
......"Setiap Kesedihan, kekecewaan dan perpisahan dalam hidup mengajarkan kita untuk menghargai kebahagiaan, harapan dan pertemuan".......
...***...
...***...
...***...
"Bi Sarah, maaf aku merepotkan mu, aku mau ganti pakaian tapi aku ndak punya pakaian bi, dan di lemari itu pakaian siapa," aku tidak berani mengunakannya, Mileara menatap bi Sarah dengan sedih.
"Nona, semua pakaian itu adalah milik Nona , Tuan tidak pernah membawa perempuan lain ke Mension ini, sebelum Tuan dan Nona datang, tuan sudah memerintahkan helikopter mengantarkan pakaian, dan segala perlengkapan anda nona".
"Semuan pakaian dan segala perlengkapan itu masih baru Nona ". Mileara tertegun mendengar penjelasan bi Sarah antara percaya dan tidak , bagaimana mungkin seluruh pakaian dan segala perlengkapan termasuk perhiasan dan juga kosmestik semuannya kwalitas nomor satu, adalah miliknya, dibeli khusus untuknya.
"Ayo nona cepat pilih sebuah gaun, tuan sudah menunggu anda untuk makan malam, jangan membuat dia menuggu lama.".Mari saya bantu nona bersiap".
__ADS_1
"Baik bi, terima kasih, jawab Mileara. Dia mengambil sebuah gaun sederhana berwarna biru, dengan panjang selutut, rambutnya dibiarkan terurai, tanpa berdandan berlebihan, hanya mengunakan bedak tabur tipis dan lips gloss untuk perona bibir, tapi tetap membuatnya cantik.
"Anda sungguh cantik nona, mari kita turun ke ruang makan Tuan sudah menunggu".
"Terima Kasih bi , ayo" , jawab Ara pipinya merona karena dipuji .
Di Ruang makan, ternyata Tuan Muda sudah duduk, dihadapannya terhidang berbagai masakan Indonesia, ada Sate, Soto, Rendang, Sop , dan juga Nasi Putih. Mata Ara terbelalak ternyata yang terhidang adalah makanan kesukaannya bagaimana Tuan Muda bisa Tahu makanan kesukaannya, Mileara menatap haru pada hidangan di hadapanya.
"Silakan makan, kamu jangan terharu, aku tidak khusus menjamu kamu ya, ini masakan kebetulan , jadi kamu jangan banyak berpikir, bahwa aku memperdulikan mu". Suara tuan muda memecah keharuan Ara.
"Hei apa yang kamu tunggu, ayo makan,!!! suara lantag tuan muda mengejutkan Ara.
"Ba...baik Tuan, jawab Ara sambil menunduk tidak berani menatap wajah tuan muda. Ara mengambil piring dan mengambil sesendok nasi putih , sepotong rendang dan dua tusuk sate. Tanpa bersuara dia makan dalam diam, tiba-tiba Ara teringat dengan keluarganya di Indonedia , sedang apa ya mereka sekarang, Mengapa perasaanku menjadi tidak enak, apa karena aku tersesat dan menjadi tawanan, entah sekarang aku ada dimana, sungguh aku tidak tahu. Beruntung dulu dia belajar bahasa korea dari Paud sampai SMA sehingga sekarang lancar dan fasis, kalau tidak, sungguh sulit membayangkan bagaimana cara bisa berkomunikasi dengan mereka.
__ADS_1
Perubahan raut wajah Ara tidak luput dari pantauan Tuan Muda.
"Dia sungguh manis, dan cantik, sekarang kamu akan bersamaku selamanya".
"Mengapa makannya sedikit sekali, kamu sungguh tidak menghargai para koki yang memasak makanan dengan susah payah, aku tidak suka dengan orang yang tidak menghargai jerih payah orang lain". ayo tambah lagi makananmu",!!
"Iiihhdihhhh...tadi bilang jangan berpikir bahwa hidangan ini khusus menjamuku, nah sekarang malah suruh makan banyak-banyak , dia tidak suka makanan mubajir, Tidak menghargai jerih payah para koki, cih....!!!, sebel".maunya apa sih.
"Hai... , ngomongin aku dalam hati ya, kamu marah ya, jangan berani-berani ya, kamu berhutang padaku. Setelah ini tidak ada yang gratis". Ada senyum tipis dibibir tuan muda.
...----------------...
...*Kira-kira apa ya rencana tuan muda untuk Mileara???...
...Jangan lupa kasih ranting bintang lima, LIKE, KOMEN dan Favorite💝...
__ADS_1
...THANKS YOU*....