CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part# 61 Kembali ke Korea.


__ADS_3

Tidak terasa waktu terus berlalu sudah dua pekan Lili berada di Indonesia dan tibalah saat nya mereka harus pulang kembali ke Korea.


Enggan sebenarnya Lili pulang meninggalkan negara ini, tapi mau gimana lagi, suaminya tidak mengijinkan dia untuk tinggal lebih lama apa lagi tanpa diri nya disisi Lili saat sedang mengandung buah hati mereka.


Sementara sang suamipun tidak bisa tinggal terlalu lama meninggalkan pekerjaan di perusahaan walaupun ada kakek dan juga Lion tapi tetap dia tidak bisa seenaknya meninggalkan tanggung jawab begitu saja.


Walaupun sebenarnya selama menemani Lili di Indonesia Lie Yuan juga tetap bekerja seperti biasa dia juga menghadiri rapat dengan vidio conference dan mengirim dokumen lewat email, walaupun dirinya berada di belahan dunia yang berbeda tatapi tetap melaksanakan keajibannya.


"Salut dech buat suamiku ini" gumam Lili ketika melihat sang suami sedang rapat lewat vidio conference.


Hari masih terbilang pagi yaitu baru jam delapan pagi, suaminya sudah duduk didepan laptop dengan berpakaian rapi setelan jas dan juga dasi sudah terpasang dengan rapi di tubuh indah nya.



Lili hanya mengintip dari depan pintu ruang kerja sang suami, dan pergi lagi setelah melihat sang suami sedang rapat.


Lili turun ke ruang makan melihat sudah terhidang sarapan yang mengugah selera, yaitu soto daging sapi yang tercium bau wanginya ketika dibuka tutup panci tempat wadah kuah soto.


"Selamat pagi nona Lili silakan makan" Ucap wati , pelayan di Villa mereka di puncak kapuas.


"Terima kasih wati o...iya apa tuan dan dr. Nathan udah sarapan?" tanya Lili pada wati.


"Tuan tadi sudah sarapan telur kukus dan juga pan cake daun bawang, dokter Nathan sedang pergi bersama nona Fany ingin cari oleh-oleh buat dibawa pulang ke Korea besok katanya saat berpamitan tadi jawab Wati.


Ah semoga mereka bisa saling jatuh cinta agar kelak ada temanku di Korea.


"Baiklah wati terima kasih ya, aku sarapan dulu" Lili menikmati soto dengan suka cita.


Sedang asyik makan , sang suami menghampiri dan duduk di sebelahnya.


"Pagi sayang" ucapnya sambil memeluk pundak sang istri dan mencium lembut pipi gembul nya


Tanganya mengusap perut Lili " hallo saya kamu juga sedang makan bersama mommy ya" ucapnya pada sang buah hati mereka yang sekarang sedang di dalam rahim Lili, dan ajaibnya seolah mengerti dengan sapaan sang daddy dia bergerak dan menendang tangan sang daddy.


"ahaha..., kamu sudah mulai nakal ya didalam sana, daddy jadi pengen menjengukmu di sana" ucap nya sambil mengelus perut dan juga menciumnya.

__ADS_1


Aisss apa maksudnya mau menjengguk, dasar mesum pagi-pagi.


Sekarang tatapan mata sang suami sudah beralih ke wajah Lili dengan pandangan mata penuh cinta dibumbui hasrat bergelora.


Sekarang tangannya beralih ke mangkok Lili, dengan segera dia menyendok dan menyuapkannya ke mulut Lili sampai habis. Lilipun menerima perlakuan romantis sang suami, dia sudah hapal benar tentang sikap sang suami jika dia sudah berbuat baik dan romantis ujung-ujungnya pasti ke atas ranjang.


Ah masa bodo lah, nikmati aja


"Sudah kenyang atau mau nambah lagi" ucapnya setelah menyuapi sesendok terakhir.


"Sudah kenyang" jawab Lili seraya meminum air putih, dan Lie Yuan mengambil tisu lalu mengelap mulut Lili.


"Sekarang ayo ke kamar, aku mau priksa anak kita" ucap nya sambil menarik tangan Lili agar bangun mengikutinya.


kan...kan...sudah ku duga tidak ada yang gratis di dunia ini, ada ada aja mau priksa emang dokter .


Sesampai di kamar sang suami langsung memeluk Lili dan mencium bibir nya dengan penuh gairah.


"Sayang aku sedang ingin" ucapnya dengan pandangan mata berkabut.


dengan perlahan Lie Yuan membopong Lili ke atas tempat tidur, sambil terus ******* bibir nya, tangannya pun sudah semakin tidak bisa di kondisikan sudah menjelajah area favorite nya, perlahan tapi pasti akhirnya mereka melakukan adengan dewasa yang hanya boleh dilakukan orang dewasa yang sudah menikah.


"Sayang, aku mencintaimu", ucap nya sambil mencium kening Lili dan terbaring terlungkup di sampingnya.


Lili pun membalas memeluk suaminya.


Hidup ini sudah ada yang ngatur nya kadang kita di atas, kadang dibawah, kadang kecewa, kadang bahagia, bersyukur kepada Tuhan semuanya sudah Lili lewati yach rencana Tuhan lah yang terindah.


Walaupun sekarang tidak bisa kembali ke identitas nya yang dahulu, tetapi Tuhan masih mempertemukan dengan kelurgannya orang tuanya, Tuhan juga mempertemukan dirinya dengan seseorang yang mencintainya. Suaminya.


Terima Kasih Tuhan engkau sungguh baik padaku.


Lili pun tertidur sambil memeluk tubuh suaminya. Hatinya sekarang sungguh bahagia.


"Sayang, besok kita kembali ke Korea ya" Ucapnya sambil membelai lembut rambut di kepala Lili setelah bangun dari tidur siangnya bersama.

__ADS_1


Lili mengerjapkan matanya perlahan - lahan membuka.


"oham..., apa ?" tanya Lili sambil menguap dan mengucek mata nya.


"Besok kita harus kembali ke Korea ya" Ucap Lie Yuan lembut sambil membelai dan menatap mata Lili.



"Baiklah, apa aku tidak boleh tinggal di sini lagi, kamu boleh pulang bersama Nathan, aku tinggal di sini ya" Ucap Lili penuh harap.


"No, tidak boleh bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mu, dan juga bayi kita? aku tidak akan membiarkanmu tinggal di sini sendirian.


"Aku tidak sendirian ada keluargaku disini" jawab Lili lagi.


"Tidak boleh!" ucap Lie Yuan


sudah mulai marah dan matanya sudah mulai menatap tajam kearah Lili, kalau sudah seperti ini tidak akan bisa dibantah lagi.


"ia...ia... baiklah besok kita kembali Korea" ucap Lili cemberut.


"Nah, begitu baru benar" sekarang ayo bangun kita pamitan ke rumah orang tua mu, mau tidak?" dia berdiri dan menarik tangan Lili masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dirumah Tuan Christian


"Bu besok kami kembali ke Korea" Lili berucap sambil memeluk ibunya di dapur saat menemani sang ibu menyiapkan makan siang untuk mereka.


"Lili,.entah kenapa ibu merasa bahwa kamu adalah Ara anak ibu yang hilang itu" nyonya Christian berucap dengan air mata sudah mulai menetes dipipinya.


Lili semakin erat memeluknya, hatinya seperti ditusuk duri menghadapi kenyataan ini, dia masih hidup tapi tidak bisa mengatakan nya .


"Bu anggap saja aku anakmu" Lili semakin mengeratkan pelukannya dan juga mulai terisak.


"Bu, bisakah ibu menggunjungiku saat aku melahirkan nanti?" tanya Lili sambil melepaskan pelukannya dan menatap sendu wajah sang ibu.


"Bisa ibu pasti mengunjungimu, kabari saja jika kamu melahirkan ibu pasti datang" janji Nyonya Christian sambil sekali lagi memeluk Lili dengan erat entah mengapa rasanya enggan untuk berpisah.

__ADS_1


hatiku mengatakan kalau dia benar-benar anak ku.


Bersambung.


__ADS_2