
Part 101
Budi satrio menatap foto Mileara dalam waktu yang lama , foto yang selalu disimpan di dalam dompetnya, ibu jarinya membelai rambut panjang di foto, lalu tersenyum dengan licik.
“Mileara, aku yakin itu kamu, perasaanku padamu tidak akan pernah berubah, orang yang paling aku cintai itu kamu”
Budi Satrio mencium lembut foto Mileara dan memasukan kembali foto dalam dompet
Mereka berdua adalah cinta pertama bagi satu sama lain .
Kalau soal cinta pertama , pasti akan selalu memiliki perasaan yang tak tergantikan.
***********************
Di Mansion Keluarga Lie
Malam hari, Lili duduk di ruang tamu Mansion, sampai larut malam ia enggan tidur, setelah mendapat telepon dari kedua anaknya dari negara J, kedua anaknya senang berada di sana apa lagi sekarang lagi musim bunga sakura yang sedang bermekaran.
Lili menatap ke langit terlihat bintang-bintang berkilauan, suatu pemandangan yang memukau. Lili terus memandang langit berharap bintang-bintang juga terlihat di negara I berharap orang tuanya juga sekarang sedang memandang bintang di langit di belahan dunia yang berbeda.
“Hahhh…., “ Lili menghembuskan nafasnya dengan sedih.
“Sering kita menyadari betapa kecilnya dunia ini, aku yakin ada saatnya kau bertemu dengan orang yang asing dan menyadari takdir mereka terkait dengan takdirmu”
“Yach pertemuan ku dengan Lie Yuan pasti memang sudah ditakdirkan, dan pertemuan aku dengan Budi apakah juga merupakan sebuah takdir?”
Lili kembali ke kamar, dia menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
sekitar setengah jam Lie Yuan kembali.
Lie Yuan memasuki kamar tidur , menyalakan lampu dan melepas jas beserta dasinya menaruh di tempat pakaian kotor, dia melangkah ke kamar mandi tidak lama terdengar suara guyuran air di kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Lie Yuan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan celana pendek selutut dan baju kaos longgar handuk kecil di bahunya.
Lili mendongak melihat sang suami yang rambutnya masih basah beberapa butiran air bah kan menetes di antara rambut nya .
“Siapa yang kamu telepon?” lalu dia berjalan pelan-pelan menghampiri Lili setelah dekat dia mendekap tubuh Lili, di dekatkannya pada dada bidang, lalu dia mulai mencium leher jenjang sang istri.
“Apa kamu masih marah” ucapnya sambil mengangkat wajah sang istri dan jari jempolnya membelai lembut bibir pucat sang istri.
“Apa yang kamu lakukan, tolong lepaskan saya!” ucap Lili masih dengan wajah cemberut.
Namun Lie Yuan malah semakin mendekap erat tubuh sang istri seolah tidak ingin terpisah.
“tolong biarkan begini sebentar saja sayang” ucapnya dengan suara parau.
__ADS_1
Lie Yuan Mengangkat dagu Lili dan mencium bibir, ciumannya lembut namun sangat terasa.
Setelah menciumnya selama beberapa menit, sampai dia mulai sesak, Lie Yuan baru melepaskan bibirnya dan tersenyum. “Aku Menikahimu, dan memaksamu di sisiku, itu karena kamu memiliki sesuatu yang menarik bagiku, Lili kamu bersabarlah sedikit saja maka aku akan mengurus segala nya termasuk memberitahu orang tuamu tentang mu”
“Percayalah Lili pada suamimu” ucap Lie Yuan tersenyum lembut.
Lili tertegun sejenak, dan dia sangat terharu mendengarkan kata-katanya.
Begitulah cara suaminya ini terkadang membuatnya marah, tetapi terkadang dia dengan mudah membuatnya tersentuh.
Tanpa menunggu sang istri sadar dengan maksud terselubung yang ada dalam benaknya, dia tersenyum licik dan mengangkat tubuh sang istri dibaringkan diatas ranjang dengan lembut
Ketika Lie Yuan sibuk dengan aktivitasnya, tiba-tiba handphonenya berdering, ketika dia membalikan badan meraih handphone Lili mendorong bahunya sambil duduk merapikan bajunya yang sedikit berantakan.
“Hallo mommy, Kenny senang sekali di sini, setiap hari melihat bunga sakura” ucap manja
kenny.
“Hallo juga Kenny sayang, mommy juga sangat rindu pada kalian berdua, kapan kalian pulang ke sini?” ucap Lili pada kedua anaknya.
“Mommy kami belum pulang, kami ingin menghabiskan liburan musim semi di rumah paman Akhira, mommy dan daddy jangan nakal ya disana” ucap manja Kenny dengan wajah lucunya.
“Kenny apa di sana ada paman Akhira ?” ucap Lie Yuan pada sang putri.
“Berikan teleponnya daddy mau bicara” ucap Lie Yuan pada Kenny.
“Kenzie cape tidak?’ ucap akhira saat menemani Kenzie bermain menunggang kuda.
“Paman Akhira, sini ada telepon dari daddy, cepat buruan” ucap Kenny sambil melambaikan tanganya.
Lie Yuan keluar menuju ruang kerja, duduk di sofa menyilangkan kaki dengan anggun, meletakan ponsel di telinganya.
“Akhira selidiki dengan detail kasus, tentang kejadian enam tahun yang lalu, dan awasi juga gerakan Budi”
“Musuh selalu bisa Bertemu” gumam Akhira.
“Baik kak, akan aku selidiki secara detail, kakak tenang saja dan jangan lupa jaga kakak ipar, sepertinya ada saingan baru yang datang” ucap Akhira serius.
“Jangan kuatir kan masalah itu,
Setelah selesai menelpon Lie Yuan kembali lagi ke kamar tidur , di lihatnya sang istri sudah membungkus dirinya dengan selimut seperti kepompong dan berbaring di sudut terjauh hingga hampir menyentuh dinding.
Lie Yuan naik ke atas tempat tidur dan menarik sang istri sampai wajahnya menghadap padanya.
“Jangan sentuh, aku mau tidur” ucap Lili sambil berusaha menjauh dengan membalikan posisinya membelakangi Lile Yuan.
__ADS_1
“Benarkah?” Lie yuan menarik tubuh Lili menghadap lagi padanya Lie Yuan mencubit dagunya, “tadi si kembar berpesan agar kita daddy dan mommy membuat adik untuk mereka, kalau begitu kamu tunda dulu tidurnya, kita harus tetap melakukan kewajiban kita .,Kamu sebagai istriku harus tetap mengingat kewajibanmu”.
Mata Lili membesar…., mereka sedang berselisih mana mungkin Lili mau melakukan hal semacam itu, tanpa sadar dia mengeratkan pegangannya pada selimut .
Tapi tentu saja tenaganya kalah dengan tenaga seorang Lie Yuan.
“Apa yang sedang kamu lakukan?”....
Lie Yuan tidak menjawab tapi sebagai gantinya dia tersenyum anggun, Lili melihat senyum anggun Lie Yuan seluruh tubuhnya gemetar.
“Sayang apa yang kamu bicarakan?” tadi aku sudah mengatakan bahwa si kembar ingin kita membuat adik mereka secepatnya, dan ini adalah masa subur kamu, sayang, tolong jalankan kewajibanmu.”
Lie Yuan seperti seorang kaisar dengan mempunyai kedaulatan mutlak, dia dengan lembut menelusuri bibirnya dengan jari-jarinya, mengucapkan kata-kata menakutkan dengan kata-kata paling lembut.
Lili berusaha mundur dengan cara berguling-guling dan Lie Yuan juga berguling-guling mengikutinya hingga menyentuh dinding dan tidak ada lagi tempat untuk berguling lagi.
Lie Yuan sekarang ada di depannya dan dia tidak bisa lari.
Lili dikurung di antara Lie Yuan dan dinding kamar tepi ranjang.
Lili melihat wajah Lie Yuan yang cukup membuat semua wanita bersemangat, meskipun mereka sudah suami istri dan sudah sering melakukan hal itu, Lili masih saja merasa gugup.
“Aku belum siap memberikan adik buat mereka, siapa bilang masa suburku adalah hari ini, masa suburku bukan tanggal ini” ucap Lili sambil terus berusaha melepaskan diri.
“Apakah kamu tidak pernah melihat siklus menstruasi yang dibuat oleh dokter untuk kamu?” Lie Yaun menatapnya.
“Masa subur seorang wanita berlangsung sekitar 10 hari, berarti seminggu ini adalah waktu yang paling efektif untuk kita tapi bagiku, aku boleh menggunakan hakku kapan saja dan di hari apa saja, tidak ada yang menentang karena aku suamimu” ucap Lie Yuan dengan sudah memulai aktivitasnya.
“Aku tidak menginginkannya!” Lili mendorong dada Lie Yuan berusaha untuk menjauh darinya.
Namun apalah arti tenaga seorang Lili jika dibandingkan dengan Lie Yuan yang lagi dipenuhi aura cinta. Sepanjang malam mereka habiskan untuk mencetak calon adik buat Kenny dan Kenzie.
Keesokan harinya saat terbangun Lili benar-benar merasa lelah secara fisik dan juga mental , menghadapi suami seperti Lie Yuan.
Bersambung.
Mohon maaf sering terlambat Update,.
Terima kasih banyak buat para pembaca yang sudah setia mengikuti kisah Lie Yua Lili, cerita ini sedikit lagi akan selesai.
Terima Kasih banyak untuk dukungan Like dan juga komentar , hadiah serta Vote yang telah kalian berikan. Author akan berusaha untuk membuat akhir dari cerita ini berkesan.
Dan Author juga berusaha untuk secepatnya update.
Terima Kasih salam sehat untuk kita semua.
__ADS_1