
...Milikilah......
...Hati yang tak pernah membenci...
...Mulut yang tak pernah menghujat...
...Karena sesungguhnya...
...Kesempurnaan hanya milik Tuhan...
...Jangan silau dengan kesuksesan...
...Buatlah dirimu menjadi bernilai...
...Jadilah berkat bagi semua orang...
^^^Author.^^^
Jangan pernah menyesali sehari dalam hidupmu. Hari-hari baik memberimu kebahagiaan dan hari-hari buruk memberimu pengalaman.
......................
Didalam kamar.
Meskipun Lili tidak tahu sesungguhnya apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya pada malam tadi, melihat pria yang ada dihadapannya ini dia merasa lega.
Lili menelan air ludahnya, suara yang dikeluarkannya serak dan bergetar.
"Tuan apakah tadi malam anda yang menyelamatkan ku?" Lili mengeryitkan kedua alisnya didalam hatinya timbul perasaan harap-harap cemas.
Apakah telah terjadi sesuatu diantara kita tadi malam?"
"Apakah adengan itu...., Tuan yang melakukannya ?" Lili menarik sedikit sudut bibirnya memaksakan sedikit senyum, dia mendongak , melihat kearahnya, dengan perasaan yang bercampur aduk..
Takut...itu yang dia rasakan
Dengan tatapan sedingin es dan setajam samurai , sang pria berkata dengan suara rendah, berat dan kejam.
"Kamu sungguh berani, cari mati ya" ujar sang pria, wajah semakin dingin emosi terpancar dimatanya yang hitam, tatapannya melihat Lili seperti Samurai yang siap memengal kepalanya, bibirnya terbuka dan ucapannya lebih kejam tak berperasaan" Apa kamu berharap orang lain yang melakukannya, yang menjadi pemeran utama dalam adengan itu ?" dia menjawab gusar.
"Lili, kamu jangan terlalu memandang dirimu hebat, bukan aku yang ingin memperkosamu, tapi kamulah yang memperkosa aku, kamu lihat tubuh berhargaku ini" sambil berkata demikian Tuan muda membuka kemeja yang dia kenakan.
"Kamu tahu, berapa banyak karyawan Lie Grup yang akan kehilangan pekerjaan jika aku celaka, apa kamu mampu menanggungnya?"
Lili kaget melihat begitu banyak bekas gigitan dan juga cakaran di dada dan punggung Tuan Muda.
"Apa kamu kira masih bisa pulang kerumah, hidup-hidup kalau orang lain yang melakukannya".
Lili mengepalkan tangannya, menahan emosi, bibirnya mengatup keras.
__ADS_1
Walaupun ucapan sang pria tidak enak di dengar, tapi hatinya menghela napas lega, paling tidak dia tidak benar-benar dilecehkan orang yang tidak dikenal.
Kelihatannya Sang pria yaitu Tuan Muda Lie Yuan yang telah menyelamatkannya, membawanya kesini.
"Cepat bersihkan tubuhmu, mandi sana, atau kamu ingin aku yang mandikanmu?" suara tuan muda membuyarkan lamunan Lili.
"Ini pakaian mu, aku tidak ingin orang berpikir bahwa akulah yang telah berbuat jahat padamu". sambil melemparkan karton box ke pangkuan Lili.
Dengan masih sempoyongan Lili berjalan menuju ke kamar mandi sambil memeluk karton box yang diberikan tuan muda.
Sesampai di kamar mandi Lili mengisi bathub dengan air hangat, dia ingin merilexskan tubuhnya yang terasa pegal.
Dia merasa malu dengan apa yang telah terjadi tadi malam.
"Mengapa Tuan Muda yang marah, dia hanya terluka luar sementara aku?, aku telah kehilangan mahkota kesucianku" bagaimana aku bisa bertanggung jawab pada suamiku kelak?" sambil berendam Lili terus menangis sedih didalam bathub.
"Jika aku bisa mengugat, pastinya sudahku gugat takdir, mengapa takdir begitu kejam padaku selalu menyakitiku"
"Keinginan yang naif, ingin menemukan penolong masa kecil, sampai ke negeri orang, harus menggalami nasib setragis ini" Air mata Lili terus menganak sungai dipipinya.
Sementara diluar kamar mandi, tuan muda resah, menunggu begitu lama, pikirannya sudah mulai ke hal yang negatif jangan-jangan dia mau bunuh diri pikir tuan muda.
"Mengapa dia mandi selama itu, apa dia bunuh diri di kamar mandi, dasar gadis bodoh apa dia kira aku serendah itu, memanfaatkan keadaan". tuan muda mondar mandir di depan kamar mandi.
Sebenarnya tuan muda ingin mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa antara mereka berdua malam itu, dia hanya sebatas membelai dan memcium mengimbangi ke gilaan Lili akibat pengaruh obat perangsang itu, tapi detik betikutnya dia urungkan dia biarkan kesalah pahaman Lili terus berkembang.
Karena sudah terlalu lama akhirnya Tuan Muda mengedor pintu kamar mandi.
"Apa yang kamu lakukan, mau bunuh diri,? jangan berharap kamu bisa mati dengan mudah" teriak tuan muda sambil mengedor pintu kamar mandi dengan keras.
Mendengar gedoran pintu yang keras Lili tersadar dari lamunannya, tanpa menjawab dia keluar dari dalam bathub dan mengeringkan badannya dan memakai dres motif bunga yang di beri tuan muda.
Pipi Lili sedikit memerah melihat pakaian dalam juga dibelikan tuan muda dengan ukuran yang pas sesuai dengan tubuhnya.
Ketika dia mengenakan ****** ***** dia mengangkat kakinya, dia merasa selangkangannya bagian intimnya tidak sakit, dia sedikit berpikir.
"Jika malam tadi telah terjadi antara aku dan tuan muda, pastinya akan terasa sakit ngilu dan nyeri didaerah kewanitaanku ini" Pikir Lili, sambil dia merengangkan kakinya.
"Memang tidak sakit" seharusnya aku sadar dari tadi, dasar bodoh" Lili menepuk jidatnya, tersenyum melihat ke cermin yang ada di dalam kamar mandi, seketika hatinya bahagia."Ternyata Tuan muda tidak sejahat itu" hanya wajah dan perkataannya saja yang kasar mungkin memang sudah sifat seorang Tuan muda , pikirnya, dia sudah mulai terbiasa dengan sikapnya.
Di luar kamar mandi Tuan muda bersiap mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu dengan berlari mundur dengan mengunakan semua kekuatan tenaganya.
"Satu,dua,tiga, tuan muda berlari menuju pintu WC, dan ketika kakinya hampir menyentuh daun pintu....
bertepatan dengan pintu terbuka, Dan....mereka berdua bertabrakan cukup keras terbaring di depan pintu kamar mandi, dalam posisi yang bertindihan.
Dengan sigap tuan muda memeluk Lili agar tidak terbentur ke lantai, dan hasilnya mereka berdua bepelukan dengan erat dilantai, napas mereka saling memburu.
Posisi itu berlangsung beberapa detik, tanpa sadar mata mereka bertatapan penuh kerinduan seketika jantung keduanya berdebar kencang, bukan karena nafsu tapi karena rindu.
__ADS_1
Setelah sadar, Lili ingin melepaskan diri, tapi Tuan muda masih engan melepasnya, dan semakin memeluknya erat.
"Biarkan dulu seperti ini, ucapnya sambil membaui aroma shampo rasberry dirambut Lili" seketika tuan muda merasa sudah tidak bisa berpura-pura tidak peduli lagi pada Lili, selama ini dia menutupi perasaannya dengan sikap dinginnya.
Belum sempat terucapkan perasaan mereka satu sama lain ,
Walaupun bagi pria mungkin tidak perlu pernyataan yang terucap, mereka lebih suka langsung menunjukan lewat perbuatan nyata apa yang mereka rasakan
Tetapi lain hal dengan seorang wanita mereka harus mendengarkan pengakuan yang terucap, baru bisa percaya .
Di saat keduanya Sedang terhanyut, ada bunyi ketukan dipintu, membuat mereka berdua tersadar, Lili buru-buru mendorong tuan muda dan bangkit .
Tuan Muda bangkit dan langsung berjalan kearah pintu dan membukanya, terlihat asisten Lion berdiri disana.
"Maaf Tuan Muda, hari ini jam 11 ada meting dengan Tuan Jhon dari Sam Grup membahas tentang pembebasan lahan untuk....
"Oke Lion " jawab Tuan Lie segera memotong ucapan Lion sambil melambaikan tangan melarang Lion meneruskan ucapannya.
" Hubungi Supir mu , minta dia menjemput kesini" perintah Tuan Lie sambil menatap Lili, tatapannya sudah tidak dingin lagi.
" Baik, Lili merogoh ponsel dan menyalakannya karena ponselnya mati mungkin saat terjatuh semalam, setelah nyala segera menelpon supirnya minta jemputan.
Terlihat puluhan panggilan tak terjawab dari sahabatnya Iko, dan juga puluhan wa.
Semua berisi kecemasan tentang keberadaan nya yang tiba-tiba menghilang.
Tidak ingin membiarkan sahabatnya terus cemas dia menelpon , mengabarkan bahwa dirinya baik-baik saja.
"Ayo pergi" ,tuan muda keluar hotel dengan wajah cool nya seperti biasa.
...💝Bersambung💝...
Trima kasih buat pembaca semua yang sudah mampir, terima kasih juga buat yang sudah Like, koment juga vote.
Akankah perasaan Tuan muda Lie cepat terungkap ?
Mengapa Tuan Lie menghilang selama 3 tahun tanpa kabar kepada Lili?
Apa rencana paman ke tiga berhasil ?
Tunggu di part berikutnya.
Mohon maaf jika cerita ini masih jauh dari sempurna , ini pengalam pertama aku menulis Novel.
❤❤Thanks You❤❤
.
__ADS_1