
Pagi hari yang cerah, burung-burung berkicau bersahutan terbang kesana kemari dengan riang.
Pucuk pohon gaharu menjulang dibalik bukit menyebarkan semerbak bau wangi yang khas.
tanpak Lie Yuan berjalan memasukigerbang taman kanak-kanak dengan mengandeng tangan kedua buah hatinya, mereka berjalan kaki, menuju ke sekolah yang letak nya tidak jauh dari rumah tinggal Lili.
Begitu mereka memasuki gerbang sekolah, sudah ramai. Orang tua siswa juga masih menunggu anak-anak nya di bawah pohon beringin yang teduh dan rindang di halaman sekolah.
"Lihat siapa yang datang bersama Kenzie dan Kenie, wajah nya sangat tampan, lebih tampan dari oppa idolaku di TV" teriak seorang ibu, sukses membuat semua orang menoleh ke arah gerbang.
"Ia benar, tapi wajahnya sangat mirip dengan kedua anak itu, apa mungkin dia daddynya mereka" ucap seorang ibu menimpali.
Seketika mereka berkerumun berbaris di sepanjang jalan masuk ke kelas.
"Dasar ibu-ibu genit" ucap Kenie cemberut.
'Hussss.....tidak boleh ngomong seperti itu, daddy kita memang tampan kok" ucap Kenzie berjalan santai melewati ibu-ibu yang masih heboh bahkan ada yang mengeluarkan hp untuk memotret.
Alhasil di sekolah terjadi kehebohan Lie Yuan mendadak jadi selebriti.
.......&&&&
Sementra di Korea, Jessy mengetahaui kepergian Lie Yuan yang akan menjemput Lili, dia sungguh gusar, menelpon paman ketiga untuk ber konsfirasi menggunakan rencana yang sudah disusun oleh Jessy jika sewaktu-waktu diperlukan.
Saat ini kemarahan Jessy memuncak.
"Baiklah Lie Yuan jika aku tidak bisa memilikimu, maka Lili juga tidak boleh memilikimu" ucap Jessy dengan Licik.
Jessy sudah menduga ini akan terjadi maka dia mencari paman ketiga Lie Yuan yang selalu ingin menguasai Lie Grup, untuk berkerja sama menyingkirkan Lie Yuan. Tidak susah bagi Jessy untuk merayu paman ketiga agar bisa berkomplot.
.....&&&
Negara Indonesia.
Sepulang dari sekolah ketiganya berjalan riang menuju rumah, begitu memasuki pintu aroma masakan Lili sudah tercium memenuhi ruang tamu.
Kenzie dan Kenie berlarian menuju dapur dan keduanya memeluk Lili dari belakang.
"Mommy kami sudah pulang, mommy masak apa hari ini, baunya lezaaat" ucap keduanya kompak.
"kedua anak mommy sudah datang, ganti baju dan mandi dulu ya, setelah itu baru makan oke" ucap Lili sambil membalikan badannya menghadap kedua buah hatinya.
'Mommy, tadi daddy foto-foto dengan ibu-ibu di sekolah" ucap Kenie cemberut mengadu ke mommy nya.
__ADS_1
"apa???" ucap Lili sambil melirik ke arah suaminya, yang di lirik hanya garuk-garuk tengkuk kepala yang tidak gatal.
"Kenie daddy bukan foto-foto tapi ibu-ibu itu yang foto daddy" Ucap Kenzie membela daddy nya.
"ih...sama aja, yang penting foto-foto sahut Kenie tidak mau kalah sambil memonyongkan mulutnya menatap sang kakak.
"sudah-sudah...sana mandi dulu ya, setiap datang dari luar harus ganti baju dan mandi bersih, agar kuman yang nempel di baju dan badan kalian hilang" Ucap Lili sambil menarik kedua tangan anaknya menuju kamar dan membawa mereka masuk ke kamar mandi, agar keduannya segera mandi.
Setelah keduanya mandi Lili kembali ke meja makan untuk menyiapkan makanan dan menghidangkannya diatas meja.
Selesai mandi ke tigannya menuju meja makan, untuk makan siang.
"Paman Lion ayo kesini" ucap Kenie sambil menarik tangan Lion untuk duduk di kursi meja makan.
Lion jadi salah tingkah bagaimana mungkin makan bersama dengan sang tuan muda majikannya yang terkenal dingin itu.
"Ayo Lion makan bersama" ucap Lie Yuan.
"baik tuan" ucap Lion langsung duduk di sebelah Kenie.
Kenie menambahkan udang goreng krispi ke piring Lion. "Paman ayo dimakan" ucap Kenie menatap dengan wajah yang imut dan mengemaskan.
Mereka makan penuh dengan canda dan senda gurau.
"Mommy kami berdua akan nginap dirumah paman Seno ya, boleh tidak ?" ucap Kenzie.
"daddy, Paman Seno bukan orang lain bagi kami, nda apa-apa ya?" ucap kedua anaknya memohon.
"Mommy" ucap keduanya menatap Lili minta dukungan.
Ya sudah, tapi jangan menyusahkan, kakek dan nenek di sana ya" ucap Lili.
"tidak akan menyusahkan kakek dan nenek kami hanya ingin memetik buah naga juga memancing" sahut Kenzie dan diangguki Kenie.
Lie Yuan melirik kearah Lion, dan Lion paham arti Lirikan Tuan mudanya. Kalau diartikan, kira-kira , Jaga keduanya ya Lion.
"Boleh paman ikut kalian ?" tanya Lion .
Keduanya menoleh serentak kearah Lion.
"Serius??? paman mau ikut kami nginap?" ucap keduanya.
"ia paman ingin ikut memancing dan petik buah naga" jawab Lion tersenyum.
__ADS_1
Lion mengetahaui jika Tuan muda sudah lebih dari lima tahun untuk bertemu dengan nona muda dia tidak ingin menjadi nyamuk berdesing yang menganggu.
Lili memandang Lie Yuan ada banyak hal yang ingin dia bicarakan dengannya.
"Baiklah, jaga sikap kalian selama disana" jawab Lie Yuan.
Selesai merapikan meja makan, Kenzie, Kenie dan juga sekretaris Lion bergegas pergi kerumah paman Seno. Tidak lupa Lili menyiapkan makanan yang telah dia masak untuk dibawa kerumah orang tua angkat Lili yaitu ayah dan ibu Seno. Setelah mereka pergi. Lili melihat Lie Yuan.
"Kau mandilah dulu, air panasnya sudah kusiapkan' Ucap Lili menyadari sang suami ternyata belum mandi setelah datang dari sekolah mengantar anak-anak tadi.
Lie Yuan menurut perintah Lili, lima tahun lamanya tidak pernah mendengarkan suara sang istri, jadi perintah ini terasa indah di telinga Lie Yuan. Aroma strowberi adalah aroma yang sudah lima tahun ini Lie yusn rindukan.
Melihat Bath up yang penuh dengan air hangat dan busa-busa sabun wangi strowberri essence, Lie Yuan teringat hari-hari dimana dia minta dimandikan oleh Lili saat pertaman Lili berada di Mension nya. Seketika dia tersenyum menginggat hal-hal lucu saat itu, Lili yang masih polos dan dia yang berusaha menahan hasrat untuk segera melahap Lili.
"Jika cinta sudah berlabuh dan hati sudah mencinta maka tidak kan melepaskan, Lili Cinta pertama ku" ucap Lie Yuan dalam hati.
Lili memeberskan kamar, menyiapkan piyama untuk suaminya, dia meletakannya diatas tempat tidur.
Lie Yuan keluar dengan hanya handuk kecil terlilit di pinggangnya, butir air masih menetes dari rambutnya, Lili terpana sejenak menatap karya Tuhan paling indah dihadapanya saat ini. Suaminya.
"Kau ganti bajumu , aku keluar dulu ucap Lili sedikit canggung, walau bagaimanapun mereka sudah lama terpisah jadi sekarang dia belum terbiasa, wajahnya memerah melihat tubuh setengah terlanjang suaminya.
"mana boleh keluar, tubuh ku bagian mana yang belum kau lihat" Ucap Lie Yuan sambil melangkah ke arah Lili dengan cepat, memagang bahunya dan memenjarakan Lili dengan kedua tanagannya.
Lili mundur selangkah dan Lie Yuan maju selangkah, begitu seterusnya hingga tubuh Lili membentur tempat tidur minimalis nya dan terduduk disana, sementara Lie Yuan mengunggkungnya ,naik ketempat tidur, dan entah bagaimana handuk kecil yang dia pakai melilit pinggang saat keluar dari kamar mandi tadi, ternyata sudah terlepas.
Lie Yuan membaringkan Lili diatas tempat tidur, tangannya mulai menjamah tempat area favoritenya, Lili berusaha melepaskan dirinya.
"Lie Yuan, ini masih siang, anak-anak bisa saja kembali lagi kesini" ucap Lili sambil terus berusaha melepaskan diri.
"Tidak akan kembali lagi ke sini, Lion sudah menjaga mereka untuk kita" ucap Lie Yuan sambil terus melancarkan aksinya.
"Tapi" ucap Lili sambil mendorang dada sang suami.
"Aaah...., jangan berdebat lagi, ucap Lie Yuan sambil menarik Lili kedalam pelukanya sekarang posisi mereka terbalik, Lie Yuan dibawah terlentang dan Lili diatas tubuhnya.
"Aku merindukanmu, sangat-sangat merindukannmu, tak bisakah kau berbaik hati membantu ku melepaskan rindu yang sangat berat ini?" Lie yuan berucap sambil menatap Lili.
Setelah ini, aku pastikan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita. Aku ingin kau menemaniku malam ini, dan malam-malam seterusnya sepanjang aku hidup" Ucap Lie Yuan parau sambil terus memeluk Lili dan sekarang giliran Lili yang berada di bawah tubuh Lie Yuan.
Lie Yuan menghujani Lili dengan banyak ciuman, malam ini dia akan menghabisi Lili, menuntaskan dendam cinta dan keriduan selama lima tahu ini.
Masalah lima tahun yang lalu, yang membuat mereka terpisah sudah diselidiki dan akan ketahuan siapa dalangnya yang membuat mereka terpisah selama ini.
__ADS_1
Lie Yuan melakukannya berkali-kali tanpa lelah, dia berhenti ketika melihat Lili kelelahan barulah dia berhenti melakukannya.
Bersambung.