CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#86 Kenzie Menemukan fakta.


__ADS_3

Lili selalu bangun pada subuh hari seperti biasa, sedangkan sang suami masih tertidur pulas di atas tempat tidur yang empuk. Mungkin sang suami sangat lelah setelah menikmati semalaman suntuk bersama Lili, Tuan muda Lie sedikitpun tidak melepaskan nya semalaman .


Lili masuk ke kamar mandi, membersihkan diri dan keluar setelah selesai segala urusannya di dalam kamar mandi. Saat dia membuka pintu ternyata sang suami sudah bangun dan sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.


“Kau sudah bangun”, sapa Lili saat melihat sang suami.


“Hmmm….”gumam nya tidak jelas.


Lili melangkah membereskan tempat tidur, merapikan selimut dan menepuk bantal membelakangi arah kamar mandi, sedang fokus merapikan tempat tidur,.


Tiba-tiba dari belakang sang suami sudah memeluk tubuhnya dengan erat, mencium wangi rambut Lili dari belakang.


“Sayang, hari sudah pagi nanti Kenzie dan Kenie bangun” ucap Lili sambil tangannya juga memegang tangan sang suami yang melingkar di perutnya.


“Belum pagi, masih baru jam 4 subuh, sekarang masih subuh, aku ingin berbaring lagi” ucapnya sekarang sudah memutar tubuh sang istri menghadap ke arahnya, mencium lembut kening sang istri.


Lili pasrah mengikuti kehendak sang suami, dalam hati dia tahu yang diinginkan sang suami bukan hanya berbaring.


Lie Yuan menarik lembut Lili, mengajaknya kembali berbaring, tangannya mulai menelusuri setiap lekuk tubuh Lili, saat ini berdekatan dan menyentuh sang istri sudah merupakan candu baginya.


“Sayang apa sekarang sudah ada di sini, calon adik si kembar” ucapnya seraya tangan nya mengusap perut datar sang istri.


Sekarang posisi bibir Lie Yuan berada di atas perut Lili dan mencium pusar Lili.


“Sayang hentikan” Lili berusaha menutupi bagian tengah perutnya.


“Maafkan aku sayang, sepertinya belum ada tanda-tanda, aku hamil lagi” jawab Lili.


“Kenapa meminta maaf, itu tandanya kita harus berusaha lebih keras lagi membuatnya, lagipula kita punya banyak waktu untuk melakukannya, aku akan menyelesaikan urusan pekerjaan dengan segera dan kita bisa berjalan-jalan bersama anak-anak” , sekarang Lie Yuan sudah mulai menjatuhkan dirinya di samping Lili dan tangannya mulai sulit dikondisikan.

__ADS_1


Lie Yuan mulai menyentuh leher Lili dengan bibirnya yang lembut membasahi telinga Lili dengan kata-kata yang membuat Lili kembali terhanyut dengan permainan dewasa sang suami.


Sampai Lie Yuan selesai dengan urusannya, dia terkulai lemas di samping tubuh sang istri kembali tertidur dengan tangan memeluk erat tubuh istrinya. Perlahan waktu berlalu hingga Lili Pun ikut terlelap bersama dalam posisi saling berpelukan.


Keesokan hari ketika sang surya menyapa, sang rembulan pergi dan sang surya mulai menyinari bumi memandikan bumi dengan kehangatan cahaya nya, kedua insan yang semalaman telah melakukan aktivitas yang cukup mela lahkan , namun memberikan energi positif bagi keduanya.


Saat terbangun Lili melepaskan tangan sang suami yang masih melingkar di perutnya, dia perlahan turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri, waktu sudah pukul enam pagi, sudah waktunya turun menyiapkan sarapan buat kedua buah hatinya.


Selesai mandi dan berganti pakaian , Lili segera turun menuju ruang makan, sesampainya disana Lili menyapa bibi Lin, yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan.


“Pagi bibi Lin, hari ini masak apa buat sarapan?” tanya Lili.


“Pagi nyonya, hari ini koki masak soto ayam, permintaan tuan muda Kenzie dan nona Kenie’ Jawab bibi Lin.


“Mommy...suara manja Kennie terdengar saat gadis kecil itu menuruni tangga, dia berlari dengan manja segera menempelkan kepala mungilnya memeluk paha Lili, Mommy saat aku dan kak Kenzie terbangun kami tidak mendapati mommy dan daddy di kamar, apa kalian tidak tidur bersama kami?, mommy membohongi kami”, ucap sang gadis kecil dengan wajah penuh kecewa.


Lili kebingungan mau jawab apa, untung disaat yang tepat Lie Yuan dengan sikap coolnya sudah turun menghampiri mereka dengan pakaian setelan jas lengkap, Lili melirik sang suami dengan wajah merona teringat kejadian semalam.


“Daddy….Kennie menoleh dan melihatnya, dia segera melepaskan pelukan di paha Lili, kini dia beralih memeluk san daddy yang saat ini sedang berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi badan sang putri.


Kedua tangan Kennie memeluk erat leher daddy,mulut kecilnya mencium beberapa kali pipi dan kanannya. Daddy tadi saat Kennie dan kak Kent bangun kami tidak mendapati mommy dan daddy, apa kalian tidak tidur bersama kami semalam?” pertanyaan sang putri, membuat Lie Yuan batuk beberapa kali.


“Hemmm….” kami hanya duluan bangun” ucapnya sambil membelai lembut kepala sang putri manja.


“Emmm…, benarkah?” pertanyaan sang putri, Lili melirik sang suami dan kedua pasang mata saling melirik.


“Iya, lihatlah soto ayam kesukaan kalian sudah siap, mari kita sarapan” ucap Lie Yuan mengalihkan perhatian sang putri.


Sementara itu di tangga terlihat Kenzie turun dengan penampilan sudah rapi menggunakan setelan jas yang senada dengan daddynya, gaya rambutnya juga sama dan gaya gestur berjalan juga sama, memasukan sebelah tangan kedalam saku celananya, seketika orang yang melihatnya, Kenzie benar-benar duplikat tuan muda Lie Yuan sama-sama tampan dan cool.

__ADS_1


“Ayo kita sarapan, nanti keburu dingin” ucap Lili dan dituruti oleh mereka semua.


“Daddy bolehkan aku ikut bermain ke perusahaan daddy?” pertanyaan Kenzie saat mereka sarapan.


Semua orang menoleh pada Kenzie, bagaimana bisa membawa Kenzie ke perusahaan sedangkan di sana lagi terjadi masalah yang cukup serius, lagi pula sangat berbahaya bagi anak kecil berada di perusahaan yang ada musuh dalam selimut, musuh yang telah bekerjasama dengan orang luar untuk menghancurkan Lie Group.


"Kakak mengapa ingin keperusahaan, apakah ada makanan enak disana?" ucap Kennie dengan lucunya, Kenie memang tukang makan yang ada dalam benaknya pasti di perusahaan daddynya banyak makanan lezat.


"Dasar tukang makan", ucap Kenzie kesal memoleh kearah adiknya.


"Tidak ada makanan enak, di perusahaan tempat orang bekerja tidak ada makanan, jawab Kenzie menatap sebal kearah adiknya.


"Aku tidak bertanya padamu kak, aku bertanya pada Daddy" jawab Kennie juga mendelik sebal.


"Sudah-sudah, tidak ada yang boleh ikut, di perusahaan daddy sedang sibuk tidak ada yang mengawasi kalian", ucap Lili menengahi kedua anaknya yang sedang betdebat.


"Tapi daddy aku ingin bermain ke perusahaan bukankah Kakek berkata bahwa suatu saat bila aku sudah dewasa, perusahaan itu akan aku warisi, sekarang aku ingin mulai menggenalnya", jawab Kenzie sambil memasang wajah imut andalanya.


Dan jika dia sudah memasang tampang imut tidak ada yang tega membantahnya.


"Aku harus berhasil meyakinkan daddy untuk membawaku keperusahaan, aku ingin memperbaiki dan menambah sistem keamanan di bidang IT perusahaan daddy", gumam Kenzie dalam hati.


Apakah, Kenzie berhasil mengikuti daddynya perusahaan dan apa saja fakta yang di temukan Kenzie.


Bersambung.


Simak terus Novel ini, author mohon maaf sering terlambat updet🙏🙏.


Dukung Kenzie membantu daddy dengan kasih Like, komentar dan juga vote ya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2