CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#84 Obat Tidur


__ADS_3

Part # 84 Obat Tidur.


Setelah bergulat dengan begitu banyak kesibukan tuan muda Li Yuan merasa bahwa pulang ke rumah adalah hiburan yang begitu sangat menyenangkan di waktu lelah melanda.


Li Yuan Tersenyum membayangkan kan kedua anaknya yang imut, wajah keduanya membuat hatinya senang, Hatinya begitu nyaman.


Setelah sekian lama bergulat dengan kesendirian tiba-tiba menemukan istri dan juga memiliki dua orang anak yang sangat cantik dan imut seketika membuat suasana hatinya Seketika menjadi cerah.


“ Lion, Ayo kita pulang” , Ucap tuan muda Seraya bangkit dari sofa ruang kerjanya dan berjalan menuju pintu keluar, dengan segera asisten Lion Mengikuti langkah tuan muda.


Di mension , Lili sedang menggendong anaknya Kenie Yang saat ini sedang manja minta dimandiin , setelah mandi dia mengenakan piyama tidur berwarna pink pada nya.


“Mommy, kenapa daddy belum pulang, Kenie kangen Daddy” ujar Kenie dengan wajah imut yang manja bertanya pada mommynya.


“Daddy sedang kerja, kalau sudah selesai bekerja dia pasti pulang” Ucap Lili sambil mencium lembut pipi gembul sang anak. Saat mereka sedang bercengkrama terdengar bunyi mobil memasuki halaman mansion.


“Mommy daddy datang”, ucap Kenie dia segera melepaskan mainannya dan berlari menuju pintu, diikuti Lili.


“Kenie, pelan-pelan nanti jatuh”, ucap Lili mereka berdiri menyambut didepan pintu . Melihat Daddynya turun dari mobil, Kenie segera berlari dan segera memeluk daddynya. Lie Yuan juga segera menggendong sang putri yang terlihat sangat cantik dan imut dengan baju piyama warna pink yang yang lucu.


“Daddy, aku sangat merindukanmu” Ucap Kenie seraya memeluk leher daddynya.


“Putri Cantik ,Daddy juga sangat merindukanmu, sayang” ucap Lie Yuan juga memeluk dan mencium wajah putrinya dengan gemas.


“Kenie, sini mommy gendong, biarkan daddy istirahat daddy sedang capek baru pulang” ,ucap Lili.


“Mom, aku hanya merindukan daddy” ,ucap Kennie dengan wajah yang sendu, matanya sudah mulai berkaca-kaca.


Mendengar perkataan putrinya, mana tega Lili terus marah, selama lima tahun kedua anakannya hidup tanpa kehadiran daddynya, pasti membuat keduanya begitu merindukan sosok seorang ayah. Pikir Lili.


Lie Yuan membawa Kenie masuk dan membawanya naik ke atas ke kamar sang putri.


“Sayang, kamu main dulu di sini bersama boneka-boneka cantik ini, daddy mandi dulu sebentar” ucap Lie Yuan seraya meletakan dengan lembut sang putri diatas tempat tidur.


“Baik daddy” ucap Kenie langsung asyik bermain dengan boneka-boneka barbie nya.


Lie Yuan masuk ke kamar nya diikuti Lili.


“ Sayang, mandikan aku ya, gosokkan punggungku”. Ucap Lie Yuan sambil memeluk sang istri.


Lili mencubit tangan Lie Yuan, yang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


“Kau ini, bicara sembarangan ingatlah kita sudah memiliki dua anak, nanti bagaimana kalau anakmu masuk kesini?” ucap Lili.


“Hei,...ayolah, kunci pintunya, pasti mereka tidak akan bisa masuk” Ucap Lie Yuan sambil mendorong Lili untuk memasuki kamar mandi, dan dia memencet tombol untuk mengunci pintu.


“Sekarang sudah aman” ucapnya seraya tersenyum miring.


“Tuan Muda Lie Yuan", ucap Lili dengan nada tinggi, dia sungguh kesal dengan kelakuan sang suami .


Tetapi sang suami tidak mempedulikannya dia terus memeluk dan mencium bibir sang istri, ********** dengan rakus, dibukanya shower dan mereka berdua mandi dibawah pancuran air shower, mandi dengan diselingi kegiatan yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa yang sudah sah menikah. Tiga puluh menit kemudian mereka keluar dari kamar mandi, mandi kali ini merupakan mandi untuk kedua kalinya bagi Lili.


Lie Yuan merasa sangat lelah, setelah kembali dari Indonesia belum tidur sama sekali, jadi ketika Lie Yuan merebahkan diri di tempat tidur dia pun langsung tertidur Lelap.


Dilihat sebentar ke arah Lie Yuan, Yang tertidur tanpa mengenakan baju terlebih dahulu hanya menggunakan celana Boxer pendek baring terlentang di atas tempat tidur. Lili keluar dari kamar menuju ke kamar putranya.


Setelah memasuki kamar Kenzie Tampaklah pemandangan yang begitu berantakan, Lili menggelengkan kepalanya melihat ada banyak makanan berserakan diatas meja, dan komputer masih menyala, terlihat ada game berarti Kenzie seharian ini bermain game pikir Lili.


“Dasar, Kenzie, kerja nya main game “ Omel Lili sambil menggelengkan kepala, dia berjongkok di sisi tempat tidur Kenzie.


Kenzie bangunlah, hari sudah sore, daddy pun sudah pulang kerja, sebentar lagi akan makan malam ayo mandi” Ucap Lili seraya mengguncang lembut bahu Kenzie.


Kenzie bangun dengan wajah yang kusut khas orang bangun tidur.


“Baiklah selesai mandi kamu langsung pergi ke kamar Kenny untuk membawanya makan malam aku akan mengurus daddy mu dulu” ucap Lili.


Lili memasuki kamarnya Berjongkok di sisi tempat tidur Dan mengusap-usap lembut Kedua Pelipis tuan muda Lie Yuan.


Lalu dia melihat sebuah botol obat di atas nakas. Lili membacanya.


“Apakah ini obat tidur” Gumam Lili dan dia membawa botol obat itu, turun kebawah mencari bibi Lin untuk menanyakan obat apakah yang dia temukan di kamar suaminya.


“Bibi Lin, obat apakah ini?” tanya Lili begitu dia melihat bibi Lin.


“Ini obat Tidur, yang diresepkan dokter Nathan, semenjak kehilangan nyonya, tuan muda tidak bisa tidur, dia selalu kesulitan tidur” jawab bibi Lin.


Bibi Lin Menceritakan semenjak Nyonya muda pergi, Dan dinyatakan hilang Bahkan dinyatakan meninggal, Tuan muda mengalami sulit tidur, Sehingga dokter Nathan meresepkan obat tidur ini selama 5 tahun terakhir ini “ Lili meneteskan air mata mendengar kan cerita bibi Lin.


Pilih kembali ke kamar menatap suaminya yang tertidur pulas. Lily Menangis, diciumnya tangan dan wajah suaminya .


“Maafkan Aku, Maafkan Aku” Ucap Lili berkali -kali dalam hati sambil terus menciumi wajah sang suami. Tanpa dia sadari air matanya menetes sampai membasahi wajah sang suami sehingga membuatnya terbangun.


“Ehh…” Lie Yuan terbangun melihat Lili menangis sesenggukan di atas dadanya sambil terus memeluk dirinya, membuat Lie Yuan panik.

__ADS_1


“Sayang apa yang terjadi?” tanya Lie Yuan , namun Lili tidak menjawab, dia terus memeluk sang suami semakin erat.


“Maafkan aku, yang sempat meragukan mu bahkan mencurigaimu ,sehingga aku tidak mau menghubungimu selama bertahun-tahun ini, dan membuatmu menderita” Ucap Lili.


“Dasar bodoh,...apa aku, sejahat itu, lain kali kalau ada apapun harusnya mengkonfirmasinya terlebih dahulu” ucap Lie yuan sambil membelai lembut rambut sang istri.


“Berjanjilah untuk selamanya tidak akan pernah meninggalkanku, apapun yang terjadi “ Bisik Lie Yuan di telinga Lili.


“Ya, ya, Kau adalah takdirku, aku akan menua bersamamu, di kehidupan sekarang dan di kehidupan yang akan datang tetaplah menjadi takdirku” ucap Lili sambil kembali memeluk suaminya erat. Ya Lie Yuan adalah takdirnya baik dulu maupun sekarang.


“ Sayang aku capek dan lelah, maukah kau menggosok punggungku dengan minyak terapi essensial” ucap Lie Yuan manja.


“Baik, telungkup lah aku akan menggosok punggungmu” ucap Lili sambil mengusap minyak terapi di tangan nya dan menggosok punggung sang suami.


Sementara di dapur para koki sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam seluruh anggota keluarga.


Di Dapur terlihat si kecil Kennie sedang minta dibuatkan puding coklat kesukaannya dan bibi Lin dengan sabar mengikuti keinginan sang nona kecil yang cantik kesayangan baru keluarga Lie.


Tidak lama kemudian terlihat Lili dan Lie Yuan turun menuju ruang makan yang telah terhidang makanan diatas meja, mereka sekeluarga mulai makan malam.


Semua keluarga makan bersama di ruang makan dengan penuh canda tawa kedua bocah kecil membuat suasana begitu hangat dan hidup, kakek Albert terlihat sangat bahagia.


“Satu keluarga lengkap, begini baru baik”, Gumam kakek Albert dalam hati.


Apakah Lie Yuan bisa menemukan pembeli saham Lie Group yang baru , yang berani membeli empat kali lipat itu?


Dan apakah Lie Yuan berhasil membuktikan bahwa dia tidak pernah menggelapkan pajak pada negara ?


Dan nanti juga akan ada tuan muda Akhira datang, bagaimana aksinya melihat si kembar yang super imut keponakannya?


Tetap Nantikan Kelanjutan Novel ini.


Terima Kasih pada para pembaca atas LIKE, Komentar dan Juga VOTE


Semuanya membuat Author bahagia.


Doakan juga semoga di kotaku tercinta ini bencana banjir cepat berlalu sebab sudah 20 hari banyak rumah terendam banjir, bahkan yang menyedihkan sekarang di tenda-tenda pengungsian banyak anak-anak dan manula. Kita doa kan semoga mereka sehat selalu. Amin.


Terima Kasih.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2