CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#15


__ADS_3

...Sederhananya begini, seseorang tidak akan pernah pergi, jika memang ia cinta. Kalau ia pergi, tandanya ia tidak cinta....


...jangan buang waktumu untuk meratapinya...


...Selesai!!!...


....****


"Astaga Lili apa yang terjadi padamu mengapa lututmu terluka dan berdarah?" tanya Sien Luo rekan kerja di minimart panik saat melihat Lili datang dengan menyeret sepedanya ke gerasi Toko.


"Maaf aku terlambat ", jawab Lili, seraya bergegas menganti pakaian dengan seragam toko.


"Haiyooo.... Lili keselamatanmu lebih penting", Sini aku obati lukamu jangan dibiarkan nanti infeksi lho",. Sien lalu menarik tangan Lili dan mendudukannya di kursi kasir, dan mengambil kasa di kotak obat lalu mebersihlan luka dengan alkohol setelah itu menetesi kasa dengan betadin dan menempelkan plester dilutut serta siku Lili.


"Aku tidak apa-apa, tadi aku hampir di tabrak mobil, tapi nasib baik mobil itu berhenti, tepat di hadapanku dan karena terkejut ,aku terjatuh dari sepeda", Terang Lili sambil menganti pakaian dengan seragam toko.


"Ya sudah lain kali lebih hati-hati ya, jangan ceroboh", ayo kita kembali bekerja pengunjung toko mulai ramai, kamu di mesin kasir biar aku yang menyusun barang-barang itu". Terang Sien sambil bergegas ke rak snack dan permen.


Mereka bekerja di toko sampai jam 5 sore, sementara mereka berkemas-kemas ingin pulang tiba-tiba dari pintu toko muncul seorang pria tanpan masuk kedalam toko.


"Permisi, saya ingin cari camilan dan juga minuman dingin", suara pria itu.


"Oiya silakan Tuan lewat sini, mari saya tunjukan tempat camilan dan juga minuman.", jawab Sien sambil menunjukan tempat pajangan sneck dan juga deretan minuman dingin dalam freezer, Sementara Lili tidak melihat ke arah pria itu dia sibuk dengan mesin kasir nya, sebelum pulang biasanya dia menghitung jumlah uang yang didapatkan hari itu.


"Ini belanjaan saya tolong di hitung", Suara pria itu . Ketika Lili menolehkan mukanya ke arah pria tersebut mereka berdua sama-sama terkejut.


"Kamu....!!! "ucap mereka berdua kompak sama-sama kaget.


"Ternyata kamu nona ceroboh yang hampir menabrak mobilku tadi, bagaimana luka mu sudah diobati belum?" tanya pria tanpan itu ramah. sambil terus menatap ke arah Lili.


"Tidak apa-apa Tuan, ini belanjaannya". Lili menyerahkan belanjaan setelah men scen kartu kredit pria tanpan itu.


"Terima kasih, oh iya nama ku Akhira Hidosi, biasa di panggil Akhira", Nama mu siapa nona?", tanya nya kepada Lili.


"Liliana Kim, jawab Lili singkat.

__ADS_1


Sementara Sien terbengong melihat dua orang itu seolah sudah akrab apa lagi lihat pria itu tersenyum ramah dengan Lili.


"Bisa pinjam HP mu nona Kim?"


"Ini, Lili menyodorkan Hp nya. lalu pria tampan itu menuliskan sesuatu ke hp Lili dan menkan tombol telpon seketika ada hp berbunyi di saku jas nya.


"Ini , terima kasih aku sudah save nomor mu, sampai jumpa , nanti aku telpon ya nona", bye..". .


Lili tetap terbengong melihat pria itu berlalu.


"Ah siapa namannya tadi Akhira, ih... tampan juga ya gumam Lili dalam hati".


.....***


Tuan muda Lie bersama asisten Lion sampai ke Villa jam tujuh malam. Lili sudah masuk ke dalam kamarnya setelah mendapat banyak pertanyaan dari ibunya mengenai luka di lutut serta sikunya.


Para pelayan yang sengaja di bawa tuan muda ke villa sibuk menata meja dan jugs memasak serta menyiapkan kamar untuk Tuan Muda.


Lili tersentak mendengar suara ibu memangil namanya, dia baru selesai mandi.


Di depan pintu sudah ada ibu yang langsung menyeret tangan Lili untuk menghampiri kerumunan orang yang nampak sedang sibuk semua.


"Ada apa ibu?' tanya Lili nampak semakin bingung lihat ibu tidak menjawabnya.


"Tuan muda akan makan malam di sini dan juga menginap di villa ini.


"Terus kenapa ibu memangilku"?


"Hai... ya ampun terus kenapa kalau Tuan arogan itu menginap di sini, kok heboh amat ya?" apa harus menyambutnya?"


"Ayo ikut ibu kita menyambutnya dan melayaninya", suara ibu sambil terus menarik tangan Lili.


"Ahhh....ya ampun apa harus di sambut dan dilayani dia kan sudah banyak bawa pelayan, kenapa harus aku ikut juga menyambut dan melayani dia iihhh... menyebalkan".


Asisten Lion keluar dari sebuah kamar, lalu dia menghampiri Lili, seketika Lili, tegang melihat sorot mata Lion tajam menatapnya tanpa senyum sedikitpun.

__ADS_1


"Nona Tuan memangil anda ke dalam kamar". Apa anda sudah membaca semua syarat yang saya berikan?" Ucapnya tanpa senyum .


"Sudah Tuan, jawab Lili.


"Baiklah nona silakan masuk kedalam Tuan sudah menunggu".


Dengan wajah enggan dan juga takut Lili masuk kedalam kamar, sebab sebagai gadis Indonesia merasa tidak etis masuk ke kamar laki - laki apa lagi hanya berduaan saja. Tapi ini, mau tidak mau harus masuk juga.


Nampak Tuan Muda sedang duduk di sofa sambil matanya menatap tajam ke arah Lili.


"Apa yang sudah kamu lakukan , selama ini?" dan apa yang terjadi dengan Lutut dan siku mu?" tanya Tuan muda sambil matannya menatap tajam ke seluruh tubuh Lili, seolah-olah memindai seluruh Tubuh dengan tatapan tajam matanya .


"iihh... ya ampun kenapa dia menatap ku begitu seolah - olah menelanjagi ku dengan tatapannya.


Lili semakin kikuk dibuatnya.


Tiba-tiba Tuan muda berdiri menghampiri Lili, lalu dia melihat lutut dan siku Lili dengan pandangan yang menakutkan.


"Kecerobohan apa lagi yang kamu lakukan sampai terluka begini?" bentak Tuan muda. "Ayo jawab!!!"


"Maaf tuan hanya kejadian kecil di jalan aku jatuh dari sepeda", jawab Lili sambil menunduk tidak berani menatap Tuan Muda.


"Mana cincin tunangan yang harus kamu pakai di jari mu!" Apa kamu sudah lupa dengan syarat yang diberikan Lion?"


"Apa??? cincin tunangan gila apa aku harus pakai cincin segala memang tunangan dengan siapa?"


"Maaf Tuan saya belum sempat beli", jawab Lili masih tetap menunduk.


"Apa kamu berharap aku mengajak tunangan dan yang memberi cincin tunangan untuk kamu".


Lili kaget melihat ke arah Tuan Muda dengan ekspresi tidak percaya.


❤Bersambung❤


__ADS_1


__ADS_2