CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part# 67 Khwatir


__ADS_3

Di Mansion, Lili semakin kalut setelah kakek sakit dan dibawa ke rumah sakit di Jepang oleh Akhira, membuat Lili kesepian sedangkan ulah Netizen semakin berusaha menggali masalalu Lili sampai ke dalam, mereka ingin membuka tanpa batas, perihal dia hanyalah anak seorang pekerja di kebun anggur milik keluarga Lie, dan juga perihal dia berpasangan di kelas senam hamil masih terus di ungkapkan .


Merasa tertekan dengan berita-berita itu dan akhirnya dia jatuh sakit karena terus menerus memikirkannya dan ditambah lagi suaminya tidak ada dirumah.


Lie Yuan bergegas pulang dari negara K begitu mendengar Lili jatuh sakit, begitu sampai kerumah dia mendapati keadaan Lili yang pucat pasi seakan-akan diwajahnya tidak ada darah yang mengalir. Lie Yuan merasa bersalah telah meninggalkan Lili sendirian menghadapi masalah, dan dia mengeluarkan ponselnya menghubungi Lion supaya menyelidiki dalang yang menyebarkan berita yang menyebabkan istrinya sampai jatuh sakit.


Dia sangat Khwatir wanita hamil jika demam tinggi sangat berbahaya bagi janin yang di kandungnya, Lie Yuan menmanggil Nathan untuk mengatur dokter dan juga perawat untuk berjaga dalam waktu 24 jam.


Lie Yuan benar-benar menjadi tidak ingin jauh dari Lili. Dia benar-benar merasa bersalah telah menelantarkan Lili selama menyelesaikan urusan pekerjaan dan sekarang sudah beres satu persatu.


Kakek Albert juga sudah bangun dari koma dan meminta Akhira mengantarnya pulang ke korea kakek sangat Khawatir dan juga merasa bersalah dengan sikap cucunya Lie Yuan pada Lili , yang selalu mementingkan pekerjaan tanpa mentingkan Lili yang sedang mengandung anaknya.


Begitu datang kakek langsung masuk kekamar Lili dan mendorong Lie Yuan dengan marah, menyuruhnya keluar dari kamar Lili.


"Kakek" ucap Lie Yuan.


"Kehadiran mu mungkin tidak diperlukan Lili disini ada aku dan Akhira, kau pergi saja dulu sibukan diri. Temui Lili jika sudah meredakan berita-berita yang beredar selama ini" Ucap kakek kepada Lie Yuan .


Lie Yuan hanya bisa menarik nafas panjang. Bagaimanapun juga ini menjadi salahnya yang selalu sibuk tidak bisa menemani Lili saat senam hamil di kelas berpasangan hingga fhoto dan vidio disalah artikan orang. Dan saat ke negara K juga tidak sempat pamit pada istrinya, sekarang dia menyadari sikap nya selama ini mingkin saja telah menyakiti perasaan istrinya, walaupaun dia pergi benar-benar mengurusi urusan pekerjaan tapi caranya pergi tanpa pamit dalam waktu yang lama adalah sikap yang sangat salah.


Sejak Lie Yuan datang belum ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir pucat Lili.


"Tekan semua berita - berita Liar tentang Istriku" perintah Lie Yuan lagi pada Lion .


Meskipun kakek sudah memintanya pergi namun Lie Yuan tetap berada di mansion tidak pergi ke kantor.


Dia melakukan pekerjaan dari ruang kerjanya. Mengecek laporan dan juga mengadakan meeting vidio comfrence.


Kakek tidak tahu bahwa Lie Gruop hampir jatuh, kalau tidak aku turun tangan langsung menyelesaikannya.


Apa kakek kira aku mau meninggalkan istriku begitu lama.


yach aku akui caraku memang salah tapi aku tidak pernah menghianatinya. Batin Lie Yuan gusar saat di larang kakek menemani istrinya saat ini.

__ADS_1


Sementara Sichuan juga marah melihat berita-berita yang memojokan Lili, dia memang menyukai Lili bahkan mencintainya tapi tidak pernah bermaksud merebut Lili dari suaminya apalagi sampai merusak rumah tangganya. Dia tidak mungkin menyakiti Lili.


Mengetahui Lili sedang terbaring sakit, Sichuan meminta asistennya untuk mengirimkan rangkaian bunga untuk Lili.


Ketika bibi Lin membawa rangkaian bunga, Lie Yuan melihatnya dan menghentikan langkah bibi Lin.


"Untuk siapa?" tanya Lie Yuan.


"Untuk Nona Lili, dari tuan muda Sichuan senior nona di kampus dahulu" jawab bibi Lin, dalam hatinya juga merasa kesal dengan tuan mudanya ini yang selalu bersikap semaunya datang dan pergi sesuka hati tanpa memikirkan perasaan nona Lili.


Pria itu benar-benar memperhatikan Lili. Pikir Lie Yuan.


"Buang!" Perintah Lie Yuan ke pada bibi Lin.


Meskipun terkejut dan juga kesal atas perintah tuan muda Lie. Namun sebagai pelayan dan pengasuh nya dari kecil bibi Lin paham betul dengan watak tuan nya yang memang arogant, walaupun sebenarnya hatinya baik, bibi Lin menuruti perintah tuannya untuk membuang bunga itu.


"Sungguh sayang bunga sebagus ini harus dibuang" batin bibi Lin lirih.


Bibi Lin baru berjalan beberapa langkah untuk membuang bunga tersebut Lie Yuan tiba-tiba memanggilnya kembali.


Mata bibi Lin berbinar mendengar perintah tuan nya.


"Sepertinya dia sedang cemburu, rasakan, disaat kamu menyia-nyiakan perasaan istrimu banyak orang lain yang berlomba ingin memperhatikannya" bibi Lin berguman dalam hati.


Lie Yuan kembali meneruskan pekerjaannya sebab dia tidak bisa masuk ke kamar untuk menemani istrinya. Saat dia ke kamar mendekati ranjang istrinya seperti kesakitan dan kakek langsung mengusirnya.


Lie Yuan memutuskan untuk tidak pergi bekerja ke perusahaan dia meminta Lion memindahkan dokumen pekerjaan ke mansion.


Dokter Kandungan memeriksa Lili secara telaten dengan intensif dan mengatakan bahwa kondisi Lili sudah mulai stabil.


"kondisi nyonya sudah stabil". Demam tinggi sudah membaik. Mohon untuk menjaga kondisi perasaan nyonya muda agar tidak merasa tertekan" ucap dokter kandungan dengan sopan.


Kakek mengangguk sambil menepuk-nepuk tangan Lili. "Kalian harus baik-baik" ucap kakek berkaca-kaca..maksud kakek Lili dan bayi nya harus baik-baik saja.

__ADS_1


"Baik kakek maaf sudah merepotkan kakek, kakek juga harus banyak istirahat, kakek kan juga baru selesai sakit" ucap Lili.


"Jangan pikirkan , kakek sudah lama sembuh maafkan kakek tidak lekas pulang , Akhira menahan kakek untuk beristirahat sebentar di Jepang" jawab kakek.


"Malam ini kamu mau ditemani bibi Lin" ucap kakek, sambil melihat Lili yang sekarang sedang bersadar pada kepala tempat tidur, infus ditangannya sudah di lepas sehingga dia sudah bisa bebas bergerak.


"Aku saja kakek yang akan menjaga Lili" ucap Lie Yuan yang sekarang sudah berada di sisi ranjang tempat Lili bersandar.


"Baiklah kau temanilah istrimu jangan membuat ulah lagi, kamu harus bisa membagi waktumu antara pekerjaan dan juga istrimu semuanya sama penting" jawab kakek sambil berdiri dan menutup pintu kamar.


Seketika Lili mengerutkan keningnya seperti kesakitan.


"Tenanglah, jangan marah lagi, daddy minta maaf pada kalian dan juga mommy atas sikap daddy selama ini pada mommy" Ucap Lie Yuan sambil mengelus perut buncit istrinya dan menciumnya. Matanya menatap Lili penuh penyesalan yang mendalam . Lili memalingkan wajah matanya sudah berkaca-kaca.


Kemudian Lie Yuan mengambil setangkai bunga mawar merah dan sekotak coklat dan di berikannya pada Lili.


"Sayang, ku mohon maafkan aku, aku sungguh bersalah kedepannya aku tidak akan seperti itu lagi, akan ku pastikan urusan keluarga kita akan tetap nomor satu, kamu dan anak-anak akan selalu menjadi prioritas utama". ucapnya.



"Ku mohon kamu jangan memikirkan apapun, masalah perusahan sudah berhasil diatasi dan juga masalah dalang dari penyebar berita akan di temukan" Lanjut Lie yuan sambil tangan nya membelai lembut kepala Lili, dengan pelan dia memutar wajah Lili dan menyematkan rambut yang jatuh didahi nya ke balik telinga.


"Tatap mataku sayang, aku sungguh rindu dan juga Khawatir dengan mu, kelak bila semua sudah beres aku kan membawamu dan anak-anak ke tempat yang tidak akan ada seorangpun yang bisa mengusik kebahagiaan kita, percayalah" ucap Lie yuan sambil menatap lurus ke dalan mata Lili.


Di genggamnya tangan lembut Lili dan di kecup nya sepenuh perasaan. Lili masih tidak bersuara, hatinya masih sakit dan sedih masih berat untuk memaafkan suaminya.


Tapi dia juga tidak memungkiri bahwa meskipun suaminya sering pergi tiba-tiba dalam waktu yang lama tapi sebenarnya dia tidak pernah menelantarkan dirinya.


Kebutuhan, keamanan selalu terjaga.


Oleh sebab itu Lili tidak menolak perlakukan mesra suaminya, dia juga makan dengan sedikit lahap saat disuapi oleh suaminya dan sudah mulai bisa tersenyum mendengar candaan suaminya untuk menghibur dia.


Bersambung.

__ADS_1


Like dan juga komentar positif ya.


Terima Kasih.


__ADS_2