari balik punggung Mommynya.
__ADS_1
"Sasa masuk dahulu ya, Mommy bicara dulu ya" ucap Lili lembut meminta anaknya masuk kedalam rumah.
"Mengapa kalian kesini, ucap Lili dengan wajah garang" melihat ke arah Lion dan Lie Yuan.
"Nyonya apa yang anda katakan, tuan muda setiap hari selama 5 tahun, mencari keberadaan anda, setelah bertemu masa menanyakan itu" ucap Lion balik menatap Lili.
Lie Yuan maju hendak memeluk Lili dan Lili reflek mundur kebelakang sehingga Lie Yuan hanya memeluk angin.
"Sayang apa kamu tidak senang bertemu denganku?" ucap Lie Yuan tidak percaya.
Dari arah
toko nampak Seno muncul hendak menyerahkan kunci toko, dia melihat sepertinya Lili sedang bersiteganag dengan dua orang lelaki tanpan salah satunya mirip dengan Kenzie.
"Maaf ada apa ini, ucap Seno sambil melirik Lili penuh tanya.
"Seno" ucap Lili tersenyum menghampiri ke arah Seno.
Seketika Lie Yuan merasa cemburu.
"terhadap orang lain dia tersenyum ramah tapi terhadapku seperti tidak kenal"
"Dia istriku" ucap Lie Yuan melangkah maju ke arah Seno, terlihat sekali raut wajah bermusuhan.
Seno sampai memundurkan langkahnya kebelakang dan langsung menyerahkan kunci ketangan Lili. "aku hanya mengantarkan ini kak, permisi ucap seno lalu melangkah pergi.
"Mari masuk" ucap Lili, menghindari saat Lie Yuan ingin memeluknya, apa kata tetangga kalau melihat berpelukan dengan lawan jenis di luar pada malam hari seperti saat ini, pasti akan menjadi bahan gosip.
"Mommy apakah paman ini daddy kami?" ucap mereka bersua kompak, begitu melihat kedua nya masuk dari pintu.
"Ia aku daddy kalian" ucap Lie Yuan menghampiri anak-anaknya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf kita harus bicara", ucap Lili melirik ke arah Lie Yuan dan me gajaknya ke ruang keluarga.
"Aku mohon padamu lepaskan aku dan anak-anakku, kami selama ini tidak pernah membebani mu" Ucap Lili sambil menangkupkan kedua tangan didepan dada.
"Apa maksudmu, bahwa aku harus melepaskanmu dan anak-anak" Ucap Lie Yuan penasaran.
Lie Yuan melangkah maju, Lili mundur sampai punggungnya menyentuh dinding dan tangan Lie Yuan memagar di sisi kiri dan kanan tubuh Lili, semerbak wangi yang selama 5 tahun ini dia rindukan masuk melalu indra penciumanya, dua pasang mata saling menatap, tangan kanan Lie yuan menarik tengkuk Lili dan bibirnya mendarat di bibir Lili, sebuah ciuman lembut tercifta disana.
"Katakan padaku apa maksud perkataan mu, aku tidak paham" ucap Lie Yuan masih memeluk pinggang Lili mengikis jarak diantara mereka.
Lili mengambil ponsel dalam saku dan membuka galeri mencari screenshot wa di hp nya, yang di kirim menggunakan nomor suaminya.
Lie Yuan meraih ponsel melihat tulisan itu seketika wajahnya mengeras, gigi nya mengeletuk tangan terkepal menahan amarah.
"ini fitnah, aku tidak pernah wa memintamu pergi makan siang waktu itu, selama ini aku mencari kamu dan anak-anak hingga hampir gila, aku berdoa dan juga berpuasa di setiap tanggal kamu hilang setiap tahunnya" Lie Yuan berucap sambil menatap kedalam mata Lili.
"Benarkah" Lili sekarang sudah menangis, pipi mulusnya sudah penuh dengan air mata.
"Kamu bisa cek kebenarannya" kata Lie Yuan sambil menghapus air mata di kedua pipi Lili.
aku harus bisa meyakinkannya, aku maklumi sikap nya ini, sungguh perjalanan yang dia lalui tidak mudah, pasti sangat membuatnya trauma.
__ADS_1
namun aku yakin bahwa cinta tidak akan pernah salah, cinta pada akhirnya akan menemukan jalannya.
"Paman apa yang di bicarakan daddy dan mommy , kenapa lama sekali?" tanya Kaneishia pada Lion , mereka bertiga masih ada di ruang tamu.
"Tentu banyak yang mereka bicarakan setelah terpisah bertahun-tahun" ucap Lion.
"Apa kalian mau membawa paman masuk ke kamar kalian, paman ingin mandi dan istirahat" ucap Lion sambil merangkul bahu kedua nya.
"Tapi momy dan daddy masih belum selesai bicara" ucap Kaneishia .
"Kalian ingin Daddy dan mommy kalian bersama lagikan?"
"Ya jelas kami maulah paman? jawab mereka serentak.
"Nah kalau begitu jangan di ganggu ucap Lion meyakinkan mereka.
"Baiklah, ayo ucap keduanya.
"anak baik" ucap Lion sambil mengacak rambut keduanya mereka berjalan menuju kamar Kenzie melewati samping agar tidak mengaggu mommy dan daddy yang sedang bicara.
"Sayang, mana kamar mu aku gerah ingin mandi"ucap Lie Yuan.
Lili menunjuk kamar Kenzie, ketika mereka membuka pintunya ternyata terkunci.
Dan akhirnya terpakasa Lili membuka kamarnya.
"Kau tidurlah di kamar ini, aku akan ke kamar Kaneishia" Lili berucap dan melangkah menuju kamar Kaneishia, tapi belum sempat langkahnya menjauh, tangannya sudah di tarik Lie Yuan dan dibawa masuk kamar, ditutup dan di kuncinya pintu.
"Kamar mu, adalah kamarku, kamar kita, kita akan tidur di sini bersama" ucap Lie Yuan.
"Kau...kau sedang merencanakan apa?" pekik Lili.
"Aku berencana, melakukan seperti yang kita lakukan 6 tahun yang lalu, saat membuat si kembar, nampaknya mereka sudah cukup besar dan sudah bisa di berikan adik lagi" ucap Lie Yuan tersenyum menyeringai.
"Tuan Lie, mengapa kau merayuku langsung begitu" sengit Lili terbelalak.
"Aku sudah sejak lama merindukanmu, dan sekarang segalanya menjadi kenyataan. Apa kau masih tidak mengerti betapa aku sangat mencintaimu?" Lie Yuan menarik Lili kedalam pelukanya dan mendarat kecupan lembut dan dalam di bibir Lili.
"Aku ingin menyatakan cintaku, hanya padamu, sudah cukup banyak rintangan yang kita lewati, tapi lihatlah, kita masih di pertemukan".
Lie Yuan mengendong Lili menuju ke kasur, mereka berpelukan dan bercumbu mesra.
"Saat kamu masuk pesawat ku waktu pertama kali kita bertemu, aku sudah yakin bahwa kamulah takdirku"
"Istriku, aku sangat mencintaimu, aku hampir gila saat kehilanganmu, maaf aku lengah, tapi aku berjanji kejadian lalu tidak akan terulang, akan kupastikan keselamatan untuk kalian".
"Aku mencintaimu" ucap Lie Yuan kata-kata itu terus di ucap sepanjang percumbuan mereka.
Bersambung...
Like dan juga komentar ya.
I love you.
__ADS_1