CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#40 Liburan ala tuan muda (2)


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah beralih sore hari, Lili terbangun dari tidur siangnya.


Ohamm...Lili meguap sambil merengangkan tangannya ke samping kiri dan kanan, sudah kebiasaan buat Lili bila bangun tidur selalu merengangkan tangannya.


Begitu dia merengangkan tangan ke samping, terasa ada sesuatu yang menganjal di siainya.


Lili menoleh ke sampingnya terlihat wajah tampan tuan muda sedang tertidur menghadap ke arahnya.


"Dalam tidur kenapa dia terlihat semakin tampan" tanpa sadar Lili meyusuri wajah tuan muda dengan jemarinya.


"Mumpung dia masih tidur, bisa membelai wajahnya, apakah benaran ya kamu memcintaiku" ucap Lili pelan, sambil mempermainkan rambut tuan muda yang terjatuh didahinya.


Tiba-tiba tuan muda membuka mata dan menatap Lili, mata keduanya saling menatap membuat Lili terkesip sesaat dan sepontan menarik tangan dari wajah tuan muda.


Wajah Lili merona malu rasanya seperti seorang pencuri yang kepergok warga sekomplek saat aksinya ketahuan.


"Apakah kamu sudah selesai mengagumi wajahku, suara parau khas orang bangun tidur sambil membuka matanya dan menagkap tangan Lili menariknya hingga posisi Lili menimpa diatas tubuh tuan muda.



Lili yang kelabakan tidak ada persiapan untuk menolak aksi tuan muda.


Tuan muda memeluk Lili, menatap wajahnya dengan mata berkabut.


"Gadis kecil lihat posisi mu sekarang berada diatas tubuhku apa kamu mau memperkosaku" ucap tuan muda dengan tatapan mengoda.


"Aiisss ....ya ampun tuan anda begitu percaya diri" desis Lili seraya mendorong tuan muda dan mencoba bangkit, dengan mengoyangkan badannya.


"Shitt... "tuan muda mendesis merasakan sesuatu yang menegang terbangun akibat tubuh Lili yang bergerak-gerak di atasnya.


"Jangan bergerak lagi" desis tuan muda lalu membalikan posisi, sekarang Lili yang berada di bawah dengan tubuh tuan muda yang menindih dan mengkugkungnya.


"Sayang lepaskan aku", suara Lili lirih.


Tuan muda menatap Lili dengan intens dan menundukkan kepalanya mencium lembut bibir Lili membelai wajahnya dan mencium keningnya.


"Aku akan menahan sampai malam pertama kita, sesuai dengan janjiku pada mu, aku adalah penjagamu, cinta rela menungu bila tiba saatnya, cintaku lebih besar dari nafsu sesaat karena bagiku kalau mencintai tidak akan merusak sebelum waktunya" batin tuan muda.


Setelah itu dia bangun dan menuju ke kamar mandi beremdam air dingin menidurkan adik kecilnya yang terbangun karena Lili.


"Apakah karena kutukan atau apakah itu, dirimu hanya bisa terbangun karena gadis itu" ucap tuan Lie di kamar mandi saat berendam.


Sementara Lili bergegas bangun dam keluar darilamar tuan Lie menuju kamarnya, waktu sudah menunjukan pukul lima sore suadah saatnya mandi.


Selesai mandi Lili mengganti pakaiannya dan duduk dimeja rias melihat wajahnya di cermin, muncul semburat merah dipipinya saat mengingat aksi tuan muda tadi, dia merutuki dirinya yang bisa - bisanya terbuai dan terlihat lemah di depan tuan muda, untung tuan muda berbaik hati padanya dan melepaskannya disaat hampir terjadi.


"meskipun dia terlihat galak dan kejam tapi sesungguhnya dia tidak sejahat itu dia sangat memghargai wanita " batin Lili. tanpa disadari rasa cinta dihatinya makin bertabah.


Di kamar Tuan muda membuka La ptop dan duduk di sofa mengecek email, ada banyak pesan masuk dan semua urusan bisnis.


Dzzzrt....Ponselnya berdering,nama lion yang mumcul di layar hp nya, diterimanya telpon Lion


"Ia Lion" sapa tuan muda.


"Tuan apa anda sudah sembuh ?" tanya Lion di seberang Line telpon.

__ADS_1


"sudah sembuh "jawabnya.


"Ada banyak dokumen yang perlu di tanda tangani segera" mau saya antarkan sekarang tuan atau besok pagi tanda tangan di kantor?" tanya Lion lagi.


"Di kantor saja besok Lion, aku sudah cukup Liburan dua hari ini" Ucap tuan muda tanpa beban, padahal dia sudah membuat Lion kelabakan.


"Baik tuan" jawab Lion tetap sopan.


"Liburan kata nya padahal kemarin bilang sakit, ya ampun tuan, aku di perusahaan kelabakan menaggani ini itu" omel Lion setelah menutup telpon.


"Apakah orang yang sedang dimabuk cinta bisa bertindak aneh seperti ini?" tanya Lion pada diri sendiri , sambil dia memberskan dokumem-dokumen diatas meja CEO setelah beres baru dia pulang meninggalkan gedung megah kantor perusahaan Lie Group.


"Aku harap besok-besok anda tidak bertingkah aneh dan gila tuan muda " batin Lion seraya menjalankan mobil keluar dari parkiran perusahaan dan berbaur dengan kendaraan lain menuju ke apartemen nya.


......................


Seminggu kemudian.


Di ruang tamu rumah utama ,kakek sedang duduk minum secangkir teh di temani tuan muda Lie.


"Yuan, kapan kamu melamar pacarmu?" tanya kakek tanpa basa basi.


"Minggu depan kek, tapi Lili minta jangan terlalu di ekspos, dia ingin hanya kalangan keluarga saja"


"Baiklah" acaranya di lakukan di sini dirumah ini jawab kakek.


"Yuan kakek dan Akhira sudah menyelidiki tentang Lili tapi tidak banyak yang kami temukan" seolah datanya di sembunyikan begitu rapi.


"kami hanya menemukan transfer bank untuk Lili atas namamu sudah sekitar lima tahun yang lalu" ucap kakek sambil melirik tuan.Lie.


"segala sosial media Liliana Kim pun hanya bisa di lihat orang Korea hanya negara Korea"


"Apa dia bukan berasal dari negara ini?"tanya kakek lagi.


Tuan muda masih terdiam, belum memberikan jawaban, dia melihat ke wajah kakek, tidak bisa berbohong.


Kemudian dia mengeluarkan potongan koran yang telah dia buat seperti kliping, seluruh berita tentang jatuhnya pesawat dari jakarta menuju korea ada semua di situ.


Dia menberikannya pada kekek, kakek menerima dan membukanya membaca satu persatu hingga pada lembar terakhir berisi berita pemakaman para korban dan juga foto-foto para korban.


mata tua kakek terbelalak melihat salah satu foto seorang gadis yang wajahnya mirip sekali dengan Lili.


"Mileara Anggle Christian" ulang kakek berulangkali dan menatap Lie Yuan.


Mileara Anggela Christian korban jatuhnya pesawat ? mengapa dia mirip Lili? tanya kakek sambil menunjukan foto di tangannya.


"Mileara Anggela Christian adalah Lili kek" Jawan Tuan muda.


"Tapi bagaimana, bisa menjadi Lili, bukankah dia sudah dinyatakan meninggal, dan di makamkan?" tanya kakek dengan wajah heran.


"Takdir mempertemukan kami kakek, kakek ingat waktu Jessy meninggalkan aku di hari pertunangan?"


Saat itu aku dan Lion pergi menggunakan Jet Pribadi , aku pergi ke Indonesia, beberapa hari tinggal di sana


"Saat kami ingin pulang ke Korea didalam perjalanan Lion memberitahuku bahwa ada penyusup yang masuk ke pesawat kami.... " Tuan Lie menarik nafas menjeda penjelasannya dan lanjutnya lagi" saat itu aku kaget dan meminta Lion membawanya kehadapanku.

__ADS_1


flashback on :


"Siapa kamu?" apa yang kamu lakukan di pesawat ini?" tanya tuan muda kaget melihat seorang gadis yang berwajah sepucat kertas sedang di seret Lion kearahnya.


"Aku Mileara Tuan" jawabnya sambil menunduk tidak berani menatap mataku.


"Mengapa kamu bisa ada di sini" kamu mata-mata ya?" hadik ku sambil berdiri bekacak pinggang menatap garang.


Gadis itu gemetar, dan menjawab ."maafkan aku tuan aku salah masuk pesawat, aku mau ke korea hendak kuliah aku mendapatkan beansiswa di sana tuan" Jawab nya.


"Tapi aku salah masuk pesawat" hawabnya lagi sambil pandangannya menatap ke arahku.


Cantik dan matanya mengingatkanku pada seorang gadis masa kecilku dulu.


flashback off.


"Lalu ku minta lion menyelidiki dan benarlah ternyata dia adalah gadis yang sama yang selama ini aku cari"


Kakek ingatkan saat kita ke Indonesia waktu aku masih kecil, aku pernah terkurung dalam lift dan gadis itulah yang terkurung bersamaku kek.


kakek Albert tercengang mendengar cerita Lie Yuan sampai tidak bisa berkata-kata.


"Kakek sejak saat itu aku tidak bisa melupakannya, aku selalu mencarinya tapi tidak pernah menemukannya, oleh sebab itu aku membuat beasiswa di kampus kita khusus buat orang Indonesia dengan syarat sesuai dengan ciri gadis itu"


"sudah beberapa tahun tidak ada yang cocok, baru di tahun itu lah ada yang cocok dan siapa sangka dia mendatangi pesawat ku"


"dan aku bersyukur dia masuk ke pesawatku kalau tidak, bearti dia meninggal seperti yang di beritakan itu" Tuan muda menjelaskan sambil memandang kakek.


"Yah terkadang takdir memang tak terduga, bersyukurlah Yuan kamu bisa menemukan cinta pertama mu, kakek bahkan sampai saat ini tidak pernah berjumpa, cinta pertamaku" kakek tersenyum getir.


"Lalu nenek bukan cinta pertamamu?" tanya tuan Lie penasaran.


"Kami menikah karena bisnis, didalam bisnis cinta tidak pernah dipermasalahkan" jawab kakek dengan mata berkaca-kaca.


"Yuan, kamu tidak bisa terus-terusan menutupi keberadaannya,dia pasti merindukan keluarganya, dia juga layak untuk bahagia. Ucap kakek.


"Aku akan membawanya kembali untuk melihat keluarganya tapi setelah aku mengikatnya erat dengan tali pernikahan dan bila perlu setelah ada anak-anak lahir dari pernikahan ini sehingga dia tidak akan bisa lepas dan lari dariku. Jawab tuan muda mantap tersenyum menatap kakek.


"Karena bagi Lie Yuan cinta harus memiliki gadis yang telah aku cintai tidak akan kubiarkan menjadi milik orang Lain meski aku harus kehilangan nyawa karenanya"


"kakek merestuimu, terserah padamu"


"Jadi kapan kamu bertunangan dengannya" tanya kakek lagi.


"Kakek bolehkah jika aku langsung melakukan pernikahan tanpa harus melakukan pertunangan dahulu?" tanya tuan muda mengejutkan kakek.


mendengar ucapan Lie Yuan kakek Albert terdiam beberapa saat kehilangan kata-kata.


💝Bersambung💝


Terima kasih, terus dukung Author dengan memberikan Like, Komentar, hadiah dan Vote di setiap bab.


...💝Thanks You💝...


...💝TE'AMO💝...

__ADS_1


__ADS_2