
..."Aku tidak berusaha untuk menjadi ...
...LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN....
...Tetapi aku berusaha untuk menjadi...
...LEBIH BAIK DARI DIRIKU YANG DULU"...
^^^@Liliana Kim.^^^
Kehidupan baru Mileara sudah dimulai kembali.
Sekarang nama nya berganti menjadi Liliana Kim, biasa Orang Tua angkat nya memanggil dia dengan nama Lili.
....****
Pagi yang cerah.
Di Villa White tampak Lili sedang berdiri di balkon kamarnya yang menghadap ke lautan luas sejauh mata memandang hanya kebiruan laut tanpa tepi.
Ya, Villa White adalah Villa yang begitu indah, di tepi pantai, tempatnya asri, di halaman ada taman buatan yang sejuk dan rindang banyak bunga mawar putih segar serta terawat, ada kolam renang pribadi, tempat fitness, bahkan ada lapangan basket. Masalah keamanan Sudah pasti jangan diragukan lagi karena di sekeliling Villa ada pagar kokoh yang tidak bisa di tembus sembarangan orang.
Lili turun ke bawah, keruang makan tampak Tuan Muda sedang duduk di meja makan, ikut sarapan bersama mereka. Seketika pipi Lili bersemu merah seperti tomat matang. Teringat dengan peristiwa Tuan Muda mencium bibirnya.
"Lili, mari sarapan" , kata ibunya sambil menarik kursi untuk Lili, berhadapan dengan Tuan Muda. " terima kasih bu".
Lili menyantap makanan dengan diam dan selalu menunduk, tidak berani menatap Tuan Muda.
Setelah sarapan, Tuan Muda berjalan ke ruangan perpustakaan . Sebelum pergi dia berkata kepada Lili, "cepat selesaikan sarapanmu, aku tunggu kamu diruangan perpustakaan.
"Baik Tuan", jawab Lili sambil terus tertunduk manatap makanan yang ada dipiringnya.
"Cepat Lili, habiskan makananmu", iya bu", ini sudah selesai".
__ADS_1
Lili, melangkah menaiki tangga menuju lantai atas tempat ruang perpustakaan lalu dia mengetuk pintu. Setelah dipersilakan masuk, dia baru membuka pintunya dan melangkah ke dalam. Tampak Tuan Muda sedang duduk di Sopa ruang baca.
"Tuan adakah sesuatu hal yang kau ingin bicarakan denganku", tanya Lili.
Tuan Muda Lie berdehem mencari alasan yang tepat , sebenarnya entah mengapa, Tuan Lie hanya ingin berdekatan dengan Lili saja.
"Kau, apa yang akan kau lakukan setelah ini, mengingat kau sudah resmi jadi warga Korea, aku harap kau bisa memulai hidup baru yang normal seperti orang lain", .Suara Tuan Muda Lie .
"Tuan jika kau takut aku, akan terus bergantung padamu, kamu jangan khawatir. Aku akan bekerja membantu ayah dan ibu sehingga bisa menghasilkan uang untuk membayarmu",. Jawab Lili sambil memandang wajah Tuan Lie.
Tuan Lie mengerutkan alisnya sambil menatap Lili tajam.
"Gadis ini, apa dikiranya aku mau menagih biaya hudupnya disini", terlalu.
"Haii....gadis, ceroboh, aku bukannya mau menagih biaya hidupmu, tanpa kamu bayarpun tidak akan membuatku bangkrut, menyebalkan sekali". Omel Tuan Lie sambil menghempaskan buku yang dia pegang ke atas meja.
"Aku ingin kamu kuliah, seperti yang kamu inginkan dan cita-citakan".
"Tapi Tuan aku tidak punya uang, aku tidak ingin merepotkan ayah dan ibuku".
"Aiii yooo... Tuan muda ini sungguh aneh, kenapa dia marah-marah, aku tau dia orang kaya bahkan punya pulau pribadi", tapi aku tidak mau merepotkanmu, Tahu...
"Maaf Tuan, aku hanya tidak mau merepotkan tuan". Jawab Lili sambil menunduk.
"Aku ingin kamu kuliah di kampus yang kamu pilih waktu itu". Masalah segala sesuatunya apapun itu kamu tidak perlu memikirkannya, akan di urus dan diatur oleh Lion".
"Baiklah Tuan, apakah boleh aku mengajukan satu syarat kepadamu sebelum aku menyetujuinya". Tanya Lili, sambil menatap penuh harap.
Tuan Muda Lie mengerut kan alisnya," katakanlah" !.
"Apakah boleh aku kuliah sambil bekerja" ?
"Apakah kau, punya tujuan lain? tanya Tuan Muda Lie.
__ADS_1
Lili mengeleng dengan kencang,
"Tidak ada tujuan lain tuan, aku hanya ingin bisa memiliki penghasilan sendiri". Ucap Lili sambil memelas.
Tuan Muda memandang Lili dalam-dalam . "Baiklah", jawab nya.
"Gadis ini, sungguh aneh, mau di biayai seluruh kebutuhan hidupnya, malah menolak dan ingin bekerja, kalau gadis lain mungkin sudah nangis bahagia mendapat perhatian khusus dariku".
"Aku hanya orang biasa tidak ingin menjadi titik hitam dalam kehidupanmu Tuan, yang bisa menyusahkan. Jawab Lili penuh tekat.
Hati Tuan muda merasa hangat mendengar ucapan Lili.
"Gadis ini sungguh unik, dia masih memilirkan orang lain di saat hidupnya sendiri baru mengalami goncangan hebat".
"Apakah kau masih ingin memcari anak lelaki penolongmu di dalam lif?" Tanya Tuan Muda Lie lagi.
Lili menatap sendu ke arah Tuan Muda, bertemu dengannya dan mengucapkan terima kasih, adalah impianku sejak dahulu". Jawab Lili.
"Tapi sekarang , entahlah". Jawab Lili sambil menundukkan kepalanya , tidak ingin air matanya yang mulai memenuhi pelupuk mata terlihat oleh Tuan Muda.
Hati Tuan Muda kembali menghangat, ternyata anak laki-laki penolong waktu itu masih bertahata dalam hati Lili.
"Apakah dia masih suka makan coklat saat sedih, apakah coklat dapat membuat dia tersenyum".
"Ah... Lion, memberiku coklat ini , apakah kau mau"? Tanya Tuan muda sambil mengeluarkan coklah didalam saku jas nya. Dan ajaib Wajah Lili yang mendung hampir menangis seketika tersenyum, sambil menerima coklat dari Tangan Tuan Muda.
"Mau lah , Tuan sudah lama sekali aku tidak makan Coklat".
❤Bersambung❤
Kasih Like, Komen, dan juga VOTE buat Liliana Kim ya.
__ADS_1
❤Thanks You❤