CINTA PERTAMA SEORANG CEO

CINTA PERTAMA SEORANG CEO
Part#19


__ADS_3

...Bersyukur berkesempatan mengenalmu, memang cinta tidak perlu di cari, karena bila saatnya tiba cinta itu akan datang sendiri menghampiri....


Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tetapi aku akan tersenyum karena punya kesempatan untuk mengalaminnya bersama mu.


.....*****


Pagi yang cerah, telah menyapa matahari telah muncul malu-malu dari persembunyiannya.


Dengan tergesa-gela Lili bangun dan berlari ke mamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ah...ya ampun... kenapa aku bisa terlambat bangun dan kenapa jam beker tidak berbunyi, habislah aku bila terlambat masak sarapan pagi si bos galak", gumam Lili dalam hati.


Cepat-cepat dia mandi, dia melepaskan gaun tidurnya sekilas dia memandang pantulan bayangan diri nya di cermin kamar mandi. Tiba- tiba matanya terbelalak dia terpekik melihat sekujur tubuh bagian atas nya ada tanda kemerahan kebiruan seperti di gigit nyamuk bentol.


" Masa ia sich semalam mimpi basah ku menjadi kenyataan, ah tidak mungkin , tidak masuk akal, aku juga tidak bisa melihat wajah pria tampan yang mencumbuku semalam", Lili begumam pelan sambil meraba bekas merah kebiruan di sekitar pundak dan lehernya.


Dia membungkuk melihat bagian kewanitaannya, dia melompat-lompat dan juga merenggangkan kedua pahannya, ah syukurlah mimpi basahnya hanya bagian atas tidak sampai merengut keperawanannya, seketika wajah Lili merah seperti tomat matang ketika mengingat adengan mimpi basah nya semalam.


"Ku kira mimpi basah hanya untuk laki-laki tetapi perempuan juga mengalaminnya". Pikir Lili, walaupun tidak ada perempuan lain yang mengalaminnya kecuali dirinya.


"Ah sudahlah...


tidak ada waktu aku harus cepat-cepat mandi, persetan dengan mimpi yang aneh itu"!!!!...Lili segera mandi .


Setelah mandi dia menganti pakaian, di carinya kemeja yang kerahnya agak tinggi supaya bekas kemerahan di lehernya tidak kelihatan.


Segera dia turun ke bawah dan menuju dapur, dilihatnya koki sedang memasak sarapan.

__ADS_1


Selamat pagi bibi , masak apa hari ini buat sarapan ? tanya Lili sambil memghapiri bibi koki.


Buat bubur ikan salmon Nona, ini sudah selesai apa anda ingin mencicipinya? tawar bibi koki sambil menggansurkan sendok kecil ke arah Lili, Lili menerima sendok dan mencium bau harum bubur ikan salmon.


"Ah... sungguh enak bi, maaf aku tadi agak kesiangan , kata Lili memandang wajah bibi koki dengan wajah menyesal.


"Tidak apa-apa nona, masakan pagi ini sudah selesai, lain kali lagi baru nona yang memasak sarapan tuan.


Bibi tersenyum melihat gaya nona Lili pagi ini sungguh aneh biasanya kalau di rumah tidak pernah pakai kemeja dan celana pant, biasanya sering pakai gaun.


Dan kenapa pipi nona merona, seperti buah tomat, tapi malah membuatnya semakin cantik pagi ini..


Mereka berdua menata makanan di atas meja makan. Tidak lama kemudian Tuan muda Lie Yuan datang dan memasuki ruang makan dengan gaya sedikit canggung tapi tidak berlangsung lama setelah itu wajahnnya kembali dingin melihat Lili ada di sana.


"Selamat pagi Tuan sapa Lili", biasa saja tanpa canggung , tapi agak takut karena melihat wajah tuan muda dingin dan datar.


"Duduk , temani aku makan," ujarnya dingin tanpa ekspresi.


Lili patuh, dengan canggung dia duduk di hadapan tuan muda.


Pelayan mau mengambilkan makanan untuk tuan muda lie yuan, tapi langsung di tolak tuan muda.


"Ambilkan makanan untuk ku", tuan muda melihat ke arah Lili. Entah mengapa bagi Lili tatapan mata tuan muda seolah memindai seluruh tubuhnya, dia merasa seperti di telanjangi .


"Baik tuan," Lili menjawab sambil menunduk wajahnya memerah merona bak tomat ,malu karena tatapan Tuan muda dia mengambil makanan tanpa melihat ke arah Tuan muda dan meletakan makanan ke hadapan tuan muda juga dengan gaya yang kaku, entah mengapa perasaan nya hari ini sangat canggung.


"Sepertinya gadis ceroboh itu memang tidak menyadari kejadian semalam dasar!!! bagai mana kalau orang lain yang melakukannya awas akan aku habisi.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Tuan Lie sudah mau berangkat. Mobil sudah siap, seorang supir sudah membukakan pintu . Sekretaris Lion juga sudah berdiri di dekat mobil sambil menundukan kepala sambil mengucapkan selamat pagi pada tuan lie dan Lili. Hanya Lili yang menjawab sapaan Lion .


"Ingat persyaratan yang sudah kamu tanda tangani", jangan sampai kamu melanggarnya.!!!"


Setelah mengucapkan kata itu Lie Yuan masuk ke dalam mobil tanpa menoleh lagi.


Lili masuk ke dalam villa , bergegas dia mau segera berangkat ke tempat kerja masuk pagi , kuliah lagi libur akhir pekan jadi dia ingin cepat-cepat pergi ke mini mart .


Lili masuk ke kamar mau mengambil tas nya, hp berbunyi dilihatnya nomor tuan Akhira memanggil.


"Aku tidak mau melibatkan diri lagi dengan pria lain meski hanya teman ", Lili bertekad dalam hati, diabaikan nya telpon Akhira secara berulang-ulang di blokir nya nomor Akhira.


"Nona, tuan muda meminta mengantar kan kemanapun anda ingin pergi saya yang akan mengantarkan anda." Seorang supir membungkukan badan nya sambil membuka pintu mobil.


Lili masuk kedalam mobil sambil menghela napas.


Apa, sekarang aku benar-benar sudah tidak ada kebebasan lagi, dan celakanya aku sudah tidak bisa menolak , aku harus melakukan semua perintah Tuan Lie tanpa banyak bicara dan juga tidak boleh membantah.


"Nona sudah sampai", supir mobil berhenti di depan Mini mart tempat Lili kerja.


"Iya pak, terima kasih", jawab Lili sambil turun dari mobil.


Lili baru berjalan memasuki Mini mart , dia di kejutkan dengan seseorang yang muncul dari pintu kaca. Dia terlihat muram, wajah lelaki itu terlihat lesu dan kesal.


"Kamu,!!!...Lili terpekik pelan.


Bersambung❤

__ADS_1



__ADS_2