CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part# 52 Terapy untuk Tuan Muda.


__ADS_3

Ketika pelayan datang membawa makanan dan menghidangkan di balkon kamar diatas meja kecil, nampak hidangan yang mengugah selera, seketika perut Lili menjadi keroncongan minta segera di isi.


Segera dia mengambil piring dan dan mengambil sedikit nasi serta lauk pauk meletakannya ke hadapan suaminya.


Sepasang mata indah penuh cahaya istrinya sedang menatap padanya.


Lie Yuan salah tingkah ketika dipandangi seperti itu oleh Lili, tenggorokan Lie Yuan terasa kering tiba-tiba dia merasa bergairah.


Lili memang adalah wanita yang sangat memikat hati, tatapan matanya saja sudah membuatnya tidak bisa mengendalikan diri.


Jakunnya yang seksi bergerak ke atas dan ke bawah tak terkendali, tatapan Lie Yuan semakin mendalam di penuhi gairah.


Dengan sekuat tenaga dia mengendalikan hasratnya yang langsung tergerak hanya dengan melihat tatapan mata indah istrinya.


Diambilnya piring dari tangan Lili kemudian memakannya sesuap untuknya dan sesuap untuk Lili, begitu seterusnya sampai habis. Kemudian meminumkan sop sarang burung ke mulut Lili sedikit-sedikit sampai habis kemudian dia memberikan ramuan yang telah dibuat pelayan untuk memulihkan stamina.


Setelah selesai makan, terdengar ketukan di pintu kamar tampak kepala pelayan datang menyampaikan kalau kakek memggil.


"Maaf tuan muda, tuan Besar memanggil anda dan menunggu diruangan kerja" Ucapnya sambil membungkuk


"Baiklah terimakasih" ucap tuan muda dia berdiri dan menghampiri Lili lalu mengecup keningnya.


"Kamu istirahat dulu ya, karena kalau aku ada disini kamu tidak akan bisa istirahat bisiknya tersenyum menyebalkan"


Lili hanya meliriknya jengah.


Di ruang kerja.


Tuan besar Lie memeluk foto duduk di sofa, memandanginya sambil mendesah. Samar-samar tampak air matanya.


Lie Yuan menghampirinya dan duduk dihadapannya. Ia memandang kakek sejenak.


"Kakek ada apa? " tanya Lie Yuan.


"Dasar cucu tengik!, kalau hari ini kamu tidak pulang jangan salahkan kakek menikahkan Lili dengan orang lain" apa hak mu sebagai suami, dihari pernikahan tanpa kabar pergi, suami macam apa kamu!" Kakek tampa canggung menkritik Lie Yuan.


"Apakah sudah jadi kebiasaanmu pergi tanpa pamit dan menghilang sekian lama dan datang tanpa rasa bersalah, aku tidak pernah mengajarimu seperti itu"


"Kamu sendiri yang memilihnya, kamu yang minta menikah, tapi kamu sendiri yang tidak menghargainya"


"Kamu sungguh membuatku kehilangan muka"


"Apa kau mau melihatku marah setiap hari? dan akhirnya mati karena kesal" ucap kakek sambil melemparkan sebuah brosur keatas pangkuan Lie Yuan.


"Kalau kamu punya kelainan berobat, itu alamat dokter terbaik, jangan buat kakek mati kesepian sebelum bisa mengendong cucu.


Lie Yuan melirik brosur klinik terapi alat vital pria agar berfungsi dengan sempurna seketika bibirnya sedikit tersenyum Dia tidak ingin melawan kakek.


Semakin tua, emosi sesorang akan semakin seperti anak kecil sulit di bantah dan sulit diberi pemahaman. Lie Yuan menerima omelannya dan berkata." kakek akan panjang umur".


Kalau kamu benar-benar ingin aku panjang umur, cepat berobat dan cepat lahirkan seorang cucu untuk ku gendong, buatlah rumah ini kembali hidup!"


Lie Yuan tidak menjawab perkataan kakek dia mengulurkan tangan dan melihat brosur itu, kemudian meletakannya lagi.

__ADS_1


Ia selalu seperti itu setiap kakek meminta untuk berobat, membuat tuan besar Lie frustasi. Tuan besar Lie melanjutkan perkataannya" dulu kamu tidak mau berobat, aku masih memakalumi, tapi sekarang bagaimana dengan istrimu? dia pasti wanita normal tidak mungkin bertahan dengan suami yang tidak berfungsi.


"Lili adalah pilihanmu sendiri, kalian juga sudah menikah, jadi tolong pertimbangkanlah carilah waktu luang untuk berobat dan terus terang pada istrimu dia akan mengerti Lili gadis yang baik".


"Jangan pernah melarikan diri seperti waktu itu"


kakek pikir aku pergi sehari setelah menikah dikirannya melarikan diri karena tidak berfungsi sebagai lelaki, ternyata rumor yang diciftakan memang hebat.


Kakek selalu membahas masalah rumor tentang nya yang tidak berfungsi sebagai lelaki Lie Yuan seketika merasa kesal, suaranya terdengar dingin.


"Kalau kakek memanggilku kemari hanya untuk mengatakan hal ini, beristrirahatlah aku akan pergi dulu".


Tuan besar Lie juga murka, " aku memintamu berobat kamu tidak mau mendengarkanku , lalu mengapa kamu beristri, hanya untuk pajangan, untuk menutupi rumormu begitu !" teriak tuan besar Lie sambil berdiri memegangi dadanya yang terasa sesak.


Bagaimana mungkin keluarga besar Lie akan kehilangan garis keturunan habis sampai Lie yuan saja, memikirkan ini kakek benar- benar merasa sesak.


Lie Yuan mengerutkan keningnya namun tidak mengatakan apa-apa.


Setelah keadaan sunyi untuk beberapa saat, tuan besar Lie menyerah, masalah seperti ini dia berharap banyak pada Lili untuk membujuk Lie Yuan membawanya berobat.


"Baiklah, baiklah, aku tidak akan mengatakannya lagi.Tapi aku ingin kamu mendengarkan perkataan istrimu saat dia ingin membawamu terapy maka kamu jangan menolak.


Lie Yuan saling berpandangan dengan kakeknya. Melihat rambut putihnya, ia tidak tega menolak. "Baiklah".


Di kamar Lili sedang duduk me nonton TV, dia tidak ingin berjalan keluar sebab bagian tubuh intinya sekarang terasa sakit, seluruh tubuhnyapun rasanya sulit di gerakan.


suaminya sunguh seperti siluman yang menghisap darah dan tenaga Lili, tidak kenal puas.


Setelah minum sarang burung, tenaganya sedikit demi sedikit mulai pulih.


Dengan lembut dipindahkannya tubuh sang istri ke atas kasur diselimutinya dan di kecup lembut bibirnya , istrinya hanya mengeliat sebentar dan melanjutkan tidurnya seperti tidak ada yang menganggunya.


tidurlah kamu sudah banyak melakukan pekerjaan seorang istri di ranjang.


setelah itu dia mematikan TV dan pergi keluar ke ruangan kerjannya, membuka Laptop membalas beberapa email dan memberikan beberapa instruksi pada Lion untuk menangani pekerjaan selama dia cuti menemani istrinya dia berniat mengunjungi makam ke dua orang tua nya . Ingin memperkenalkan Lili pada mereka.


Haripun berlalu sekarang di minggu pagi yang cerah, tuan muda berniat mandi bersama istrinya yang terlihat masih setia dengan pelukan mimpi dengan gemas di cubit pipi gembul istrinya yang cantik kulit putih bak susu.


Kerena kejahilan suaminya membuat Lili sedikit membuka matanya dan memejamkannya lagi.


"Lihat aku" Lili langsung membuka matanya yang masih berkabut karena kantuk dan kelelahan setelah pergulatan panas mereka semalam. Pandangan merekapun bertemu. "Nah begitu", tanpa perlu menunggu lama tatapan itu semakin mendekat , hingga mereka membagi nafas dalam ciuman yang lembut dan dalam. Lili sekarang sudah mulai pandai mengatur nafasnya sehingga dia tidak perlu tersenggal kehabisan nafas. " istriku sudah mulai pandai betciuman ya?" mendengar suaminya mengatakan itu, Lili langsung membenamkan kepalannya di dada bidang suaminya. Pipinya sudah memerah sampai keleher dan telinga merah bak tomat matang. Malu menyeruak kemana-mana dihatinya.


"Kau sudah berjanji pada kakek untuk "menterapy" aku . Mau memulainya dengan mandi bersama mulai hari ini setiap hari kita akan mandi bersama bagaimana?" tangan sudah mulai tidak bisa dikondisikan. Sudah melekat di area favoritenya.


"Aku tidak mau melakukan tetaphy apa an sih, kamukan begitu perkasa, apa an yang perlu di teraphy " ucapnya sambil melototi wajah menyebalkan suaminya.



"Wah kamu mulai berani melawan ucapan kakek ya, nanti aku beritahu kakek deh?"sambil mengeraskan cengkraman tangannya sampai Lili meringis dan membuka matanya dengan sempurna..Lie Yuan mulai marah


"Bukan begitu" memaksa menarik tangan Lie Yuan yang sudah membuka kancing piyamanya agar menghentikan apa yang sedang dia lakukan. Dia mau menyelesaikan kalimatnya yang masih tersangkut di tenggorokan. "Aku tidak mau melakukan teraphy , kamukan tidak ada masalah kamu sehat, kamu bisa melakukannya sebanyak apapun yang kamu inginkan"


Memalukan sungguh memalukan membahas hal semacam ini .

__ADS_1


apa didalam otaknya hanya "begituan" saja.


"Apa" taun muda tertawa mendengar ucapan Lili " bagus kalau begitu sekarang buktikan ucapanmu coba lah untuk tidak menolak dan cobalah kamu yang memulainya, patuhlah pada suami".


Lili diam saja tidak menjawab, hanya mengusapkan wajahnya ke dada Lie Yuan secara berulang-ulang.Pipinya sudah memerah mengingat apa yang dia katakan secara sadar tadi. Malu bukan main seolah dia juga kelihatan sama mesum nya dengan sang suami.


"Naiklah"


"Apa naik kemana?" Lili binggung ,"aku sedang berbaring dalam pelukannya. Dia mau aku naik kemana?" gumam Lili bingung dan mengankat wajahnya untuk melihat suaminya sambil berusaha berfikir.


"Naik ke atas tubuhku" Lie Yuan menarik Lili hingga tubuhnya sekarang tepat berada diatas suaminya.


"Kau mimpi apa semalam, kau benar-benar menurut kali ini, membuat aku semakin bergairah"


Entahlah Lili sudah capek menolak, toh tidak akan pernah menang lagi pula mereka sudah suami istri.


Tiba-tiba Lie Yuan membuka bajunya dan melemparnya ke sembarang arah. Menepuk dadanya ," silakan mulai, kau boleh melakukan apapun yang kau mau"


apa ! kenapa dia tetap terlihat keren walaupun cuma melakukan hal yang "begituan" menyebalkan sekali. kenapa semua yang dilakukan orang tampan selalu keren.


Lili menatap lekat dada bidang suaminya tubuhnya sudah terbuka kulit putih bersih bak mutiara tiada cacat sedikitpun perut yang sixpack seperti roti sobek bagaimana bisa pria ini begitu tampan.


Lili masih menatap Lekat tubuh suaminya, dia menyentuh dadanya dengan tangan kiri, mengelus-elus lama, memberikan pijatan lembut di sana.


aku ingin serakah, aku tidak ingin ada orang lain yang boleh menyentuhnya, menyentuh tubuh sempurna ini.


"Hei apa yang kamu lakukan, masa hanya menyentuh coba kamu beri aku kecupan di dada ini " sambil menepuk dadanya sendiri.


Lili cemberut , tetapi tetap di lakukannya permintaan suaminya, dikecupnya cekilas dada suaminya setelah itu dia menjauhkan tubuhnya bermaksud untuk bangun.


"Cup " sudah ya ayo kita bangun.


Belum sempat niatnya bangun kesampaian dia sudah terbanting ketempat tidur dengan tukar posisi , suaminya yang sekarang dari atas menindih Lili.


Dengan gemas Lili mencubit perut suaminya. Lie Yuan mengaduh dan ******* bibir tipis istrinya yang mengoda.


"apa kau sudah sadar kalau memiliki suami yang setampan ini" apa kamu senang?


"Aku akan mengajarimu bagaimana caranya memberikan ciuman di dada" Lie Yuan langsung mencium dada Lili yang sudah terbuka , dikecupnya sampai menimbulkan banyak tanda kemerahan sampai seluruh tubuh istrinya seperti macan tutul . Kemudian mereka menikmati kobaran semangat yang menyala di atas tempat tidur mereka melakukannya dengan perasan yang lebih rilexs.


Lili pun perlahan merasakan kenikmatan sentuhan suaminya, dia sudah tidak merasakan sakit sehingga setelah selesai urusan mereka di tempat tidur tidak lagi ada wajah yang meringis menahan sakit, wajahnya sekarang terlihat penuh kepuasan dan tertidur dengan wajah yang sangat tenang.


Mereka berdua pun jatuh tertidur lagi dan sepertinya acara mandi pagi ini pun tertunda.


Dan acara mereka ke luar rumah pun tertunda sepertinya kedua orang penganten baru ini lebih memilih asyik berduan melakukan urusannya di dalam kamar....


💝Bersambung💝


Buat para pembaca setiaku , thor mohon maaf ya ada adengan dewasa, thor sudah berusaha ngskip supaya tidak terlalu vulgar, adengan dewasa terpaksa di ciftakan mengingat mereka adalah pengantin baru biar lebih menghidupkan suasana saja.


Dukung thor dengan Like, Komentar, dan vote, juga Rate .


...💝Thanks You💝...

__ADS_1


...💝TE,AMO💝...


__ADS_2