CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#39 Liburan Ala Tuan Muda


__ADS_3

Pagi yang cerah di Villa white


Setelah menghabiskan waktu hampir setengah malam bersama tuan muda Lili terbangun agak kesiangan.


Segera dia mandi dan membersihkan diri dan turun ke bawah ke ruang makan.


"Selamat pagi bi Sarah apa tuan muda sudah bangun" ucap Lili menyapa bi Sarah pelayannya.


"Belum nona, silakan sarapan makanan sudah tersedia, mau makan sekarang atau menunggu tuan muda?" bibi sarah balas bertanya.


"Terima kasih bi, aku akan tunggu tuan muda bangun. ucap Lili lalu dia beranjak menuju halaman belakang villa dan melihat taman bungga yang sekarang sedang banyak bunga mawar mekar.


Aku ingin memetik beberapa tangkai dan di taruh diruang tamu pikir Lili segera dia memgambil gunting dan menaruh beberapa kuntum mawar kedalam vas bunga dan meletakannya di ruang tamu.


Tidak terasa waktu sudah menunjukan jam sembilan pagi, Lili melirik ke lantai atas ,tempat kamar tuan muda berada, tidak ada tanda-tanda bahwa dia sudah bangun.


Lili sudah merasa kelaparan, segera dia menuju ruang makan dan memulai sarapannya sendirian.


Setelah dia selesai menikmati sarapan ponselnya berbunyi dan ada tanda pesan masuk, dilihatnya ternyata pesan dari asisten Lion yang mengatakan tuan muda sedang sakit, dan meminta Lili untuk merawat tuan muda.


Sebelumnya di kamar tuan muda menelpon Lion pagi-pagi sekali disaat Lion hampir berangkat ke villa untuk menjemput tuannya.


Dzzzt....suara hp Lion terlihat tuan muda memanggil segera dia mengusap layar ponselnya untuk menerima panggilan telpon tuan muda, begitu tersambung terdengar suara tuan muda.


"Lion hari ini aku sakit , kamu tangani perusahaan, bawa dokumen yang tidak bisa kamu tangani ke villa " ucap tuan muda memerintah asisten Lion.


"Baik tuan apakah anda ingin ku panghilkan dokter Edward "tanya Lion di line telpon.


"Tidak perlu, suruh gadis itu merawat ku" perintah tuam Lie


"Baiklah tuan".


.....***


Setelah selesai menjawab telpon Lion , Lili bergegas menuju kamar tuan muda dan membawa sarapan serta bermaksud mengecek keadaan tuan muda yang sakit.


tok...tok...tok...


Lili mengetuk pintu berulang kali tapi tidak ada jawaban.


"Waah apa jangan -jangan dia pingsan", lili sudah memikirkan segala sesuatu yang negatif dan segera dia membuka pintu kamar tuan muda, yang ternyata tidak terkunci.


Tatapannya menyapu sekeliling ruangan tidak tampak bayangan tuan muda, kemudian dia meletakan sarapan diatas nakas, dia melirik ke kamar mandi yang sedang terkunci,.

__ADS_1


"Tampaknya tuan muda ada di dalam kamar mandi" pikir Lili lalu dia duduk di sofa menanti tuan muda keluar dari WC dia mengeluarkan hp dan mulai membuka wichat , baca beberapa chat dari Iko.


Clek.. suara pintu kamar mandi terbuka nampak tuan muda keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian santai dengan rambut basah dan air yang masih menetes terlihat semakin tampan dan seksi.


Lili terjejut dan langsung terbangun dari duduknya, saking terkejutnya hp yang tadi dia pegang jadi terjatuh menimbulkan suara gemeletak di lantai.


Tuan muda menatap kearahnya dan duduk di sofa lalu menyerahkan handuk kecil yang dia pegang.


"Tolong keringkan rambutku" ucap tuan muda menyerahkan handuk ke hadapan Lili.


Lili menerima handuk melangkah kebelakang sofa dan mengeringkan rambut tuan muda , tangannya menyentuh dahi tuan muda .


"Katanya sakit tapi kok gak panas suhu tubuhnya biasa aja" batin Lili.


"Apa anda tidak ke kantor tuan?" tanya Lili penasaran.


"Aku kan sedang sakit, dan mengapa kamu masih memanggil aku tuan?" tuan muda membalikan badannya dan menarik Lili hingga terjatuh di atas pangkuannya.


Kemudian dia memutar badan Lili hingga berhadapan dengannya dan bibirnya mendarat di bibir merah muda Lili mencium penuh dengan kelembutan.


kertika Lili ingin menjauhkan tubuhnya dari tuan muda, tangan tuan muda menekan tengkuknya hingga dia tidak bisa bergerak menjauh.


Lili mencoba menutup bibirnya, tapi tuan muda menggigit bibirnya hingga Lili terpaksa membuka bibirnya lagi dan membiarkan lidah tuan muda memasuki rongga mulutnya.Mereka berciuman hingga hampir kehabisan oksigen, ketika tuan muda melonggarlan pelukannya Lili mendorong dada tuan muda hingga dia bisa melepaskan diri.


Wajah Lili merona merah hingga keleher dan telingganya karena malu.


"Itu hukumam buat mu" kedepannya kalau masih panggil tuan maka akan ku ambil malam pertamamu sekarang juga. Biar kamu sadar kalau kita adalah sepasang kekasih" ucap tuan muda sambil bersidekap menatap Lili yang memucat karena ucapannya.


"Sekarang panggil aku sayang" suara tuan muda mununtut .


"Ia sayang" ucap Lili kaku.


"Ulangi lagi" mana ada orang memanggil sayang se kaku itu seolah aku memaksamu " tuan muda berucap lagi.


"ih...ya ampun , apa dia waras ya , tuan muda ini benar-benar ya, "jelas-jelas dia yang memaksa memanggil sayang benar-benar bisa membalikan fakta"


"Sayang" ucap Lili mengulangi".


"ulangi lagi, apa kamu terpaksa menerimaku sebagai calon tunanganmu?" ulangi lagi sampai terdengar merdu" ucap tuan Lie dan begitu seterusnya Lili di minta berulang-ulang untuk menyebut kata sayang sampai terasa bosan.


Kemudian tuan muda minta disuapin sarapan, setelah itu dia minta dipijat.


Sehigga tak terasa sudah seharian mereka berdua di kamar, tuan muda terus bermanja-manja dengan Lili.

__ADS_1


"Ah... nampaknya tuan muda tidak benaran sakit dech mana ada orang sakit semenyebalkan ini manjanya udah seperti anak bayi"


Sampai waktu makan siang tiba Lili ijin untuk mengambilkan makanan ke dapur tetapi tuan muda tidak mengijinkannya keluar.


"Sayang aku lapar ingin ambil makanan dulu ya" ucap Lili sambil menatap mata tuan muda yang sedang rebahan si sofa.


:Tatapanya di buat sememelas mungkin biar dia iba "


"Tidak perlu biar bi Sarah yang antarkan ke sini kamu jangan cari alasan untuk kabur"


"Dengan wajah memelas pun tidak mempan, Memangnya aku bisa kabur kemana sich tuan"


"Baiklah tuan...eh sayang." Lili masih kaku memanggil sayang.


Tuan Lie memencet tombol intelkom yang menghubungi bi Sarah supaya membawa makan siang ke kamar.


Setelah makan siang selesai, mereka melanjutkan menonton tv di kamar tuan muda, karena kelamaan menonton tv tidak terasa kantukpun menyerang Lili hingga dia tertidur diatas sofa.


Dengan lembut tuan muda mengendongnya ke atas tempat tidur dan menyelimutinya.


Tuan Lie baring menghadap ke arah Lili sebelah tangannya menopang kepala dan matanya lekat menatap wajah Lili.


"Apakah kau memiliki perasaan yang sama sepertiku Lili, atau kau masih terus mengharapkan sosok penolong masa kecilmu " gumam tuan muda tangannya membelai anak rambut di kening Lili


Dia pun tertidur di samping Lili


Sementara dikantor Lie Group.


Asisten Lion kelabakan mengurus perusahaan menangani rapat, memberikan alasan ke pada para direksi yang menanyakan keberadaan tuan Lie.


Kehebatan asisten Lion harus diacungi dua jempol sebab pekerjaannya luar biasa sehingga segala sesuatu bisa berjalan semestinya bagi tuan muda.


Kesetiaannya jangan di tanya, sebab dia menjaga tuan muda dengan nyawannya.


walaupun tuan muda selalu terlihat kasar dan keras di depannya tapi dia tahu bahwa tuan muda sangat menghargai dan menyayanginya.


...💝Bersambung💝...


Terima kasih Like dan Komentar serta Vote dari para pembacaku yang tercinta, maaf author UP malam hari sebab kalau siang dak sempat nulis , author di dunia nyata kerja juga.


TAPI...


Author usahakan UP tiap hari supaya tidak membuat kalian kecewa, pembaca yang budiman setelah kalian baca jangan lupa berikan dukungan Like, komentar dan VOTE.

__ADS_1


...Thanks You....


...💝TE'AMO💝...


__ADS_2